Bandung dalam Novel ‘Dilan ITB 1997’

5 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Poster film 'Dilan ITB 1997'. (Sumber: Falcon Pictures)
Poster film 'Dilan ITB 1997'. (Sumber: Falcon Pictures)

NOVEL Dilan ITB 1997seperti novel-novel Dilan sebelumnyaber-setting-kan Bandung sebagai lokasi cerita. Sejumlah nama tempat, jalan, dan institusi disebut dalam novel yang diterbitkan Penerbit Qanita (grup Mizan), Desember 2025, ini. Suasana Bandung tempo dulu 1997-- Jalan Dago, Jalan Ganesa, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kiaracondong, Laswi, Punclut, Buahbatu, Ciwastra, Dipatiukur, Jatinangor hingga ITB dan Unpad—disebut dalam novel yang kabarnya sudah masuk dalam cetakan kedua ini. Menarik, suasana Bandung tempo dulu tentu saja berbeda dengan suasana Bandung kini.

Mari kita telusuri jejak-jejak Dilan dan Ancika di Bandung tahun 1997.

Kisahnya bermula saat tokoh Dilan--awal Maret 1997--pulang dari Kuba setelah menempuh Program Mahasiswa Tamu (Estudiante Visitante) tugas dari kampusnya, FSRD-ITB. Dari Bandara Jose Marti, Dilan terbang ke Paris, Prancis, naik pesawat Air France. 

Dari Paris, Dilan berganti pesawat Boeing 747-400 menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Dari bandara Soeta, ia menuju Stasiun Gambir untuk naik kereta Argo Gede menuju Bandung.

Akhirnya, kereta api tiba juga di stasiun Bandung. 

“Kota ini seperti perpustakaan ingatan. Setiap sudutnya adalah rak buku yang sering aku pinjam diam-diam. Kalau lagi rindu, aku bacanya suka kelamaan. Baliknya selalu telat. Dan seperti biasa, aku kena denda oleh diriku sendiri.”

Dilan turun dari kereta, berjalan membawa koper dan ransel. Udara Bandung sore itu masih terasa familier, sejuk dan sedikit lembab. Tapi ada yang berbeda semacam ketegangan yang menggantung di udara, di mana saat itu, pemilu tanah air tinggal dua bulan lagi dan suasana politik sedang tidak baik baik saja.

Tahun 1996, di akhir bulan September waktu Dilan harus berangkat ke Kuba, Ancika, pacar Dilan, sudah menjadi mahasiswa semester tiga di Unpad. Keduanya tahu jarak yang jauh itu akan menyebabkan saling rindu. Tapi, mau gimana lagi jarak selalu punya cara menguji dua orang.

Dilan pun terkenang saat masa pacaran dengan Ancika, di mana salah satunya ia harus menjemput Ancika di kampusnya di Jatinangor dengan motor CB 100 kesayangannya. Jarak dari rumah Dilan ke kampus Ancika sekitar 22 kilometer dengan waktu tempuh bisa tiga puluh menit, bisa juga dua jam, bergantung lalu lintas dan rute yang mereka pilih.

Suatu malam, Dilan dan Cika melangkah keluar dan berboncengan naik motor, menyusuri jalanan Bandung yang basah dan lengang. Cuaca sangat dingin malam itu, angin gunung menyelusup sampai hingga ke tulang.

“Kamu masih hafal jalan di Bandung, enggak? Awas nyasar,” kata Cika.

“Aku, tuh, suka mikir kenapa kondektur angkot enggak ditangkap, ya?”

“Emang kenapa?”

“Kan dia suka teriak-teriak Aceh-Merdeka! Aceh-Merdeka!”

Mereka tertawa.

Motor mereka terus melaju dan mulai menyusuri Jalan Kiaracondong.

Dulu, jalan itu masih sepi, nyaris tanpa kendaraan yang lewat. Di beberapa trotoar jalan, terlihat beberapa peronda duduk melingkar; menghangatkan tangan di sekitar api unggun kecil yang dinyalakan dalam drum besi bekas.

Dari Kiaracondong, mereka belok ke arah Gatot Subroto, atau yang biasa disingkat Gatsu. Jalanan sama lengangnya. Saat itu, belum banyak kafe seperti sekarang. Bandung Super Mall, yang kelak dikenal sebagai Trans Studio Mall, saat itu sedang dalam proses pembangunan.

Saat motor mereka  memasuki Jalan Laswi, suara deru motor terdengar dari arah belakang. Semakin lama, semakin menderu. Dilan memelankan lagi motor dan menyisir ke kiri. Ketika rombongan itu menyusul, ternyata ada sekitar 20 motor. Suara knalpot mereka memecah sunyi malam. Dari jaket-jaket yang mereka pakai, Dilan tahu mereka geng motor rivalnya di masa lalu.

“Nyisi, An**ng,” teriak dari salah satu mereka ke arah Dilan. Padahal Dilan sudah menyisi.

Bobogohan! Moal dikawin!

***

Buku 'Dilan: ITB 1997'. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Buku 'Dilan: ITB 1997'. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Di masa itu mahasiswa ITB dan mahasiswa Unpad—tempat Dilan dan Ancika kuliah--suka saling lempar lelucon untuk saling ledek-ledekan. Terlebih ketika sebagian fakultas Unpad masih berada di kawasan Jalan Dipati Ukur, belum pindah ke Jatinangor, dan jaraknya hanya sekitar satu kilometer dari kampus ITB.

Mahasiswa dari kedua kampus itu sering saling membanggakan institusinya masing-masing dan tidak jarang menyisipkan sindiran jenaka. Bahkan sampai muncul anekdot untuk saling meremehkan, kadang lucu, kadang sarkastik tapi tidak pernah benar-benar menjadi masalah.

Misalnya, saat Dilan sering menjemput Ancika di kampusnya di Jatinangor dengan motor CB-100 Gelatiknya, terjadi percakapan:

“Kalau Rektor Unpad tau, pasti dia terharu,” kata Dilan kepada Ancika saat dibonceng.

“Tau apa?” tanya Ancika.

“Ya, kalau tahu ada mahasiswa ITB menjemput mahasiswa Unpad, pasti dia terharu,” kata Dilan, “Baik banget ITB.”

“Jangan menyia-nyiakan kebaikan Unpad, jangan menyia-nyiakan kebaikan ITB. In harmonia progressio lah pokoknya.”

“Kalau ITB menikah sama Unpad, anaknya apa?”

“UI.”

“Kok, UI?”

“Kan singkatan Unpad-ITB.”

***

Tiba-tiba Dilan menerima telepon dari Lia, masa lalunya Dilan. Lia mengajak ketemuan di sebuah kafe. Meski berat, Ancika memberi izin Dilan untuk menemui Lia. Dilan menemui Lia dengan memakai motor CB 100 Gelatiknya. Di sepanjang jalan menuju kafe, pikiran Dilan bolak balik memutar pertanyaan yang sama untuk apa sebenarnya ia menemui Lia?

“Jika mantanmu memang orang yang tepat untukmu tentu dia masih bersamamu sampai sekarang. Dan kenyataan Lia sudah menjadi mantan itu menandakan bahwa kita ditakdirkan untuk Bersama,” kata Ancika.

Pulang menemui Lia, Dilan dapat masalah. Motor CB 100 Gelatiknya diinjak dari belakang hingga terjatuh. Dan Dilan dipukuli oleh empat orang tak dikenal. Rupanya persoalan ketika Dilan malam-malam mengantar Hanna, teman main band-nya, berbuntut panjang. Pacar Hanna cemburu dan mengenali motor CB 100 Gelatik yang dipakai Dilan. 

Permasalahan ini berujung di kantor polisi. Sebab, Bona, juniornya Dilan di geng motor, membalaskan perlakuan empat orang pengeroyok Dilanku setelah dia mendapat kabar bahwa Dilan diserang oleh empat orang tak dikenal itu.

Motor CB 100 Gelatik yang penuh sejarah itu akhirnya dijual Dilan. Berat memang. Sebab, bagi Dilan, motor itu merupakan saksi perjalanan panjang dari cinta remajanya dengan Lia yang berakhir di SMA, hingga cinta yang ia perjuangkan di bangku kuliah bersama Cika. Jika bersama Lia motor CB 100 itu menjadi saksi masa remajanya yang penuh gejolak,  maka bersama Cika motor itu menjadi saksi mata masa muda Dilan yang lebih matang penuh harapan dan mengarah ke masa depan.

Politik di tanah air masih bergejolak. Bahkan semakin panas. Soeharto kembali terpilih jadi presiden untuk yang keenam kalinya. Rakyat marah. Akhirnya Soeharto dilengserkan. Tetapi, Dilan dan Cika justru naik pelaminan. Akhirnya Unpad dan ITB bersatu dalam satu kamar. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)