Dari Pinggiran Jalan: Menyambung Hidup untuk Kebutuhan Harian

2 menit baca
Tito Andrean
Ditulis oleh Tito Andrean diterbitkan
Kios distro Dimas Angga menawarkan berbagai pakaian dan aksesori bergaya streetwear di pinggir jalan kawasan Pasar
Ciwastra pada malam hari di Kota Bandung (4/11/2025). (Sumber: Tito Andrean | Foto: Tito Andrean)
Kios distro Dimas Angga menawarkan berbagai pakaian dan aksesori bergaya streetwear di pinggir jalan kawasan Pasar Ciwastra pada malam hari di Kota Bandung (4/11/2025). (Sumber: Tito Andrean | Foto: Tito Andrean)

Pada malam hari di Bandung, kios distro Dimas Angga berdiri di pinggir Pasar Ciwastra, menawarkan sejumlah koleksi fashion streetwear yang khas. Meski tampil sederhana di tengah gemerlap teknologi dan toko online, kios ini justru menjadi magnet bagi anak muda dan supporter Persib yang mencari identitas gaya lokal.

Dimas Angga memilih jalur promosi personal dan komunitas, menjadikan setiap produk, kaos grafis, jaket, aksesoris, sebagai simbol gaya hidup urban Bandung. Ketika kas tak lagi mampu menjaga kompor tetap menyala, kios kecil namun penuh makna ini hadir di pinggir Pasar Ciwastra, Jalan Ciwastra, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung.

Sejak akhir tahun 2001, Dimas Angga sudah menekuni dunia usaha dengan membuka kios kecil yang terinspirasi dari bisnis keluarga. Ide itu berawal dari dorongan orang-orang terdekatnya, yang melihat peluang di tengah kesibukan pasar saat itu. Perlahan tapi pasti, usahanya mulai menunjukkan hasil. Dari satu kios sederhana, kini Dimas berhasil mengembangkan dua cabang di Pasar Ciwastra.

“Mungkin mulainya sekitar 2001, seingat saya. Sudah lama juga, karena awalnya cuma bisnis keluarga,” ujar Dimas sambil tersenyum mengenang awal perjalanan distronya, Selasa (4/11/2025).

Di tengah persaingan industri fashion di Bandung yang amat dinamis, distro milik Dimas Angga hadir membawa warna lokal dalam setiap desainnya. Setiap koleksi kaos, jaket, hingga aksesoris di kios Dimas bukan sekadar pakaian, melainkan representasi gaya hidup anak muda urban Bandung.

Dimas Angga sedang melayani pembeli di pasar tradisional, dengan berbagai pilihan pakaian dan aksesoris yang dijual dengan harga terjangkau. Foto ini diambil di sebuah toko pakaian di kawasan Bandung, yang terkenal dengan produk-produk lokal berkualitas. (Sumber: Tito Andrean | Foto: Tito Andrean)

Desain grafis bertemakan Persib ataupun ilustrasi street culture menjadi daya tarik utama, menciptakan ikatan emosi dengan pelanggannya, terutama para supporter fanatik. Konsep limited edition serta pemilihan bahan berkualitas menambah nilai eksklusif setiap produk.

Bukan tanpa alasan mungkin jikalau masih banyak pelanggan rela antre, khususnya saat koleksi terbaru rilis bertepatan momentum pertandingan Persib. Dimas kerap mengadakan event flash sale, launching produk kolaborasi dengan seniman mural lokal, dan menghadirkan promo merchandise khusus bagi komunitas. Distro ini tak hanya menjual gaya berpakaian, tetapi juga identitas.

“Saya itu selalu ingin setiap pembeli merasa kalau dia bisa menjadi bagian dari komunitas besar, bukan sekadar konsumen saya gituloh,” ujar Dimas.

Strategi ini membedakan kiosnya dari sekadar toko pakaian pinggir jalan, mewujudkan distro sebagai ruang ekspresi dan gaya hidup anak muda Bandung. Selain mengandalkan loyalitas pelanggan setianya, Dimas Angga juga punya peran penting di kalangan supporter Persib.

Baca Juga: Modal Kolaborasi dan Relasi, Cerita SeputarSoettaBdg Bertahan di Tengah Riuhnya Media di Bandung

Setiap kali para pendukung klub kebanggaan Bandung itu membutuhkan atribut, mulai dari kaos hingga ikat pinggang, kios milik Dimas kerap jadi tujuan utama. Tak jarang, Dimas harus melayani permintaan mendadak, apalagi saat hujan turun tibatiba di tengah keramaian stadion.

“Kebanyakan pelanggan saya itu orang-orang yang butuh cepat, yang urgen. Kadang mereka mencari ikat pinggang atau kemeja karena kehujanan. Fans Persib juga sering beli kaos di sini,” ungkap Dimas dengan bangga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 23 Okt 2026, 20:14

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 19:17

Sosok Didi Petet sebagai Potret Bandung dalam Film Preman Pensiun

Didi Petet sudah meninggal beberapa tahun lalu, tapi sosoknya dalam film Preman Pensiun masih membekas, dan menjadi ingatan waktu yang tercermin dalam potret kehidupan sehari-hari di Bandung.

Ilustrasi Didi Petet. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 18:31

Lebih Berani di Rumah daripada di Jenewa: Posisi Indonesia dalam Perundingan Plastik

Menurut KLH/BPLH, 202), porsi plastik dalam sampah nasional naik dari 11% pada 2010 menjadi hampir 20% pada 2024 dan dapat mencapai 50% pada 2050 tanpa intervensi seriu.

Warga memungut sampah botol dan gelas plastik di bawah jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 30 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:59

Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

Knalpot bising di Kampus I UIN Bandung, Cipadung, mengganggu kenyamanan akademik. Saatnya bersama menjaga ketertiban kampus.

Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:26

CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

CCTV dapat membantu merekam kejadian, menyusun kronologi, dan memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Ilustrasi CCTV. (Sumber: Pexels | Foto: Bezalens JGP)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 15:32

Kisah 101 FM : Ketika Radio Bandung Masih Siaran di Gelombang AM/MW

Dari kawasan Jalan Rajamantri Kulon, Bandung, stasiun radio ini mengudara melalui jalur FM (Frequency Modulation).

Radio 101 FM Bandung, salah satu pelopor siaran radio di jalur FM di Kota Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 14:41

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon

Taman Wisata Goa Sunyaragi adalah salah satu wisata bersejarah di Kota Cirebon yang menyimpan banyak cerita menarik.

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 13:00

BRT Bandung Dibangun untuk Mengurai Kemacetan, Mengapa Masyarakat Justru Menanggung Dampaknya?

Pembangunan Bus Rapid Transit Bandung Raya diharapkan mengurangi kemacetan. Namun, dampak proyek halte menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kenyamanan masyarakat.

Halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Cicadas termasuk tipe B dimana halte berada di antara jalan satu arah dengan 4 lajur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 12:41

Mewujudkan Bandung Kota Jamu, Merawat Warisan Inggit Garnasih

Salah satu contoh inovasi Jamu kekinian di Bandung adalah Paduan Rempah, usaha minuman herbal yang dirintis Ahmad Hikmat Rahayu bersama istrinya

Acaraki Jamu tak sekadar menjual minuman herbal, tetapi menyuguhkan pengalaman gaya hidup yang berakar pada warisan budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 11:27

Demam Aplikasi Pemda: Solusi Pelayanan Publik atau Cuma Proyek 'Sampah Digital'?

Membahas masalah aplikasi pemerintah yang belum efektif serta pentingnya digitalisasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Foto seseorang menggunakan ponsel. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 10:17

Menengok Terminal Ledeng, Menengok Diri Sendiri

Terminal Ledeng mengingatkan saya bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan di tempat yang sama, bahkan ketika melewati jalan yang benar-benar sama.

Terminal Ledeng, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)