Kisah Beberapa Perkampungan Kota Bandung (Bagian 2)

Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan Kamis 02 Apr 2026, 11:03 WIB
Kampung Apandi atau gang Apandi tahun 1900-1910. (Sumber: wereldculturn.nl)

Kampung Apandi atau gang Apandi tahun 1900-1910. (Sumber: wereldculturn.nl)

Kawasan perkampungan tempat saya dilahirkan adalah kawasan yang memiliki sejarah panjang, yang mungkin tak banyak warga Bandung tau, namun sangat familiar di benak warga Bandung. kawasan/Babakan tempat kelahiran saya dahulu hanyalah sebuah lahan kosong yang akhirnya dihuni oleh para kusir pedati yang merupakan pekerja perkebunan kopi. 

Mereka, para kusir datang dari pedalaman perkebunan kopi di masa budidaya kopi. Produksi kopi pada masa cultuurstelsel meluas ke  kawasan Priangan dan kawasan lainnya di Jawa barat, hingga didirikanlah gudang kopi di kawasan Balai Kota Bandung sekarang.  Para kusir pedati tersebut menetap untuk istirahat dan juga mengistirahatkan kerbau dan kuda mereka, serta terkadang memperbaiki pedati mereka yang telah melalui perjalanan jauh dengan medan yang tak mudah dan melelahkan.

Kawasan tersebut akhirnya menjadi tempat berkumpulnya para kusir pedati dari berbagai perkebunan di sekitar Bandung.  Kawasan tempat kerbau dan kuda mereka di istirahatkan disebut Banceuy. Kawasan tersebut terus berkembang menjadi beberapa los tempat para kusir beristirahat, namun akhirnya berkembang menjadi pusat prostitusi dan candu pada saat itu.

Keadaan seperti itu terus berkembang hingga tahun 1870-an. kawasan yang kumuh, jorok bahkan sangat negatif itu akhirnya membuat beberapa orang tergerak hatinya untuk merubah kawasan tersebut menjadi lebih baik. Beberapa orang tersebut adalah juragan Yep Ging, juragan Alkateri, Asep Berlian dan Keluarga Apandi.

Mereka bersepakat untuk membeli lahan kumuh tersebut dengan bantuan seorang fakih atau pemuka agama yang dapat menjadi penengah, seorang fakih tersebut berasal dari kawasan Cirebon yang melakukan urbanisasi ke kawasan Bandung. warga dahulu menyebut sang fakih dengan Wangsalapi, hingga kawasan tersebut setelah terkenal dengan sebutan Pedatiweg atau jalan pedati kemudian berubah menjadi Wangsalapiweg.

Setelah berpindah tangan kepada keempat tokoh tersebut kawasan kumuh sarang prostitusi dan candu tersebut akhirnya dibersihkan dan ditata. Salah satu dari anggota keluarga Apandi malahan menginisiasi untuk membuat jembatan yang nantinya dapat menghubungkan kawasan satu dengan yang lainnya, yang sekarang terkenal dengan kawasan Cibantar. 

Kampung Apandi atau gang Apandi tahun 1900-1910. (Sumber: wereldculturn.nl)
Kampung Apandi atau gang Apandi tahun 1900-1910. (Sumber: wereldculturn.nl)

Selain itu keempat tokoh ini menanam berbagai pohon jeruk di setiap sudut kawasan, hingga pada peta–peta Bandung lama, kawasan ini diberi nama Kebon Jeruk. Namun sekarang kawasan ini terkenal dengan sebutan Gang Apandi, sebuah perkampungan di Barat Braga. Dan, setelah berubah nama, nama kawasan kebon jeruk menjadi mundur ke arah barat dekat dengan kawasan Pasar Baru. 

Tak lama setelah itu didirikanlah rumah–rumah panggung yang asri dan indah di kawasan ini. Sebuah hunian asri yang sederhana yang diselang - seling dengan pohon - pohon jeruk yang menjulang, hingga warga Belanda pun pada tahun  1920-an sering berpelesir ke kawasan ini.

Menjelang kemerdekaan kawasan ini mulai didatangi oleh para kaum urban. Mereka kebanyakan berasal dari kawasan Panjalu, Ciamis dan Garut. Hingga sekarang penghuni kawasan Gang Apandi masih banyak yang merupakan keturunan dari para kaum Urban tersebut. apabila kita memasuki kawasan gang Apandi, masih akan ditemukan sumur lama yang dibuat sejak kedatangan kaum urban tersebut di tahun 1940an. 

Saya dilahirkan di salah satu rumah yang didirikan di Gang Apandi. Sebuah rumah tua yang dibangun oleh keluarga Apandi pada tahun 1880. Seluruh kisah di atas adalah kisah yang diceritakan oleh keluarga Apandi secara turun–temurun. Namun, pada tahun 1994 kebakaran hebat melanda kawasan ini, dan sebagian besar dari rumah–rumah tua tersebut habis dilalap si jago merah, hingga membuat saya dan keluarga Apandi lainnya berpindah ke kawasan Lembang.

Selain kisah–kisah panjang sejarahnya, kawasan gang Apandi yang menjadi perkampungan tua di tengah kota Bandung ini tersimpan kisah kuliner legendarisnya, penganan tersebut berupa penganan yang dibawa oleh para kaum urban yang berasal dari Panjalu. Makanan yang terbuat dari tepung tapioka yang diberi bumbu, daun bawang dan terasi tersebut diuleni hingga mirip seperti pempek palembang, namun berwarna pink keunguan, dan setelah dikukus, lalu di potong–potong dan digoreng, dan disajikan dengan air cuko. Rasanya khas dan penganan tersebut masih bisa kita temui di kawasan Gang Apandi.

Baca Juga: Kisah Beberapa Perkampungan Kota Bandung (Bagian 1)

Kini, kawasan Gang Apandi kembali menjadi kawasan kumuh, bahkan pernah diterjang banjir besar beberapa tahun lalu. Dibalik kumuhnya kawasan sebetulnya tersimpan cerita semangat perjuangan dari keempat tokoh yang sangat memberikan inspirasi yang seharusnya masih dapat digaungkan untuk memberikan semangat kepada para warga untuk menjaga dan melestarikan kawasan. 

Kawasan kampung Apandi atau Gang Apandi adalah salah satu contoh dari perkembangan kawasan yang sangat unik di Kota Bandung ini. Kita mungkin sangat familiar dengan kawasan ini karena dekat dengan kawasan Braga, namun kisah dibaliknya tidak semua orang tahu dan pahami. 

Jembatan di kampung Apandi yang sekarang terkenal dengan kampung Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Jembatan di kampung Apandi yang sekarang terkenal dengan kampung Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Semangat untuk mengelola kawasan tempat tinggal menjadi hunian yang asri dan nyaman walaupun berada di kawasan padat dan bantaran sungai Cikapundung harus terus digaungkan. Beruntungnya kawasan gang Apandi ini memiliki para pemuda dan pemudi yang mau melestarikan dan menjaga lingkungan dan mereka tergabung dalam Braga Heritage. 

Komunitas anak–anak muda Gang Apandi ini sangat luar biasa, patut mendapatkan apresiasi dan saya harap di kampung kota lainnya di kota Bandung, anak–anak mudanya dapat mencontoh komunitas Braga Heritage ini, sehingga keberlangsungan dalam menjaga kawasan kampung kota terus terjaga. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 02 Apr 2026, 15:06

Sejarah Kupat Tahu Singaparna, Jejak Rasa Kuliner Legendaris dari Tasikmalaya

Kupat Tahu Singaparna lahir dari pasar tradisional Tasikmalaya, hasil perpaduan budaya, ekonomi rakyat, dan perjalanan kuliner sejak 1950-an.

Kupat tahu Singaparna.
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 14:56

4 Cara Mengubah Pengalaman Sehari-hari Menjadi Tulisan untuk Ayo Netizen

Kirimkan tulisanmu melalui akun penulis di Ayobandung.id dengan periode publikasi 1–30 April 2026.

Kirimkan tulisanmu melalui akun penulis di Ayobandung.id (Sumber: Pexels)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 11:03

Kisah Beberapa Perkampungan Kota Bandung (Bagian 2)

Kawasan perkampungan tempat saya dilahirkan adalah kawasan yang memiliki sejarah panjang, yang mungkin tak banyak warga Bandung tau.

Kampung Apandi atau gang Apandi tahun 1900-1910. (Sumber: wereldculturn.nl)
Wisata & Kuliner 02 Apr 2026, 10:02

Perjalanan Kawah Putih, Ikon Wisata Kabupaten Bandung

Kawah Putih terus berinovasi dengan wahana baru sambil menjaga keindahan alamnya sebagai ikon wisata Kabupaten Bandung.

Objek wisata ikonik Kawah Putih, Ciwidey, Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 02 Apr 2026, 09:57

Buku Langka dan Keberuntungan Menanti di Jalan Kautamaan Istri

Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, lapak buku bekas di Jalan Kautamaan Istri masih menjadi tempat berburu buku langka, di mana keberuntungan sering datang dari cover buku yang sudah usang.

Lapak buku Wawan menjadi sudut kecil bagi pemburu bacaan di tengah ramainya Jalan Kautamaan Istri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 08:44

Bandung dalam Kenangan Pendatang Era 90-an

Awal tahun 1990-an, Bandung selalu kedatangan wajah-wajah baru, terutama setelah Lebaran.

Mahasiswa di Bandung pada era 1990-an, para pendatang dari berbagai daerah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 19:02

4 Cerita yang Bisa Kamu Tulis untuk Ayo Netizen April 2026

Berikut empat sudut cerita yang bisa jadi titik masuk tulisanmu.

Dalam tujuan mengapreasiasi kamu yang gemar menulis dengan etika orisinalitas, Ayobandung.id pun memberi total hadiah Rp1,5 juta setiap bulannya. (Sumber: Pexels/Lisa)
Wisata & Kuliner 01 Apr 2026, 17:32

Panduan Wisata Gunung Bromo: dari Rute, Biaya hingga Waktu Terbaik

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menawarkan lebih dari sekadar kawah. Ini panduan lengkap untuk merencanakan kunjungan yang efisien dan tidak boros.

Gunung Bromo (Sumber: freerangestock.com)
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 17:22

Cikuntul, Lahan Basah Tempat Burung Kuntul Berburu Pakan

Bagaimana keadaan Kecamatan Tempuran dan Kecamatan Kutawaluya sampai-sampai di daerah itu ada daerah yang diberi nama Cikuntul?

Kuntul kerbau (Bubulcus ibis) pada saat musim berbiak, dengan bulu yang menarik lawan jenis, jingga keemasan, dan warna putih sesudah musim berbiak. (Sumber: John MacKinnon (1993))
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 16:43

Di Balik Ramainya Kendaraan saat Mudik Lebaran, Ada Risiko Kecelakaan Pengemudi yang Minim Pengalaman

Di balik ramainya mudik Lebaran, hadir pengemudi minim pengalaman. Faktor manusia tetap menjadi kunci utama dalam risiko kecelakaan.

Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Pasteur 1, Kota Cimahi pada Jumat, 27 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 01 Apr 2026, 16:15

Daya Tahan Ekonomi Jawa Barat di Tengah Eskalasi Geopolitik, Mengapa Dampaknya Belum Terasa?

Meskipun tensi Amerika Serikat-Israel dengan Iran meningkat, kredit perbankan nasional tetap tumbuh solid. OJK ungkap alasan mengapa dampak konflik Timur Tengah belum hantam perekonomian Jawa Barat.

Meskipun tensi Amerika Serikat-Israel dengan Iran meningkat, kredit perbankan nasional tetap tumbuh solid. OJK ungkap alasan mengapa dampak konflik Timur Tengah belum hantam perekonomian Jawa Barat.
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 15:28

Bandung di Mata Pendatang: Antara Bayangan dan Kenyataan (Tema Ayo Netizen April 2026)

Bandung memang punya daya tarik yang sulit dijelaskan dengan angka.

Suasana arus balik mulai terlihat di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa 24 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Komunitas 01 Apr 2026, 15:27

Di Antara Urbanisasi, Gender, dan Tabu: Membongkar Realitas Kota dalam Film "Selamat Pagi, Malam"

Film Selamat Pagi, Malam memotret Jakarta sebagai ruang kompleks tempat urbanisasi, isu gender, dan sisi tabu manusia saling berkelindan, menghadirkan realitas yang jauh dari hitam-putih.

Suasana nonton film “Selamat Pagi, Malam” di Museum Konferensi Asia Afrika, Selasa, 31 Maret 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 12:45

Tentang Radio, Bukan AI Setelah Lebaran Usai

Radio tetap menjadi ruang komunikasi paling autentik yang menjaga emosi, kepercayaan, dan partisipasi warga di tengah maraknya konten berbasis AI, termasuk pada momen Lebaran tahun ini.

Ilustrasi radio. (Sumber: Pexels | Foto: Đặng Thanh Tú)
Sejarah 01 Apr 2026, 12:02

Hikayat Selat Hormuz, Pintu Sempit yang Selalu Jadi Titik Panas Geopolitik Dunia

Sejak era perdagangan kuno hingga konflik modern, Selat Hormuz selalu menjadi titik strategis ekonomi dan geopolitik dunia.

Selat Hormuz, Iran.
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 10:05

Beda Pendapat kok Dituding Antek Asing?

Kritik dibalas stempel "antek asing" dan teror fisik. Demokrasi kita kian gagal napas.

Narasi persatuan belakangan ini baunya mulai anyir. Sering kali, ia terasa lebih mirip ancaman ketimbang pelukan yang tulus. (Sumber: Pexels | Foto: Diana)
Linimasa 01 Apr 2026, 08:45

Cerita Warga Perbatasan Bandung Barat yang Lebih Memilih Hidup di Ciwidey

Warga Desa Mekarwangi lebih memilih beraktivitas ke Ciwidey karena akses lebih dekat dan mudah dibandingkan ke pusat Bandung Barat.

Desa Mekarwangi, tempat di mana warganya lebih terhubung dengan Ciwidey alih-alih Bandung Barat. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Mar 2026, 18:28

Memupuk Kerukunan, Menjaga Keharmonisan

Memupuk kerukunan dan menjaga keharmonisan menjadi keharusan dalam kerangka penguatan tiga pilar utama.

Masyarakat Adat Kampung Cireundeu Kota Cimahi saat menggelar Tradisi Tutup Taun 1957 dan Ngemban Taun 1 Sura 1958, Sabtu 3 Agustus 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Mar 2026, 17:02

Ketika Drainase Jalan Menjadi Hazard bagi Pemotor saat Banjir

Drainase jalan seharusnya menjadi solusi saat banjir. Namun dalam beberapa kasus, justru berubah menjadi sumber bahaya tersembunyi bagi pemotor.

Luapan saluran drainase menyebabkan arus banjir deras menggenangi badan jalan di Cianjur. (Sumber: Dok. Satlantas Polres Cianjur)
Beranda 31 Mar 2026, 16:35

Merangkai Kepercayaan Diri Remaja Difabel, Langkah Kecil Menuju Mandiri

Di Percik Insani, remaja difabel belajar membangun kepercayaan diri melalui aktivitas sederhana misalnya memasak hingga bermusik sebagai langkah kecil menuju kemandirian.

Livia bersama teman-temannya berlatih memainkan alat musik untuk membangun kepercayaan diri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)