Ngemuseum, Yuk!

9 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Museum Sri Baduga (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Museum Sri Baduga (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Malam itu udara Cibiru terasa lebih dingin dari biasanya. Saat asyik membaca buku lawas Made in Bandung karya Sherly A. Suherman, tiba-tiba Aa Akil, anak kedua (11 tahun), datang menghampiri.

“Bah, kapan ke Museum Konferensi Asia Afrika?” tanya bocah kelas lima SD ini dengan polos.

Kujawab singkat, “Sanes atos?”

“Kan waktu dulu baru ke Museum Geologi, Sri Baduga, sama Gedung Sate. Kalau Museum KAA mah cuma lewat waktu festival,” ujarnya sambil tertawa dan garuk-garuk kepala.

Lalu menjelaskan dengan mata berbinar, “Ada perayaan 71 tahun Konferensi Asia Afrika. Pasti seru ya Bah!”

Sambil mengusap rambut yang baru dipotong dan tersenyum. “Aa terang ti mana?”

“Ini dari koran, Bah!”

4 Museum di Bandung yang Wajib Dikunjungi

Bandung dikenal sebagai kota kreatif yang kaya akan sejarah, budaya, pendidikan, kuliner, dan wisata alam. Memang Kota Kembang memiliki banyak museum menarik yang cocok dijadikan destinasi wisata edukasi. 

Berikut empat museum populer di Bandung yang layak dikunjungi sebagai ruang belajar, rekreasi, dan refleksi.

Museum Geologi Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Museum Geologi Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

1. Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung merupakan salah satu destinasi wisata edukasi favorit di Kota Bandung. Museum ini berlokasi di Jalan Diponegoro Nomor 57, Cihaur Geulis, Kecamatan Cibeunying Kaler.

Museum ini menyimpan beragam koleksi geologi, seperti fosil, batuan, mineral, serta informasi perkembangan bumi dan kehidupan purba. Sebagian besar koleksi merupakan hasil penelitian lapangan di Indonesia sejak tahun 1850.

Museum Geologi didirikan pada 16 Mei 1929 atas prakarsa Dinas Pertambangan pada masa Hindia Belanda. Bangunannya bergaya Art Deco dan sempat direnovasi sebelum dibuka kembali pada tahun 2000.

Dengan memiliki daya tarik luar biasa yang  terdiri atas dua lantai:

Lantai 1, ruang orientasi berisi peta relief Indonesia dan animasi geologi. Sayap barat menampilkan sejarah terbentuknya bumi dan geologi Indonesia. Sayap timur menampilkan evolusi makhluk hidup, fosil manusia purba, serta perkembangan budaya.

Lantai 2,  menampilkan pertambangan emas Papua. Miniatur pengeboran minyak dan gas bumi. Informasi manfaat serta dampak geologi bagi kehidupan manusia.

Museum Geologi ini buka pada Selasa–Minggu pukul 10.00–13.00 WIB. Harga tiket: Pelajar: Rp2.000, Umum: Rp3.000, Wisatawan asing: Rp10.000 (Kompas 27 Februari 2022, 11:22 WIB)

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Alfarisi)

2. Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga terletak di Jalan BKR Nomor 185, Bandung. Museum ini merupakan museum negeri Provinsi Jawa Barat yang menyimpan berbagai benda bersejarah dan koleksi budaya Sunda.

Nama Sri Baduga diambil dari raja besar Kerajaan Sunda, Sri Baduga Maharaja. Museum ini memiliki koleksi yang terbagi ke dalam berbagai klasifikasi, antara lain: Geologika (batuan, fosil), Numismatika (mata uang), Biologika (rangka hewan), Filologika (naskah kuno), Etnografika (hasil budaya), Arkeologika, Historika, Teknologika dan Seni rupa.

Terdapat beberapa benda menarik yang dipamerkan antara lain kereta kencana, pakaian adat, arca, gramofon, hingga naskah kuno. Bangunan museum mengusung desain rumah panggung khas Jawa Barat.

Dengan Harga tiket: Anak-anak/TK-SMP: Rp2.000, Pelajar dewasa/Mahasiswa/Umum: Rp3.000, Wisatawan asing dewasa: Rp5.000, Wisatawan asing anak-anak: Rp4.000 Jam buka: Selasa–Jumat pukul 08.00–16.00 WIB. Senin dan hari libur nasional tutup. (Kompas 20 Desember 2022, 22:45 WIB)

Pengunjung saat mengunjungi Museum Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

3. Museum Gedung Sate

Museum Gedung Sate merupakan museum modern yang berada di lantai dasar Gedung Sate, ikon Kota Bandung. Lokasinya berada di Jalan Diponegoro Nomor 22, Bandung.

Museum ini dibangun untuk menjelaskan sejarah, arsitektur, dan perjalanan Gedung Sate yang mulai dibangun pada 27 Juli 1920. Berisi informasi sejarah, museum ini menghadirkan teknologi interaktif dan koleksi visual mengenai perkembangan Bandung serta pemerintahan Jawa Barat.

Museum Gedung Sate buka setiap Selasa–Minggu pukul 09.30–16.00 WIB. Harga tiket masuk mulai Rp5.000 per orang. (Kompas 14 Agustus 2023, 09:34 WIB)

Museum Konperensi Asia Afrika (Museum KAA). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

4. Museum Konferensi Asia Afrika

Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) berada di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Nomor 65, Bandung. Museum ini menyimpan sejarah penting peristiwa Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang menjadi tonggak solidaritas negara-negara Asia dan Afrika.

Museum ini diresmikan Presiden Soeharto pada 24 April 1980. Dengan  memiliki ruang pameran tetap yang menampilkan: Foto dokumentasi Konferensi Asia Afrika 1955,  Peristiwa Pertemuan Tugu, Konferensi Kolombo, dan Konferensi Bogor, Diorama pembukaan Konferensi Asia Afrika, Profil negara peserta konferensi dan Sejarah Gedung Merdeka dari masa ke masa.

Museum ini memiliki perpustakaan dengan koleksi buku sejarah, politik, sosial, dan budaya negara-negara Asia-Afrika.

Untuk Jam Kunjungan Museum berlangsung Rabu, Kamis, Sabtu: 09.00–12.00 WIB dan 13.00–15.00 WIB. Jumat: 09.00–11.30 WIB dan 13.30–15.30 WIB dan hari Minggu, Senin, Selasa, dan hari libur nasional: Tutup. Terlebih dahulu harus melakukan reservasi online di bit.ly/simkuringmkaa 

Dalam laporan Antara pengunjung Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung meningkat signifikan, mencapai 400-500 orang per hari menjelang peringatan ke-71 Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 18-24 April 2026. Lonjakan ini didorong oleh wisatawan domestik dan mancanegara yang antusias melihat sejarah Gedung Merdeka.  (Ayo Bandung Kamis, 12 Oktober 2023 | 07:18 WIB, Antara Rabu, 15 April 2026 17:39 WIB, https://mkaa.kemlu.go.id)

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Jejak Mahakarya Cagar Budaya

Dalam UU No. 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, disebutkan bahwa museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, berupa benda, bangunan, dan atau struktur yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya atau yang bukan Cagar Budaya, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat.

Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan bendabenda yang berhubungan dengan sejarah perkembangan umat manusia, tetapi juga berkewajiban untuk mentransfer nilai-nilai yang terkandung dalam benda koleksinya.

Uniknya, museum memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran sejarah, selain sebagai sumber pembelajaran juga dapat menjadi media pembelajaran. Sebagai sumber pembelajaran, museum menjadi tempat peserta didik memperoleh informasi dan pengetahuan, sedangkan sebagai media pembelajaran, museum memberikan kemudahan bagi peserta didik menerima sarana pengetahuan dari guru.

Kegiatan observasi di museum, tidak hanya meningkatkan motivasi peserta didik, tetapi juga merangsang peserta didik untuk berfikir kritis. Oleh karena itu, sudah sewajarnya dunia  pendidikan memanfaatkan keberadaan museum untuk mengoptimalkan pembelajaran.

Keberadaan museum menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran Sejarah. Untuk guru dan calon guru, museum menjadi tempat mengawinkan teori dan kenyataan, sehingga akan menambah ketajaman dalam menganalisis sebuah peristiwa. Untuk peserta didik, museum memberikan ruang dalam berimajinasi secara lebih terarah dalam memadupadankan materi yang diberikan guru dan bentuk peninggalannya, sehingga dapat merangsang kemampuan berfikir kritis.

Akan tetapi, implementasi museum sebagai wahana edukasi selayaknya tidak hanya diupayakan oleh akademisi (pendidik dan peserta didik), tetapi oleh pengelola museum.

Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.

Sutaarga (1995: 1) mengatakan bahwa museum adalah tempat mengumpulkan, menyimpan, merawat, melestarikan, mengkaji, mengkomunikasikan bukti material hasil budaya manusia, alam dan lingkungannya. Dalam definisi ini, fungsi museum mengalami pergeseran dikarenakan adanya upaya untuk menjadikan museum sebagai tempat yang lebih berguna dan lebih digemari oleh masyarakat.  (Jurnal Artefak Vol.7 No.2 September 2020: 82)

Sejumlah prajurit angkatan laut dari berbagai negara mengamati salah satu koleksi saat mengunjungi Museum Sri Baduga, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa 14 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Museum sebagai Media Pembelajaran

Bagi masyarakat sekarang, museum hanya dipandang sebagai tempat menyimpan benda antik saja, padahal Museum bisa dijadikan tempat untuk bertamasya dan belajar masa lampau. Saat ini masih banyak sekolah yang hanya menggunakan buku dan LKS untuk sumber pembelajaran sejarah.

Padahal selain menggunakan buku, Museum bisa menjadi salah satu opsi yang bagus. Dengan memanfaatkan Museum yang ada di tiap daerah atau tiap kota, sekolah bisa memperkenalkan sejarah-sejarah yang ada mulai dari museum kecil hingga museum nasional dengan berbagai macam koleksi yang ada, seperti Museum Brawijaya Malang yang terkenal dengan Gerbong Mautnya. Untuk di Bandung ada Museum Geologi, Sri Baduga, Gedung Sate, Museum Konferensi Asia Afrika (KAA).

Tentunya, mengunjungi museum memiliki banyak manfaat, contohnya untuk sumber belajar para pelajar dan mahasiswa dalam pelajaran sejarah. Dalam kegiatan kunjungan museum, para pelajar bisa melaksanakannya secara individu atau sendiri ke museum, atau bisa dilaksanakan dengan satu warga sekolah dengan kegiatan kunjungan museum yang nantinya didampingi oleh guru mapel IPS atau Sejarah.

Museum sebagai sumber belajar memiliki kedudukan yang penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khusunya sebagai media pembelajaran. Sebagai sumber pembelajaran, museum menjadi wahana bagi peserta didik untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan, sedangkan sebagai media pembelajaran, museum menyuguhkan fasilitas bagi peserta didik untuk menerima pengetahuan dari guru (Evitasari dkk., 2021:46).

Meski demikian, kegiatan belajar mengajar sejarah di sekolah adalah patokan utama karena tidak semua guru akan melaksanakan kegiatan kunjungan ke museum. Hal ini kembali lagi dengan sekolah.  

Pada awalnya, museum dikenal sebagai tempat untuk menyimpan koleksi, tetapi seiring dengan perubahan waktu banyak sekolah-sekolah yang melakukan outclass, terutama mengunjungi Museum, baik dari jenjang sekolah SD, SMP, dan SMA, bahkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melaksanakan kunjungan ke museum untuk menambah wawasan sejarah.

Museum untuk sumber belajar sejarah menyesuaikan materi sejarah yang diberikan di sekolah. Kegunaan museum sebagai sumber belajar dimulai dari berkembangnya media pembelajaran di luar sekolah. Hal ini membuat beberapa sekolah mewajibkan pelaksanaan kegiatan belajar tambahan dengan mengunjungi suatu museum yang ada di daerah masing-masing.

Untuk sumber belajar Museum tidak jauh dari kurikulum, karena dengan adanya kurikulum kunjungan museum bisa dilaksanakan itu pun harus dirapatkan terlebih dahulu oleh para guru di sekolah sebelum bertemu kepala Museum.

Dengan koleksi museum yang ada, para peserta didik dapat menggunakan sumber belajar yang baru dan yang paling dekat dengan lingkungan budaya dan masyarakat sekitar. Para peserta didik di museum akan mengetahui pengetahuan yang lebih luas dan informasi yang belum tentu mereka dapatkan sebelumnya, bahkan belum tentu ada (tersedia) di internet.

Sebagai sumber belajar bagi dunia pendidikan, museum memberikan banyak informasi yang nantinya diajarkan para peserta didik dalam kegiatan kunjungan museum yang nantinya para siswa dan siswi akan melihat berbagai jenis koleksi yang menurut orang lain harusnya di rosok tapi masih tersimpan di museum.

Jika tidak ada museum para guru sejarah dan pengajar sejarah tidak bisa mencari informasi dan tidak bisa melaksanakan kegiatan kunjungan museum. Padahal dari kegiatan ini berfungsi untuk menambah wawasan para peserta didiknya, tidak lupa dengan adanya kegiatan ini membuat para siswa dan siswi betah di luar kelas.

Museum memiliki koleksi yang benar adanya dan tidak direkayasa berarti real koleksinya tanpa ada yang diganti. Museum adalah sumber belajar yang konkret dan tidak tergantikan dalam pembelajaran sejarah baik di jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Sekolah Atas dan Sekolah Kejuruan.

Dari salah satu koleksi yang ada pasti ada yang menarik perhatian para peserta didik, terutama mereka pasti berpikir kenapa ya benda lama ini ada di tempat ini, dan apa fungsi benda ini di masa lalu. Di sini peserta didik diharuskan untuk berpikir positif dan kreatif supaya dapat menemukan jawaban yang ada. (Muhammad Iqbal Birsyada, dkk [Nurrahmawati, Editor], 2022: 57-80)

Anak-anak sedang asyik belajar seni tari tradisional di Museum Sri Baduga, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa 14 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Anak-anak sedang asyik belajar seni tari tradisional di Museum Sri Baduga, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa 14 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Tempat Belajar yang Mengasyikkan

Keberadaan empat museum di Bandung ini menawarkan pengalaman wisata yang berbeda-beda, mulai dari ilmu pengetahuan, budaya Sunda, sejarah arsitektur, hingga diplomasi dunia. Sangat cocok dikunjungi bersama keluarga, pelajar, maupun wisatawan yang ingin mengenal Bandung lebih dekat.

Rupanya, dari percakapan sederhana itu sadar, museum bukan sekadar gedung tua berisi benda lama. Justru menjadi ruang untuk membangunkan dan merawat rasa ingin tahu. Pasalnya, dari tempat lura biasa ini anak-anak belajar sejarah tanpa merasa digurui, dan orang dewasa diingatkan soal masa depan tak dapat dibangun tanpa memahami masa lalu.

Kendati, museum sering disalahpahami sebagai tempat sunyi berdebu yang hanya menyimpan benda mati. Padahal museum adalah ruang hidup yang menyimpan memori kolektif, menyalakan imajinasi, dan mendidik tanpa memaksa.

Bila untuk pelajar, museum adalah kelas yang dindingnya berbicara. Bagi orang tua, museum menjadi tempat yang tepat dalam menanamkan karakter dan untuk keutuhan negara, museum adalah penjaga identitas dan jati diri bangsa. 

Saat anak bertanya kapan pergi ke museum, sesungguhnya tengah mengetuk pintu peradaban dan tugas kita hanyalah membukakan pintu pandoranya. Hayu ngamuseum ah! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)