'Kasidah Cinta ‘Ammar Al-Iman': Kisah Keimanan, Kesetiaan, dan Keberanian ‘Ammar Al-Iman

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Drama musikal religi Sunda berjudul “Kasidah Cinta ‘Ammar Al-Iman” karya dan sutradara Rosyid E. Abb. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Drama musikal religi Sunda berjudul “Kasidah Cinta ‘Ammar Al-Iman” karya dan sutradara Rosyid E. Abb. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

TEATER Senapati Bandung kembali menggelar drama musikal reliji Sunda berjudul “Kasidah Cinta ‘Ammar Al- Iman” karya sutradara Rosyid E. Abby—penulis yang konsisten mengangkat sejarah Islam dengan pendekatan dramaturgi realisme, penguatan vokal, artikulasi, serta kedalaman psikologi tokoh—dan asisten sutradara Dadan Darto Ramdani. Pergelaran ini berlangsung di Teater Tertutup, Taman Budaya Jawa Barat, Jl. Bukit Dago Selatan No. 53A, Bandung, Sabtu, 7 Maret 2026, pk. 13.00 WIB, serta di Amphitheater UPI Jl. Dr. Setiabudi No.229, Isola, Kec. Sukasari, Bandung, Rabu, 11 Maret 2026, pk. 15.00 WIB.

Didukung tak kurang dari 55 pemain, konsep drama ini memadukan seni drama, nyanyian (seni musik), dan seni tari (gerak/koreo), dengan media dialognya menggunakan bahasa Sunda. Pentas ini merupakan rangkaian pentas episodial Drama Sunda Religi “Kasidah Cinta”, yang dipergelarkan setiap tahun di bulan Ramadan (sejak 2006) oleh kelompok Teater Senapati Bandung. 

Kasidah Cinta Jilid I berjudul “Kasidah Cinta Jalma-jalma nu Iman” (2006), lalu disusul dengan Kasidah Cinta jilid selanjutnya, yakni: “Kasidah Cinta Sang Muadzin” (2007 & 2019); “Kasidah Cinta Sang Singa Allah” (2008 & 2017); “Kasidah Cinta Sang Sahabat” (2009); “Kasidah Cinta Sang Abid” (2010); “Kasidah Cinta di Palagan Karbala” (2011); “Kasidah Cinta Al-Kubra” (2012, 2018, 2023); dan “Kasidah Cinta Al-Faruq” (2014, 2025); “Kasidah Cinta Shahabiyah” (Hindun binti ‘Utbah) (2016, 2024), “Kasidah Cinta Hamzah Asadullah” (2017); dan “Kasidah Cinta ‘Ammar Al-Iman” (2026).

Pentas Ramadan Teater Senapati kali ini dibuka dengan pembacaan puisi Kyai Matdon. Sementara pementasannya akan diperkuat para aktor senior, seperti Rinrin Candraresmi, Dado Tisna, Dian Hendrayana, Apip Catrixs, Eka Candra W, Harya Prabu, Heksa Ramdono, Ata Drumime, Superjonesia, Rasyid Vanadi, Dadan Darto Ramdani, dll, di samping para aktor dari komunitas teater SMA Pasundan 3 Bandung, Barak Teater, Teater Lima Wajah, dan Teater Kaler.

“Ammar al-Iman” adalah gelar yang diberikan Nabi Muhammad Saw kepada Ammar bin Yassir, yang berarti ‘Ammar yang penuh iman’. Ammar bin Yassir lahir di Makkah dari keluarga sederhana keturunan Yaman. Ayahnya, Yassir bin Amir, dan ibunya, Sumayyah binti Khayyat, termasuk kalangan mustadh‘afin (orang lemah) di tengah kerasnya masyarakat Quraisy. Saat Islam pertama kali diserukan oleh Nabi Muhammad, Ammar termasuk tujuh orang pertama yang memeluk Islam, menjadikannya pelopor dalam sejarah dakwah Islam.

Namun keimanannya segera diuji. Bersama kedua orang tuanya, Ammar menghadapi siksaan kejam kaum Quraisy. Mereka dibaringkan di padang pasir yang membara, disiksa agar meninggalkan Islam. Di hadapan matanya, ibunya Sumayyah gugur sebagai syahidah pertama dalam Islam, ditikam oleh Abu Jahal. Ayahnya pun wafat karena siksaan berat. Ammar sendiri sempat dipaksa mengucapkan kata kufur untuk menyelamatkan nyawanya — sesuatu yang kemudian diampuni oleh Allah dan Nabi, karena hatinya tetap beriman.

Drama musikal religi Sunda berjudul “Kasidah Cinta ‘Ammar Al-Iman” karya dan sutradara Rosyid E. Abb. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Drama musikal religi Sunda berjudul “Kasidah Cinta ‘Ammar Al-Iman” karya dan sutradara Rosyid E. Abb. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Setelah peristiwa hijrah, Ammar bergabung dengan kaum Muslimin di Madinah. Ia turut berjuang dalam Perang Badar, Uhud, Khandaq, dan seluruh peperangan besar bersama Rasulullah. Nabi Muhammad sangat menghormatinya dan pernah bersabda: “Ammar dipenuhi iman dari ujung rambut sampai ujung kaki.” Dan dalam hadis lain, Nabi bersabda: “Celakalah kelompok yang membunuh Ammar, karena ia akan dibunuh oleh kelompok yang zalim.”

Setelah wafatnya Rasulullah, Ammar tetap teguh dalam perjuangan Islam. Ia menjadi sahabat setia Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Di masa Khalifah Utsman bin Affan, ia menjadi salah satu sahabat yang lantang menyeru pada keadilan dan kebenaran, meski sering berselisih dengan para penguasa yang cenderung keras.

Baca Juga: Satir, Nyetir, dan Petir

Puncak kehidupannya terjadi pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, ketika terjadi Perang Shiffin antara pasukan Ali dan Muawiyah. Ammar, yang sudah sangat tua namun tetap gagah, berperang di pihak Ali —membela khalifah sah yang dipilih umat. Dalam pertempuran itu, Ammar gugur sebagai syahid setelah tubuhnya ditikam oleh pasukan lawan.

Wafatnya Ammar mengguncang banyak pihak, karena sabda Nabi terbukti: ia dibunuh oleh “kelompok yang zalim”. Jenazahnya dimuliakan, dan namanya dikenang sebagai simbol iman, kesetiaan, dan keberanian tanpa kompromi terhadap kebenaran.

“Kasidah Cinta Ammar al-Iman” adalah gambaran dan bukti cinta Ammar bin Yassir kepada Tuhannya, Allah Azza wa Jalla, beserta rasul-Nya, Muhammad Saw. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)