Dari Pinggiran Jalan: Menyambung Hidup untuk Kebutuhan Harian

Tito Andrean
Ditulis oleh Tito Andrean diterbitkan Rabu 14 Jan 2026, 08:31 WIB
Kios distro Dimas Angga menawarkan berbagai pakaian dan aksesori bergaya streetwear di pinggir jalan kawasan Pasar
Ciwastra pada malam hari di Kota Bandung (4/11/2025). (Sumber: Tito Andrean | Foto: Tito Andrean)

Kios distro Dimas Angga menawarkan berbagai pakaian dan aksesori bergaya streetwear di pinggir jalan kawasan Pasar Ciwastra pada malam hari di Kota Bandung (4/11/2025). (Sumber: Tito Andrean | Foto: Tito Andrean)

Pada malam hari di Bandung, kios distro Dimas Angga berdiri di pinggir Pasar Ciwastra, menawarkan sejumlah koleksi fashion streetwear yang khas. Meski tampil sederhana di tengah gemerlap teknologi dan toko online, kios ini justru menjadi magnet bagi anak muda dan supporter Persib yang mencari identitas gaya lokal.

Dimas Angga memilih jalur promosi personal dan komunitas, menjadikan setiap produk, kaos grafis, jaket, aksesoris, sebagai simbol gaya hidup urban Bandung. Ketika kas tak lagi mampu menjaga kompor tetap menyala, kios kecil namun penuh makna ini hadir di pinggir Pasar Ciwastra, Jalan Ciwastra, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung.

Sejak akhir tahun 2001, Dimas Angga sudah menekuni dunia usaha dengan membuka kios kecil yang terinspirasi dari bisnis keluarga. Ide itu berawal dari dorongan orang-orang terdekatnya, yang melihat peluang di tengah kesibukan pasar saat itu. Perlahan tapi pasti, usahanya mulai menunjukkan hasil. Dari satu kios sederhana, kini Dimas berhasil mengembangkan dua cabang di Pasar Ciwastra.

“Mungkin mulainya sekitar 2001, seingat saya. Sudah lama juga, karena awalnya cuma bisnis keluarga,” ujar Dimas sambil tersenyum mengenang awal perjalanan distronya, Selasa (4/11/2025).

Di tengah persaingan industri fashion di Bandung yang amat dinamis, distro milik Dimas Angga hadir membawa warna lokal dalam setiap desainnya. Setiap koleksi kaos, jaket, hingga aksesoris di kios Dimas bukan sekadar pakaian, melainkan representasi gaya hidup anak muda urban Bandung.

Dimas Angga sedang melayani pembeli di pasar tradisional, dengan berbagai pilihan pakaian dan aksesoris yang dijual dengan harga terjangkau. Foto ini diambil di sebuah toko pakaian di kawasan Bandung, yang terkenal dengan produk-produk lokal berkualitas. (Sumber: Tito Andrean | Foto: Tito Andrean)

Desain grafis bertemakan Persib ataupun ilustrasi street culture menjadi daya tarik utama, menciptakan ikatan emosi dengan pelanggannya, terutama para supporter fanatik. Konsep limited edition serta pemilihan bahan berkualitas menambah nilai eksklusif setiap produk.

Bukan tanpa alasan mungkin jikalau masih banyak pelanggan rela antre, khususnya saat koleksi terbaru rilis bertepatan momentum pertandingan Persib. Dimas kerap mengadakan event flash sale, launching produk kolaborasi dengan seniman mural lokal, dan menghadirkan promo merchandise khusus bagi komunitas. Distro ini tak hanya menjual gaya berpakaian, tetapi juga identitas.

“Saya itu selalu ingin setiap pembeli merasa kalau dia bisa menjadi bagian dari komunitas besar, bukan sekadar konsumen saya gituloh,” ujar Dimas.

Strategi ini membedakan kiosnya dari sekadar toko pakaian pinggir jalan, mewujudkan distro sebagai ruang ekspresi dan gaya hidup anak muda Bandung. Selain mengandalkan loyalitas pelanggan setianya, Dimas Angga juga punya peran penting di kalangan supporter Persib.

Baca Juga: Modal Kolaborasi dan Relasi, Cerita SeputarSoettaBdg Bertahan di Tengah Riuhnya Media di Bandung

Setiap kali para pendukung klub kebanggaan Bandung itu membutuhkan atribut, mulai dari kaos hingga ikat pinggang, kios milik Dimas kerap jadi tujuan utama. Tak jarang, Dimas harus melayani permintaan mendadak, apalagi saat hujan turun tibatiba di tengah keramaian stadion.

“Kebanyakan pelanggan saya itu orang-orang yang butuh cepat, yang urgen. Kadang mereka mencari ikat pinggang atau kemeja karena kehujanan. Fans Persib juga sering beli kaos di sini,” ungkap Dimas dengan bangga. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Tito Andrean
Tentang Tito Andrean
Alienasi adalah kunci

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Jan 2026, 10:19 WIB

Tes Kemampuan Akademik sebagai Perbaikan Mutu Pembelajaran

Seyogianya kualitas pendidikan di negeri ini harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Ilustrasi sekolah di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: el jusuf)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 08:31 WIB

Dari Pinggiran Jalan: Menyambung Hidup untuk Kebutuhan Harian

Ketika kas tak lagi mampu menjaga kompor tetap menyala, kios kecil namun penuh makna.
Kios distro Dimas Angga menawarkan berbagai pakaian dan aksesori bergaya streetwear di pinggir jalan kawasan Pasar
Ciwastra pada malam hari di Kota Bandung (4/11/2025). (Sumber: Tito Andrean | Foto: Tito Andrean)
Beranda 14 Jan 2026, 07:30 WIB

Modal Kolaborasi dan Relasi, Cerita SeputarSoettaBdg Bertahan di Tengah Riuhnya Media di Bandung

Kisah SeputarSoettaBdg menjadi bukti bahwa di tengah riuhnya media besar di Bandung, kedekatan personal dan relasi antarwarga masih menjadi modal utama untuk bertahan.
Rezza Radian Zulfikar (kanan) dan Muhammad Saeful, pengelola homeless media seputarsoetta.bdg. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 19:48 WIB

Kenapa Americano Jadi Favorit Baru Anak Muda? Ini Manfaatnya!

Americano lagi viral karena rasanya ringan, dan kalorinya rendah.
Ini dia manfaat dari kopi Americano yang perlu kamu ketahui! (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 13 Jan 2026, 18:47 WIB

Riwayat Bandung Tiris, saat Hawa Dingin Kepung Kota Cekungan

Letak geografis Bandung membuat udara dingin mudah terperangkap dan menciptakan sensasi sejuk hingga menggigil sejak dulu.
Ilustrasi cuaca dingin Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Profesi dan Hobi Harus Seimbang: Seorang Guru SMA Membuktikan Ambisinya

Guru SMA Lisda Nurul Romdani sukses menaklukkan maraton dan trail run (35 km) di tengah jadwal padat, membuktikan ambisi, mental, dan konsistensi.
Lisda Nurul Romdani seorang guru SMA membuktikan hobinya sebanding dengan rutinitas mengajar saat mengikuti Half Marathon Pocari Sweat Run 2024 di Bandung. (Sumber: @lisdaanr | Foto: @fotoyu_official Pocari Sweet RUN 2024)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Kekurangan Vitamin D, Masalah Nutrisi Anak yang Masih Mengakar di Indonesia

Kekurangan vitamin D masih cukup sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat berdampak pada kesehatan tulang dan gigi.
Ilustrasi kekurangan vitamin D masih menjadi masalah nutrisi yang cukup umum pada anak dan remaja, termasuk di Bandung. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 17:19 WIB

Resolusi 2026 Warga Bandung: Berharap Transportasi Umum yang Lebih Terintegrasi

Keluhan warga Bandung mengenai transportasi umum yang dinilai belum efisien dan kurang terintegrasi.
Suasana metro jabar trans dipenuhi penggunana di sore hari sepulang kerja (03/12/2025). (Sumber: Pribadi | Foto: M. Kamal Natanegara)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 16:18 WIB

Penyairan Masa Kini: Bahasa yang Mencari Rumah Baru

Penyair masa kini menjaga kedalaman di tengah riuh digital, merawat bahasa, melampaui klise, dan menghadirkan ruang hening saat dunia bergerak terlalu cepat.
Puisi mencari napas baru, sementara penyair menjaga jantung bahasanya. (Sumber: Pixnio/Bicanski)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 16:06 WIB

Gen Z dari Scrolling ke Running, Gaya Hidup Baru yang Menggerakkan Pasar Kebugaran

Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru.
Ilustrasi. Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 14:34 WIB

'Doom Spending' dan Generasi yang Menyerah Membeli Masa Depan

Mengapa anak muda memilih "kebahagiaan kecil" yang mahal saat impian besar seperti rumah makin mustahil dicapai gaji UMR.
Ilustrasi dompet kosong. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 13:13 WIB

Bandung Makin Macet, Transportasi Umum Bisakah Jadi Penolong?

Kesenjangan Pusat Kota yang Diperhatikan dan Pinggiran Kota yang Terlupakan
Halte Cicaheum, Kota Bandung, yang sudah mulai usang dan banyak tumpukan sampah di belakang bangku, (3/12/25). (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Putriana Basar)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 11:37 WIB

Chopper: Sejarah dan Makna Desain Mesin Kebebasan Roda Dua

Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an.
Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an. (Sumber: Pexels | Foto: Rachel Claire)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 10:19 WIB

Tren Coffee Shop Jadi Markas Mahasiswa Bandung 'Ngebut Tugas' Menjelang UAS

Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 09:34 WIB

Menjadi Mahasiswa IKIP Bandung (Bagian Dua)

Di sekitar kampus IKIP Bandung (UPI), Jalan Setiabudhi dulu berjajar penjual pisang Lembang.
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 07:50 WIB

Ngopi, Duduk, dan Biarkan Pikiran Bernapas

Bagi Kopi menawarkan ruang sederhana dan hangat di tengah malam yang tenang.
Sederhana saja, secangkir kopi dan ketenangan di Bagi Kopi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 20:01 WIB

Pentingnya Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai Upaya Memperkuat Sistem Tata Kelola Pemerintahan

RUU Perampasan Aset hadir sebagai instrumen yang dapat menutup celah tindak korupsi.
Ilustrasi kriminalitas. (Sumber: Pexels | Foto: Kindel Media)
Ayo Jelajah 12 Jan 2026, 19:17 WIB

Hikayat Perburuan Komplotan Komunis Bandung, Priangan dalam Kepungan Polisi Kolonial

Operasi besar polisi kolonial memburu komplotan komunis di Bandung dan Priangan pada 1927 yang membuat kota hidup dalam kecurigaan.
Berita tentang dugaan plot komunis di Bandung di koran De Avondpost edisi 19 Oktober 1927.
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 18:47 WIB

Menyelami Riuhnya Ekspresi Seniman Bandung: Dari Ruang Kreatif Hingga Panggung Kontemporer

Di balik hiruk-pikuk jalan dan lalu lintasnya, Bandung tak pernah kehabisan nada, warna, dan kisah. Kota ini bukan sekadar pusat kuliner dan fashion, tetapi juga menjadi ruang ekspresi generasi seni.
Suasana pembukaan Pasar Seni ITB. (Sumber: fsrd,itb)