Sejarah Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Wariskan Beban Gunungan Utang ke China

5 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Proses pembangunan jalur Kereta Cepat Whoosh yang juga berdampak terhadap sejumlah lahan warga. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Proses pembangunan jalur Kereta Cepat Whoosh yang juga berdampak terhadap sejumlah lahan warga. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)

AYOBANDUNG.ID - Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang kini populer dengan nama Whoosh, bukan sekadar soal jalur rel baru. Ia adalah kisah panjang modernisasi Indonesia, penuh tarik-menarik kepentingan geopolitik Asia, dan drama persaingan teknologi Jepang versus Tiongkok.

Jalur sepanjang 142,3 kilometer ini tercatat sebagai kereta cepat pertama di Asia Tenggara. Dengan kecepatan maksimal 350 km/jam, perjalanan Jakarta–Bandung yang biasanya memakan waktu tiga jam bisa dipangkas menjadi sekitar 40 menit. Namun, sebelum sampai ke tahap operasional, sejarahnya penuh lika-liku: dimulai dari wacana di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga keputusan mengejutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membuat Jepang merasa “ditikung” oleh Tiongkok.

Sejak zaman kolonial Belanda, jalur kereta Jakarta–Bandung sudah vital. Staatsspoorwegen membuka rel sepanjang 173 kilometer pada 1884. Waktu tempuh saat itu berkisar 3–4 jam, dan jalur ini jadi urat nadi ekonomi Priangan.

Baca Juga: Jejak Peninggalan Sejarah Freemason di Bandung, dari Kampus ITB hingga Loji Sint Jan

Tapi, memasuki awal 2000-an, masalah transportasi kian menumpuk. Penduduk Jakarta mendekati 10 juta jiwa, sementara Bandung mencapai 2,5 juta. Jalan tol Cipularang yang diresmikan pada 2005 justru ikut macet, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Kerugian ekonomi akibat kemacetan ditaksir mencapai triliunan rupiah tiap tahun.

Inspirasi datang dari luar negeri. Jepang sudah lebih dulu memamerkan Shinkansen sejak 1964, sementara Eropa punya TGV (Prancis) dan ICE (Jerman). Pemerintah Indonesia mulai serius memikirkan kereta cepat pada 2008. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk studi kelayakan.

Rencana awal sebenarnya lebih ambisius: jalur Jakarta–Surabaya sepanjang 700 kilometer lebih. Tetapi, segmen Jakarta–Bandung dianggap prioritas karena jarak relatif pendek sekaligus strategis sebagai pusat ekonomi.

Studi JICA melibatkan Japan Railway Technical Service (JARTS) dan Yachiyo Engineering. Mereka menggarap analisis rute, geologi, pajak, hingga potensi jumlah penumpang. Laporan awal 2008 merekomendasikan kecepatan 210 km/jam, yang direvisi menjadi 300 km/jam dalam studi 2015. Estimasi biaya mencapai Rp58,1 triliun dengan skema public-private partnership.

JICA juga mengusulkan stasiun modern di Halim dan Tegalluar, lengkap dengan kawasan bisnis seperti model Shinkansen di Jepang. Presiden SBY memasukkan proyek ini dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011–2025. Jepang pun semakin intens melobi.

Tetapi, anggaran negara ketika itu tersedot subsidi BBM ratusan triliun rupiah. Kritik publik soal kelayakan finansial dan isu lingkungan bermunculan. Menjelang akhir masa jabatan SBY, proyek ini tidak kunjung dieksekusi. Fokus pemerintah lebih banyak bergeser ke MRT Jakarta dan persiapan Pemilu 2014.

Ketika Jokowi berkuasa pada 2014, proyek kereta cepat kembali hidup. Jokowi tampil sebagai “Presiden Infrastruktur”, mendorong pembangunan tol, pelabuhan, hingga bandara. Jepang merasa di atas angin karena sudah menggarap studi enam tahun lebih, lengkap dengan detail teknis dan reputasi Shinkansen.

Tapi, ada syarat yang membuat Indonesia keberatan. Jepang meminta jaminan pemerintah atas proyek, sehingga risiko ditanggung negara.

Baca Juga: Sejarah Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dari Zaman SBY Sampai Bikin Jepang Kecele

Di titik itulah Tiongkok masuk dengan tawaran agresif. Pada 2015, Beijing mengajukan proposal senilai 5,5 miliar dolar AS, lebih murah dari Jepang (6,2 miliar dolar AS). China Development Bank bahkan siap memberi pinjaman jangka panjang tanpa jaminan pemerintah Indonesia. Mereka juga menjanjikan konstruksi lebih cepat, teknologi mutakhir, serta transfer pengetahuan.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). (Sumber: KCIC)
Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). (Sumber: KCIC)

Persaingan berubah menjadi drama diplomasi. Jepang yang menganggap Indonesia sebagai mitra strategis merasa dikhianati. Media Jepang menulis kata “betrayal”. PM Shinzo Abe bahkan menyampaikan kekecewaan secara terbuka. Ironisnya, proposal Tiongkok ikut mengacu pada detail studi JICA.

Pada 16 Oktober 2015, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) resmi dibentuk. Konsorsium BUMN Indonesia—PT KAI, Wijaya Karya, Jasa Marga, dan PTPN VIII—bergabung dengan China Railway International Co. Ltd. Tiga bulan kemudian, pada 21 Januari 2016, Presiden Jokowi melakukan groundbreaking di Cikalong Wetan, Bandung Barat.

Walau telah diresmikan, pembangunan proyek ini tidak berjalan mulus karena menghadapi berbagai hambatan. Proses akuisisi lahan menimbulkan konflik kompensasi, terutama di wilayah Halim, Karawang, dan Tegalluar, di mana banyak warga menolak atau menuntut harga lebih tinggi sehingga izin konstruksi penuh di sejumlah titik menjadi tertunda. Selain itu, tantangan teknis dan lingkungan juga turut memperumit, mengingat trase kereta harus menembus pegunungan Priangan yang memaksa pembangunan terowongan dan viaduk panjang, sekaligus menghadapi risiko longsor, masalah drainase, dan stabilitas geologi.

Baca Juga: Bandung Teknopolis di Gedebage, Proyek Gagal yang Tinggal Sejarah

Hambatan lain muncul saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020, yang menyebabkan gangguan rantai pasokan global, keterbatasan tenaga kerja, hingga keterlambatan jadwal konstruksi, sehingga uji coba yang seharusnya dilakukan lebih awal pun ikut tertunda.

Pembengkakan Biaya dan Utang

Ketika diumumkan pada 2015, biaya proyek diperkirakan $5,13 miliar atau Rp76,9 triliun. Angka itu lebih murah dari penawaran Jepang. Namun, biaya awal disepakati naik menjadi $6,07 miliar (Rp91,5 triliun). Dalam perjalanannya, angka terus membengkak hingga $7,2 miliar atau sekitar Rp108 triliun.

Kenaikan biaya disebabkan faktor teknis, pembebasan lahan, serta penundaan akibat pandemi. Skema pendanaan pun direvisi, dengan tambahan pinjaman dari China Development Bank.

Saat memasuki 2022–2023, rangkaian kereta cepat buatan CRRC Qingdao Sifang (KCIC400AF) mulai tiba di Indonesia. Uji coba dilakukan bertahap: dari statis, dinamis, hingga peningkatan kecepatan. Pada fase tertentu, kereta bahkan mencatat kecepatan uji 385 km/jam.

Proyek ini menjadi panggung diplomasi. Pejabat tinggi Tiongkok dan Indonesia ikut menyaksikan uji coba. Media internasional menyorotnya sebagai bukti kebangkitan teknologi Tiongkok di Asia Tenggara.

Pada 2 Oktober 2023, akhirnya Presiden Joko Widodo meresmikan operasi komersial Kereta Cepat Whoosh. Indonesia resmi punya jalur HSR pertama di Asia Tenggara. Perjalanan Jakarta–Bandung kini hanya 40–45 menit, jauh lebih cepat dibanding kereta konvensional maupun mobil pribadi.

Saat pertama kali dibuka, antusiasme publik cukup besar. Tercatat ada 1 juta penumpang hingga 25 Desember 2023 sejak operasional 17 Oktober 2023. Pada 2024 jumlahnya melonjak menjadi 6,06 juta penumpang. Hingga akhir Juni 2025, total 2,9 juta penumpang tercatat. Akumulasi hingga akhir Juli 2025 mencapai lebih dari 10 juta penumpang.

Saat ini, KCIC mengoperasikan 62 perjalanan Whoosh per hari, dengan headway 30 menit untuk rute utama Halim–Padalarang–Tegalluar–Summarecon, dan 60 menit untuk rute berhenti di Stasiun Karawang. Satu rangkaian Whoosh berkapasitas 601 penumpang, dengan tiga kelas layanan: first class, business class, dan premium economy.

Baca Juga: Sejarah Kegagalan Program Pembersihan Sungai Citarum, dari Orde Baru sampai Era Jokowi

Tarif dinamis diterapkan mulai dari Rp225 ribu untuk rute Jakarta–Bandung. Namun, pendapatan tiket belum menutup beban keuangan. Dengan asumsi rata-rata Rp250 ribu per tiket, pendapatan 2024 diperkirakan Rp1,5 triliun. Padahal, bunga tahunan utang pokok proyek mencapai hampir Rp2 triliun.

Laporan keuangan per 30 Juni 2025 menunjukkan konsorsium PSBI (Pemegang Saham Bersama Indonesia) merugi Rp4,19 triliun pada 2024. Pada semester I-2025, kerugian bertambah Rp1,62 triliun. Sebagai pemegang saham terbesar, PT KAI menanggung porsi kerugian paling besar, lebih dari Rp951 miliar pada paruh pertama 2025.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)