Antrean Solar Subsidi Picu Kemacetan serta Ganggu Angkutan Umum dan Logistrik

5 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan
Antrean truk yang akan membeli solar subsidi di SPBU Nagreg mengular hingga ke jalan raya, Kamis (30/4/2026) siang. (Sumber: Facebook/Radio Elshinta 90FM)
Antrean truk yang akan membeli solar subsidi di SPBU Nagreg mengular hingga ke jalan raya, Kamis (30/4/2026) siang. (Sumber: Facebook/Radio Elshinta 90FM)

Pada akhir April 2026, antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di menjadi perhatian publik. Kendaraan yang mengantre didominasi oleh truk, bus, serta minibus diesel seperti travel dan elf—semuanya bergantung pada solar subsidi.

Situasi ini tidak muncul tanpa sebab. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa antrean dipicu oleh terbatasnya ketersediaan solar subsidi, bahkan di beberapa SPBU dilaporkan kehabisan stok. Kondisi ini membuat kendaraan harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk mencari pasokan yang masih tersedia. Di sisi lain, pemberlakuan pembatasan pembelian solar subsidi melalui kuota harian membuat setiap kendaraan hanya dapat memperoleh BBM dalam jumlah terbatas, sehingga tidak sedikit kendaraan yang harus kembali mengantre pada hari berikutnya untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.

Perlu dicatat bahwa solar subsidi memang diperuntukkan bagi kelompok pengguna tertentu yang telah terdaftar di sistem Subsidi Tepat MyPertamina, antara lain kendaraan pribadi dengan kapasitas mesin hingga 2000 cc, angkutan umum seperti bus dan travel/elf berpelat kuning, kendaraan angkutan barang seperti pick up dan truk logistik (di luar sektor pertambangan dan perkebunan), serta kendaraan pelayanan publik seperti truk pengangkut sampah. Luasnya cakupan pengguna ini menjelaskan tingginya tekanan ketika terjadi gangguan pasokan.

Kondisi keterbatasan stok yang disertai pembatasan distribusi ini memunculkan antrean yang meluas hingga ke badan jalan. Dari perspektif transportasi, situasi ini menciptakan point congestion yang menurunkan kapasitas ruas jalan. Dalam teori lalu lintas, gangguan semacam ini meningkatkan derajat kejenuhan (degree of saturation) dan menurunkan kecepatan arus kendaraan secara signifikan. Studi Litman (2011) menunjukkan bahwa kemacetan perkotaan sangat sensitif terhadap gangguan kapasitas jalan.

Angkutan Umum dan Logistik Kehilangan Keandalan

Dampak paling nyata dirasakan oleh sektor yang sangat bergantung pada solar subsidi. Angkutan umum seperti bus dan minibus diesel mengalami penurunan frekuensi layanan karena waktu operasional tersita untuk mengantre BBM. Dalam kondisi normal, waktu tersebut digunakan untuk melayani perjalanan atau menjaga headway antar armada. Namun ketika dialihkan untuk antre, jumlah perjalanan yang dapat dilayani per hari otomatis berkurang.

Akibatnya, jadwal menjadi tidak dapat diandalkan dan waktu tunggu penumpang meningkat. Ketidakpastian ini tidak hanya menurunkan kenyamanan, tetapi juga mengganggu aktivitas harian masyarakat yang bergantung pada transportasi umum, seperti pekerja dan pelajar. Dalam jangka pendek, pengguna menghadapi keterlambatan; dalam jangka lebih panjang, kondisi ini dapat menurunkan kepercayaan terhadap layanan angkutan umum itu sendiri.

Informasi keterlambatan perjalanan travel akibat kelangkaan solar di SPBU. (Sumber: Threads/@cititransindo)
Informasi keterlambatan perjalanan travel akibat kelangkaan solar di SPBU. (Sumber: Threads/@cititransindo)

Fenomena ini sejalan dengan kajian Vuchic (2005), yang menunjukkan bahwa gangguan pada satu titik dalam sistem transportasi dapat merambat dan menurunkan reliabilitas layanan secara keseluruhan. Dalam konteks ini, antrean di SPBU bertindak sebagai bottleneck eksternal yang mengganggu siklus operasi armada, sehingga keterlambatan pada satu kendaraan dapat berimbas pada kendaraan lain dalam satu trayek.

Pada sektor logistik, dampaknya tidak kalah signifikan. Truk pengangkut barang menghadapi ketidakpastian operasional karena harus menyesuaikan perjalanan dengan ketersediaan bahan bakar, bukan lagi berdasarkan efisiensi rute atau jadwal distribusi. Waktu tempuh menjadi sulit diprediksi, dan jadwal pengiriman berisiko tertunda. Selain itu, waktu antre yang panjang meningkatkan biaya operasional, baik dari sisi konsumsi bahan bakar saat idle maupun biaya tenaga kerja.

Dalam perspektif yang lebih luas, inefisiensi ini berpotensi menimbulkan tekanan pada harga barang di tingkat lokal. Keterlambatan pengiriman dan meningkatnya biaya operasional dapat mendorong kenaikan biaya distribusi. Dalam struktur ekonomi perkotaan, biaya logistik merupakan komponen penting dalam pembentukan harga barang, terutama untuk kebutuhan pokok yang bergantung pada pasokan harian.

Ketika biaya distribusi meningkat, pelaku usaha cenderung melakukan penyesuaian harga untuk menjaga margin operasional. Jika kondisi ini terjadi secara luas dan berlangsung dalam periode tertentu, maka dapat memicu tekanan inflasi lokal, khususnya pada komoditas yang sensitif terhadap gangguan distribusi seperti bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga.

Lebih jauh, ketidakpastian dalam sistem logistik juga mengganggu efisiensi rantai pasok perkotaan. Pola distribusi yang semula dirancang berdasarkan ketepatan waktu (just-in-time delivery) menjadi sulit dipertahankan. Akibatnya, pelaku usaha mungkin perlu menambah buffer stock atau mengubah pola distribusi, yang pada akhirnya meningkatkan biaya penyimpanan dan operasional secara keseluruhan.

Dalam konteks ini, kelangkaan solar subsidi tidak hanya berdampak pada mobilitas, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi kota. Ketika transportasi dan logistik tidak berjalan efisien, efeknya dapat menjalar ke berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga kesejahteraan masyarakat perkotaan. Pada akhirnya, kasus ini menegaskan bahwa energi, transportasi, dan ekonomi perkotaan merupakan satu sistem yang saling terhubung. Gangguan pada pasokan energi tidak berhenti di SPBU, tetapi menjalar ke kinerja transportasi, efisiensi logistik, hingga stabilitas harga di tingkat kota. Tanpa pengelolaan yang terintegrasi, setiap gangguan kecil berpotensi berkembang menjadi tekanan yang lebih luas bagi mobilitas dan perekonomian perkotaan.

Perlu Integrasi Kebijakan Energi dan Transportasi

Kasus kelangkaan solar subsidi ini menunjukkan bahwa gangguan pada pasokan energi dapat dengan cepat berkembang menjadi krisis layanan perkotaan. Tidak hanya mobilitas yang terganggu, tetapi juga fungsi dasar kota seperti distribusi barang.

Terbatasnya ketersediaan solar subsidi di sejumlah SPBU, yang bahkan dilaporkan sempat kosong, memicu antrean panjang dan perpindahan kendaraan antar lokasi pengisian. Di sisi lain, kebijakan pembatasan pembelian melalui kuota harian membuat kebutuhan operasional tidak dapat dipenuhi dalam satu kali pengisian, sehingga kendaraan harus kembali mengantre pada hari berikutnya. Kombinasi antara keterbatasan stok dan pembatasan distribusi ini menciptakan antrean dan inefisiensi yang meluas di lapangan.

Pakar ekonomi memperingatkan risiko kelangkaan BBM subsidi akibat migrasi konsumen setelah harga Pertamax Turbo hingga Dexlite melonjak tajam. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pakar ekonomi memperingatkan risiko kelangkaan BBM subsidi akibat migrasi konsumen setelah harga Pertamax Turbo hingga Dexlite melonjak tajam. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Riset Transportation Research Board (2013) menegaskan bahwa reliabilitas waktu tempuh merupakan indikator utama dalam kinerja sistem transportasi. Dalam konteks ini, gangguan pasokan energi terbukti secara langsung menurunkan reliabilitas tersebut.

Oleh karena itu, diperlukan integrasi kebijakan energi dan transportasi. Pengelolaan distribusi BBM subsidi perlu disertai dengan manajemen pasokan yang lebih adaptif, pengawasan yang ketat, serta percepatan diversifikasi energi untuk sektor transportasi.

Tanpa intervensi yang tepat, kombinasi antara keterbatasan stok, pembatasan distribusi, dan tekanan operasional akan terus memicu antrean, memperparah kemacetan, serta mengganggu layanan publik yang vital bagi kehidupan kota. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Angga Marditama Sultan Sufanir
Asst. Professor of Transportation Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Berita Terkait

News Update

Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:47

Siapa yang Menceritakan Indonesia? Perpektif dalam 'Semua untuk Hindia' dan 'Indonesia Calling'

Mengupas dilema orang Eropa hingga solidaritas buruh internasional demi melihat kemerdekaan dari sisi kemanusiaan.

Cover buku Kumpulan Carpen Semua Untuk Hindia dan Tangkapan Layar Pribadi Film Indonesia Calling (Sumber: Indonesiana.id dan channel youtube @pcasmilus)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:22

Jejak Galian Tambang yang Menggerus Alam dan Mengoyak Sejarah Sungai Cisadane

Rumpin menyimpan sejarah panjang perubahan, dari perkebunan kolonial hingga tambang galian C yang menggerus Sungai Cisadane dan membelah masyarakatnya.

Sungai Cisadane Dahulu. (Sumber: COLLECTIE TROPENMUSEUM  | Foto: G.F.J. (Georg Friedrich Johannes) Bley)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:04

Jalan Berlubang, Nyawa Melayang: Pelajaran dari Tragedi di Pasteur

Tragedi di Jalan Pasteur menjadi pengingat bahwa jalan berlubang dapat memicu kecelakaan fatal dan menegaskan pentingnya prinsip jalan berkeselamatan.

Seorang pengemudi ojek online tewas usai terjatuh karena lubang di Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung, Rabu (17/6/2026). (Sumber: Dok. Unit Gakkum Polrestabes Bandung)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 09:28

Endorse Jutaan, Hasil Recehan

Memilih influencer sebagai strategi marketing perusahaan produk fashion tidak lagi menjadi daya tarik yang kuat bagi konsumen Gen Z karena Gen Z lebih peduli terhadap produk murah dan diskon.

Sejumlah pengunjung memilih pakaian di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 09:09

Mengapa Internet Tidak Gratis Bagi Pendidikan?

Kebutuhan internet gratis sangat tepat untuk menjadikan sekolah berselancar dengan internet sehingga wawasan pendidikan makin terbuka.

ilustrasi berselancar di internet. (Sumber: Pexels/Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 18 Jun 2026, 20:17

Dari Tanam Paksa ke Investasi Modern: Mengkritisi Pola Investasi Masa Kolonial untuk Masa Kini

Investasi Indonesia berubah dari eksploitatif di era kolonial menjadi lebih inklusif di era modern, dengan realisasi Rp1.418 triliun dan 1,8 juta lapangan kerja pada 2023.

Tembakau kering di Jawa Timur sebelum tahun 1939. (Sumber: Wereldmuseum Amsterdam)
Ayo Biz 18 Jun 2026, 20:06

Belajar Kebijaksanaan dari BUMDes Cisurat, Bersaing Sehat dengan Agen BRILink Warganya

Dahulu, warga Desa Cisurat harus menempuh perjalanan rata-rata 10 kilometer untuk urusan perbankan.

Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat (Wibawa Mukti), Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)