Pendatang ke Bandung yang Jadi Presiden

bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan Selasa 14 Apr 2026, 16:08 WIB
Monumen Soekarno di Lapas Banceuy Bandung. (Sumber: Ayobandung)

Monumen Soekarno di Lapas Banceuy Bandung. (Sumber: Ayobandung)

Soekarno adalah salah satu pendatang yang banyak menorehkan catatan sejarah monumental di Bandung, Jawa Barat. Di Kota Bandung inilah, giat politiknya semakin menggunung karena secara langsung ia melihat kekejaman dan ketidakadilan yang dilakukan oleh penjajah Belanda terhadap rakyat Priangan. Jiwa nasionalismenya terbakar dan terus menerus memaki penjajah yang bertindak semau gue terhadap rakyat.

Tamat dari HBS atau Hogere Burgerschool, setingkat SMA di Surabaya pada 10 Juni 1921. Soekarno muda datang ke Bandung untuk kuliah di Technische Hogeschool te Bandoeng atau sekarang Institut Teknologi Bandung yang saat itu baru satu tahun berdiri. Lima tahun kemudian, Soekarno berhasil tamat dari kampus yang berada di Jl. Ganesha tersebut dan berhak menyandang gelar insinyur sipil.

Kota Bandung memiliki tempat istimewa dalam perjalanan hidup Soekarno, sang Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia ini. Soekarno menetap di Bandung antara tahun 1921-1934 atau hampir 13 tahun yang penuh liku-liku dalam suasana penjajahan Belanda. Di kota ini pula gagasan besar tentang kemerdekaan, ideologi, serta perjalanan kehidupan pribadi Soekarno tumbuh dan berkembang. Bandung tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi menjadi "palu penempa" bagi pemikiran dan perjuangan dirinya.

Kegiatan Soekarno di Bandung sangat aktif, tidak hanya sebagai mahasiswa teknik saja, tetapi juga sebagai aktivis politik. Ia mendirikan organisasi Algemeene Studie Club pada tahun 1926. Organisasi ini menjadi wadah diskusi intelektual yang membahas kolonialisme, nasionalisme, dan masa depan Indonesia.

Setelah itu lahir gagasan untuk mendirikan Partai Nasional Indonesia atau PNI pada tahun 1927. PNI menjadi salah satu organisasi penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Aktivitas politiknya yang semakin intens membuat Soekarno diawasi oleh pemerintah kolonial Belanda, bahkan akhirnya ditangkap dan diadili di Bandung.

Mohammad Hatta (kiri) dan Soekarno (kanan) dalam sebuah kesempatan. (Sumber: Wikimedia)
Mohammad Hatta (kiri) dan Soekarno (kanan) dalam sebuah kesempatan. (Sumber: Wikimedia)

Pemerintah Hindia Belanda menganggap Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dipimpin Soekarno mengancam stabilitas kolonial dengan seruan kemerdekaan. Ia bersama Gatot Mangkoepradja, Maskoen Soemadiredja, dan Soepriadinata ditangkap akhir Desember 1929 di Yogyakarta saat pulang setelah menghadiri konggres dan dipenjara di Banceuy, Bandung.

Saat sidang kasus di atas, Soekarno membuat pledoi Indonesia Menggugat disampaikan pada 2 Desember 1930, pledoi ini disusun di penjara. Isinya bukan sekadar pembelaan diri, melainkan gugatan balik terhadap penjajahan Belanda yang menyengsarakan rakyat dan bukti kebobrokan sistem penjajahan. Sidang menjatuhkan hukuman empat tahun penjara. Setelah itu Soekarno di buang ke Flores, NTT dan Bengkulu sampai bebas tahun 1942 dan akhirnya menetap di Jakarta.

Di Kota Bandung juga, Soekarno menyemaikan bunga cintanya di dalam hati Inggit Garnasih atau Ibu Inggit. Sisi romantisme Soekarno terpikat oleh keanggunan Ibu Inggit sehingga ia berani memberikan sejuta cintanya kepada Ibu Inggit meski terpaut perbedaan umur 13 tahun, Soekarno masih berumur 20 tahun dan Ibu Inggit berada di usia 33 tahun.

Dengan kelembutan hatinya, Ibu Inggit pun menerima ketulusan Soekarno untuk berada dalam satu biduk yang mengantarkan perjalanan cinta mereka sebagai pasangan suami istri. Akhirnya Ibu Inggit dipersunting oleh Soekarno pada 24 Maret 1923 sampai tiba pada 20 tahun kemudian , mereka tidak bersama lagi dalam satu biduk.

Ungkapan "Hanya ke Bandung lah aku kembali kepada cintaku yang sesungguhnya" adalah salah satu ucapan apik Soekarno yang menggambarkan hubungan batin yang sangat hebat dengan kota tersebut. Soekarno menganggap Kota Bandung adalah panggung ekspresi dari sejumlah ekspetasi besar yang ada dalam dirinya saat penjajahan dengan begitu kejam mencengkeram leher-leher rakyat Indonesia. Ia mendirikan berbagai organisasi perjuangan sekaligus perlawanan yang mengantarkan dirinya masuk ke penjara Banceuy dan Sukamiskin.

Setelah Indonesia merdeka di tahun 1945, sepuluh tahun kemudian Soekarno yang saat itu adalah Presiden RI, kembali ke Kota Bandung dalam suasana yang berbeda. Tepat dipertengahan bulan April tahun 1955, Kota Bandung terpilih menjadi tempat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika atau KAA. Sebuah konferensi yang mempertemukan negara-negara dari benua Asia dan Afrika untuk membicarakan tentang anti penjajahan, kemerdekaan dan perdamaian. Tujuan dari Konferensi Asia Afrika tersebut berhasil tercapai seperti yang termuat dalam DASA SILA BANDUNG atau 10 prinsip perdamaian.

Sepak terjang Soekarno saat muda di Kota Bandung selama 13 tahun telah menimbulkan kesan yang mendalam bagi masyarakat Bandung khususnya. Sejak memulai kuliah, berorganisasi, pergerakan nasional dan menikah di Bandung, tapak-tapak sejarahnya sangat begitu berarti untuk masyarakat sekarang dalam mengenang jasa-jasanya. Kini Kota Bandung menjadi salah satu kota dengan destinasi wisata sejarah yang banyak dan monumental dari mendiang Soekarno.

Soekarno adalah salah satu pendatang ke Kota Bandung yang berhasil mengukir namanya dipanggung dunia. Terima kasih Bung Karno, karena Bung telah mengharumkan nama Kota Bandung. Masyarakat seluruh dunia akan selalu menyebutkan nama Kota Bandung saat peringatan Konferensi Asia Afrika. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Mei 2026, 11:38

Inflasi Mengganas: Pilih Menabung Sampai Bonyok atau Berutang Biar Jadi Bos?

Memegang uang tunai terlalu lama di dalam tabungan adalah sebuah kerugian karena nilainya menyusut.

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 10:13

Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Beranda 20 Mei 2026, 09:39

Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

Panti Nazareth di Bandung bukan sekadar tempat tinggal lansia, tetapi ruang untuk menemani para oma menjalani masa tua dengan hangat.

Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 08:51

Molornya Acara Nobar 'Pesta Babi': Pilih Bertahan atau Pergi

Untuk peduli dan mengajak banyak orang peduli dengan isu-isu krusial dan besar.

Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain untuk peduli kepada mereka yang diperlakukan semena-mena. Sementara dengan orang terdekat kita tidak peduli dengan waktunya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 05:35

Tamasya ke Pantai Pasir Putih Pangandaran, Surga Tersembunyi di Balik Hutan Pananjung

Tersembunyi di balik hutan Pananjung, Pantai Pasir Putih Pangandaran dikenal dengan air jernih, terumbu karang, dan suasana yang lebih sunyi.

Pantai Pasir Putih Pangandaran.
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 03:00

Tamasya Bukit Strawberry Lembang, Bucket List Wisata Panorama Perbukitan di Bandung Barat

Panduan wisata Bukit Strawberry Lembang lengkap: tiket masuk, petik strawberry, wahana keluarga, glamping, kuliner, hingga waktu terbaik berkunjung.

Bukit Strawberry Lembang.
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 20:05

Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

Seberdaya apapun seorang perempuan tapi jika belum menikah, mereka seringkali dianggap tidak cukup lengkap hidup di tengah masyarakat.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 17:52

Eksistensialisme Mahasiswa Zaman Now: Daya Nalar Mengikis, yang Penting Eksis!

Menurunnya daya nalar adalah lampu kuning bagi masa depan.

Ilustrasi mahasiswa. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Habib Riyadhi A.S)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 17:35

Panduan Berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon, Jejak Kesultanan Zaman Baheula

Keraton Kanoman Cirebon menawarkan wisata sejarah, museum pusaka, dan tradisi kesultanan yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk pasar kota tua.

Gedung Gajah Mungkur di kompleks Keraton Kanoman CIrebon. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 19 Mei 2026, 16:25

Bagi Wagino, Menjaga Buku Sama Artinya dengan Menjaga Harapan Orang untuk Belajar

Di tengah budaya digital, Wagino M Putra tetap menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, dan percaya membaca adalah pondasi penting bagi generasi muda.

Wagino M Putra tetap setia menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, sambil meyakini bahwa buku tidak akan tergantikan oleh layar ponsel. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 19 Mei 2026, 16:25

Digitalisasi yang Tanpa Sadar Mendongkrak Kenaikan Kelas UMKM Cikopi Mang Eko

Inilah sisi menarik lain dari Cikopi Mang Eko yang jarang diceritakan, tentang peran vital digitalisasi yang tanpa sadar telah mendongkrak 'UMKM Naik Kelas'.

Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko,  di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 15:27

Menolak Lupa Mei 98: Kini Indonesia Cemas akan Rupiah Kian Melorot

Jika pemerintah terus abai, krisis kepercayaan publik yang meruntuhkan Orde Baru bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Massa membakar kursi dan benda lainnya saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarra. (Sumber: Publication of the Indonesian government without copyright notice)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 14:53

Panduan Jelajah Wisata Lembang Bandung, Iteneray Liburan Pilihan Destinasi Favorit

Jelajahi wisata favorit Lembang seperti Farmhouse, Floating Market, The Lodge Maribaya, hingga Curug Maribaya lengkap dengan tips waktu kunjungan terbaik.

Farmhouse Susu Lembang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ikon 19 Mei 2026, 14:05

Jembatan BBS, Dari Muara Sampah Sampai Jadi Tempat Nongkrong

Jembatan BBS di Bandung Barat dikenal sebagai spot nongkrong estetik di atas Citarum, meski kawasan ini juga menjadi tempat penumpukan sampah.

Jembatan Babakan Sapan (BBS) di Bandung Barat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 13:44

Dari Pesisir Lasem hingga Jadi Maestro Kuliner di Bandung: Mengenang Dedikasi Julie Sutarjana

Julie Sutarjana pernah melewati "masa sulit" perjuangan ekonomi di Bandung.

Julie Sutarjana. (Sumber: Instagram | Foto: kedainyonyarumah.bdg)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 11:49

Untuk Bertahan Jangan jadi Manusia Polos di Bandung

Bertahan bukan tentang bisa makan dan memiliki pekerjaan saja melainkan bertahan dari segala tindak kriminalitas dan modus penipuan yang terjadi di ruang publik di Kota Bandung.

Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 10:36

Bangkit di Kota Hujan: Dari PHK hingga Peluang Baru

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, menjadi perjuangan nyata bagi warga Bandung di tengah badai PHK.

Kota Hujan di Bandung. (Sumber: Humas Kota Bandung)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 09:11

Mengapa Kasus Ban Truk Lepas Terus Berulang?

Kasus ban truk lepas yang terus berulang menunjukkan pentingnya perawatan kendaraan, inspeksi rutin, dan penguatan budaya keselamatan transportasi jalan.

Dua gerobak pedagang di Kawasan Simpang DAM, Kota Batam, hancur dihantam ban truk pengangkut tanah yang lepas pada Senin (30/6/2025). (Sumber: Youtube/Official UTV)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 08:10

Syukur, Takabur, dan Kufur

Dari momen sederhana itu tersimpan harapan agar langkah kecil hari ini menjadi motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjaganya dalam ingatan, dan menghidupkannya dalam keseharian.

Di balik kelancaran menghafal hingga 5 juz para murid hari ini, Sabtu (16/6/2026) ada komitmen dan disiplin kuat dalam menjaga rutinitas. (Sumber: Tangkap layar Instagram @sdialamanahbdg)
Ayo Netizen 18 Mei 2026, 20:54

Potret Bandung Era Tahun 70-an dalam Koran GALA Edisi Lawas

Membaca surat kabar lama sering kali terasa seperti menaiki mesin waktu.

Halaman depan surat kabar GALA edisi 16 Mei 1973, terbit 53 tahun silam, yang menjadi salah satu potret dinamika sosial, politik, dan kehidupan Kota Bandung pada masanya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)