Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Mewujudkan Indonesia Bebas Korupsi: Transformasi Budaya adalah Kunci

5 menit baca
Joni Dawud Wiradisatra
Ditulis oleh Joni Dawud Wiradisatra diterbitkan Selasa 14 Apr 2026, 13:32 WIB
Mata uang rupiah dan emas. (Sumber: Pexels | Foto: Robert Lens)

Mata uang rupiah dan emas. (Sumber: Pexels | Foto: Robert Lens)

Mengakhiri 2025 dan mengawali 2026, berbagai persoalan korupsi kembali mencuat ke permukaan. Sebagai pembanding, kinerja penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang tahun 2025 menunjukkan intensitas penanganan perkara korupsi yang tinggi. Sepanjang tahun tersebut, KPK telah melakukan 11 operasi tangkap tangan (OTT) dan menetapkan 118 orang sebagai tersangka. Selain itu, KPK memproses ratusan perkara tindak pidana korupsi serta berhasil memulihkan aset negara sebesar Rp1,53 triliun.

Deretan kasus yang terungkap itu bahkan menimbulkan dugaan bahwa masih ada antrean panjang perkara serupa yang menunggu untuk dibuka ke hadapan publik. Fenomena ini seakan terus berulang dan berulang. Memang sangat ironis, di tengah gencarnya suara-suara lantang baik dari pemerintah maupun dari masyarakat yang menyuarakan pemberantasan korupsi. Praktik korupsi justru tetap tumbuh  “subur” di republik ini.  Dengan terus berlangsungnya korupsi, apakah ini mengindikasikan korupsi sebagai bagian dari kehidupan atau budaya  dalam kehidupan bangsa Indonesia?

Korupsi Sebuah Budaya Negatif

Budaya bisa diartikan sebagai pola sikap atau pola tindak yang berkembang di masyarakat, berlaku secara luas, dan berlangsung dalam waktu lama (sejak jaman dulu sampai sekarang) terjadi. Bahkan, masyarakat menganggap tindakan itu sesuatu yang biasa atau normal.  Ketika seseorang tidak melakukannya justru dianggap menyimpang. Dalam perspektif pemahaman demikian, budaya tidak selalu bermakna positif. Positif atau negatifnya suatu budaya sangat bergantung pada kriteria yang dianut masyarakat bersangkutan, baik yang bersandar pada norma dan nilai sosial yang berlaku, maupun pada tolok ukur lain, seperti dampaknya terhadap kesehatan, kerusakan sosial, atau konsekuensi lain yang ditimbulkannya.

Dengan berkembangnya masyarakat maka bisa jadi penilaian masyarakat akan mengalami perubahan. Karena itu, budaya masyarakat akan mengalami perubahan menyesuaikan dengan kondisi masyarakat yang ada pada saat itu. Namun demikian perubahan budaya terkadang tidak selalu bergerak ke arah yang lebih baik, bisa jadi perubahan ke arah yang sebaliknya. Untuk itu perubahan budaya perlu dilakukan dengan direncanakan, Perubahan yang seperti itulah dimaknai Transformasi. Transformasi sebagai perubahan yang terencana dapat mengarah pada perkembangan ke arah positif. Tentu saja transformasi yang diharapkan dalam konteks budaya korupsi adalah perubahan budaya yang mendorong nilai-nilai positif, memperkuat keadilan sosial, dan memperbaiki kualitas kehidupan bersama.

Seperti kasus korupsi di Pemkab Bandung Barat, uang korupsi direkayasa jadi macam uang bersih melalui tindak pidana pencucian uang. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Seperti kasus korupsi di Pemkab Bandung Barat, uang korupsi direkayasa jadi macam uang bersih melalui tindak pidana pencucian uang. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)

Transformasi Budaya Korupsi Menuju Budaya Anti Korupsi

Dengan masifnya kasus dan praktik korupsi yang terjadi di sekitar kita, masyarakat kerap merasakannya sebagai bagian dari keseharian. Secara tidak langsung dan tanpa disadari, kita menganggap hal tersebut sebagai hal yang biasa dalam kehidupan, bahkan dianggap normal. Dalam situasi demikian, tidak berlebihan jika muncul pandangan bahwa korupsi telah menjelma menjadi bagian dari budaya. Terlepas dari pandangan yang kontra bahwa korupsi itu bukan budaya tetapi penyakit. Faktanya, praktik tersebut hadir nyata dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Persoalan selanjutnya adalah bagaimana mentransformasi budaya korupsi menjadi budaya anti korupsi. Transformasi ini merupakan tuntutan mendesak yang harus kita realisasikan, apabila bangsa ini ingin bergerak menuju negara yang maju, makmur, dan sejahtera. Untuk itu  transformasi menjadi budaya anti korupsi perlu dilakukan dengan sistematis dan terpadu. Artinya transformasi ini tidak boleh dibiarkan berjalan secara alamiah, melainkan harus dilakukan secara sengaja, disadari, dan direncanakan. Langkah-langkah yang ditempuh pun perlu dijalankan secara konsisten agar perubahan yang diharapkan benar-benar terwujud dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara. Beberapa langkah strategis untuk melakukan transformasi budaya anti korupsi :

Pertama: Pendidikan dan penanaman nilai semenjak dini; pendidikan di sini mencakup secara, menyeluruh tidak hanya Pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotorik) tapi juga sampai pada ranah penerapan dengan kesadaran (afektif). Sering kali pendidikan kita hanya berada pada ranah kognitif dan psikomotorik sedangkan ranah afektif yang menuntut perubahan sikap perilaku, penerapan nilai dan norma kurang mendapatkan perhatian. Tidaklah mengherankan bila hasil pendidikan kita melahirkan figur-figur yang menghalalkan segala cara, menormalisasi kepalsuan, dan pada akhirnya terjerumus dalam praktik korupsi. Transformasi budaya antikorupsi semestinya dimulai dari dunia pendidikan. Proses penanaman nilai dan norma sejak dini menjadi langkah strategis dalam membangun karakter antikorupsi. Kurikulum pendidikan dan praktik penyelenggaraan pendidikan perlu ditinjau kembali dan disesuaikan agar tidak hanya mencetak manusia cerdas dan terampil, tetapi juga manusia yang berintegritas.

Kedua: Kampanye publik, Penanaman nilai dan norma anti korupsi perlu dilakukan kepada masyarakat umum. Kampanye ini berfungsi untuk mensosialisasikan, pengingat dan juga sarana internalisasi nilai dan norma antikorupsi. Penetapan konsep  “the power of repetion” (kekuatan pengulangan dan pengulangan) perlu untuk dilakukan dalam mempengaruhi cara pandang dan pemahaman masyarakat terhadap antikorupsi ini. Kampanye antikorupsi dengan terus mengulang-ngulang pesan, tanpa lelah dan tanpa jenuh, hingga nilai tersebut benar-benar tertanam dalam kesadaran kolektif masyarakat.

Ketiga: Untuk penguatan pemberlakuan nilai dan norma baru yang dilakukan, diperlukan langkah terstruktur dengan dengan memformalisasikan/ melegalisasikan   sebuah kebijakan. Kebijakan tersebut akan menjadi code of conduct (kode etik/perilaku) baru dan tentu saja dalam kebijakan tersebut tidak hanya mengatur dan menjelaskan nilai dan norma baru tapi juga mengatur bagaimana melaksanakannya dan  mengatur kebijakan itu ditegakkan. Penegakan kebijakan yang akan menciptakan tatanan baru tersebut membutuhkan pengawalan supaya tetap berada dalam koridor kebijakan yang telah ditetapkan. Jika terjadi penyimpangan dilakukan tindakan koreksi dan ada sanksi yang membuat orang tidak melakukan dan mencoba melakukan keluar dari kebijakan tersebut.

Keempat:  Konsistensi dan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat. Transformasi menuju budaya anti korupsi membutuhkan konsistensi dari berbagai pihak, terutama pimpinan apalagi di dalam masyarakat yang masih bercorak paternalistik karena pimpinan menjadi figur sentral dalam masyarakat. Di samping itu partisipasi aktif masyarakat dengan kesadaran akan nilai dan norma antikorupsi juga dibutuhkan untuk mewujudkan transformasi budaya anti korupsi.

Transformasi menuju budaya baru antikorupsi di Indonesia bukanlah sesuatu yang mustahil. Banyak contoh negara-negara di dunia yang pada awalnya memiliki budaya korupsi tapi lambat laun seiring dengan waktu mereka menjadi negara yang bersih dan berbudaya antikorupsi. Indonesia memiliki banyak potensi dan peluang untuk menumbuh kembangkan budaya anti korupsi tinggal bagaimana memanfaatkan dan menumbuh kembangkannya. (JDW)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Joni Dawud Wiradisatra
Analis Kebijakan dan Widyaiswara di Lembaga Administrasi Negara RI

Berita Terkait

News Update

Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)