Antara Romantisme Syawal dan Realita Selat Hormuz

3 menit baca
Yudaningsih
Ditulis oleh Yudaningsih diterbitkan
Selat Hormuz. (Sumber: Wikimedia Commons /Lisensi CC)
Selat Hormuz. (Sumber: Wikimedia Commons /Lisensi CC)

Maret 2026 terasa seperti sebuah simfoni yang tumpang tindih bagi warga Bandung Raya. Di satu sisi, kita sedang membasuh diri dalam kekhusyukan Ramadan dan gegap gempita menjelang lebaran yang selalu dirindukan. Namun di sisi lain, saat aroma opor ayam belum terhidang di meja makan, sebuah guncangan hebat dari jarak ribuan kilometer mulai mengetuk pintu rumah kita.

Bagi warga Bandung mulai dari gang sempit di Tamansari hingga ruko mewah di Kota Baru Parahyangan, tentunya fase ini bukan sekadar perpindahan kalender. Penulis mengamati, hal ini adalah ujian ketangguhan ekonomi di tengah titik temu antara romantisme hari raya dan realitas geopolitik dunia yang membara.

Menjelang lebaran, biasanya kita menyaksikan Pasar Baru dan mall di sepanjang Jalan Riau sesak luar biasa. Hal tersebut dipicu oleh tradisi baju baru dan "angpao" yang turut menjadi bahan bakar mesin ekonomi lokal. UMKM Bandung menikmati peak season yang luar biasa; ada distribusi kekayaan dari perantau yang pulang membawa modal, menyuntikkan napas panjang bagi pedagang kecil pasca-fluktuasi harga bahan pokok di awal tahun.

Penulis miris saat harus jujur pada diri sendiri: euforia itu kini mulai berganti dengan kecemasan. Saat arus balik mereda di Terminal Cicaheum dan Leuwipanjang, Syawal yang biasanya menjadi simbol "Babak Baru" baik bagi pencari kerja maupun pasangan yang baru menikah, kini dibayangi oleh awan mendung dari Timur Tengah.

Sejak Selasa (03/03/2026), perang antara AS-Israel dengan Iran resmi memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Bukan sekadar angka di layar berita. Penutupan Selat Hormuz telah membuat harga minyak mentah Brent melonjak drastis. Beberapa ahli memprediksi, harga sembako juga BBM nonsubsidi akan mulai merangkak naik.

Bagi warga Bandung,hal ini tentunya ancaman nyata bagi "dua paru-paru" ekonomi kita:

  1. Industri Tekstil (TPT): Buruh pabrik di Majalaya dan Cimahi kini beradu nasib dengan kenaikan biaya energi produksi.
  2. Pariwisata: Saat biaya logistik naik dan daya beli nasional tercekik, wisata Lembang dan Ciwidey terancam sepi karena warga lebih memilih "puasa finansial".

Sebagaimana dilansir salahsatu media, ekonom UNPAD, Ferry Hadiyanto, memperingatkan bahwa dampak ini bisa terasa dalam hitungan minggu. Bahkan, muncul kekhawatiran krisis ini bisa lebih pahit dari masa pandemi Covid-19 jika kita tidak waspada.

Di tengah situasi APBN yang sedang "rapuh" karena komitmen belanja jumbo seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Profesor Vedi R. Hadiz mengingatkan bahwa pemerintah akan menghadapi pilihan sulit: menaikkan subsidi atau membiarkan inflasi menyapu daya beli rakyat.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Sumber: setneg.go.id)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Sumber: setneg.go.id)

Oleh karena itu, ada tiga alasan mengapa warga Bandung harus menjadi "Menteri Keuangan" bagi keluarganya sendiri mulai hari ini:

  1. Efisiensi Dompet: Jangan terjebak pada belanja tersier pasca-Lebaran. Simpan tunai (cash) Anda untuk kebutuhan pokok yang berpotensi melonjak akibat biaya logistik.
  2. Kemandirian UMKM: Fokuslah membelanjakan uang di ekosistem lokal. Membeli produk tetangga bukan lagi sekadar aksi sosial, tapi strategi bertahan hidup agar roda ekonomi Bandung tetap berputar di tengah tekanan global.
  3. Kritis terhadap Kebijakan: Warga Bandung perlu mendorong pemerintah agar lebih bijak mengelola anggaran. Jangan sampai proyek yang belum mendesak tetap dipaksakan sementara rakyat tercekik inflasi energi.

Baca Juga: Kemarahan Digital Perang Iran dan Keuntungannya bagi Platform Media Sosial

Bandung selalu punya cara untuk tetap cantik di tengah badai. Namun, keindahan itu butuh topangan ekonomi yang stabil. Ramadan telah melatih kedisplinan kita, dan kini Syawal menuntut ketangguhan kita.

Kemenangan sejati tahun ini bukanlah seberapa mewah perayaan lebaran kita, melainkan seberapa mampu kita menjaga api dapur tetap menyala di tengah gejolak global yang tak menentu. Mari kita jadikan Maret 2026 sebagai titik balik kemandirian ekonomi. Tahan dulu keinginan membeli gadget atau kendaraan baru; mari pastikan piring nasi kita tetap terisi dengan penuh perhitungan.

Sebab, apa yang terjadi di Selat Hormuz hari ini, akan menentukan seberapa kuat kita berdiri di tanah Parahyangan esok hari. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Yudaningsih
Tentang Yudaningsih
Yudaningsih, akademisi Tel-U & aktivis keterbukaan informasi publik, eks Tenaga Ahli KI Jabar, eks Komisioner KPU Bandung & KI Jabar, kini S3 SAA UIN SGD.

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)