Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

3 menit baca
Pernando Aigro S
Ditulis oleh Pernando Aigro S diterbitkan
Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)

Setelah menyelesaikan perjalanan mengelilingi Bulan dalam misi Artemis II, empat astronot kini berada pada fase kepulangan menuju Bumi. Berdasarkan laporan NASA pada misi Artemis II Flight Day 10, kapsul Orion telah memasuki tahap akhir perjalanan setelah menjalani serangkaian manuver dari orbit Bulan menuju lintasan kembali ke Bumi. Tahap ini menjadi bagian penting dari misi karena menandai transisi dari perjalanan luar angkasa menuju proses kembali memasuki atmosfer dan pendaratan di Bumi.

Kepulangan Artemis II dimulai saat kapsul Orion meninggalkan orbit Bulan menuju Bumi dengan dukungan sistem komunikasi dan navigasi NASA yang memastikan lintasan tetap sesuai rencana, dengan target pendaratan di Samudra Pasifik sekitar pukul 20:07 EDT (07:07 WIB hari berikutnya) di lepas pantai San Diego. Pada tahap lanjutan, kapsul Orion dipisahkan dari modul servisnya, di mana modul tersebut kemudian diarahkan untuk terbakar di atmosfer Bumi di atas Samudra Pasifik karena tidak dirancang untuk kembali.

Saat memasuki atmosfer Bumi pada ketinggian sekitar 400.000 kaki, kapsul mengalami fase paling kritis dengan kecepatan sangat tinggi dan gesekan ekstrem yang menghasilkan panas hingga membentuk plasma, sehingga komunikasi dengan awak sempat terputus sementara. Setelah itu, kondisi mulai terkendali ketika komunikasi kembali pulih dan sistem parasut bekerja bertahap, dimulai dari parasut penstabil hingga tiga parasut utama yang memperlambat laju kapsul sebelum akhirnya Orion berhasil melakukan splashdown/Penceburan di Samudra Pasifik.

Setelah pendaratan, tim penyelamat NASA dan Angkatan Laut Amerika Serikat segera mendekati kapsul untuk proses evakuasi. Para astronot kemudian dibawa ke kapal USS John P. Murtha, menjalani pemeriksaan awal sebelum kembali ke daratan untuk proses pasca-misi.

Dari orbit Bulan, Artemis II membawa pulang data pengamatan dan perspektif baru tentang Bumi sebagai bagian dari evaluasi misi eksplorasi luar angkasa. (Sumber: NASA)
Dari orbit Bulan, Artemis II membawa pulang data pengamatan dan perspektif baru tentang Bumi sebagai bagian dari evaluasi misi eksplorasi luar angkasa. (Sumber: NASA)

Apa yang Mereka Bawa dari Bulan?

Meskipun tidak mendarat di permukaan Bulan, Artemis II tetap menghasilkan kontribusi ilmiah penting. Selama mengorbit Bulan, misi ini difokuskan pada uji kemampuan manusia dan sistem dalam jarak jauh dari Bumi serta pengamatan langsung terhadap permukaan Bulan dari orbit yang belum pernah dilakukan dalam misi berawak modern.

Para astronot melakukan observasi visual terhadap permukaan Bulan dan mencatat karakteristik wilayah yang menjadi data penting untuk misi berikutnya. Selain itu, yang “dibawa pulang” bukan sampel fisik, melainkan data pengamatan dan pengalaman operasional manusia di luar orbit Bumi yang menjadi bahan evaluasi utama NASA untuk penyempurnaan misi selanjutnya.

Artemis III: uji sistem dan persiapan menuju pendaratan manusia di Bulan. (Sumber: NASA)
Artemis III: uji sistem dan persiapan menuju pendaratan manusia di Bulan. (Sumber: NASA)

Kapan Misi Artemis III?

NASA menyiapkan Artemis III sebagai kelanjutan Artemis II yang akan menjadi misi pendaratan manusia pertama dalam program Artemis di permukaan Bulan, khususnya di wilayah kutub selatan. Misi ini akan menggunakan roket Space Launch System (SLS) yang meluncurkan kapsul Orion dari Kennedy Space Center, kemudian menuju orbit Bumi untuk menguji kemampuan pertemuan dan penyambungan dengan pesawat ruang angkasa komersial seperti SpaceX dan Blue Origin yang dibutuhkan untuk sistem pendaratan di Bulan. Uji coba ini menjadi tahap krusial untuk memastikan kesiapan pendaratan manusia di Bulan, dengan target peluncuran yang direncanakan sekitar tahun 2027.

Pada akhirnya, Artemis II menjadi misi yang berjalan ketat dan penuh risiko terukur, mulai dari manuver di orbit Bulan, masuk kembali ke atmosfer dengan kondisi ekstrem, hingga pendaratan presisi di Samudra Pasifik. Di balik ketegangan tersebut, misi ini menghasilkan data ilmiah dan pengalaman operasional penting yang tidak dapat diperoleh dari simulasi di Bumi. Seluruh capaian itu kemudian menjadi fondasi evaluasi utama bagi Artemis III sebagai langkah lanjutan menuju pendaratan manusia di Bulan. (*)

REFERENSI

  • Zakrzewski, J. NASA. (2026). “Artemis II Flight Day 10: Live Re-Entry Updates”.

  • Shekhtman, L. NASA. (2025). “NASA’s Artemis II Lunar Science Operations to Inform Future Missions”.  

  • NASA.(n.d) “Artemis III”.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)