Dari Lari ke Meditasi: Lari sebagai Praktik Budaya Populer dalam Transformasi Ruang Kota Bandung

2 menit baca
Hadrian Hadin
Ditulis oleh Hadrian Hadin diterbitkan Senin 20 Apr 2026, 13:10 WIB
Komunitas dan aktivitas lari yang semakin marak di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Komunitas dan aktivitas lari yang semakin marak di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bandung kini menjadi kota yang sehat, pada dasarnya setiap sudut ruang kota selalu menarik perhatian dari pada masyarakatnya, taman kota, sasana olahraga hingga suasana kota yang selalu syahdu. Seiring berjalannya waktu dan teknologi bandung kian hari kian ramai, pasalnya tren lari sudah masuk kedalam ruang kota dan sudut kota. Di tengah keramaian dan tekanan pekerjaan, tren lari selalu menjadi solusi untuk mencari ketenangan dalam setiap indiividu.

Tren lari kini sudah menjadi lifestyle di Kota Bandung, Sebagian warga menjadikan tren lari ini sebagai satu pelarian untuk istirahat sejenak dari hiruk pikuk kota. Setiap sudut kota, taman, hingga trotoar kian hari selalu dipenuhi oleh orang orang yang ingin berlari. Fenomena yang terjadi di Kota Bandung dapat kita pahami sebagai bentuk trasnformasinya ruang kota yang bersifat dinamis dan dibentuk oleh aktifitas manusia. dalam perspektif Henry Lefebvre, ruang bukanlah entitas yang statis, melainkan hasil daripada konstruksi sosial yang terus diproduksi oleh aktifitas manusia.

Aktivitas lari yang semakin marak di Kota Bandung, menunjukkan bahwa masyarakat telah membangun ulang fungsi dari pada ruang kota, seperti jalanan yang tidak hanya sebagai tempat mobilisasi namun berubah menjajdi ruang rekreasi atau pun refleksi. Dengan demikian, tren lari tersebut tidak hanya merepresentasikan gaya hidup sehat, akan tetapi mencerminakan budaya populer yang kian hari menjadi kebutuhan psikologis sosial

Jika kita melihat dalam perspektif psikoanalisis Sigmund Freud, setiap individu memiliki berbagai dorongan dan tekanan batin yang tidak bisa di ekspresikan, sehingga adanya mekanisme pertahanan diri salah satunya sublimasi, yaitu proses pengalihan emosional ke dalam bentuk aktivitas. Dalam konteks ini, fenomena tren lari dapat kita lihat sebagai bentuk pelepasan emosional seperti stress, cemas dan tekanan hidup yang diubah menjadi suatu aktivitas yang dapat diterima sosial. Dengan demikian tren lari tidak hanya sebagai olahraga untuk menyehatkan tubuh, namun juga dapat menjadi medium untuk mengelola psikologis ditengah hiruk pikuknya kota bandung.

Di balik itu, meningkatnya aktivitas lari di Kota Bandung menggambarkan kreativitas yang terjadi pada ruang kota, tetapi sekaligus menjadi indikasi pertanyaan apakah adanya keterbatasan fasilitas yang memadai?. Selain itu, berkembangnya tren lari sebagai gaya hidup menjadikan ekslusifitvitas sosial. Jika kita mengaca ke prespektif psikoanalisis Sigmund Freud ini menjadi bentuk sublimasi atas tekanan hidup,  maka fenomena lari hanya bersifat positif, tetapi mencerminkan dinamika sosial dan psikologis yang kompleks diantara hiruk pikuknya Kota Bandung.

Tren lari di Kota Bandung tidak hanya sekedar mencerminkan gaya hidup sehat, tetapi menunjukkan bagaimana masyarakat dapat membangun ulang fungsi dan makna ruang publik sekaligus menjadi tempat untuk mengelola psikologisnya. Dalam kerangka Sigmund Freud, aktivitas ini menjadi bentuk sublimasi yang dapat memberikan kelegaan, tetapi tidak sepenuhnya dapat menyelesaikan. Dengan demikian, fenomena ini menjadi suatu refleksi yang komples antar ruang, budaya, dan psikologis yang terjadi pada kehidupan kota.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Hadrian Hadin
Tentang Hadrian Hadin
Aku adalah seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jun 2026, 18:47

Ulos: Kain yang Menjadi Simbol dari Masyarakat Batak

Ulos adalah kain tenun khas Batak berbentuk selendang. Benda sakral ini merupakan simbol restu, kasih sayang dan persatuan.

Kain Ulos Ragi Hidup (Sumber: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/19484/1/2010-Booklet-Mengenal%20Ulos.pdf)
Bandung 10 Jun 2026, 17:55

Mengenal Kanemura, Brand Kuliner Jepang yang Mengusung Sistem Manajemen Terpusat dalam Bisnis Waralaba

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise).

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise). (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 10 Jun 2026, 17:29

Denyut Digitalisasi Perbankan yang Menghidupi Perajin Sepatu Kulit Cibaduyut

Sejak 2018, Mochamad Indra Yusuf Wahyudin aktif mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Bandung.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik Koku Footwear (produsen sepatu kulit) di Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Linimasa 10 Jun 2026, 16:50

Ibun Bajra, Fenomena Alam Embun Membeku di Kertasari Bandung

Fenomena ibun bajra kembali muncul di Kertasari. Embun membeku jadi lapisan es dan berdampak pada pertanian.

Daun teh membeku di Kertasari saat cuaca dingin menyergap Bandung 2019 silam. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 16:48

Menelusuri Jejak Historis Surabi, Oleh-Oleh Khas Jawa Barat

Surabi adalah salah satu makanan tradisional khas Jawa Barat.

Surabi Cihapit Bandung. (Sumber: Instagram | Foto: Surabi Cihapit)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 15:31

Menyusuri Bukit Plangon: Saat Sejarah dan Kepercayaan Menjaga Alam

Bukit Plangon menjadi contoh bagaimana nilai spiritual dan kearifan lokal berperan dalam menjaga keseimbangan alam.

Sinar matahari menerobos rimbunnya pepohonan di sekitar bangunan makam Bukit Plangon, Cirebon. (Sumber Foto: Dokumentasi pribadi, 2025)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 14:48

Kesadaran Masyarakat terhadap Penggunaan Kain Wol dengan Fashion Old Money

Penerapan gaya old money dan pemakaian kain wol menjadi strategi yang sangat efektif untuk menekan laju pertumbuhan fashion cepat di Indonesia.

Ilustrasi kain wol. (Sumber: Pexels | Foto: Vlada Karpovich)
Wisata & Kuliner 10 Jun 2026, 14:33

Jelajah TMII, Panduan Lengkap Wisata, Harga Tiket, dan Wahana Terbaru

Panduan lengkap berkunjung ke TMII Jakarta, mulai dari harga tiket, museum, anjungan daerah, Jagat Satwa Nusantara, hingga cara menjelajahi kawasan seluas 150 hektare.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 12:49

Filosofi Kendi, Animo Pemakaian Tumbler dan Mesin Air Minum Gratis

Kendi adalah ikon sosialisme air minum pada zamannya.

Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)
Sejarah 10 Jun 2026, 12:21

Jelajah Candi-candi di Bandung, Jejak Peradaban Kuno yang yang Hampir Terlupakan

Jejak peninggalan Hindu kuno di Bandung masih bertahan, tetapi kondisi situsnya memerlukan perhatian serius.

Situs Candi Bojongemas di Solokanjeruk Kabupaten Bandung memprihatinkan dan tak terawat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 11:29

Toponimi Lembang (Bagian 1)

Lembang berasal dari bahasa Sunda yaitu “Ngalembang” yang berarti air yang tergenang.

Buku Toponimi Lembang. (Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 10:18

Gedung Juang 45: Transformasi Bangunan Kolonial Menjadi Museum Berbasis Digital

Revitalisasi Gedung Juang 45 Bekasi dari bangunan cagar budaya yang sempat terbengkalai menjadi museum modern berbasis teknologi digital.

Gedung Juang 45 Kota Bekasi (Sumber: bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)
Beranda 10 Jun 2026, 10:12

Di Tengah Janji Energi Bersih, Warga Lereng Gunung Cemas Kehilangan Air, Lahan, dan Masa Depan

Di balik janji energi bersih dari proyek geotermal, warga di sejumlah lereng gunung di Jawa Barat menyuarakan kekhawatiran atas ancaman terhadap sumber air, lahan pertanian, dan ma

Dani Setiawan, petani sayur di kaki Gunung Gede Pangrango, menyuarakan kekhawatirannya terhadap proyek geotermal yang dinilai dapat mengancam sumber air, lahan pertanian, dan ruang hidup warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 09:17

Mengenal Peuyeum sebagai Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

Peuyeum sebagai makanan tradisional khas Jawa Barat

Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 08:38

Taat Rambu Lalu Lintas adalah Hal Sepele tapi Menyelamatkan Nafas Kehidupan

Satu detik yang menurut kita sepele bisa saja jadi harapan kehidupan bagi orang lain.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 20:22

Pasang Surut Era Trem di Batavia

Transportasi trem di Batavia yang kini sudah tidak ada di Indonesia.

Tram Gondangdia di Batavia. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 16:31

Wisata Candi Borobudur: Panduan Lengkap Tiket, Sunrise, dan Sunset Experience

Panduan lengkap wisata Candi Borobudur 2026, mulai dari harga tiket, kuota naik candi, aturan penggunaan upanat, hingga waktu terbaik untuk berkunjung.

Candi Borobudur. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Biz 09 Jun 2026, 16:27

Kisah para Juara 1 BRIncubator, Konsisten Berdayakan Pekerja Lokal

Program inkubasi bergengsi dari BRI itu setiap tahunnya mengangkat segelintir UMKM ke panggung yang lebih besar.

Koku Footwear terpilih sebagai Juara 1 BRIncubator 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Beranda 09 Jun 2026, 16:05

Bandung Raya di Ambang Krisis Sampah, TPA Sarimukti Diperkirakan Penuh Oktober 2026

TPA Sarimukti diperkirakan penuh pada Oktober 2026, memicu ancaman krisis sampah di Bandung Raya yang masih bergantung pada pembuangan akhir dan minim pengolahan dari sumbernya.

Kendaraan pengangkut sampah terparkir di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu 6 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)