Masih Ada Waktu! 10 Momen Mei yang Bisa Jadi Tulisanmu di Ayobandung.id

4 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Kondisi Pasar Buku Palasari Bandung kini, terus bertahan di tengfah gempuran perubahan zaman. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Kondisi Pasar Buku Palasari Bandung kini, terus bertahan di tengfah gempuran perubahan zaman. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)

AYOBANDUNG.ID Kamu sudah berniat menulis sejak awal Mei, tapi entah kenapa, niatnya terus tertunda? Hari Buruh lewat, Hardiknas lewat, dan kamu masih menatap layar kosong.

Tenang. Mei belum selesai; dan kesempatan untuk bercerita masih terbuka lebar.

Tema bulan ini adalah Bersabar, Bekerja, dan Berkorban demi Bertahan Hidup di Bandung. Tiga nilai yang terdengar sederhana, tapi siapa pun yang pernah tinggal di kota ini tahu: menjalaninya sama sekali tidak mudah.

Berikut sepuluh momen yang tersisa di Mei, dan bagaimana masing-masing bisa menjadi pintu masuk menuju tulisanmu.

1. Hari Lembaga Sosial Desa — 5 Mei

(Bekerja)

Posyandu, karang taruna, kelompok PKK, ronda malam. Kita sering melewatinya begitu saja. Padahal di balik kegiatan-kegiatan itu ada wajah-wajah yang sudah bertahun-tahun bekerja tanpa sorotan, tanpa upah yang sepadan, dan sering kali tanpa tepuk tangan. Tulislah tentang satu orang atau satu lembaga di lingkunganmu — dan tunjukkan bahwa tidak ada kerja yang benar-benar kecil di kota ini.

2. Kenaikan Yesus Kristus — 14 Mei

(Berkorban)

Hari ini berbicara tentang keyakinan bahwa pengorbanan yang tulus tidak pernah berakhir sia-sia. Tapi pertanyaan yang lebih universal bisa kamu ajukan: pengorbanan apa yang pernah kamu lakukan atau saksikan demi bisa tetap bertahan di Bandung? Tidak harus dramatis. Kadang pengorbanan paling nyata justru yang paling diam.

3. Malam Renungan AIDS Nusantara — 15 Mei

(Bersabar)

Ini salah satu peringatan yang paling jarang ditulis. Di baliknya ada cerita tentang kesabaran yang luar biasa berat: keluarga yang merawat dalam diam, mereka yang berjuang melawan stigma bertahun-tahun, orang-orang yang memilih tetap hadir meski dunia seolah berpaling. Kalau kamu punya cerita atau pernah menyaksikan salah satuny, ini saatnya.

4. Hari Buku Nasional — 17 Mei

(Bersabar & Bekerja)

Membaca adalah kerja yang pelan. Tidak ada hasilnya yang langsung terlihat — ia butuh kesabaran, halaman demi halaman. Tulislah tentang buku yang pernah mengubah cara pandangmu tentang Bandung, tentang pekerjaan, atau tentang hidup. Bisa buku dari perpustakaan sekolah, lapak bekas pinggir jalan, atau pinjaman dari teman kos yang tak pernah dikembalikan.

5. Hari Kebangkitan Nasional — 20 Mei

(Bersabar)

Jangan tergoda menulis sejarah — sejarah sudah banyak yang menulis. Yang belum banyak ditulis adalah versi personalnya: apa artinya bangkit bagimu, sebagai warga Bandung yang pernah jatuh? Kehilangan pekerjaan, gagal usaha, atau sekadar pernah ingin menyerah lalu memilih untuk tidak, itu juga kebangkitan. Dan kebangkitan selalu dimulai dari kesabaran yang keras kepala.

6. Hari Peringatan Reformasi — 21 Mei

(Berkorban)

Sudah hampir tiga dekade. Kamu mungkin masih kecil waktu itu, atau bahkan belum lahir. Tapi reformasi adalah buah dari pengorbanan generasi sebelum kita, yang turun ke jalan, yang kehilangan banyak hal, yang memilih masa depan orang lain di atas keselamatan diri sendiri. Tulislah tentang satu hal yang kamu syukuri bisa lakukan sekarang, yang mungkin tak bisa dilakukan generasi itu.

7. Hari Raya Idul Adha 1447 H — 27 Mei

(Berkorban)

Idul Adha bukan hanya tentang hewan kurban. Ia tentang melepas sesuatu yang dicintai dengan sadar dan ikhlas. Di Bandung, ada banyak bentuk kurban yang tidak pernah masuk berita: orang tua yang menjual tanah di kampung demi anak bisa kuliah di kota ini, pasangan yang menunda impian mereka demi keluarga, perantau yang setiap bulan mengirim sebagian gajinya pulang meski hidupnya sendiri pas-pasan. Cerita seperti itu layak ditulis.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)

8. Hari Lanjut Usia Nasional — 29 Mei

(Bersabar & Berkorban)

Menjadi tua di Bandung bukan perkara mudah. Apakah kota ini cukup ramah untuk mereka, trotoarnya, angkutan umumnya, fasilitas kesehatannya? Atau tulislah dari sudut yang lebih personal: tentang bagaimana kamu atau keluargamu merawat yang tua dengan sabar, tentang pengorbanan yang datang diam-diam saat mendampingi orang tua yang mulai membutuhkan lebih banyak.

9. Hari Keluarga Nasional — 29 Mei

(Berkorban & Bekerja)

Keluarga di Bandung tidak selalu tinggal seatap. Banyak yang terpisah jarak, seperti anak merantau dan orang tua di kampung. Bekerja keras demi keluarga, sambil menanggung jarak yang tidak selalu mudah, adalah pengorbanan yang berlapis. Tulislah tentang bagaimana keluargamu tetap menjadi keluarga meski terpisah — atau tentang "keluarga" baru yang kamu temukan di kota ini.

10. Hari Raya Waisak 2570 BE — 31 Mei

(Bersabar)

Waisak menutup Mei dengan pesan yang tenang: pencerahan hanya datang melalui kesabaran yang sungguh-sungguh dijalani. Tidak perlu beragama Buddha untuk merasakan relevansinya. Tulislah tentang satu hal yang akhirnya kamu pahami (tentang Bandung dan tentang dirimu sendiri) setelah melewati proses yang panjang, lambat, dan tidak selalu menyenangkan.

Sepuluh momen, sepuluh pintu. Kamu tidak perlu membuka semuanya, cukup satu yang paling dekat dengan hidupmu dan paling jujur bisa kamu ceritakan.

Karena pada akhirnya, tema bulan ini bukan tentang tanggal. Tema ini tentang kamu: yang bersabar, yang bekerja, yang berkorban, dan yang masih memilih untuk bertahan di kota ini hari demi hari.

Tulisanmu menunggu untuk ditulis.

Kirimkan tulisanmu melalui akun penulis di Ayobandung.id, periode publikasi hingga 31 Mei 2026. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:47

Siapa yang Menceritakan Indonesia? Perpektif dalam 'Semua untuk Hindia' dan 'Indonesia Calling'

Mengupas dilema orang Eropa hingga solidaritas buruh internasional demi melihat kemerdekaan dari sisi kemanusiaan.

Cover buku Kumpulan Carpen Semua Untuk Hindia dan Tangkapan Layar Pribadi Film Indonesia Calling (Sumber: Indonesiana.id dan channel youtube @pcasmilus)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:22

Jejak Galian Tambang yang Menggerus Alam dan Mengoyak Sejarah Sungai Cisadane

Rumpin menyimpan sejarah panjang perubahan, dari perkebunan kolonial hingga tambang galian C yang menggerus Sungai Cisadane dan membelah masyarakatnya.

Sungai Cisadane Dahulu. (Sumber: COLLECTIE TROPENMUSEUM  | Foto: G.F.J. (Georg Friedrich Johannes) Bley)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:04

Jalan Berlubang, Nyawa Melayang: Pelajaran dari Tragedi di Pasteur

Tragedi di Jalan Pasteur menjadi pengingat bahwa jalan berlubang dapat memicu kecelakaan fatal dan menegaskan pentingnya prinsip jalan berkeselamatan.

Seorang pengemudi ojek online tewas usai terjatuh karena lubang di Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung, Rabu (17/6/2026). (Sumber: Dok. Unit Gakkum Polrestabes Bandung)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 09:28

Endorse Jutaan, Hasil Recehan

Memilih influencer sebagai strategi marketing perusahaan produk fashion tidak lagi menjadi daya tarik yang kuat bagi konsumen Gen Z karena Gen Z lebih peduli terhadap produk murah dan diskon.

Sejumlah pengunjung memilih pakaian di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 09:09

Mengapa Internet Tidak Gratis Bagi Pendidikan?

Kebutuhan internet gratis sangat tepat untuk menjadikan sekolah berselancar dengan internet sehingga wawasan pendidikan makin terbuka.

ilustrasi berselancar di internet. (Sumber: Pexels/Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 18 Jun 2026, 20:17

Dari Tanam Paksa ke Investasi Modern: Mengkritisi Pola Investasi Masa Kolonial untuk Masa Kini

Investasi Indonesia berubah dari eksploitatif di era kolonial menjadi lebih inklusif di era modern, dengan realisasi Rp1.418 triliun dan 1,8 juta lapangan kerja pada 2023.

Tembakau kering di Jawa Timur sebelum tahun 1939. (Sumber: Wereldmuseum Amsterdam)
Ayo Biz 18 Jun 2026, 20:06

Belajar Kebijaksanaan dari BUMDes Cisurat, Bersaing Sehat dengan Agen BRILink Warganya

Dahulu, warga Desa Cisurat harus menempuh perjalanan rata-rata 10 kilometer untuk urusan perbankan.

Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat (Wibawa Mukti), Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)