Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

3 menit baca
Pernando Aigro S
Ditulis oleh Pernando Aigro S diterbitkan Rabu 15 Apr 2026, 20:00 WIB
Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)

Setelah menyelesaikan perjalanan mengelilingi Bulan dalam misi Artemis II, empat astronot kini berada pada fase kepulangan menuju Bumi. Berdasarkan laporan NASA pada misi Artemis II Flight Day 10, kapsul Orion telah memasuki tahap akhir perjalanan setelah menjalani serangkaian manuver dari orbit Bulan menuju lintasan kembali ke Bumi. Tahap ini menjadi bagian penting dari misi karena menandai transisi dari perjalanan luar angkasa menuju proses kembali memasuki atmosfer dan pendaratan di Bumi.

Kepulangan Artemis II dimulai saat kapsul Orion meninggalkan orbit Bulan menuju Bumi dengan dukungan sistem komunikasi dan navigasi NASA yang memastikan lintasan tetap sesuai rencana, dengan target pendaratan di Samudra Pasifik sekitar pukul 20:07 EDT (07:07 WIB hari berikutnya) di lepas pantai San Diego. Pada tahap lanjutan, kapsul Orion dipisahkan dari modul servisnya, di mana modul tersebut kemudian diarahkan untuk terbakar di atmosfer Bumi di atas Samudra Pasifik karena tidak dirancang untuk kembali.

Saat memasuki atmosfer Bumi pada ketinggian sekitar 400.000 kaki, kapsul mengalami fase paling kritis dengan kecepatan sangat tinggi dan gesekan ekstrem yang menghasilkan panas hingga membentuk plasma, sehingga komunikasi dengan awak sempat terputus sementara. Setelah itu, kondisi mulai terkendali ketika komunikasi kembali pulih dan sistem parasut bekerja bertahap, dimulai dari parasut penstabil hingga tiga parasut utama yang memperlambat laju kapsul sebelum akhirnya Orion berhasil melakukan splashdown/Penceburan di Samudra Pasifik.

Setelah pendaratan, tim penyelamat NASA dan Angkatan Laut Amerika Serikat segera mendekati kapsul untuk proses evakuasi. Para astronot kemudian dibawa ke kapal USS John P. Murtha, menjalani pemeriksaan awal sebelum kembali ke daratan untuk proses pasca-misi.

Dari orbit Bulan, Artemis II membawa pulang data pengamatan dan perspektif baru tentang Bumi sebagai bagian dari evaluasi misi eksplorasi luar angkasa. (Sumber: NASA)
Dari orbit Bulan, Artemis II membawa pulang data pengamatan dan perspektif baru tentang Bumi sebagai bagian dari evaluasi misi eksplorasi luar angkasa. (Sumber: NASA)

Apa yang Mereka Bawa dari Bulan?

Meskipun tidak mendarat di permukaan Bulan, Artemis II tetap menghasilkan kontribusi ilmiah penting. Selama mengorbit Bulan, misi ini difokuskan pada uji kemampuan manusia dan sistem dalam jarak jauh dari Bumi serta pengamatan langsung terhadap permukaan Bulan dari orbit yang belum pernah dilakukan dalam misi berawak modern.

Para astronot melakukan observasi visual terhadap permukaan Bulan dan mencatat karakteristik wilayah yang menjadi data penting untuk misi berikutnya. Selain itu, yang “dibawa pulang” bukan sampel fisik, melainkan data pengamatan dan pengalaman operasional manusia di luar orbit Bumi yang menjadi bahan evaluasi utama NASA untuk penyempurnaan misi selanjutnya.

Artemis III: uji sistem dan persiapan menuju pendaratan manusia di Bulan. (Sumber: NASA)
Artemis III: uji sistem dan persiapan menuju pendaratan manusia di Bulan. (Sumber: NASA)

Kapan Misi Artemis III?

NASA menyiapkan Artemis III sebagai kelanjutan Artemis II yang akan menjadi misi pendaratan manusia pertama dalam program Artemis di permukaan Bulan, khususnya di wilayah kutub selatan. Misi ini akan menggunakan roket Space Launch System (SLS) yang meluncurkan kapsul Orion dari Kennedy Space Center, kemudian menuju orbit Bumi untuk menguji kemampuan pertemuan dan penyambungan dengan pesawat ruang angkasa komersial seperti SpaceX dan Blue Origin yang dibutuhkan untuk sistem pendaratan di Bulan. Uji coba ini menjadi tahap krusial untuk memastikan kesiapan pendaratan manusia di Bulan, dengan target peluncuran yang direncanakan sekitar tahun 2027.

Pada akhirnya, Artemis II menjadi misi yang berjalan ketat dan penuh risiko terukur, mulai dari manuver di orbit Bulan, masuk kembali ke atmosfer dengan kondisi ekstrem, hingga pendaratan presisi di Samudra Pasifik. Di balik ketegangan tersebut, misi ini menghasilkan data ilmiah dan pengalaman operasional penting yang tidak dapat diperoleh dari simulasi di Bumi. Seluruh capaian itu kemudian menjadi fondasi evaluasi utama bagi Artemis III sebagai langkah lanjutan menuju pendaratan manusia di Bulan. (*)

REFERENSI

  • Zakrzewski, J. NASA. (2026). “Artemis II Flight Day 10: Live Re-Entry Updates”.

  • Shekhtman, L. NASA. (2025). “NASA’s Artemis II Lunar Science Operations to Inform Future Missions”.  

  • NASA.(n.d) “Artemis III”.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Pernando Aigro S
Mahasiswa FH Unpar. Quotes "Jangan takut gagal, karna gagal ga takut kamu"- Leonico Joedo. 🗿

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)