Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Pernando Aigro S
Ditulis oleh Pernando Aigro S diterbitkan Rabu 15 Apr 2026, 20:00 WIB
Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)

Setelah menyelesaikan perjalanan mengelilingi Bulan dalam misi Artemis II, empat astronot kini berada pada fase kepulangan menuju Bumi. Berdasarkan laporan NASA pada misi Artemis II Flight Day 10, kapsul Orion telah memasuki tahap akhir perjalanan setelah menjalani serangkaian manuver dari orbit Bulan menuju lintasan kembali ke Bumi. Tahap ini menjadi bagian penting dari misi karena menandai transisi dari perjalanan luar angkasa menuju proses kembali memasuki atmosfer dan pendaratan di Bumi.

Kepulangan Artemis II dimulai saat kapsul Orion meninggalkan orbit Bulan menuju Bumi dengan dukungan sistem komunikasi dan navigasi NASA yang memastikan lintasan tetap sesuai rencana, dengan target pendaratan di Samudra Pasifik sekitar pukul 20:07 EDT (07:07 WIB hari berikutnya) di lepas pantai San Diego. Pada tahap lanjutan, kapsul Orion dipisahkan dari modul servisnya, di mana modul tersebut kemudian diarahkan untuk terbakar di atmosfer Bumi di atas Samudra Pasifik karena tidak dirancang untuk kembali.

Saat memasuki atmosfer Bumi pada ketinggian sekitar 400.000 kaki, kapsul mengalami fase paling kritis dengan kecepatan sangat tinggi dan gesekan ekstrem yang menghasilkan panas hingga membentuk plasma, sehingga komunikasi dengan awak sempat terputus sementara. Setelah itu, kondisi mulai terkendali ketika komunikasi kembali pulih dan sistem parasut bekerja bertahap, dimulai dari parasut penstabil hingga tiga parasut utama yang memperlambat laju kapsul sebelum akhirnya Orion berhasil melakukan splashdown/Penceburan di Samudra Pasifik.

Setelah pendaratan, tim penyelamat NASA dan Angkatan Laut Amerika Serikat segera mendekati kapsul untuk proses evakuasi. Para astronot kemudian dibawa ke kapal USS John P. Murtha, menjalani pemeriksaan awal sebelum kembali ke daratan untuk proses pasca-misi.

Dari orbit Bulan, Artemis II membawa pulang data pengamatan dan perspektif baru tentang Bumi sebagai bagian dari evaluasi misi eksplorasi luar angkasa. (Sumber: NASA)
Dari orbit Bulan, Artemis II membawa pulang data pengamatan dan perspektif baru tentang Bumi sebagai bagian dari evaluasi misi eksplorasi luar angkasa. (Sumber: NASA)

Apa yang Mereka Bawa dari Bulan?

Meskipun tidak mendarat di permukaan Bulan, Artemis II tetap menghasilkan kontribusi ilmiah penting. Selama mengorbit Bulan, misi ini difokuskan pada uji kemampuan manusia dan sistem dalam jarak jauh dari Bumi serta pengamatan langsung terhadap permukaan Bulan dari orbit yang belum pernah dilakukan dalam misi berawak modern.

Para astronot melakukan observasi visual terhadap permukaan Bulan dan mencatat karakteristik wilayah yang menjadi data penting untuk misi berikutnya. Selain itu, yang “dibawa pulang” bukan sampel fisik, melainkan data pengamatan dan pengalaman operasional manusia di luar orbit Bumi yang menjadi bahan evaluasi utama NASA untuk penyempurnaan misi selanjutnya.

Artemis III: uji sistem dan persiapan menuju pendaratan manusia di Bulan. (Sumber: NASA)
Artemis III: uji sistem dan persiapan menuju pendaratan manusia di Bulan. (Sumber: NASA)

Kapan Misi Artemis III?

NASA menyiapkan Artemis III sebagai kelanjutan Artemis II yang akan menjadi misi pendaratan manusia pertama dalam program Artemis di permukaan Bulan, khususnya di wilayah kutub selatan. Misi ini akan menggunakan roket Space Launch System (SLS) yang meluncurkan kapsul Orion dari Kennedy Space Center, kemudian menuju orbit Bumi untuk menguji kemampuan pertemuan dan penyambungan dengan pesawat ruang angkasa komersial seperti SpaceX dan Blue Origin yang dibutuhkan untuk sistem pendaratan di Bulan. Uji coba ini menjadi tahap krusial untuk memastikan kesiapan pendaratan manusia di Bulan, dengan target peluncuran yang direncanakan sekitar tahun 2027.

Pada akhirnya, Artemis II menjadi misi yang berjalan ketat dan penuh risiko terukur, mulai dari manuver di orbit Bulan, masuk kembali ke atmosfer dengan kondisi ekstrem, hingga pendaratan presisi di Samudra Pasifik. Di balik ketegangan tersebut, misi ini menghasilkan data ilmiah dan pengalaman operasional penting yang tidak dapat diperoleh dari simulasi di Bumi. Seluruh capaian itu kemudian menjadi fondasi evaluasi utama bagi Artemis III sebagai langkah lanjutan menuju pendaratan manusia di Bulan. (*)

REFERENSI

  • Zakrzewski, J. NASA. (2026). “Artemis II Flight Day 10: Live Re-Entry Updates”.

  • Shekhtman, L. NASA. (2025). “NASA’s Artemis II Lunar Science Operations to Inform Future Missions”.  

  • NASA.(n.d) “Artemis III”.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Pernando Aigro S
Wanna See More Information About Me? Copy And Paste The Link "https://pernandoaigro.my.canva.site/portofolio"

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 15 Apr 2026, 20:00

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Kelanjutan kisah 4 astronot dengan Kesuksesan misi Artemis II, yang menjadi dasar evaluasi bagi misi berikutnya, yakni Artemis III dalam program eksplorasi Bulan, oleh NASA.

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 19:22

Belajar Membaca Jalanan Bandung dari Dalam Angkot

Angkot di Bandung bertahan tanpa sistem yang jelas. Banyak pengguna beralih ke transportasi umum daring karena kepastian layanan, namun kondisi ini justru turut memperparah kemacetan.

Sejak lama, angkot menjadi bagian dari keseharian mobilitas warga Kota Bandung, meski kini perannya mulai tergeser oleh moda transportasi umum daring. (Foto: Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)
Bandung 15 Apr 2026, 18:23

Collab Magnet: Cara Bangun Kolaborasi yang Tepat di Era Zaman Penuh Kreativitas

Intip strategi menjadi Collab Magnet di industri kreatif bersama Mirsha Shahnaz Azahra. Pahami pentingnya relevansi, kredibilitas, dan nilai brand dalam kolaborasi.

Mirsha, Co-founder sekaligus Brand Director Monday Coffee Bandung memahami konsep kolaborasi yang efektif membutuhkan waktu, bahkan proses trial and error masih menjadi bumbu harian dalam perjalanannya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 18:01

Ketar-ketir Perajin Tahu Tempe, Adakah Insentif dari Pemkot Bandung?

Kebijakan impor kedelai yang diterapkan ternyata belum menyeimbangkan pasokan kedelai di dalam negeri.

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 17:14

Dari Bandung ke Lembang: Kota Sejuk yang Menjadi Ruang Nyaman bagi Pendatang

Perubahan suasana dari hiruk pikuk Kota Kandung menuju ketenangan yang lebih alami di Lembang.

Farmhouse Lembang. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 16:42

Panduan Wisata Stone Garden Padalarang, Taman Batu Karst dengan Jejak Laut Purba

Stone Garden Padalarang menawarkan lanskap batu kapur purba, jalur trekking ringan, serta nilai geologi dan arkeologi unik dalam satu destinasi wisata alam.

Objek wisata Stone Garden, Padalarang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 15 Apr 2026, 15:20

Meruntuhkan Standar Kecantikan, Mengapresiasi Keunikan

Pandangan tentang kecantikan tak lagi tunggal. Setiap individu memiliki keunikan yang layak diapresiasi, tanpa harus mengikuti standar yang membatasi.

Suasana beauty class yang hangat dan suportif, tempat para peserta belajar, bereksperimen, dan membangun rasa percaya diri bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 13:50

Jantung Konektivitas Kota yang Kurang Sehat dan Masalah Polusi Udara

Stasiun Hall adalah jantung transportasi yang setiap hari memompa sistem transportasi khususnya bagi penglaju dan pendatang.

Monumen Sepur Lempung di Stasiun Hall sebelah selatan yang merupakan ikon konektivitas kota Bandung sepanjang zaman (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 11:08

Panduan Wisata Pantai Jayanti, Pelabuhan Tua di Cianjur Selatan yang Belum Terlalu Ramai

Panduan lengkap wisata Pantai Jayanti mulai dari akses, harga tiket, aktivitas nelayan, hingga spot terbaik menikmati ombak selatan yang masih alami.

Objek wisata Pantai Jayanti, Cianjur selatan. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 10:50

Sebentar Lagi Hari Kartini, namun Kekerasan terhadap Perempuan Tak Kunjung Hilang

Refleksi atas peringatan Hari Kartini yang mengkritik masih berlangsungnya kekerasan terhadap perempuan.

Raden Ajeng Kartini, juga dikenal sebagai Raden Ayu Kartini. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 09:24

Jejak Peringatan KAA Kobarkan Semangat Bandung

Bandung telah mencatatkan namanya dalam sejarah dunia.

Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung. (Sumber: Museum Konferensi Asia Afrika)
Ayo Netizen 14 Apr 2026, 18:39

AAM sebagai Masa Depan Transportasi Udara

UBSI membahas Advanced Air Mobility (AAM) sebagai solusi transportasi udara masa depan untuk meningkatkan konektivitas dan distribusi logistik di Indonesia.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Beranda 14 Apr 2026, 17:07

Baca Bareng Anak di Bandung, Cara Sederhana Tanamkan Minat Literasi

Seorang ayah membawa anaknya mengikuti baca senyap di Bandung sebagai cara sederhana mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini.

Herry Prihamdani datang bersama anaknya, mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini sambil menikmati ketenangan dalam suasana baca senyap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Sejarah 14 Apr 2026, 16:29

Hikayat Gunung Tampomas, Legenda Warisan Emas Kerajaan Sunda di Jantung Sumedang

Gunung Tampomas di Sumedang menyimpan legenda keris emas, jejak Kerajaan Sunda, dan situs arkeologi kuno di puncaknya.

Sunset Gunung Tampomas. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 14 Apr 2026, 16:08

Pendatang ke Bandung yang Jadi Presiden

Kisah Soekarno yang pernah datang dan tinggal di Kota Bandung kemudian menjadi Presiden RI pertama.

Monumen Soekarno di Lapas Banceuy Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 14 Apr 2026, 14:49

Lembang ‘Mundur’, Bandung ‘Membesar’

Begitu banyak beban yang ditopang kota ini, hingga tak heran tempat yang kecil ini pun harus membesar, menggeser wilayah lain terutama di utaranya, yaitu Lembang.

Kondisi tempat angkutan kota  (masih oplet) jurusan Lembang-Bandung "ngetem" di Jalan Setiabudi, Bandung 1950-an, lokasi tepatnya di Jajaran Setiabudi supermarket sekarang.
Ayo Netizen 14 Apr 2026, 13:32

Mewujudkan Indonesia Bebas Korupsi: Transformasi Budaya adalah Kunci

KPK memproses ratusan perkara tindak pidana korupsi serta berhasil memulihkan aset negara sebesar Rp1,53 triliun.

Mata uang rupiah dan emas. (Sumber: Pexels | Foto: Robert Lens)
Komunitas 14 Apr 2026, 12:29

Komunitas Baca di Bandung, Ruang Sunyi yang Menghidupkan Literasi di Nadi Kota Kembang

Komunitas Baca di Bandung menghadirkan ruang sunyi di tengah Kota Kembang, mengajak warga membaca bersama tanpa tekanan, sekaligus membuka akses literasi yang inklusif.

Puluhan anggota Komunitas Baca di Bandung berkumpul di Taman Badak untuk membaca bersama dalam senyap tanpa distraksi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Wisata & Kuliner 14 Apr 2026, 11:28

Jelajah Jans Park Jatinangor, Taman Rekreasi di Tengah Kawasan Kampus

Jans Park hadir di Jatinangor sebagai taman rekreasi keluarga dengan wahana lengkap, spot foto menarik, serta konsep visual yang menonjol di kawasan kampus

Objek wisata Jatinangor National Park atau Jans Park (Sumber: jatinangornasionalpark.com)
Ayo Netizen 14 Apr 2026, 10:23

Melintasi Waktu Menyoal Ruang untuk Pertumbuhan Anak di Kota Bandung

Kota Bandung masih kekurangan ruang terbuka hijau untuk anak sesuai dengan ketentuan luas ideal.

Menikmati suasana taman kota. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)