Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Pendatang ke Bandung yang Jadi Presiden

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan Selasa 14 Apr 2026, 16:08 WIB
Monumen Soekarno di Lapas Banceuy Bandung. (Sumber: Ayobandung)

Monumen Soekarno di Lapas Banceuy Bandung. (Sumber: Ayobandung)

Soekarno adalah salah satu pendatang yang banyak menorehkan catatan sejarah monumental di Bandung, Jawa Barat. Di Kota Bandung inilah, giat politiknya semakin menggunung karena secara langsung ia melihat kekejaman dan ketidakadilan yang dilakukan oleh penjajah Belanda terhadap rakyat Priangan. Jiwa nasionalismenya terbakar dan terus menerus memaki penjajah yang bertindak semau gue terhadap rakyat.

Tamat dari HBS atau Hogere Burgerschool, setingkat SMA di Surabaya pada 10 Juni 1921. Soekarno muda datang ke Bandung untuk kuliah di Technische Hogeschool te Bandoeng atau sekarang Institut Teknologi Bandung yang saat itu baru satu tahun berdiri. Lima tahun kemudian, Soekarno berhasil tamat dari kampus yang berada di Jl. Ganesha tersebut dan berhak menyandang gelar insinyur sipil.

Kota Bandung memiliki tempat istimewa dalam perjalanan hidup Soekarno, sang Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia ini. Soekarno menetap di Bandung antara tahun 1921-1934 atau hampir 13 tahun yang penuh liku-liku dalam suasana penjajahan Belanda. Di kota ini pula gagasan besar tentang kemerdekaan, ideologi, serta perjalanan kehidupan pribadi Soekarno tumbuh dan berkembang. Bandung tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi menjadi "palu penempa" bagi pemikiran dan perjuangan dirinya.

Kegiatan Soekarno di Bandung sangat aktif, tidak hanya sebagai mahasiswa teknik saja, tetapi juga sebagai aktivis politik. Ia mendirikan organisasi Algemeene Studie Club pada tahun 1926. Organisasi ini menjadi wadah diskusi intelektual yang membahas kolonialisme, nasionalisme, dan masa depan Indonesia.

Setelah itu lahir gagasan untuk mendirikan Partai Nasional Indonesia atau PNI pada tahun 1927. PNI menjadi salah satu organisasi penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Aktivitas politiknya yang semakin intens membuat Soekarno diawasi oleh pemerintah kolonial Belanda, bahkan akhirnya ditangkap dan diadili di Bandung.

Mohammad Hatta (kiri) dan Soekarno (kanan) dalam sebuah kesempatan. (Sumber: Wikimedia)
Mohammad Hatta (kiri) dan Soekarno (kanan) dalam sebuah kesempatan. (Sumber: Wikimedia)

Pemerintah Hindia Belanda menganggap Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dipimpin Soekarno mengancam stabilitas kolonial dengan seruan kemerdekaan. Ia bersama Gatot Mangkoepradja, Maskoen Soemadiredja, dan Soepriadinata ditangkap akhir Desember 1929 di Yogyakarta saat pulang setelah menghadiri konggres dan dipenjara di Banceuy, Bandung.

Saat sidang kasus di atas, Soekarno membuat pledoi Indonesia Menggugat disampaikan pada 2 Desember 1930, pledoi ini disusun di penjara. Isinya bukan sekadar pembelaan diri, melainkan gugatan balik terhadap penjajahan Belanda yang menyengsarakan rakyat dan bukti kebobrokan sistem penjajahan. Sidang menjatuhkan hukuman empat tahun penjara. Setelah itu Soekarno di buang ke Flores, NTT dan Bengkulu sampai bebas tahun 1942 dan akhirnya menetap di Jakarta.

Di Kota Bandung juga, Soekarno menyemaikan bunga cintanya di dalam hati Inggit Garnasih atau Ibu Inggit. Sisi romantisme Soekarno terpikat oleh keanggunan Ibu Inggit sehingga ia berani memberikan sejuta cintanya kepada Ibu Inggit meski terpaut perbedaan umur 13 tahun, Soekarno masih berumur 20 tahun dan Ibu Inggit berada di usia 33 tahun.

Dengan kelembutan hatinya, Ibu Inggit pun menerima ketulusan Soekarno untuk berada dalam satu biduk yang mengantarkan perjalanan cinta mereka sebagai pasangan suami istri. Akhirnya Ibu Inggit dipersunting oleh Soekarno pada 24 Maret 1923 sampai tiba pada 20 tahun kemudian , mereka tidak bersama lagi dalam satu biduk.

Ungkapan "Hanya ke Bandung lah aku kembali kepada cintaku yang sesungguhnya" adalah salah satu ucapan apik Soekarno yang menggambarkan hubungan batin yang sangat hebat dengan kota tersebut. Soekarno menganggap Kota Bandung adalah panggung ekspresi dari sejumlah ekspetasi besar yang ada dalam dirinya saat penjajahan dengan begitu kejam mencengkeram leher-leher rakyat Indonesia. Ia mendirikan berbagai organisasi perjuangan sekaligus perlawanan yang mengantarkan dirinya masuk ke penjara Banceuy dan Sukamiskin.

Setelah Indonesia merdeka di tahun 1945, sepuluh tahun kemudian Soekarno yang saat itu adalah Presiden RI, kembali ke Kota Bandung dalam suasana yang berbeda. Tepat dipertengahan bulan April tahun 1955, Kota Bandung terpilih menjadi tempat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika atau KAA. Sebuah konferensi yang mempertemukan negara-negara dari benua Asia dan Afrika untuk membicarakan tentang anti penjajahan, kemerdekaan dan perdamaian. Tujuan dari Konferensi Asia Afrika tersebut berhasil tercapai seperti yang termuat dalam DASA SILA BANDUNG atau 10 prinsip perdamaian.

Sepak terjang Soekarno saat muda di Kota Bandung selama 13 tahun telah menimbulkan kesan yang mendalam bagi masyarakat Bandung khususnya. Sejak memulai kuliah, berorganisasi, pergerakan nasional dan menikah di Bandung, tapak-tapak sejarahnya sangat begitu berarti untuk masyarakat sekarang dalam mengenang jasa-jasanya. Kini Kota Bandung menjadi salah satu kota dengan destinasi wisata sejarah yang banyak dan monumental dari mendiang Soekarno.

Soekarno adalah salah satu pendatang ke Kota Bandung yang berhasil mengukir namanya dipanggung dunia. Terima kasih Bung Karno, karena Bung telah mengharumkan nama Kota Bandung. Masyarakat seluruh dunia akan selalu menyebutkan nama Kota Bandung saat peringatan Konferensi Asia Afrika. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)