Esensi Maaf Wapres dan Kekhawatiran Publik terkait Ancaman Banjir dan Tanah Longsor

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau lokasi terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, (Sumber: Dokumentasi Sekretariat Wakil Presiden)
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau lokasi terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, (Sumber: Dokumentasi Sekretariat Wakil Presiden)

Suasana tampak hening ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pada hari Minggu (25/1/2026), meminta maaf kepada segenap korban terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Suasana kebatinan para korban diselimuti duka yang mendalam dan kepasrahan terhadap masa depannya.

Persepsi publik terkait permintaan maaf pemerintah yang disampaikan Wapres Gibran itu tidak sekedar tentang usaha pencarian korban yang belum ditemukan. Kata maaf bisa diartikan mewakili segenap tingkat pemerintahan dari pemerintah pusat hingga daerah terkait dengan silih bergantinya bencana alam banjir bandang dan tanah longsor. Yang mana solusi dan mitigasi oleh pemerintah belum optimal dan masih banyak kekurangan.

Publik sudah paham bahwa cuaca ekstrim tidak bisa dijadikan satu-satunya kambing hitam. Namun kerusakan lingkungan akibat ulah manusia dan roda pembangunan yang mengorbankan kelestarian alam justru penyebab utamanya. Pemerintah Tengah menginvestigasi penyebab longsor, termasuk dugaan alih fungsi lahan. Laporan awal menyebutkan potensi dampak di wilayah yang berada di bagian atas lereng.

Sangat Sulit Mewujudkan Destana

Ancaman banjir dan tanah longsor membuat masyarakat luas di seluruh Tanah Air menjadi was-was. Terutama bagi mereka yang tempat tinggalnya rawan bencana. Masih adakah asa untuk memperkuat sistem destana dan membentuk postur Tagana tangguh yang berpengetahuan dan cekatan. Masyarakat sudah pasrah, karena program destana selama ini menghilang begitu saja.

Curah hujan ekstrem yang dipicu oleh dinamika atmosfer luar biasa akan terus berulang di seluruh penjuru tanah air. Pemerintah daerah perlu membenahi Program Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk menghadapi banjir bandang.
Perlu penguatan kelembagaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas, kemampuan, dan pengetahuan pemerintah daerah hingga masyarakat dalam penyempurnaan program Destana. Destana merupakan desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan kehidupan.

Dalam regulasi yang telah dirumuskan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tertuang dalam peraturan Nomor 1 Tahun 2012, setidaknya ada 20 indikator untuk menggambarkan ketangguhan suatu desa.

Prakiraan cuaca yang cepat dan akurat sangat berguna untuk mitigasi banjir bandang.  Banjir bandang itu sebenarnya bisa diprediksi sebelumnya, serta dikurangi daya rusaknya dengan teknologi agar tidak banyak memakan banyak korban jiwa dan menerjang infrastruktur publik.

Aliran banjir bandang biasanya melewati lereng dan aliran sungai yang sudah terbentuk sebelumnya namun karena debit airnya sangat banyak dan disertai debris (batu, tanah dan kayu) yang dibawa maka aliran ini akan memiliki momentum yang besar dan merusak apa saja yang ada di depannya.

Seharusnya pemerintah daerah dari kondisi tutupan lahan dan hutan sudah bisa melakukan usaha mitigasi dengan konstruksi flexible ring net.  Konstruksi tersebut terdiri dari serangkaian gelang baja yang berdiameter dengan ukuran tertentu yang digabung menjadi sebuah jaring. Rangkaian gelang tersebut tersebut akan membentuk suatu jaring yang fleksibel dan akan sanggup menahan material besar yang terbawa aliran banjir bandang.

Karena sistem mitigasi oleh pemerintah daerah masih belum efektif bahkan boleh dibilang telah berhenti. Perlu inisiatif yang bisa mengawal kondisi daerah aliran sungai (DAS) beserta degradasi atau kerusakan yang timbul sewaktu-waktu. Pengawalan juga ditujukan terhadap infrastruktur pengaman banjir, seperti kondisi aktual tanggul, pintu air, sistem pengelak banjir dan lain-lain.

Sebenarnya pengawasan dan perlindungan DAS menjadi tugas pemerintah. Namun selama ini kurang efektif dan terkendala disana-sini. Birokrasi yang selama ini menangani dan mengelola DAS kurang berdaya dan tidak efektif kerjanya.

Kelemahan pengelolaan DAS sebaiknya dibantu dengan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk mengawal DAS sepanjang waktu. Apalagi kondisi alam dan iklim yang tidak menentu saat ini, banjir bisa menerjang kapan saja.

Perlu sistem informasi yang bisa mengawal kondisi degradasi DAS dan kemungkinan buruknya yang bisa terjadi. Sistem informasi semacam itu lebih sempurna jika menerapkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang bisa diakses oleh publik. Pengawalan DAS berbasis SIG dengan peta-peta tematik yang relevan perlu diwujudkan.

Selama ini pihak birokrasi daerah kurang bisa menemukan faktor-faktor penting dari data spasial yang ada semakin melemahkan mitigasi bencana. Padahal dengan berbagai varian data spasial dasar seperti land cover atau peta tutupan lahan, DAS, kejadian banjir, kondisi curah hujan, batas administrasi, peta rupa-bumi, sistem lahan, dan Shuttle Radar Topography Mission (SRTM), setidaknya hal itu sangat berguna bagi upaya mitigasi bencana yang bisa meminimalkan resiko bencana. Begitu juga dengan data yang terkait dengan peta rawan banjir dan tanah longsor keberadaannya belum terkonsolidasi dengan baik.

Sayangnya eksistensi data spasial yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat dan daerah dengan biaya yang cukup besar ternyata tidak pernah tuntas dan sulit diolah menjadi solusi praktis untuk usaha mitigasi bencana.

Integrasi Sistem Mitigasi

Bencana alam tanah longsor di Kampung Condong, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Bencana alam tanah longsor di Kampung Condong, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Program Destana dan eksistensi Tagana memerlukan lembaga yang menjadi leading sektor terkait dengan integrasi sistem mitigasi dan command center agar efektif. Salah satu Lembaga yang cocok adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN). Karena BUMN ini memiliki jaringan infrastruktur hingga pelosok daerah.

Selain itu penggunaan daya listrik merupakan keniscayaan bagi usaha mitigasi bencana maupun penanggulangan bencana saat tanggap darurat maupun tahap rekonstruksi bangunan pasca bencana. PLN juga memiliki platform digital  pelanggan listrik yang berbasis data kependudukan dan dan data spasial.

Baca Juga: Longsor, Alih Fungsi, dan Alami

Peran PLN juga sangat tepat untuk membantu pemerintah daerah untuk melakukan modernisasi teknologi mitigasi bencana alam sesuai dengan perkembangan zaman, yakni era Industri 4.0. Dimana Perangkat IoT memiliki peran penting untuk mengubah teknik manajemen bencana reaktif menjadi teknik prediktif. Penggunaan perangkat IoT berupa sensor, robot, dan kendaraan tanpa awak dapat membantu dalam kesiapsiagaan dan responsivitas yang lebih baik terhadap bencana alam.

Semakin banyak sistem dan data prediksi yang terintegrasi dengan sistem mitigasi cerdas suatu wilayah maka diharapkan akan tercipta suatu sistem peringatan dini yang akurat, cepat, dan dapat mereduksi secara signifikan potensi terjadinya korban dalam suatu peristiwa bencana yang bersifat destruktif. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)