Kisah Beberapa Perkampungan Kota Bandung (Bagian 2)

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Kampung Apandi atau gang Apandi tahun 1900-1910. (Sumber: wereldculturn.nl)
Kampung Apandi atau gang Apandi tahun 1900-1910. (Sumber: wereldculturn.nl)

Kawasan perkampungan tempat saya dilahirkan adalah kawasan yang memiliki sejarah panjang, yang mungkin tak banyak warga Bandung tau, namun sangat familiar di benak warga Bandung. kawasan/Babakan tempat kelahiran saya dahulu hanyalah sebuah lahan kosong yang akhirnya dihuni oleh para kusir pedati yang merupakan pekerja perkebunan kopi. 

Mereka, para kusir datang dari pedalaman perkebunan kopi di masa budidaya kopi. Produksi kopi pada masa cultuurstelsel meluas ke  kawasan Priangan dan kawasan lainnya di Jawa barat, hingga didirikanlah gudang kopi di kawasan Balai Kota Bandung sekarang.  Para kusir pedati tersebut menetap untuk istirahat dan juga mengistirahatkan kerbau dan kuda mereka, serta terkadang memperbaiki pedati mereka yang telah melalui perjalanan jauh dengan medan yang tak mudah dan melelahkan.

Kawasan tersebut akhirnya menjadi tempat berkumpulnya para kusir pedati dari berbagai perkebunan di sekitar Bandung.  Kawasan tempat kerbau dan kuda mereka di istirahatkan disebut Banceuy. Kawasan tersebut terus berkembang menjadi beberapa los tempat para kusir beristirahat, namun akhirnya berkembang menjadi pusat prostitusi dan candu pada saat itu.

Keadaan seperti itu terus berkembang hingga tahun 1870-an. kawasan yang kumuh, jorok bahkan sangat negatif itu akhirnya membuat beberapa orang tergerak hatinya untuk merubah kawasan tersebut menjadi lebih baik. Beberapa orang tersebut adalah juragan Yep Ging, juragan Alkateri, Asep Berlian dan Keluarga Apandi.

Mereka bersepakat untuk membeli lahan kumuh tersebut dengan bantuan seorang fakih atau pemuka agama yang dapat menjadi penengah, seorang fakih tersebut berasal dari kawasan Cirebon yang melakukan urbanisasi ke kawasan Bandung. warga dahulu menyebut sang fakih dengan Wangsalapi, hingga kawasan tersebut setelah terkenal dengan sebutan Pedatiweg atau jalan pedati kemudian berubah menjadi Wangsalapiweg.

Setelah berpindah tangan kepada keempat tokoh tersebut kawasan kumuh sarang prostitusi dan candu tersebut akhirnya dibersihkan dan ditata. Salah satu dari anggota keluarga Apandi malahan menginisiasi untuk membuat jembatan yang nantinya dapat menghubungkan kawasan satu dengan yang lainnya, yang sekarang terkenal dengan kawasan Cibantar. 

Kampung Apandi atau gang Apandi tahun 1900-1910. (Sumber: wereldculturn.nl)
Kampung Apandi atau gang Apandi tahun 1900-1910. (Sumber: wereldculturn.nl)

Selain itu keempat tokoh ini menanam berbagai pohon jeruk di setiap sudut kawasan, hingga pada peta–peta Bandung lama, kawasan ini diberi nama Kebon Jeruk. Namun sekarang kawasan ini terkenal dengan sebutan Gang Apandi, sebuah perkampungan di Barat Braga. Dan, setelah berubah nama, nama kawasan kebon jeruk menjadi mundur ke arah barat dekat dengan kawasan Pasar Baru. 

Tak lama setelah itu didirikanlah rumah–rumah panggung yang asri dan indah di kawasan ini. Sebuah hunian asri yang sederhana yang diselang - seling dengan pohon - pohon jeruk yang menjulang, hingga warga Belanda pun pada tahun  1920-an sering berpelesir ke kawasan ini.

Menjelang kemerdekaan kawasan ini mulai didatangi oleh para kaum urban. Mereka kebanyakan berasal dari kawasan Panjalu, Ciamis dan Garut. Hingga sekarang penghuni kawasan Gang Apandi masih banyak yang merupakan keturunan dari para kaum Urban tersebut. apabila kita memasuki kawasan gang Apandi, masih akan ditemukan sumur lama yang dibuat sejak kedatangan kaum urban tersebut di tahun 1940an. 

Saya dilahirkan di salah satu rumah yang didirikan di Gang Apandi. Sebuah rumah tua yang dibangun oleh keluarga Apandi pada tahun 1880. Seluruh kisah di atas adalah kisah yang diceritakan oleh keluarga Apandi secara turun–temurun. Namun, pada tahun 1994 kebakaran hebat melanda kawasan ini, dan sebagian besar dari rumah–rumah tua tersebut habis dilalap si jago merah, hingga membuat saya dan keluarga Apandi lainnya berpindah ke kawasan Lembang.

Selain kisah–kisah panjang sejarahnya, kawasan gang Apandi yang menjadi perkampungan tua di tengah kota Bandung ini tersimpan kisah kuliner legendarisnya, penganan tersebut berupa penganan yang dibawa oleh para kaum urban yang berasal dari Panjalu. Makanan yang terbuat dari tepung tapioka yang diberi bumbu, daun bawang dan terasi tersebut diuleni hingga mirip seperti pempek palembang, namun berwarna pink keunguan, dan setelah dikukus, lalu di potong–potong dan digoreng, dan disajikan dengan air cuko. Rasanya khas dan penganan tersebut masih bisa kita temui di kawasan Gang Apandi.

Baca Juga: Kisah Beberapa Perkampungan Kota Bandung (Bagian 1)

Kini, kawasan Gang Apandi kembali menjadi kawasan kumuh, bahkan pernah diterjang banjir besar beberapa tahun lalu. Dibalik kumuhnya kawasan sebetulnya tersimpan cerita semangat perjuangan dari keempat tokoh yang sangat memberikan inspirasi yang seharusnya masih dapat digaungkan untuk memberikan semangat kepada para warga untuk menjaga dan melestarikan kawasan. 

Kawasan kampung Apandi atau Gang Apandi adalah salah satu contoh dari perkembangan kawasan yang sangat unik di Kota Bandung ini. Kita mungkin sangat familiar dengan kawasan ini karena dekat dengan kawasan Braga, namun kisah dibaliknya tidak semua orang tahu dan pahami. 

Jembatan di kampung Apandi yang sekarang terkenal dengan kampung Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Jembatan di kampung Apandi yang sekarang terkenal dengan kampung Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Semangat untuk mengelola kawasan tempat tinggal menjadi hunian yang asri dan nyaman walaupun berada di kawasan padat dan bantaran sungai Cikapundung harus terus digaungkan. Beruntungnya kawasan gang Apandi ini memiliki para pemuda dan pemudi yang mau melestarikan dan menjaga lingkungan dan mereka tergabung dalam Braga Heritage. 

Komunitas anak–anak muda Gang Apandi ini sangat luar biasa, patut mendapatkan apresiasi dan saya harap di kampung kota lainnya di kota Bandung, anak–anak mudanya dapat mencontoh komunitas Braga Heritage ini, sehingga keberlangsungan dalam menjaga kawasan kampung kota terus terjaga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Tentang Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)
Wisata & Kuliner 05 Jul 2026, 17:23

Cara Berkunjung ke Suku Baduy Banten, Semua yang Wajib Diketahui Sebelum Datang ke Kanekes

Berencana ke Baduy? Ketahui rute menuju Ciboleger, larangan di Baduy Dalam, masa Kawalu, penginapan rumah warga, dan tips perjalanan sebelum berangkat.

Pemukiman di Desa Knekes, Banten, yang popular dengan sebutan Baduy. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 17:10

Merebut Simpati Masyarakat Desa dalam Ketahanan Pangan Bergizi

Ketercapaian pemerintah dapat dilihat ketika masyarakat di desa antusias untuk mempertahankan pangan yang aman dan amanah. 

Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 13:22

Sering Dianggap Lemah, Sains Buktikan Perempuan Lebih Kuat Tahan Rasa Sakit

Ungkap fakta sains tentang mekanisme proteksi saraf unik pada tubuh perempuan.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)