Dari Lari ke Meditasi: Lari sebagai Praktik Budaya Populer dalam Transformasi Ruang Kota Bandung

2 menit baca
Hadrian Hadin
Ditulis oleh Hadrian Hadin diterbitkan
Komunitas dan aktivitas lari yang semakin marak di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Komunitas dan aktivitas lari yang semakin marak di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bandung kini menjadi kota yang sehat, pada dasarnya setiap sudut ruang kota selalu menarik perhatian dari pada masyarakatnya, taman kota, sasana olahraga hingga suasana kota yang selalu syahdu. Seiring berjalannya waktu dan teknologi bandung kian hari kian ramai, pasalnya tren lari sudah masuk kedalam ruang kota dan sudut kota. Di tengah keramaian dan tekanan pekerjaan, tren lari selalu menjadi solusi untuk mencari ketenangan dalam setiap indiividu.

Tren lari kini sudah menjadi lifestyle di Kota Bandung, Sebagian warga menjadikan tren lari ini sebagai satu pelarian untuk istirahat sejenak dari hiruk pikuk kota. Setiap sudut kota, taman, hingga trotoar kian hari selalu dipenuhi oleh orang orang yang ingin berlari. Fenomena yang terjadi di Kota Bandung dapat kita pahami sebagai bentuk trasnformasinya ruang kota yang bersifat dinamis dan dibentuk oleh aktifitas manusia. dalam perspektif Henry Lefebvre, ruang bukanlah entitas yang statis, melainkan hasil daripada konstruksi sosial yang terus diproduksi oleh aktifitas manusia.

Aktivitas lari yang semakin marak di Kota Bandung, menunjukkan bahwa masyarakat telah membangun ulang fungsi dari pada ruang kota, seperti jalanan yang tidak hanya sebagai tempat mobilisasi namun berubah menjajdi ruang rekreasi atau pun refleksi. Dengan demikian, tren lari tersebut tidak hanya merepresentasikan gaya hidup sehat, akan tetapi mencerminakan budaya populer yang kian hari menjadi kebutuhan psikologis sosial

Jika kita melihat dalam perspektif psikoanalisis Sigmund Freud, setiap individu memiliki berbagai dorongan dan tekanan batin yang tidak bisa di ekspresikan, sehingga adanya mekanisme pertahanan diri salah satunya sublimasi, yaitu proses pengalihan emosional ke dalam bentuk aktivitas. Dalam konteks ini, fenomena tren lari dapat kita lihat sebagai bentuk pelepasan emosional seperti stress, cemas dan tekanan hidup yang diubah menjadi suatu aktivitas yang dapat diterima sosial. Dengan demikian tren lari tidak hanya sebagai olahraga untuk menyehatkan tubuh, namun juga dapat menjadi medium untuk mengelola psikologis ditengah hiruk pikuknya kota bandung.

Di balik itu, meningkatnya aktivitas lari di Kota Bandung menggambarkan kreativitas yang terjadi pada ruang kota, tetapi sekaligus menjadi indikasi pertanyaan apakah adanya keterbatasan fasilitas yang memadai?. Selain itu, berkembangnya tren lari sebagai gaya hidup menjadikan ekslusifitvitas sosial. Jika kita mengaca ke prespektif psikoanalisis Sigmund Freud ini menjadi bentuk sublimasi atas tekanan hidup,  maka fenomena lari hanya bersifat positif, tetapi mencerminkan dinamika sosial dan psikologis yang kompleks diantara hiruk pikuknya Kota Bandung.

Tren lari di Kota Bandung tidak hanya sekedar mencerminkan gaya hidup sehat, tetapi menunjukkan bagaimana masyarakat dapat membangun ulang fungsi dan makna ruang publik sekaligus menjadi tempat untuk mengelola psikologisnya. Dalam kerangka Sigmund Freud, aktivitas ini menjadi bentuk sublimasi yang dapat memberikan kelegaan, tetapi tidak sepenuhnya dapat menyelesaikan. Dengan demikian, fenomena ini menjadi suatu refleksi yang komples antar ruang, budaya, dan psikologis yang terjadi pada kehidupan kota.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Hadrian Hadin
Tentang Hadrian Hadin
Aku adalah seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jul 2026, 21:02

Stamp Hunting di Kota Kembang: Fenomena Demam “Museum Passport” dan Candu Baru Kaum Metropolis Bandung

Siapa sangka selembar kertas dan ketukan tinta bisa memicu adrenalin sedahsyat ini? Di Jakarta, demam stamp hunting sudah lebih dulu meledak. Sekarang fenomenanya menular ke Kota Bandung.

Para Stamp Hunter Peserta Komunitas Cerita Bunda Lintas Generasi Berfoto di Museum KAA (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:27

Mega Korupsi Era 90-an Skandal Bapindo dan Eddy Tansil Mengguncang Indonesia

Pengusaha bernama lengkap Edy Tansil (Tan Tjoa Ing) dituntut hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp800 miliar.

Surat kabar Bandung Pos edisi akhir Juli 1994 yang menampilkan berita utama mengenai kasus mega korupsi Eddy Tansil. (Sumber: Foto dan koleksi surat kabar Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:10

Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 14:17

Telusur Arca Derenten: Ikonografi Durga-Agastya, Omon-Omon dari Kebun Binatang ke Museum Kota

Pengejawantahan arkeolog sebagai 'detektif masa lalu': mengkaji ikonografi Arca batu, menelusuri jejak hilangnya, hingga mengurai urgensi lembaga Museum Kota

Pintu masuk kebun binatang Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 13:40

Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

Kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan praktisi fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien di puskesmas cibiru.

Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 13:22

Lontong Goreng Gasibu, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Gedung Sate Bandung

Cari sarapan enak di Bandung? Lontong Goreng Gasibu menawarkan lontong goreng hangat dan tahu Sumedang dengan harga mulai Rp4.000 di kawasan Lapangan Gasibu.

Lontong Goreng Gasibu. (Sumber: Instagram @hayulahgaskeun)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 10:22

Sate, Sang Mahakarya Kuliner Nusantara: Dari Warisan Budaya hingga Diplomasi Rasa Dunia

Indonesia boleh dibilang merupakan "Negeri Seribu Sate".

Pedagang sate. (Sumber: Pexels | Foto: nourrie zein)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 07:55

Kesantunan Berdigital bagi Anak

Kecerdasan buatan tidak boleh membatasi proses tumbuh kembang anak.

Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 19:42

Gunung Alit Telah Lahir di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Alit ini lahir di sisi utara Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Gunung Alit lahir di dalam Kawah Ratu pascaletusan Juli–Agustus 2019. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 18:02

Serunya Belajar di Alam Bebas

Pendidikan terbaik bukan selalu tentang seberapa cepat anak mampu membaca, menulis, berhitung. Melainkan ketika anak tumbuh menjadi manusia yang rasa ingin tahunya tetap hidup, hatinya tetap lembut

Asyiknya Kakang naik Bebek Gowes di Pondok Tandang Bakti Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Ahad (31/5/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 17:00

Hari Anak Nasional: Kenalkan Proses Kreatif Sejak Dini Lewat Program Little Creator

Kreativitas di segala bidang kehidupan adalah kunci masa depan anak.

Program Kreator Cilik yang diselenggarakan oleh Omochatoys menekankan proses kreatif sejak usia dini (Foto: dok Omochatoys)
Wisata & Kuliner 23 Jul 2026, 16:22

Wahana Pilihan TMII, dari Kereta Gantung hingga Drone Show Gratis

Rencanakan kunjungan ke TMII dengan panduan wahana terbaik, lengkap dengan tiket, museum pilihan, Jagat Satwa Nusantara, dan tips berkunjung hemat.

Museum Indonesia TMII. (Sumber: TMII)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 16:21

Hari Anak Nasional: Sudahkah Anak-Anak Indonesia Merdeka?

Apakah anak-anak layak dikatakan sudah merdeka? jika rasa aman, nyaman dan hak-hak dasar dalam hidup mereka belum sepenuhnya bisa ditunaikan.

Seorang anak sekolah di Aceh yang menyebrangi jembatan tali menuju sekolah. (Sumber: Generated AI (Terinspirasi dari Video Asli di Aceh))
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 15:11

Hari Anak Nasional Menjadi Momen Tumbuhnya Generasi Kuat dan Cerdas

Seharusnya peringatan Hari Anak Nasional dijadikan momentum penting untuk membangun anak-anak yang kuat dan cerdas.

Butuh kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anak negeri ini. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 14:39

Ketika Kritik Tenggelam dalam Kebisingan

Status quo tidak selalu bertahan karena kritik dibungkam, tetapi karena perhatian kita terlalu mudah dialihkan.

Sebuah pagelaran seni dog-dog di tengah sebuah aksi. (Foto: Dokumen pribadi)