Mewujudkan Bandung Kota Vokasional

Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan Selasa 21 Apr 2026, 10:21 WIB
Ilustrasi sekolah kejuruan SMKN 4 Bandung. (Sumber: Laman SMKN 4 Bandung)

Ilustrasi sekolah kejuruan SMKN 4 Bandung. (Sumber: Laman SMKN 4 Bandung)

Predikat Bandung sebagai kota vokasional belum dioptimalkan sebesar mungkin. Predikat tersebut sebenarnya memungkinkan seluruh warga Bandung dan dari luar kota memiliki profesi vokasional sesuai dengan bakat dan minatnya.

Pada prinsipnya istilah vokasional adalah segala hal yang berkaitan dengan pelatihan, keahlian praktis, dan pendidikan kejuruan yang bertujuan mempersiapkan seseorang untuk bekerja di bidang tertentu.

Pendidikan vokasi menekankan pada praktik (sekitar 60-70 persen ) dibandingkan dengan Pelajaran teori. Vokasi bertujuan menghasilkan tenaga ahli yang siap kerja, terampil, dan mampu berperan di dunia industri.

Bandung memiliki potensi besar menjadi kota vokasional, terutama berbasis industri kreatif, teknologi, dan jasa. Dengan ekosistem bottom-up yang kuat, fokus pada pengembangan pendidikan non-gelar/vokasional akan sangat menunjang keahlian praktis generasi muda. Kota ini sudah menjadi pusat kreativitas dan pendidikan. 

Ada beberapa faktor penguat dan tantangan Bandung menuju kota vokasional:

Pertama, memiliki ekosistem kreatif yang kuat. Bandung adalah kiblat industri kreatif dengan banyaknya komunitas, musisi, dan pemilik distro. Keahlian praktis dalam fashion, seni, dan budaya sudah melekat dalam masyarakat.

Kedua, memiliki lembaga pendidikan dan lembaga Iptek yang lengkap.

Ketiga, kota yang ramah investasi di sektor pariwisata, kuliner, teknologi, dan manufaktur, yang membutuhkan tenaga terampil.

Sedangkan tantangan untuk mewujudkan kota vokasional adalah masalah kesenjangan sosial dengan Rasio gini 0,44 alias masih tergolong rendah sehingga pendidikan vokasi perlu inklusif untuk membuka kesempatan kerja. 

Tantangan lain untuk mewujudkan Bandung Kota Vokasional adalah kurangnya tenaga Pendidikan atau guru vokasional atau guru produktif untuk sekolah kejuruan (SMK) maupun program diploma. Berdasarkan data hingga akhir tahun 2025, krisis kekurangan tenaga pendidik masih menjadi tantangan serius di wilayah Bandung Raya.

Ilustrasi SMK yang berpredikat Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) yakni SMKN 3 Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi SMKN 3 Bandung)
Ilustrasi SMK yang berpredikat Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) yakni SMKN 3 Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi SMKN 3 Bandung)

Mengatasi Defisit Guru Vokasional

Kekurangan guru kejuruan di Kota Bandung merupakan bagian dari defisit guru yang lebih luas di Jawa Barat, dengan jumlah kekurangan yang menembus ribuan tenaga pendidik.

Mewujudkan profesionalitas guru vokasional atau kejuruan merupakan keniscayaan bangsa yang tengah memasuki era industri 4.0. Kebutuhan terhadap guru produktif untuk meneguhkan industrialisasi perlu terobosan. Guru produktif tidak mesti dilahirkan dari bangku universitas kependidikan. Mereka bisa saja berlatar belakang ahli teknik, inovator bahkan juga para start-up atau pengusaha rintisan.

Mayoritas sekolah kejuruan di negeri ini, postur tenaga pengajarnya masih didominasi  oleh kategori guru normatif-adaptif atau guru umum. Sedangkan kategori guru produktif yang mengajar anak-anak sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih persentasenya masih kecil dibawah 30 persen.

Untuk mencetak guru produktif yang sesuai dengan perkembangan zaman tidak mudah. Perlu terobosan dan program yang masif di seluruh daerah. Desentralisasi pendidikan dan mengalirnya sebagian besar anggaran pendidikan nasional ke daerah menuntut kepala daerah untuk mencetak guru produktif dalam jumlah yang cukup untuk menggerakan dan mengembangkan potensi daerah masing-masing. Pemerintah daerah jangan kepalang tanggung dalam mencetak guru produktif.

Pemerintah daerah yang telah diguyur anggaran pendidikan nasional dalam jumlah yang cukup mestinya bisa mengalokasikan anggaran untuk mengatasi defisit guru produktif. Jika kondisi defisit tersebut terlambat diatasi maka negeri kita kehilangan momentum untuk mencetak SDM yang mumpuni penggerak industrialisasi.

Mencetak guru produktif sekaligus bisa membangkitkan SDM di pedesaan, khususnya daerah terpencil atau kabupaten yang masih terbelakang. Perlu terobosan untuk membangkitakn SDM perdesaan lewat pendidikan.

Pemerintah perlu menambah skema sertifikasi kompetensi bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang SMK. Skema sertifikasi mengikuti Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012. Payung hukum ini mencantumkan sertifikasi profesi terdiri dari sertifikat satu hingga sembilan pada jenis profesi. Skema ini berlaku secara nasional dan direncanakan berlaku secara baku bagi lingkup internasional.

Revitalisasi dan reorientasi vokasional kini menjadi agenda penting pendidikan nasional. Apalagi kepala negara menekankan perlu langkah perbaikan yang konkret terhadap sistem pelatihan atau program vokasional. Kepala negara memerintahkan dengan segera revitalisasi vokasional. Dengan cara menyiapkan sekolah atau pelatihan kejuruan sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia usaha. Khususnya vokasional yang terkait sektor unggulan seperti maritim, pariwisata, pertanian dan industri kreatif.

Saatnya bagi pemerintah daerah bersinergi dengan para guru produktif untuk merancang sebaik-baiknya link and match antara lembaga pendidikan kejuruan dan sektor industri. Dengan langkah itu daerah bisa mengembangkan tenaga kerja serta portofolio kompetensi dan profesi yang cocok bagi warganya. Khususnya portofolio yang berbasis sumber daya lokal. (*)

 

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Mei 2026, 11:38

Inflasi Mengganas: Pilih Menabung Sampai Bonyok atau Berutang Biar Jadi Bos?

Memegang uang tunai terlalu lama di dalam tabungan adalah sebuah kerugian karena nilainya menyusut.

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 10:13

Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Beranda 20 Mei 2026, 09:39

Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

Panti Nazareth di Bandung bukan sekadar tempat tinggal lansia, tetapi ruang untuk menemani para oma menjalani masa tua dengan hangat.

Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 08:51

Molornya Acara Nobar 'Pesta Babi': Pilih Bertahan atau Pergi

Untuk peduli dan mengajak banyak orang peduli dengan isu-isu krusial dan besar.

Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain untuk peduli kepada mereka yang diperlakukan semena-mena. Sementara dengan orang terdekat kita tidak peduli dengan waktunya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 05:35

Tamasya ke Pantai Pasir Putih Pangandaran, Surga Tersembunyi di Balik Hutan Pananjung

Tersembunyi di balik hutan Pananjung, Pantai Pasir Putih Pangandaran dikenal dengan air jernih, terumbu karang, dan suasana yang lebih sunyi.

Pantai Pasir Putih Pangandaran.
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 03:00

Tamasya Bukit Strawberry Lembang, Bucket List Wisata Panorama Perbukitan di Bandung Barat

Panduan wisata Bukit Strawberry Lembang lengkap: tiket masuk, petik strawberry, wahana keluarga, glamping, kuliner, hingga waktu terbaik berkunjung.

Bukit Strawberry Lembang.
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 20:05

Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

Seberdaya apapun seorang perempuan tapi jika belum menikah, mereka seringkali dianggap tidak cukup lengkap hidup di tengah masyarakat.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 17:52

Eksistensialisme Mahasiswa Zaman Now: Daya Nalar Mengikis, yang Penting Eksis!

Menurunnya daya nalar adalah lampu kuning bagi masa depan.

Ilustrasi mahasiswa. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Habib Riyadhi A.S)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 17:35

Panduan Berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon, Jejak Kesultanan Zaman Baheula

Keraton Kanoman Cirebon menawarkan wisata sejarah, museum pusaka, dan tradisi kesultanan yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk pasar kota tua.

Gedung Gajah Mungkur di kompleks Keraton Kanoman CIrebon. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 19 Mei 2026, 16:25

Bagi Wagino, Menjaga Buku Sama Artinya dengan Menjaga Harapan Orang untuk Belajar

Di tengah budaya digital, Wagino M Putra tetap menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, dan percaya membaca adalah pondasi penting bagi generasi muda.

Wagino M Putra tetap setia menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, sambil meyakini bahwa buku tidak akan tergantikan oleh layar ponsel. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 19 Mei 2026, 16:25

Digitalisasi yang Tanpa Sadar Mendongkrak Kenaikan Kelas UMKM Cikopi Mang Eko

Inilah sisi menarik lain dari Cikopi Mang Eko yang jarang diceritakan, tentang peran vital digitalisasi yang tanpa sadar telah mendongkrak 'UMKM Naik Kelas'.

Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko,  di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 15:27

Menolak Lupa Mei 98: Kini Indonesia Cemas akan Rupiah Kian Melorot

Jika pemerintah terus abai, krisis kepercayaan publik yang meruntuhkan Orde Baru bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Massa membakar kursi dan benda lainnya saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarra. (Sumber: Publication of the Indonesian government without copyright notice)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 14:53

Panduan Jelajah Wisata Lembang Bandung, Iteneray Liburan Pilihan Destinasi Favorit

Jelajahi wisata favorit Lembang seperti Farmhouse, Floating Market, The Lodge Maribaya, hingga Curug Maribaya lengkap dengan tips waktu kunjungan terbaik.

Farmhouse Susu Lembang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ikon 19 Mei 2026, 14:05

Jembatan BBS, Dari Muara Sampah Sampai Jadi Tempat Nongkrong

Jembatan BBS di Bandung Barat dikenal sebagai spot nongkrong estetik di atas Citarum, meski kawasan ini juga menjadi tempat penumpukan sampah.

Jembatan Babakan Sapan (BBS) di Bandung Barat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 13:44

Dari Pesisir Lasem hingga Jadi Maestro Kuliner di Bandung: Mengenang Dedikasi Julie Sutarjana

Julie Sutarjana pernah melewati "masa sulit" perjuangan ekonomi di Bandung.

Julie Sutarjana. (Sumber: Instagram | Foto: kedainyonyarumah.bdg)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 11:49

Untuk Bertahan Jangan jadi Manusia Polos di Bandung

Bertahan bukan tentang bisa makan dan memiliki pekerjaan saja melainkan bertahan dari segala tindak kriminalitas dan modus penipuan yang terjadi di ruang publik di Kota Bandung.

Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 10:36

Bangkit di Kota Hujan: Dari PHK hingga Peluang Baru

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, menjadi perjuangan nyata bagi warga Bandung di tengah badai PHK.

Kota Hujan di Bandung. (Sumber: Humas Kota Bandung)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 09:11

Mengapa Kasus Ban Truk Lepas Terus Berulang?

Kasus ban truk lepas yang terus berulang menunjukkan pentingnya perawatan kendaraan, inspeksi rutin, dan penguatan budaya keselamatan transportasi jalan.

Dua gerobak pedagang di Kawasan Simpang DAM, Kota Batam, hancur dihantam ban truk pengangkut tanah yang lepas pada Senin (30/6/2025). (Sumber: Youtube/Official UTV)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 08:10

Syukur, Takabur, dan Kufur

Dari momen sederhana itu tersimpan harapan agar langkah kecil hari ini menjadi motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjaganya dalam ingatan, dan menghidupkannya dalam keseharian.

Di balik kelancaran menghafal hingga 5 juz para murid hari ini, Sabtu (16/6/2026) ada komitmen dan disiplin kuat dalam menjaga rutinitas. (Sumber: Tangkap layar Instagram @sdialamanahbdg)
Ayo Netizen 18 Mei 2026, 20:54

Potret Bandung Era Tahun 70-an dalam Koran GALA Edisi Lawas

Membaca surat kabar lama sering kali terasa seperti menaiki mesin waktu.

Halaman depan surat kabar GALA edisi 16 Mei 1973, terbit 53 tahun silam, yang menjadi salah satu potret dinamika sosial, politik, dan kehidupan Kota Bandung pada masanya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)