Melipir dari Kota: Pesona Magnetis Pinggiran Bandung

Muhammad Herdiansyah
Ditulis oleh Muhammad Herdiansyah diterbitkan Rabu 14 Jan 2026, 15:01 WIB
Situ Cileunca di Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)

Situ Cileunca di Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)

Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, adalah sebuah fenomena unik dalam peta turisme Indonesia. Secara geografis, kota ini terletak di sebuah cekungan (dikenal sebagai "Cekungan Bandung") dan dikelilingi oleh pegunungan. Kondisi inilah yang memberinya aset terbesar: udara yang relatif lebih sejuk dibandingkan kota-kota besar lain di Indonesia, terutama Jakarta.

Sejak era kolonial, Bandung telah dijuluki "Parijs van Java" (Paris-nya Jawa). Julukan ini bukan hanya karena keindahan arsitektur (banyak bangunan Art Deco peninggalan Belanda), tetapi juga karena atmosfernya yang modis dan kreatif. Seiring berjalannya waktu, kemajuan yang konsisten telah mentransformasi Bandung secara mendalam. Kota ini kini memantapkan posisinya di tiga pilar utama: sebagai 'Kota Pendidikan' yang dihormati, tempat ribuan intelektual muda ditempa; sebagai 'Pusat Fashion' yang dinamis dan menjadi barometer tren nasional; hingga puncaknya dikenal sebagai 'Surganya Kuliner' dengan banyaknya ragam kuliner dan kekayaan cita rasa yang ditawarkannya.

Bandung kini bukan sebatas gemerlap lampu kota, bukan juga sekedar fashion dan kuliner  nya saja, lebih dari itu Bandung memiliki daya tarik lain. Daya tarik ini adalah tentang pengalaman "melambat", menukar riuhnya pusat kota dengan tenangnya Alam. Inilah magnet baru yang menarik jutaan orang untuk menjelajahi poros pinggiran Bandung, mencari esensi sejati dari Bandung yang sejuk.

Melipir terbawa Arah Mata Angin

Pusat Kota memang memilik sejuta daya tarik yang memesona, namun jika jenuh dengan riuh pikuknya kota, Bandung selalu punya tempat untuk menepi. Kemanapun arah mata angin membawamu, Bandung tidak akan ada habisnya memberikan kesan yang indah.

Jika angin membawamu ke Timur, yang akan ditemui adalah ketenangan yang asri dan pesona alam tersembunyi. Kamu akan dipertemukan dengan destinasi air terjun (curug) alami dan perbukitan hijau yang akan menyegarkan jiwa dan menenangkan pikiran.

Jika angin membawamu ke Barat, yang akan ditemui adalah petualangan di bentang alam purba. Kamu akan dipertemukan dengan destinasi geopark bebatuan karst yang unik dan gua-gua prasejarah yang akan membangkitkan rasa takjub akan sejarah bumi.

Jika angin membawamu ke Selatan, yang akan ditemui adalah pemandangan alam yang dramatis dan magis. Kamu akan dipertemukan dengan destinasi hamparan kebun teh, kawah vulkanik, dan danau-danau berkabut yang akan membawamu dalam ketenangan yang romantis.

Jika angin membawamu ke Utara, yang akan ditemui adalah kreativitas tanpa batas dan hiburan yang modern. Kamu akan dipertemukan dengan destinasi wisata rekreasi tematik dan kafe-kafe estetik di lereng bukit yang akan memanjakan mata, kamera, dan menciptakan keriaan tak terlupakan.

Karst Citatah memiliki potensi besar sebagai wisata alam, olahraga, dan edukasi, seperti aktivitas panjat tebing. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Karst Citatah memiliki potensi besar sebagai wisata alam, olahraga, dan edukasi, seperti aktivitas panjat tebing. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Menjelajah Magnet di Empat Penjuru

"Bandung yang Utuh" adalah sebuah undangan. Undangan untuk tidak hanya singgah, tetapi menjelajah. Undangan untuk tidak hanya menikmati apa yang tersaji di pusat, tetapi juga mencari apa yang tersembunyi di tepian. Lalu, ke mana kompas perjalanan akan diarahkan?

Jika angin membawamu ke Timur, langkahmu akan menemukan ketenangan di Curug Cinulang atau Curug Cilengkrang. Di sinilah tempat perbukitan hijau di kawasan Cicalengka dan Manglayang berfungsi sebagai kanvas alam, meredam bisingnya notifikasi dan menggantinya dengan simfoni alam yang asri.

Geser haluan ke Barat, dan kamu akan menapaki jejak waktu. Berdirilah di antara formasi karst yang megah di Stone Garden GeoPark Padalarang. Lalu, susuri lorong misterius di Gua Pawon, saksi bisu kehidupan manusia purba yang pernah mendiami Cekungan Bandung ribuan tahun silam.

Arahkan kendaraan ke Selatan, di mana drama alam yang magis tersaji dalam bentuk paling murni. Biarkan kabut tebal Kawah Putih menyelimutimu dalam keheningan yang puitis. Rasakan ketenangan mendayung perahu di Situ Patenggang, dan biarkan indra penciumanmu dipenuhi aroma basah dari hamparan kebun teh Rancabali yang tak berujung.

Atau, biarkan keriaan menuntunmu ke Utara. Kawasan Lembang adalah episentrum kreativitas modern. Dari wisata rekreasi tematik yang imajinatif seperti Farmhouse atau The Great Asia Africa, hingga puluhan kafe estetik yang berlomba menawarkan pemandangan city light terbaik, inilah definisi hiburan urban yang bertemu dengan sejuknya udara pegunungan.

Melipir untuk Melengkapi

​"Melipir" dari kota pada akhirnya bukanlah sebuah pelarian, melainkan sebuah pelengkapan. Pesona magnetis Bandung tidak lagi terpusat hanya pada gedung Art Deco di Braga atau distro di Cihampelas.

​Pesona itu kini telah menyebar, mengakar di empat penjuru mata angin. Bandung telah berhasil memadukan tiga pilar utamanya Pendidikan, Fashion, dan Kuliner dengan aset terbesarnya: alam pegunungan yang mengelilinginya.

Baca Juga: Dari Pinggiran Jalan: Menyambung Hidup untuk Kebutuhan Harian

Setiap penjuru ini menawarkan kepingan yang berbeda dari mosaik besar bernama Bandung. Pusat kota mungkin adalah jantung yang memompa denyut kehidupan, namun empat penjuru di pinggirannya adalah jiwa yang memberi makna..

​Menjelajahi pinggiran Bandung adalah tentang menemukan keseimbangan. Setelah hiruk pikuk di pusat kota, poros-poros di pinggiran menawarkan jeda untuk "melambat", bernapas lebih dalam, dan menikmati esensi sejati mengapa kota ini dijuluki Parijs van Java: sebuah perpaduan antara kreativitas urban yang dinamis dan keindahan alam yang romantis. Inilah pesona Bandung yang utuh. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Herdiansyah
CPNS Lembaga Administrasi Negara

Berita Terkait

News Update

Ayo Jelajah 14 Jan 2026, 15:12 WIB

Sejarah Rumah Sakit Cicendo Bandung, Lawan Kebutaan Sejak 1909

Sejarah RS Mata Cicendo Bandung sejak era kolonial hingga menjadi Pusat Mata Nasional. Dari wabah trachoma sampai teknologi operasi mata modern.
RS Mata Cicendo, Bandung. (Sumber: rsmatacicendo.go.id)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 15:01 WIB

Melipir dari Kota: Pesona Magnetis Pinggiran Bandung

Mengajakmu 'melipir' ke 4 penjuru Bandung. Dari karst Barat hingga kabut Selatan, temukan pesona alam pinggiran yang melengkapi jiwa Bandung sejati.
Situ Cileunca di Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Jelajah 14 Jan 2026, 15:00 WIB

Hikayat Banjir Gedebage Zaman Kolonial, Bikin Gagal Panen dan Jalan Rusak

Dahulu sawah dan kampung yang tenggelam, kini perumahan dan jalan. Sejarah banjir Gedebage telah tercatat sejak kolonial.
Ilustrasi banjir zaman baheula.
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 12:46 WIB

24 Jam Versi Risky Aly: Gaya Hidup Sang Peraih Double Degree dalam Satu Waktu

Tulisan ini menceritakan tentang gaya hidup disiplin Risky Aly, pemuda asal Bondowoso yang berhasil meraih double degree.
Foto Risky Aly ketika wisuda double degree. (Sumber: Dari Risky Aly setelah sesi wawancara selesai)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 10:19 WIB

Tes Kemampuan Akademik sebagai Perbaikan Mutu Pembelajaran

Seyogianya kualitas pendidikan di negeri ini harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Ilustrasi sekolah di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: el jusuf)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 08:31 WIB

Dari Pinggiran Jalan: Menyambung Hidup untuk Kebutuhan Harian

Ketika kas tak lagi mampu menjaga kompor tetap menyala, kios kecil namun penuh makna.
Kios distro Dimas Angga menawarkan berbagai pakaian dan aksesori bergaya streetwear di pinggir jalan kawasan Pasar
Ciwastra pada malam hari di Kota Bandung (4/11/2025). (Sumber: Tito Andrean | Foto: Tito Andrean)
Beranda 14 Jan 2026, 07:30 WIB

Modal Kolaborasi dan Relasi, Cerita SeputarSoettaBdg Bertahan di Tengah Riuhnya Media di Bandung

Kisah SeputarSoettaBdg menjadi bukti bahwa di tengah riuhnya media besar di Bandung, kedekatan personal dan relasi antarwarga masih menjadi modal utama untuk bertahan.
Rezza Radian Zulfikar (kanan) dan Muhammad Saeful, pengelola homeless media seputarsoetta.bdg. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 19:48 WIB

Kenapa Americano Jadi Favorit Baru Anak Muda? Ini Manfaatnya!

Americano lagi viral karena rasanya ringan, dan kalorinya rendah.
Ini dia manfaat dari kopi Americano yang perlu kamu ketahui! (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 13 Jan 2026, 18:47 WIB

Riwayat Bandung Tiris, saat Hawa Dingin Kepung Kota Cekungan

Letak geografis Bandung membuat udara dingin mudah terperangkap dan menciptakan sensasi sejuk hingga menggigil sejak dulu.
Ilustrasi cuaca dingin Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Profesi dan Hobi Harus Seimbang: Seorang Guru SMA Membuktikan Ambisinya

Guru SMA Lisda Nurul Romdani sukses menaklukkan maraton dan trail run (35 km) di tengah jadwal padat, membuktikan ambisi, mental, dan konsistensi.
Lisda Nurul Romdani seorang guru SMA membuktikan hobinya sebanding dengan rutinitas mengajar saat mengikuti Half Marathon Pocari Sweat Run 2024 di Bandung. (Sumber: @lisdaanr | Foto: @fotoyu_official Pocari Sweet RUN 2024)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Kekurangan Vitamin D, Masalah Nutrisi Anak yang Masih Mengakar di Indonesia

Kekurangan vitamin D masih cukup sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat berdampak pada kesehatan tulang dan gigi.
Ilustrasi kekurangan vitamin D masih menjadi masalah nutrisi yang cukup umum pada anak dan remaja, termasuk di Bandung. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 17:19 WIB

Resolusi 2026 Warga Bandung: Berharap Transportasi Umum yang Lebih Terintegrasi

Keluhan warga Bandung mengenai transportasi umum yang dinilai belum efisien dan kurang terintegrasi.
Suasana metro jabar trans dipenuhi penggunana di sore hari sepulang kerja (03/12/2025). (Sumber: Pribadi | Foto: M. Kamal Natanegara)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 16:18 WIB

Penyairan Masa Kini: Bahasa yang Mencari Rumah Baru

Penyair masa kini menjaga kedalaman di tengah riuh digital, merawat bahasa, melampaui klise, dan menghadirkan ruang hening saat dunia bergerak terlalu cepat.
Puisi mencari napas baru, sementara penyair menjaga jantung bahasanya. (Sumber: Pixnio/Bicanski)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 16:06 WIB

Gen Z dari Scrolling ke Running, Gaya Hidup Baru yang Menggerakkan Pasar Kebugaran

Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru.
Ilustrasi. Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 14:34 WIB

'Doom Spending' dan Generasi yang Menyerah Membeli Masa Depan

Mengapa anak muda memilih "kebahagiaan kecil" yang mahal saat impian besar seperti rumah makin mustahil dicapai gaji UMR.
Ilustrasi dompet kosong. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 13:13 WIB

Bandung Makin Macet, Transportasi Umum Bisakah Jadi Penolong?

Kesenjangan Pusat Kota yang Diperhatikan dan Pinggiran Kota yang Terlupakan
Halte Cicaheum, Kota Bandung, yang sudah mulai usang dan banyak tumpukan sampah di belakang bangku, (3/12/25). (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Putriana Basar)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 11:37 WIB

Chopper: Sejarah dan Makna Desain Mesin Kebebasan Roda Dua

Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an.
Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an. (Sumber: Pexels | Foto: Rachel Claire)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 10:19 WIB

Tren Coffee Shop Jadi Markas Mahasiswa Bandung 'Ngebut Tugas' Menjelang UAS

Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 09:34 WIB

Menjadi Mahasiswa IKIP Bandung (Bagian Dua)

Di sekitar kampus IKIP Bandung (UPI), Jalan Setiabudhi dulu berjajar penjual pisang Lembang.
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)