Jantung Konektivitas Kota yang Kurang Sehat dan Masalah Polusi Udara

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Monumen Sepur Lempung di Stasiun Hall sebelah selatan yang merupakan ikon konektivitas kota Bandung sepanjang zaman (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Monumen Sepur Lempung di Stasiun Hall sebelah selatan yang merupakan ikon konektivitas kota Bandung sepanjang zaman (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Stasiun KA dan terminal angkutan darat merupakan jantung konektivitas yang memompa bermacam moda transportasi ke segala arah dan tujuan. Jantung konektifitas juga menjadi ikon kota bagi para pendatang yang memasuki kota Bandung. 

Stasiun Hall atau stasiun besar Bandung merupakan jantung dan ikon yang sekaligus menjadi pintu gerbang kota. Stasiun Hall adalah jantung transportasi yang setiap hari memompa sistem transportasi Masyarakat khususnya para penglaju untuk bekerja dan beraktifitas ke segala arah Bandung Raya.

Sejak tahun 80-an hingga kini, seperti yang penulis lihat dalam keseharian dan alami sendiri, jantung konektivitas kota itu dalam kondisi yang kurang sehat akibat dikepung kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas. Kawasan Stasiun Hall terus didera dengan masalah laten lalu lintas yang padat dan amburadul. Jalan raya di sebelah barat, timur, utara, dan selatan  Stasiun Hall setiap hari dalam kondisi macet dan tidak ada keteraturan.

Kondisi terkini infrastruktur Stasiun Bandung yang sudah dibangun dengan konstruksi yang megah dan sistem transportasi yang modern namun di sekelilingnya semakin padat, pengap dan kurang nyaman. Terlihat di kawasan Stasiun Bandung sebelah selatan yang menghubungkan dengan terminal angkot yang kondisinya semakin kumuh. Dinas Perhubungan, PT KAI, aparat keamanan dan Pemkot perlu segera menata secara tegas kawasan selatan stasiun hingga ke arah Pasar Baru.

Memasuki ruang tunggu Stasiun Hall bagian selatan tampak beberapa alat pendingin yakni kipas angin berukuran besar. Juga cukup banyak petugas kebersihan stasiun yang sangat rajin dan cekatan membereskan kebersihan dan utilitas di stasiun.  Di luar stasiun panas terik menyengat dan udara tidak lagi segar karena asap kendaraan yang kian padat. Apalagi di sekitar stasiun kekurangan jumlah pohon besar yang bisa membuat suasana menjadi teduh.

Stasiun Hall adalah jantung kota yang setiap hari memompa sistem transportasi ke segala penjuru (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Stasiun Hall adalah jantung kota yang setiap hari memompa sistem transportasi ke segala penjuru (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Polusi Udara Mengancam Kota Bandung

Warga kota dan para pendatang ke Kota Bandung ingin menghirup udara bersih dan sejuk. Nyatanya udara di kota ini tidak seperti yang mereka bayangkan. Kota ini masih bergelut mengatasi masalah pencemaran udara. Masalah tersebut tidak bisa dengan program sepotong-sepotong. Harus ada totalitas, karena ada keterkaitan antara berbagai faktor. Seperti jumlah kendaraan bermotor, senyawa BBM, zona industri, serta sistem bangunan gedung.

Pencemaran udara menyebabkan gangguan kesehatan yang sangat serius bagi warga kota. Zat pencemar udara yang timbul dapat digolongkan menjadi zat kimia, fisik dan biologik. Zat pencemar kimia terbanyak berupa karbon monoksida (CO), oksida sulfur, oksigen nitrogen, hidrokarbon dan partikel lainnya.

Produsen karbon monoksida sekitar 80 persennya berasal dari kendaraan bermotor. Pengaruh CO terhadap kesehatan adalah merusak hemoglobin darah. Akibatnya suplai oksigen pada jaringan sel tubuh bisa berkurang secara drastis. Selain kandungan kimia CO, asap kendaraan itu juga mengandung nitrogen oksida dan hidrokarbon. Kedua zat ini sangat berbahaya bagi manusia. Efek dari kedua zat ini tergantung dari seberapa besar pencemaran udara itu dihirup oleh seseorang. Jika konsentrasi 50 hingga 100 ppm akan menyebabkan peradangan paru-paru. Sedangkan jika mencapai konsentrasi 150 hingga 200 ppm menyebabkan gagal pernafasan atau bronkitis  fibrosis yang diikuti dengan kematian.

Ruang tunggu penumpang di Stasiun Hall (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ruang tunggu penumpang di Stasiun Hall (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Data statistik menunjukkan bahwa Kota Bandung memiliki populasi kendaraan mencapai 1.738.672 unit, sementara panjang jalan hanya 1.172,78 km. Hal ini menghasilkan angka kepadatan kendaraan sebesar 1.483 kendaraan per kilometer jalan. Kurangnya moda transportasi massal yang efisien dan nyaman membuat masyarakat, termasuk puluhan ribu mahasiswa, lebih memilih menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi.

Bahaya pencemaran udara juga menyangkut kondisi basement ruang parkir gedung-gedung di kota Bandung yang sering mengabaikan prinsip pengendalian pencemaran udara secara benar. Sepertinya publik dipaksa menghirup gas beracun pada area basement ruang parkir yang tertutup. Masih banyak basement ruang parkir yang membuat sesak nafas karena tidak dilengkapi dengan fasilitas sirkulasi udara yang baik. Selain itu basement juga sangat rentan terhadap kebakaran dan sabotase.

Demi masa depan yang lebih sehat, dibutuhkan pemimpin daerah yang memiliki program yang konkret untuk menanggulangi pencemaran udara. Juga keteladanan untuk peduli udara bersih. Alangkah bahagianya jika para pemimpin berani membuat terobosan yang berani seperti zona larangan parkir di beberapa lokasi. Selain itu juga perlu program yang ketat untuk mengukur emisi.

Kewajiban melakukan uji emisi bagi kendaraan bermotor roda empat dan dua ternyata prosedurnya masih bisa dimanipulasi.  Perlu dicatat bahwa udara yang tercemar mengandung partikel berbahaya seperti PM2.5, karbon monoksida (CO), dan nitrogen dioksida (NO2) yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan manusia.

 Paparan polusi udara yang terus-menerus di titik kemacetan kota dapat memicu berbagai penyakit sistemik  antara lain :

 - ​Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK): Peradangan kronis pada paru-paru yang bersifat progresif dan tidak dapat pulih kembali, menyebabkan sesak napas dan batuk berdahak permanen.

- ​Gangguan Kardiovaskular: Polutan yang terhirup masuk ke aliran darah melalui paru-paru, memicu peradangan sistemik yang memperkeras pembuluh darah, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

- ​Dampak pada Kehamilan: Partikel polusi dapat mengendap di plasenta janin, menyebabkan kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah (BBLR), hingga kematian bayi.

- ​Kanker: Paparan zat karsinogen dalam asap kendaraan dalam jangka panjang meningkatkan risiko kanker paru-paru dan kanker kulit.

 Salah satu aspek yang sering terabaikan dalam perencanaan sistem transportasi kota adalah dampak psikologis dari kemacetan dan ketidakpastian lingkungan. Masyarakat yang setiap hari terjebak dalam kemacetan parah mengalami peningkatan tingkat stres dan kelelahan kronis. Stres yang dipicu oleh kemacetan tidak hanya menurunkan produktivitas kerja tetapi juga mengganggu keseimbangan kehidupan pribadi dan hubungan sosial.

Polusi udara pun memiliki kaitan erat dengan masalah kesehatan jiwa. Partikel debu dan polutan yang terhirup dapat mengganggu keseimbangan hormon endokrin, yang berkontribusi pada munculnya gejala depresi dan kecemasan. Anak-anak dan lansia merupakan kelompok yang paling rentan terhadap gangguan kejiwaan akibat paparan polusi kronis. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)