Pendatang ke Bandung yang Jadi Presiden

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Monumen Soekarno di Lapas Banceuy Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Monumen Soekarno di Lapas Banceuy Bandung. (Sumber: Ayobandung)

Soekarno adalah salah satu pendatang yang banyak menorehkan catatan sejarah monumental di Bandung, Jawa Barat. Di Kota Bandung inilah, giat politiknya semakin menggunung karena secara langsung ia melihat kekejaman dan ketidakadilan yang dilakukan oleh penjajah Belanda terhadap rakyat Priangan. Jiwa nasionalismenya terbakar dan terus menerus memaki penjajah yang bertindak semau gue terhadap rakyat.

Tamat dari HBS atau Hogere Burgerschool, setingkat SMA di Surabaya pada 10 Juni 1921. Soekarno muda datang ke Bandung untuk kuliah di Technische Hogeschool te Bandoeng atau sekarang Institut Teknologi Bandung yang saat itu baru satu tahun berdiri. Lima tahun kemudian, Soekarno berhasil tamat dari kampus yang berada di Jl. Ganesha tersebut dan berhak menyandang gelar insinyur sipil.

Kota Bandung memiliki tempat istimewa dalam perjalanan hidup Soekarno, sang Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia ini. Soekarno menetap di Bandung antara tahun 1921-1934 atau hampir 13 tahun yang penuh liku-liku dalam suasana penjajahan Belanda. Di kota ini pula gagasan besar tentang kemerdekaan, ideologi, serta perjalanan kehidupan pribadi Soekarno tumbuh dan berkembang. Bandung tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi menjadi "palu penempa" bagi pemikiran dan perjuangan dirinya.

Kegiatan Soekarno di Bandung sangat aktif, tidak hanya sebagai mahasiswa teknik saja, tetapi juga sebagai aktivis politik. Ia mendirikan organisasi Algemeene Studie Club pada tahun 1926. Organisasi ini menjadi wadah diskusi intelektual yang membahas kolonialisme, nasionalisme, dan masa depan Indonesia.

Setelah itu lahir gagasan untuk mendirikan Partai Nasional Indonesia atau PNI pada tahun 1927. PNI menjadi salah satu organisasi penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Aktivitas politiknya yang semakin intens membuat Soekarno diawasi oleh pemerintah kolonial Belanda, bahkan akhirnya ditangkap dan diadili di Bandung.

Mohammad Hatta (kiri) dan Soekarno (kanan) dalam sebuah kesempatan. (Sumber: Wikimedia)
Mohammad Hatta (kiri) dan Soekarno (kanan) dalam sebuah kesempatan. (Sumber: Wikimedia)

Pemerintah Hindia Belanda menganggap Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dipimpin Soekarno mengancam stabilitas kolonial dengan seruan kemerdekaan. Ia bersama Gatot Mangkoepradja, Maskoen Soemadiredja, dan Soepriadinata ditangkap akhir Desember 1929 di Yogyakarta saat pulang setelah menghadiri konggres dan dipenjara di Banceuy, Bandung.

Saat sidang kasus di atas, Soekarno membuat pledoi Indonesia Menggugat disampaikan pada 2 Desember 1930, pledoi ini disusun di penjara. Isinya bukan sekadar pembelaan diri, melainkan gugatan balik terhadap penjajahan Belanda yang menyengsarakan rakyat dan bukti kebobrokan sistem penjajahan. Sidang menjatuhkan hukuman empat tahun penjara. Setelah itu Soekarno di buang ke Flores, NTT dan Bengkulu sampai bebas tahun 1942 dan akhirnya menetap di Jakarta.

Di Kota Bandung juga, Soekarno menyemaikan bunga cintanya di dalam hati Inggit Garnasih atau Ibu Inggit. Sisi romantisme Soekarno terpikat oleh keanggunan Ibu Inggit sehingga ia berani memberikan sejuta cintanya kepada Ibu Inggit meski terpaut perbedaan umur 13 tahun, Soekarno masih berumur 20 tahun dan Ibu Inggit berada di usia 33 tahun.

Dengan kelembutan hatinya, Ibu Inggit pun menerima ketulusan Soekarno untuk berada dalam satu biduk yang mengantarkan perjalanan cinta mereka sebagai pasangan suami istri. Akhirnya Ibu Inggit dipersunting oleh Soekarno pada 24 Maret 1923 sampai tiba pada 20 tahun kemudian , mereka tidak bersama lagi dalam satu biduk.

Ungkapan "Hanya ke Bandung lah aku kembali kepada cintaku yang sesungguhnya" adalah salah satu ucapan apik Soekarno yang menggambarkan hubungan batin yang sangat hebat dengan kota tersebut. Soekarno menganggap Kota Bandung adalah panggung ekspresi dari sejumlah ekspetasi besar yang ada dalam dirinya saat penjajahan dengan begitu kejam mencengkeram leher-leher rakyat Indonesia. Ia mendirikan berbagai organisasi perjuangan sekaligus perlawanan yang mengantarkan dirinya masuk ke penjara Banceuy dan Sukamiskin.

Setelah Indonesia merdeka di tahun 1945, sepuluh tahun kemudian Soekarno yang saat itu adalah Presiden RI, kembali ke Kota Bandung dalam suasana yang berbeda. Tepat dipertengahan bulan April tahun 1955, Kota Bandung terpilih menjadi tempat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika atau KAA. Sebuah konferensi yang mempertemukan negara-negara dari benua Asia dan Afrika untuk membicarakan tentang anti penjajahan, kemerdekaan dan perdamaian. Tujuan dari Konferensi Asia Afrika tersebut berhasil tercapai seperti yang termuat dalam DASA SILA BANDUNG atau 10 prinsip perdamaian.

Sepak terjang Soekarno saat muda di Kota Bandung selama 13 tahun telah menimbulkan kesan yang mendalam bagi masyarakat Bandung khususnya. Sejak memulai kuliah, berorganisasi, pergerakan nasional dan menikah di Bandung, tapak-tapak sejarahnya sangat begitu berarti untuk masyarakat sekarang dalam mengenang jasa-jasanya. Kini Kota Bandung menjadi salah satu kota dengan destinasi wisata sejarah yang banyak dan monumental dari mendiang Soekarno.

Soekarno adalah salah satu pendatang ke Kota Bandung yang berhasil mengukir namanya dipanggung dunia. Terima kasih Bung Karno, karena Bung telah mengharumkan nama Kota Bandung. Masyarakat seluruh dunia akan selalu menyebutkan nama Kota Bandung saat peringatan Konferensi Asia Afrika. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)