Dari Bumi ke Bulan: Kisah Empat Astronot dalam Misi Artemis 2

4 menit baca
Pernando Aigro S
Ditulis oleh Pernando Aigro S diterbitkan
Empat astronot misi Artemis II yang akan mengelilingi Bulan dalam program eksplorasi NASA. (Sumber: NASA)
Empat astronot misi Artemis II yang akan mengelilingi Bulan dalam program eksplorasi NASA. (Sumber: NASA)

Sejak manusia pertama kali menjejakkan kaki di Bulan pada misi Apollo 11 tahun 1969, misi ini menjadi tonggak penting dalam sejarah eksplorasi antariksa dan menandai kemampuan manusia menembus batas teknologi pada masanya.

Neil Armstrong, komandan misi Apollo 11, menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di permukaan Bulan, diikuti oleh Buzz Aldrin sebagai pilot modul Bulan, sementara Michael Collins tetap menjaga modul komando di orbit. Pendaratan bersejarah ini bukan sekadar pencapaian teknis, tetapi juga lambang tekad manusia untuk menembus batasnya sendiri, sekaligus memperlihatkan bahwa kemajuan teknologi dan kerja sama internasional mampu membawa manusia mencapai wilayah yang sebelumnya dianggap mustahil.

Setelah misi pendaratan berawak ke-6 dan terakhir dari program Apollo NASA ke Bulan yakni, misi Apollo 17 pada tahun 1972, perjalanan berawak ke Bulan terhenti lebih dari lima dekade. Selama 50 tahun lamanya, tidak ada lagi misi berawak ke Bulan karena berbagai faktor teknis, ekonomi, dan kebijakan antariksa. Biaya misi berawak ke Bulan sangat tinggi, sehingga setelah program Apollo, anggaran dialihkan ke proyek lain seperti misi luar angkasa rendah Bumi atau Low Earth Orbit (LEO), pengembangan Space Shuttle, dan penelitian ilmiah di orbit Bumi untuk memahami kondisi kehidupan di luar atmosfer.

Selain itu, risiko keselamatan tetap menjadi pertimbangan serius; pendaratan dan kehidupan di Bulan menuntut teknologi yang lebih maju agar misi lebih aman dan berkelanjutan. Tantangan teknis mencakup pengembangan sistem pendaratan presisi, modul kehidupan yang mendukung awak untuk jangka waktu lebih lama, serta perlindungan dari radiasi luar angkasa. Kondisi tersebut membuat eksplorasi berawak ke Bulan tertunda hingga teknologi dan perencanaan misi dinilai lebih siap untuk dijalankan kembali (Muhaimin, 2026).

Artemis II yang membawa manusia kembali menuju Bulan. (Sumber: NASA)
Artemis II yang membawa manusia kembali menuju Bulan. (Sumber: NASA)

Kembalinya Manusia ke Orbit Bulan melalui Artemis II

Kini, setelah lebih dari setengah abad, manusia bersiap menandai babak baru dalam penjelajahan antariksa melalui misi Artemis II. Misi ini bukan sekadar ulangan sejarah, tetapi langkah maju untuk menantang batas teknologi dan pengetahuan manusia. Empat astronot yang akan melakukan penerbangan mengelilingi Bulan adalah Reid Wiseman sebagai komandan misi, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada (CSA).

Misi ini diharapkan menjadi fondasi bagi eksplorasi masa depan, termasuk misi ke Mars, sekaligus membuka era baru di mana manusia dapat memperluas pemahaman dan kehadirannya di luar Bumi serta membuka peluang eksplorasi antariksa yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Misi Artemis II dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, dimulai dari 1 April 2026 saat lepas landas dari Kennedy Space Center di Florida hingga pendaratan kembali di Samudra Pasifik di lepas pantai San Diego, California pada sekitar 10 April 2026. Dalam rentang waktu ini, fokus utama misi adalah penerbangan berawak mengelilingi Bulan serta pengujian sistem pesawat Orion yang akan digunakan pada misi pendaratan berikutnya.

Para astronot akan menguji kinerja pesawat, sistem komunikasi, dan prosedur keselamatan dalam kondisi antariksa jauh dari Bumi, sehingga setiap fase penerbangan, mulai dari lepas landas, masuk orbit translunar, mengelilingi Bulan, hingga kembali ke Bumi, menjadi ujian kesiapan teknologi dan manusia dalam menghadapi tantangan ekstrem luar angkasa (Low, 2026).

Perjalanan ke orbit Bulan membawa kru melewati area dengan radiasi lebih tinggi dibandingkan orbit Bumi rendah. Ini menjadi ujian penting bagi sistem pelindung pesawat dan modul kehidupan yang mendukung keselamatan awak. Selama misi, awak bertanggung jawab untuk memantau semua instrumen kritis, menjalankan eksperimen ilmiah, dan memastikan prosedur navigasi dan manuver berjalan sesuai rencana. Keempat astronot bekerja sama dengan pusat kendali misi di Bumi, menjadikan koordinasi dan komunikasi sebagai elemen vital dalam kesuksesan misi (Mosher et al., 2026).

Dalam situasi antariksa yang penuh risiko tersebut, empat astronot Artemis II menjalani misi selama sepuluh hari dengan serangkaian tugas yang terjadwal ketat, mulai dari pengujian sistem pesawat Orion, pemantauan navigasi selama lintasan translunar, hingga pengamatan kondisi pesawat saat mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi. Dalam misi tersebut, mereka akan mengevaluasi kinerja sistem komunikasi, daya tahan modul kehidupan, serta prosedur darurat yang akan menjadi acuan bagi misi pendaratan Artemis berikutnya.

Setiap hari di dalam kapsul Orion diisi dengan pemantauan instrumen, dokumentasi perjalanan, serta koordinasi rutin dengan pusat kendali misi untuk memastikan seluruh tahap penerbangan berjalan aman dan sesuai rencana. Rangkaian aktivitas ini menjadikan perjalanan sepuluh hari Artemis II bukan sekadar penerbangan mengelilingi Bulan, melainkan kisah kerja sama empat astronot dalam menguji kesiapan manusia dan teknologi untuk kembali membuka jalur eksplorasi antariksa yang lebih jauh.

Sepuluh hari perjalanan Artemis II pada akhirnya bukan sekadar uji teknologi misi ke Bulan, melainkan langkah nyata kembalinya manusia ke jalur eksplorasi antariksa setelah lebih dari 50 tahun. Kisah empat astronot dalam misi ini menjadi penanda bahwa penelitian dan penjelajahan luar angkasa terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan. Harapan besar pun tertuju pada keberhasilan mereka untuk kembali ke Bumi dengan selamat serta membawa data dan pengalaman penting bagi misi Artemis berikutnya. Dari perjalanan mengelilingi Bulan ini, langkah baru eksplorasi antariksa kembali dibuka, menjadi fondasi bagi penelitian yang lebih luas dan perjalanan manusia menuju ruang angkasa yang semakin jauh di masa depan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Pernando Aigro S
Mahasiswa FH Unpar. Quotes "Jangan takut gagal, karna gagal ga takut kamu"- Leonico Joedo. 🗿

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)
Wisata & Kuliner 05 Jul 2026, 17:23

Cara Berkunjung ke Suku Baduy Banten, Semua yang Wajib Diketahui Sebelum Datang ke Kanekes

Berencana ke Baduy? Ketahui rute menuju Ciboleger, larangan di Baduy Dalam, masa Kawalu, penginapan rumah warga, dan tips perjalanan sebelum berangkat.

Pemukiman di Desa Knekes, Banten, yang popular dengan sebutan Baduy. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 17:10

Merebut Simpati Masyarakat Desa dalam Ketahanan Pangan Bergizi

Ketercapaian pemerintah dapat dilihat ketika masyarakat di desa antusias untuk mempertahankan pangan yang aman dan amanah. 

Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 13:22

Sering Dianggap Lemah, Sains Buktikan Perempuan Lebih Kuat Tahan Rasa Sakit

Ungkap fakta sains tentang mekanisme proteksi saraf unik pada tubuh perempuan.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)