Hari Bumi dan Misi KDM Selamatkan Cagar Alam

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Cagar Alam Kawah Kamojang (Sumber: ringtimes.id)
Cagar Alam Kawah Kamojang (Sumber: ringtimes.id)

Peringatan Hari Bumi setiap tanggal 22 April mengingatkan saya kepada pernyataan lugas Gubernur Dedi Mulyadi (KDM), dimana beliau melontarkan tesis tentang : "beratus tahun kita dijajah tapi alam terjaga dan infrastruktur terbangun dengan baik, tinimbang 80 tahun merdeka yang telah memporak-porandakan tak hanya tatanan, tapi juga keseimbangan alam yang semestinya kita pelihara dan jaga...."

Kepala daerah wajib memiliki manajemen komunikasi  pro lingkungan yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dan industri terhadap lingkungan hidup. Merujuk pada pengertian yang dirumuskan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB) yakni The United Nations Commission on Sustainable Development (UN CSD) International Work Programme, disebutkan perilaku pro lingkungan didefinisikan sebagai penggunaan layanan dan produk untuk memenuhi kebutuhan dasar dan membawa kualitas hidup yang lebih baik sambil meminimalkan penggunaan sumber daya alam dan bahan-bahan beracun serta emisi limbah dan polutan selama siklus hidup agar tidak membahayakan generasi mendatang.

Definisi perilaku lingkungan dapat dilihat dari dua perspektif yaitu impact oriented dan intent oriented. Perilaku pro lingkungan dalam perspektif impact oriented didefinisikan sebagai sejauh mana perilaku tersebut mengubah ketersediaan bahan atau energi dari lingkungan atau mengubah struktur dan dinamika ekosistem atau biosfer itu sendiri. Salah satu contoh, kasus penggundulan hutan dan perilaku membuang sampah rumah tangga sembarangan, yang berdampak langsung terhadap perubahan lingkungan.

Isu lingkungan hidup, masalah sampah dan pencemaran sungai sangat sensitif dan menjadi perhatian besar bagi masyarakat.

Alam dan kemanusiaan menjadi dua fokus visi dan misi KDM dalam Pilkada 2024. Menurutnya kedua hal itu akan diejawantahkan dalam berbagai kebijakan yang berbasis pada kebudayaan dan filosofi lokal. Lebih lanjut KDM menekankan bahwa manusia yang bertuhan itu bisa men-senyawa-kan empat unsur atau material alam, yakni tanah, air, udara, api atau matahari. Dalam konteks pembangunan daerah di Jabar, dua fokus itu diterjemahkan dengan memahami empat latar kebudayaan masyarakat Jabar. Ada empat golongan masyarakat Jabar, yakni Sunda lama, Sunda Priangan, Pantura, dan Betawi. Keempat golongan besar ini memiliki latar belakang kehidupan dan budaya yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pendekatan pembangunan yang akan diterapkan kepada tiap-tiap golongan pun akan disesuaikan dengan corak kehidupan mereka.

Cagar Alam Pananjung Pangandaran berdampingan dengan destinasi Taman Wisata Alam (Sumber: phinemo.com)
Cagar Alam Pananjung Pangandaran berdampingan dengan destinasi Taman Wisata Alam (Sumber: phinemo.com)

Melindungi Kawasan Cagar Alam

Masyarakat pencinta alam dan pemerhati lingkungan di Jawa Barat pernah menggugat kebijakan yang merubah status cagar alam. Masyarakat mendesak agar Surat Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK 25/MENLHK Tahun 2018 segera direvisi.

Pasalnya Keputusan itu telah mengubah status dan fungsi kawasan Cagar Alam Kamojang dan Papandayan. Masyarakat menganggap perubahan status diatas bisa dikatakan sebagai usaha untuk mencaplok kawasan cagar alam oleh kegiatan bisnis dan pariwisata. 

Provinsi Jawa Barat memiliki 26 kawasan cagar alam dan 3 taman nasional. Eksistensinya mesti dijaga dan dilestarikan, bukan malah terdegradasi oleh kegiatan bisnis. Apalagi kegiatan bisnis tersebut berpotensi merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, pencemaran sungai, kebakaran hutan dan bencana kekeringan.

Sudah lama para pelaku bisnis mengincar kawasan cagar alam karena didalamnya terkandung potensi energi panas bumi dan bahan tambang yang jika dieksploitasi bisa mendatangkan keuntungan besar. Selain itu para pelaku usaha pariwisata juga tergiur karena kawasan itu bisa dirombak menjadi destinasi wisata yang sangat eksotik.

kalau dipikir lebih mendalam, sebenarnya potensi bisnis itu nilainya lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai konservasi yang terkandung dalam cagar alam. Bagi generasi mendatang kawasan cagar alam memiliki nilai yang sangat berharga terkait pelestarian ekosistem dan sebagai gudangnya ilmu pengetahuan alam.

Cagar alam merupakan kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

Menurut ketentuan yang ada, cagar alam adalah bagian dari dari kawasan konservasi atau kawasan suaka alam, maka kegiatan wisata atau kegiatan lain yang bersifat bisnis tidak boleh dilakukan di dalam kawasan cagar alam.

Sebagaimana kawasan konservasi lainnya, untuk memasuki cagar alam diperlukan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). SIMAKSI bisa diperoleh di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat. Dengan dibangunnya cagar alam maka sumber daya alam berupa flora dan fauna dapat dilindungi dengan baik oleh negara.

Cagar alam secara ekologis maupun fungsi merupakan satu-satunya level kawasan yang sama sekali tidak memberikan toleransi terhadap pemanfaatan langsung. Sehingga kegiatan ekonomi dan wisata tidak diperbolehkan. Sangat ironis jika  pemerintah justru mengubah dan menurunkan lebih dari 4.000 hektar luasan kawah Kamojang dan Gunung Papandayan dari fungsi cagar alam menjadi kawasan taman wisata alam.

Patut dicatat, bencana yang sering terjadi di Kabupaten Bandung dan Garut yakni banjir sungai Cimanuk, hal itu berhubungan erat dengan kerusakan lingkungan di setiap level kawasan kehutanan.

Perubahan status cagar alam tidak semata-mata untuk pengembangan wisata saja. Tetapi juga untuk melegalkan eksplorasi dan eksploitasi energi panas bumi di kawasan Cagar Alam Kamojang dan Papandayan. Pihak organisasi pecinta alam telah menemukan bukti-bukti dokumentasi adanya kegiatan pengeboran oleh kontraktor di lima titik kawasan cagar alam tersebut.

Sudah cukup lama investor mengincar kawasan hutan lindung dan cagar alam yang terdapat di Jawa Barat untuk dijadikan kegiatan bisnis. Sejak tahun 2011 telah terjadi tarik menarik untuk memperoleh perizinan bisnis energi panas bumi di kawasan hutan produksi serta hutan lindung. Usaha ketenagalistrikan geothermal di sekitar Kabupaten Garut dan Bandung sejak awal sebenarnya sarat masalah namun tetap dipaksakan dengan berbagai cara.

Masyarakat sangat sedih melihat kondisi objek ekowisata yang sekaligus cagar alam dan cagar budaya hutan Sancang di Garut Selatan yang saat ini dalam kondisi rusak parah. Dahulu, ribuan Banteng Sancang terlihat begitu riang dan bebas berkeliaran di hutan itu. Sekarang satwa itu benar-benar musnah. Ekosistem hutan yang dahulu begitu perawan kini menjadi gersang meradang. Hutan Sancang sebenarnya sarat dengan nilai spiritual dan kearifan. Apalagi tempat itu dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat ngahyang atau sirnanya Prabu Siliwangi. Namun, sekarang ini menjadi kawasan kritis yang sewaktu-waktu bisa mendatangkan bencana ekologis. Seperti banjir, kekeringan, longsor dan kebakaran. Kondisi yang amat menyedihkan diatas merupakan pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi oleh Gubernur KDM.. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 15:26

Menghalau Asap dengan Sains dan Kolaborasi Akademisi dalam Mitigasi Karhutla

Kampus punya ilmu dan jaringan untuk mencegah karhutla. Simak peran riset gambut, KKN tematik, dan konsorsium lintas kampus di wilayah rawan.

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 14:09

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos

Menyoroti fenomena bansos bagi pelaku judi online

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 13:10

Instrumen Bumi sebagai Komposisi Sorawatu

Setiap bunyi dihasilkan dari gelombang suara, mengontruksi logika rasa manusia. Getaran batu di pukul memiliki frekuensi yang mampu memicu ketenangan batin.

Gamelan Sorawatu. (Foto: Penulis)
Beranda 30 Okt 2026, 12:02

AMSI Awards 2026 Apresiasi Inovasi 10 Media Siber Indonesia

AMSI Awards 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026

Para pemenang di malam penghargaan AMSI Awards 2026 berpose bersama setelah acara, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) malam WIB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 11:45

Cicadas Camping Ground: Tempat Kemah Super Luas di Sumedang

Cicadas Campimg Ground tempat kemah yang luas dan asri. Cocok untuk berkegiatan bareng teman, keluarga atau pasangan. Fasilitasnya juga lengkap.

Lapangan tempat kemah,di  kawasan Cicadas Camping Ground, Sumedang.
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 10:33

‎Dari 'Deadline' hingga 'Healing': Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percakapan Sehari-hari ‎

Penggunaan istilah seperti deadline, meeting, healing, overthinking, random, hingga literally menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan masyarakat terus mengalami perkembangan.

Wawancara kepada Mahasiswa: Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percapakan Sehari-Hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 08:04

Dampak ISPA dari Asap Karhutla bagi Ibu Hamil

Menurut Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kp., M.N.Sc., Ph.D. Asap Karhutla ancam Ibu Hamil dan Generasi Mendatang

Ilustrasi ibu hamil. (Sumber: Pexels | Foto: Helena Lopes)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 20:09

Mati Sebelum Berkembang, Inovasi Birokrasi di Indonesia

Sudah hampir satu Periode Rencana Jangka panjang (25 Tahun) Reformasi Birokrasi digulirkan, fakta di lapangan Birokrasi masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 29 Okt 2026, 19:44

Intip Serunya Theatrical 360 Audio Horror Experience di Braga CityWalk, Wahana Rumah Hantu 'Next Level' Cuma Lewat Suara

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran.

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 19:08

Yang Perlu Dibicarakan Ketika Membicarakan Rencana Program Historic Urban Landscape di Kota Bandung

HUL adalah pendekatan holistik dan kerangka kerja dinamis untuk mengelola lanskap sejarah perkotaan yang terus berkembang, bukan predikat, status, yang berhenti di atas kertas dan jargon.

Salah satu gedung bersejarah di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 18:50

PA 98 Desak Polda Jabar Transparan Tangani Perkara Mahasiswa, Tolak Kriminalisasi Gerakan Demokrasi

PA 98 mendesak penghentian kriminalisasi dan intimidasi mahasiswa, transparansi penangkapan, jaminan bantuan hukum, serta perlindungan hak akademik dan kebebasan demokrasi.

Aksi aliansi masyarakat sipil dan mahasiswa Bandung dalam memperingati 2 tahun rezim Prabowo-Gibran. (Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 14:50

Peran Strategis Warga Bandung dalam Gerakan Nasional Penanggulangan Karhutla

Warganet Bandung seharusnya dapat berperan dalam penanganan penanggulangan karlutha secara strategis. Sikap nasionalisme adalah bentuk empati dan tanggung jawab konkret untuk mengatasi bencana ini.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 13:06

Solusi Bijak Menangani Lahan Gambut

Memelajari metode restorasi, pengelolaan air yang tepat dan aksi nyata menjaga ekosistem demi mencegah bencana lingkungan.

Hutan dan lahan gambut. (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)