Ngemuseum, Yuk!

9 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Museum Sri Baduga (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Museum Sri Baduga (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Malam itu udara Cibiru terasa lebih dingin dari biasanya. Saat asyik membaca buku lawas Made in Bandung karya Sherly A. Suherman, tiba-tiba Aa Akil, anak kedua (11 tahun), datang menghampiri.

“Bah, kapan ke Museum Konferensi Asia Afrika?” tanya bocah kelas lima SD ini dengan polos.

Kujawab singkat, “Sanes atos?”

“Kan waktu dulu baru ke Museum Geologi, Sri Baduga, sama Gedung Sate. Kalau Museum KAA mah cuma lewat waktu festival,” ujarnya sambil tertawa dan garuk-garuk kepala.

Lalu menjelaskan dengan mata berbinar, “Ada perayaan 71 tahun Konferensi Asia Afrika. Pasti seru ya Bah!”

Sambil mengusap rambut yang baru dipotong dan tersenyum. “Aa terang ti mana?”

“Ini dari koran, Bah!”

4 Museum di Bandung yang Wajib Dikunjungi

Bandung dikenal sebagai kota kreatif yang kaya akan sejarah, budaya, pendidikan, kuliner, dan wisata alam. Memang Kota Kembang memiliki banyak museum menarik yang cocok dijadikan destinasi wisata edukasi. 

Berikut empat museum populer di Bandung yang layak dikunjungi sebagai ruang belajar, rekreasi, dan refleksi.

Museum Geologi Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Museum Geologi Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

1. Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung merupakan salah satu destinasi wisata edukasi favorit di Kota Bandung. Museum ini berlokasi di Jalan Diponegoro Nomor 57, Cihaur Geulis, Kecamatan Cibeunying Kaler.

Museum ini menyimpan beragam koleksi geologi, seperti fosil, batuan, mineral, serta informasi perkembangan bumi dan kehidupan purba. Sebagian besar koleksi merupakan hasil penelitian lapangan di Indonesia sejak tahun 1850.

Museum Geologi didirikan pada 16 Mei 1929 atas prakarsa Dinas Pertambangan pada masa Hindia Belanda. Bangunannya bergaya Art Deco dan sempat direnovasi sebelum dibuka kembali pada tahun 2000.

Dengan memiliki daya tarik luar biasa yang  terdiri atas dua lantai:

Lantai 1, ruang orientasi berisi peta relief Indonesia dan animasi geologi. Sayap barat menampilkan sejarah terbentuknya bumi dan geologi Indonesia. Sayap timur menampilkan evolusi makhluk hidup, fosil manusia purba, serta perkembangan budaya.

Lantai 2,  menampilkan pertambangan emas Papua. Miniatur pengeboran minyak dan gas bumi. Informasi manfaat serta dampak geologi bagi kehidupan manusia.

Museum Geologi ini buka pada Selasa–Minggu pukul 10.00–13.00 WIB. Harga tiket: Pelajar: Rp2.000, Umum: Rp3.000, Wisatawan asing: Rp10.000 (Kompas 27 Februari 2022, 11:22 WIB)

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Alfarisi)

2. Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga terletak di Jalan BKR Nomor 185, Bandung. Museum ini merupakan museum negeri Provinsi Jawa Barat yang menyimpan berbagai benda bersejarah dan koleksi budaya Sunda.

Nama Sri Baduga diambil dari raja besar Kerajaan Sunda, Sri Baduga Maharaja. Museum ini memiliki koleksi yang terbagi ke dalam berbagai klasifikasi, antara lain: Geologika (batuan, fosil), Numismatika (mata uang), Biologika (rangka hewan), Filologika (naskah kuno), Etnografika (hasil budaya), Arkeologika, Historika, Teknologika dan Seni rupa.

Terdapat beberapa benda menarik yang dipamerkan antara lain kereta kencana, pakaian adat, arca, gramofon, hingga naskah kuno. Bangunan museum mengusung desain rumah panggung khas Jawa Barat.

Dengan Harga tiket: Anak-anak/TK-SMP: Rp2.000, Pelajar dewasa/Mahasiswa/Umum: Rp3.000, Wisatawan asing dewasa: Rp5.000, Wisatawan asing anak-anak: Rp4.000 Jam buka: Selasa–Jumat pukul 08.00–16.00 WIB. Senin dan hari libur nasional tutup. (Kompas 20 Desember 2022, 22:45 WIB)

Pengunjung saat mengunjungi Museum Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

3. Museum Gedung Sate

Museum Gedung Sate merupakan museum modern yang berada di lantai dasar Gedung Sate, ikon Kota Bandung. Lokasinya berada di Jalan Diponegoro Nomor 22, Bandung.

Museum ini dibangun untuk menjelaskan sejarah, arsitektur, dan perjalanan Gedung Sate yang mulai dibangun pada 27 Juli 1920. Berisi informasi sejarah, museum ini menghadirkan teknologi interaktif dan koleksi visual mengenai perkembangan Bandung serta pemerintahan Jawa Barat.

Museum Gedung Sate buka setiap Selasa–Minggu pukul 09.30–16.00 WIB. Harga tiket masuk mulai Rp5.000 per orang. (Kompas 14 Agustus 2023, 09:34 WIB)

Museum Konperensi Asia Afrika (Museum KAA). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

4. Museum Konferensi Asia Afrika

Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) berada di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Nomor 65, Bandung. Museum ini menyimpan sejarah penting peristiwa Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang menjadi tonggak solidaritas negara-negara Asia dan Afrika.

Museum ini diresmikan Presiden Soeharto pada 24 April 1980. Dengan  memiliki ruang pameran tetap yang menampilkan: Foto dokumentasi Konferensi Asia Afrika 1955,  Peristiwa Pertemuan Tugu, Konferensi Kolombo, dan Konferensi Bogor, Diorama pembukaan Konferensi Asia Afrika, Profil negara peserta konferensi dan Sejarah Gedung Merdeka dari masa ke masa.

Museum ini memiliki perpustakaan dengan koleksi buku sejarah, politik, sosial, dan budaya negara-negara Asia-Afrika.

Untuk Jam Kunjungan Museum berlangsung Rabu, Kamis, Sabtu: 09.00–12.00 WIB dan 13.00–15.00 WIB. Jumat: 09.00–11.30 WIB dan 13.30–15.30 WIB dan hari Minggu, Senin, Selasa, dan hari libur nasional: Tutup. Terlebih dahulu harus melakukan reservasi online di bit.ly/simkuringmkaa 

Dalam laporan Antara pengunjung Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung meningkat signifikan, mencapai 400-500 orang per hari menjelang peringatan ke-71 Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 18-24 April 2026. Lonjakan ini didorong oleh wisatawan domestik dan mancanegara yang antusias melihat sejarah Gedung Merdeka.  (Ayo Bandung Kamis, 12 Oktober 2023 | 07:18 WIB, Antara Rabu, 15 April 2026 17:39 WIB, https://mkaa.kemlu.go.id)

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Jejak Mahakarya Cagar Budaya

Dalam UU No. 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, disebutkan bahwa museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, berupa benda, bangunan, dan atau struktur yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya atau yang bukan Cagar Budaya, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat.

Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan bendabenda yang berhubungan dengan sejarah perkembangan umat manusia, tetapi juga berkewajiban untuk mentransfer nilai-nilai yang terkandung dalam benda koleksinya.

Uniknya, museum memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran sejarah, selain sebagai sumber pembelajaran juga dapat menjadi media pembelajaran. Sebagai sumber pembelajaran, museum menjadi tempat peserta didik memperoleh informasi dan pengetahuan, sedangkan sebagai media pembelajaran, museum memberikan kemudahan bagi peserta didik menerima sarana pengetahuan dari guru.

Kegiatan observasi di museum, tidak hanya meningkatkan motivasi peserta didik, tetapi juga merangsang peserta didik untuk berfikir kritis. Oleh karena itu, sudah sewajarnya dunia  pendidikan memanfaatkan keberadaan museum untuk mengoptimalkan pembelajaran.

Keberadaan museum menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran Sejarah. Untuk guru dan calon guru, museum menjadi tempat mengawinkan teori dan kenyataan, sehingga akan menambah ketajaman dalam menganalisis sebuah peristiwa. Untuk peserta didik, museum memberikan ruang dalam berimajinasi secara lebih terarah dalam memadupadankan materi yang diberikan guru dan bentuk peninggalannya, sehingga dapat merangsang kemampuan berfikir kritis.

Akan tetapi, implementasi museum sebagai wahana edukasi selayaknya tidak hanya diupayakan oleh akademisi (pendidik dan peserta didik), tetapi oleh pengelola museum.

Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.

Sutaarga (1995: 1) mengatakan bahwa museum adalah tempat mengumpulkan, menyimpan, merawat, melestarikan, mengkaji, mengkomunikasikan bukti material hasil budaya manusia, alam dan lingkungannya. Dalam definisi ini, fungsi museum mengalami pergeseran dikarenakan adanya upaya untuk menjadikan museum sebagai tempat yang lebih berguna dan lebih digemari oleh masyarakat.  (Jurnal Artefak Vol.7 No.2 September 2020: 82)

Sejumlah prajurit angkatan laut dari berbagai negara mengamati salah satu koleksi saat mengunjungi Museum Sri Baduga, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa 14 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Museum sebagai Media Pembelajaran

Bagi masyarakat sekarang, museum hanya dipandang sebagai tempat menyimpan benda antik saja, padahal Museum bisa dijadikan tempat untuk bertamasya dan belajar masa lampau. Saat ini masih banyak sekolah yang hanya menggunakan buku dan LKS untuk sumber pembelajaran sejarah.

Padahal selain menggunakan buku, Museum bisa menjadi salah satu opsi yang bagus. Dengan memanfaatkan Museum yang ada di tiap daerah atau tiap kota, sekolah bisa memperkenalkan sejarah-sejarah yang ada mulai dari museum kecil hingga museum nasional dengan berbagai macam koleksi yang ada, seperti Museum Brawijaya Malang yang terkenal dengan Gerbong Mautnya. Untuk di Bandung ada Museum Geologi, Sri Baduga, Gedung Sate, Museum Konferensi Asia Afrika (KAA).

Tentunya, mengunjungi museum memiliki banyak manfaat, contohnya untuk sumber belajar para pelajar dan mahasiswa dalam pelajaran sejarah. Dalam kegiatan kunjungan museum, para pelajar bisa melaksanakannya secara individu atau sendiri ke museum, atau bisa dilaksanakan dengan satu warga sekolah dengan kegiatan kunjungan museum yang nantinya didampingi oleh guru mapel IPS atau Sejarah.

Museum sebagai sumber belajar memiliki kedudukan yang penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khusunya sebagai media pembelajaran. Sebagai sumber pembelajaran, museum menjadi wahana bagi peserta didik untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan, sedangkan sebagai media pembelajaran, museum menyuguhkan fasilitas bagi peserta didik untuk menerima pengetahuan dari guru (Evitasari dkk., 2021:46).

Meski demikian, kegiatan belajar mengajar sejarah di sekolah adalah patokan utama karena tidak semua guru akan melaksanakan kegiatan kunjungan ke museum. Hal ini kembali lagi dengan sekolah.  

Pada awalnya, museum dikenal sebagai tempat untuk menyimpan koleksi, tetapi seiring dengan perubahan waktu banyak sekolah-sekolah yang melakukan outclass, terutama mengunjungi Museum, baik dari jenjang sekolah SD, SMP, dan SMA, bahkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melaksanakan kunjungan ke museum untuk menambah wawasan sejarah.

Museum untuk sumber belajar sejarah menyesuaikan materi sejarah yang diberikan di sekolah. Kegunaan museum sebagai sumber belajar dimulai dari berkembangnya media pembelajaran di luar sekolah. Hal ini membuat beberapa sekolah mewajibkan pelaksanaan kegiatan belajar tambahan dengan mengunjungi suatu museum yang ada di daerah masing-masing.

Untuk sumber belajar Museum tidak jauh dari kurikulum, karena dengan adanya kurikulum kunjungan museum bisa dilaksanakan itu pun harus dirapatkan terlebih dahulu oleh para guru di sekolah sebelum bertemu kepala Museum.

Dengan koleksi museum yang ada, para peserta didik dapat menggunakan sumber belajar yang baru dan yang paling dekat dengan lingkungan budaya dan masyarakat sekitar. Para peserta didik di museum akan mengetahui pengetahuan yang lebih luas dan informasi yang belum tentu mereka dapatkan sebelumnya, bahkan belum tentu ada (tersedia) di internet.

Sebagai sumber belajar bagi dunia pendidikan, museum memberikan banyak informasi yang nantinya diajarkan para peserta didik dalam kegiatan kunjungan museum yang nantinya para siswa dan siswi akan melihat berbagai jenis koleksi yang menurut orang lain harusnya di rosok tapi masih tersimpan di museum.

Jika tidak ada museum para guru sejarah dan pengajar sejarah tidak bisa mencari informasi dan tidak bisa melaksanakan kegiatan kunjungan museum. Padahal dari kegiatan ini berfungsi untuk menambah wawasan para peserta didiknya, tidak lupa dengan adanya kegiatan ini membuat para siswa dan siswi betah di luar kelas.

Museum memiliki koleksi yang benar adanya dan tidak direkayasa berarti real koleksinya tanpa ada yang diganti. Museum adalah sumber belajar yang konkret dan tidak tergantikan dalam pembelajaran sejarah baik di jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Sekolah Atas dan Sekolah Kejuruan.

Dari salah satu koleksi yang ada pasti ada yang menarik perhatian para peserta didik, terutama mereka pasti berpikir kenapa ya benda lama ini ada di tempat ini, dan apa fungsi benda ini di masa lalu. Di sini peserta didik diharuskan untuk berpikir positif dan kreatif supaya dapat menemukan jawaban yang ada. (Muhammad Iqbal Birsyada, dkk [Nurrahmawati, Editor], 2022: 57-80)

Anak-anak sedang asyik belajar seni tari tradisional di Museum Sri Baduga, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa 14 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Anak-anak sedang asyik belajar seni tari tradisional di Museum Sri Baduga, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa 14 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Tempat Belajar yang Mengasyikkan

Keberadaan empat museum di Bandung ini menawarkan pengalaman wisata yang berbeda-beda, mulai dari ilmu pengetahuan, budaya Sunda, sejarah arsitektur, hingga diplomasi dunia. Sangat cocok dikunjungi bersama keluarga, pelajar, maupun wisatawan yang ingin mengenal Bandung lebih dekat.

Rupanya, dari percakapan sederhana itu sadar, museum bukan sekadar gedung tua berisi benda lama. Justru menjadi ruang untuk membangunkan dan merawat rasa ingin tahu. Pasalnya, dari tempat lura biasa ini anak-anak belajar sejarah tanpa merasa digurui, dan orang dewasa diingatkan soal masa depan tak dapat dibangun tanpa memahami masa lalu.

Kendati, museum sering disalahpahami sebagai tempat sunyi berdebu yang hanya menyimpan benda mati. Padahal museum adalah ruang hidup yang menyimpan memori kolektif, menyalakan imajinasi, dan mendidik tanpa memaksa.

Bila untuk pelajar, museum adalah kelas yang dindingnya berbicara. Bagi orang tua, museum menjadi tempat yang tepat dalam menanamkan karakter dan untuk keutuhan negara, museum adalah penjaga identitas dan jati diri bangsa. 

Saat anak bertanya kapan pergi ke museum, sesungguhnya tengah mengetuk pintu peradaban dan tugas kita hanyalah membukakan pintu pandoranya. Hayu ngamuseum ah! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Jul 2026, 08:32

Jalan Raya Kita Bukan untuk Pesepeda

Negara kita khsusunya Kota Bandung memang belum siap menjadikan jalan raya sebagai tempat yang ramah dengan sepeda.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 17:05

Wujudkan 'Bandung Kota Perkedel' supaya Petani Kentang Makmur

Kota Bandung perlu menjadikan menu perkedel sebagai kuliner unggulan dari usaha kaki lima hingga restoran dan hotel berbintang.

Ilustrasi wujudkan Bandung Kota Perkedel (Sumber: Ayobandung.com dan resepkoki.id)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 16:32

Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 30 Jul 2026, 16:18

Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting

Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.

Polrestabes Bandung tangkap 19 orang pelaku kejahatan jalanan yang terjadi sejak 1 hingga 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:15

Putri Noong Tahun 1980-an

Kuliner khas di Bandung tahun 1980-an.

Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Bandung 30 Jul 2026, 15:04

Suguhkan Sentuhan Seni dan Wangi Teh Pemium nan Otentik, Yuk Nikmati Cerita Baru CHAGEE di Jantung Kota Bandung

CHAGEE merancang gerai flagship secara khusus untuk menampilkan jiwa Kota Bandung yang dikenal berani, ekspresif, kreatif, namun tetap mengakar kuat pada warisan budaya.

CHAGEE secara resmi menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Bandung, membawa angin segar bagi lanskap tempat nongkrong di Kota Parijs van Java. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:00

Pelajaran 'Zero Waste' dari Stadion Persib Bandung

Jika stadion macam GBLA bisa dianggap sebagai “laboratorium” dalam pengelolaan sampah, maka kota adalah “ekosistem hidup” yang membutuhkan integrasi lintas sektor.

Stadion GBLA yang menjadi kandang Persib Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 12:02

Menjelajah Gastronomi Pasundan dalam Mustikarasa: Kesegaran Alami di Lanskap Kuliner Nusantara

Pada tahun 1967, atas arahan Presiden Soekarno, terbitlah sebuah karya monumental bertajuk Mustikarasa.

Ilustrasi Sukarno dan buku Mustikarasa. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 11:46

Batagor Tamim, Legenda Kuliner Kaki Lima Bandung yang Bertahan dari Gerobak Sederhana

Batagor Tamim menawarkan batagor kering dan kuah dengan bumbu kacang khas serta rasa ikan yang kuat. Cari tahu lokasi, harga, dan jam bukanya.

Batagor Tamim Bandung.
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 08:47

Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

Kematian pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung kembali menegaskan perlunya jalur sepeda terproteksi.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 23:55

Sejarah Sop Konro, Kuliner Kuah Hitam dari Kluwek yang Kental dengan Sejarah Sulawesi Selatan

Kenali sejarah Sop Konro Makassar, kuah hitam dari kluwek, asal-usulnya, hingga cara penyajian dengan burasa dan ketupat.

Sop Konro Makassar. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 18:01

Batas Antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan

Permasalahan transportasi di Bandung memang seringkali memunculkan persaingan yang tidak sehat antara moda transportasi yang satu dengan yang lainnya.

Ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 17:06

Mempersiapkan Agustus 2026, Ide Tema Semarak Kemerdekaan hingga Panggung Seni

Bagi penulis Ayo Netizen yang masih mencari ide, berikut beberapa pijakan tema yang bisa diangkat sepanjang Agustus 2026 nanti.

Kemeriahan lomba setiap tanggal 17 Agustus di Indonesia. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 29 Jul 2026, 16:07

Ketum AMSI Dorong Homeless Media Berafiliasi dengan Perusahaan Pers

Ketua Umum AMSI mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.

Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 16:07

Masih Ada Waktu! 6 Ide Tema untuk Ayo Netizen di Sisa Juli 2026

Berikut beberapa momentum aktual yang bisa diangkat sepanjang 29–31 Juli 2026 ini.

Website ayobandung.id pada layar smartphone. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 15:26

SNT dan Jalan Panjang Pemerataan Pendidikan

Keberhasilan Sekolah Nasional Terintegrasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas bangunan atau fasilitas yang tersedia.

Siswa SMP. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 14:20

PANGSI Sebagai Ruang Kreativitas

Sebuah potensi jika tidak terus menerus di pupuk, ia akan menjadi ruang hampa.

 (Foto: Tim Media OSIS)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 13:23

Tamasya Pondok Halimun Sukabumi: Harga Tiket, Camping, Rute, dan Daya Tariknya

Meta: Panduan lengkap wisata Pondok Halimun Sukabumi mulai dari harga tiket terbaru, camping, river tubing, kebun teh, rute menuju lokasi, hingga kondisi akses jalan.

Pondok Halimun Sukabumi.