Ngemuseum, Yuk!

9 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Kamis 23 Apr 2026, 13:24 WIB
Museum Sri Baduga (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Museum Sri Baduga (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Malam itu udara Cibiru terasa lebih dingin dari biasanya. Saat asyik membaca buku lawas Made in Bandung karya Sherly A. Suherman, tiba-tiba Aa Akil, anak kedua (11 tahun), datang menghampiri.

“Bah, kapan ke Museum Konferensi Asia Afrika?” tanya bocah kelas lima SD ini dengan polos.

Kujawab singkat, “Sanes atos?”

“Kan waktu dulu baru ke Museum Geologi, Sri Baduga, sama Gedung Sate. Kalau Museum KAA mah cuma lewat waktu festival,” ujarnya sambil tertawa dan garuk-garuk kepala.

Lalu menjelaskan dengan mata berbinar, “Ada perayaan 71 tahun Konferensi Asia Afrika. Pasti seru ya Bah!”

Sambil mengusap rambut yang baru dipotong dan tersenyum. “Aa terang ti mana?”

“Ini dari koran, Bah!”

4 Museum di Bandung yang Wajib Dikunjungi

Bandung dikenal sebagai kota kreatif yang kaya akan sejarah, budaya, pendidikan, kuliner, dan wisata alam. Memang Kota Kembang memiliki banyak museum menarik yang cocok dijadikan destinasi wisata edukasi. 

Berikut empat museum populer di Bandung yang layak dikunjungi sebagai ruang belajar, rekreasi, dan refleksi.

Museum Geologi Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Museum Geologi Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

1. Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung merupakan salah satu destinasi wisata edukasi favorit di Kota Bandung. Museum ini berlokasi di Jalan Diponegoro Nomor 57, Cihaur Geulis, Kecamatan Cibeunying Kaler.

Museum ini menyimpan beragam koleksi geologi, seperti fosil, batuan, mineral, serta informasi perkembangan bumi dan kehidupan purba. Sebagian besar koleksi merupakan hasil penelitian lapangan di Indonesia sejak tahun 1850.

Museum Geologi didirikan pada 16 Mei 1929 atas prakarsa Dinas Pertambangan pada masa Hindia Belanda. Bangunannya bergaya Art Deco dan sempat direnovasi sebelum dibuka kembali pada tahun 2000.

Dengan memiliki daya tarik luar biasa yang  terdiri atas dua lantai:

Lantai 1, ruang orientasi berisi peta relief Indonesia dan animasi geologi. Sayap barat menampilkan sejarah terbentuknya bumi dan geologi Indonesia. Sayap timur menampilkan evolusi makhluk hidup, fosil manusia purba, serta perkembangan budaya.

Lantai 2,  menampilkan pertambangan emas Papua. Miniatur pengeboran minyak dan gas bumi. Informasi manfaat serta dampak geologi bagi kehidupan manusia.

Museum Geologi ini buka pada Selasa–Minggu pukul 10.00–13.00 WIB. Harga tiket: Pelajar: Rp2.000, Umum: Rp3.000, Wisatawan asing: Rp10.000 (Kompas 27 Februari 2022, 11:22 WIB)

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Alfarisi)

2. Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga terletak di Jalan BKR Nomor 185, Bandung. Museum ini merupakan museum negeri Provinsi Jawa Barat yang menyimpan berbagai benda bersejarah dan koleksi budaya Sunda.

Nama Sri Baduga diambil dari raja besar Kerajaan Sunda, Sri Baduga Maharaja. Museum ini memiliki koleksi yang terbagi ke dalam berbagai klasifikasi, antara lain: Geologika (batuan, fosil), Numismatika (mata uang), Biologika (rangka hewan), Filologika (naskah kuno), Etnografika (hasil budaya), Arkeologika, Historika, Teknologika dan Seni rupa.

Terdapat beberapa benda menarik yang dipamerkan antara lain kereta kencana, pakaian adat, arca, gramofon, hingga naskah kuno. Bangunan museum mengusung desain rumah panggung khas Jawa Barat.

Dengan Harga tiket: Anak-anak/TK-SMP: Rp2.000, Pelajar dewasa/Mahasiswa/Umum: Rp3.000, Wisatawan asing dewasa: Rp5.000, Wisatawan asing anak-anak: Rp4.000 Jam buka: Selasa–Jumat pukul 08.00–16.00 WIB. Senin dan hari libur nasional tutup. (Kompas 20 Desember 2022, 22:45 WIB)

Pengunjung saat mengunjungi Museum Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

3. Museum Gedung Sate

Museum Gedung Sate merupakan museum modern yang berada di lantai dasar Gedung Sate, ikon Kota Bandung. Lokasinya berada di Jalan Diponegoro Nomor 22, Bandung.

Museum ini dibangun untuk menjelaskan sejarah, arsitektur, dan perjalanan Gedung Sate yang mulai dibangun pada 27 Juli 1920. Berisi informasi sejarah, museum ini menghadirkan teknologi interaktif dan koleksi visual mengenai perkembangan Bandung serta pemerintahan Jawa Barat.

Museum Gedung Sate buka setiap Selasa–Minggu pukul 09.30–16.00 WIB. Harga tiket masuk mulai Rp5.000 per orang. (Kompas 14 Agustus 2023, 09:34 WIB)

Museum Konperensi Asia Afrika (Museum KAA). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

4. Museum Konferensi Asia Afrika

Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) berada di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Nomor 65, Bandung. Museum ini menyimpan sejarah penting peristiwa Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang menjadi tonggak solidaritas negara-negara Asia dan Afrika.

Museum ini diresmikan Presiden Soeharto pada 24 April 1980. Dengan  memiliki ruang pameran tetap yang menampilkan: Foto dokumentasi Konferensi Asia Afrika 1955,  Peristiwa Pertemuan Tugu, Konferensi Kolombo, dan Konferensi Bogor, Diorama pembukaan Konferensi Asia Afrika, Profil negara peserta konferensi dan Sejarah Gedung Merdeka dari masa ke masa.

Museum ini memiliki perpustakaan dengan koleksi buku sejarah, politik, sosial, dan budaya negara-negara Asia-Afrika.

Untuk Jam Kunjungan Museum berlangsung Rabu, Kamis, Sabtu: 09.00–12.00 WIB dan 13.00–15.00 WIB. Jumat: 09.00–11.30 WIB dan 13.30–15.30 WIB dan hari Minggu, Senin, Selasa, dan hari libur nasional: Tutup. Terlebih dahulu harus melakukan reservasi online di bit.ly/simkuringmkaa 

Dalam laporan Antara pengunjung Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung meningkat signifikan, mencapai 400-500 orang per hari menjelang peringatan ke-71 Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 18-24 April 2026. Lonjakan ini didorong oleh wisatawan domestik dan mancanegara yang antusias melihat sejarah Gedung Merdeka.  (Ayo Bandung Kamis, 12 Oktober 2023 | 07:18 WIB, Antara Rabu, 15 April 2026 17:39 WIB, https://mkaa.kemlu.go.id)

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Jejak Mahakarya Cagar Budaya

Dalam UU No. 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, disebutkan bahwa museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, berupa benda, bangunan, dan atau struktur yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya atau yang bukan Cagar Budaya, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat.

Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan bendabenda yang berhubungan dengan sejarah perkembangan umat manusia, tetapi juga berkewajiban untuk mentransfer nilai-nilai yang terkandung dalam benda koleksinya.

Uniknya, museum memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran sejarah, selain sebagai sumber pembelajaran juga dapat menjadi media pembelajaran. Sebagai sumber pembelajaran, museum menjadi tempat peserta didik memperoleh informasi dan pengetahuan, sedangkan sebagai media pembelajaran, museum memberikan kemudahan bagi peserta didik menerima sarana pengetahuan dari guru.

Kegiatan observasi di museum, tidak hanya meningkatkan motivasi peserta didik, tetapi juga merangsang peserta didik untuk berfikir kritis. Oleh karena itu, sudah sewajarnya dunia  pendidikan memanfaatkan keberadaan museum untuk mengoptimalkan pembelajaran.

Keberadaan museum menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran Sejarah. Untuk guru dan calon guru, museum menjadi tempat mengawinkan teori dan kenyataan, sehingga akan menambah ketajaman dalam menganalisis sebuah peristiwa. Untuk peserta didik, museum memberikan ruang dalam berimajinasi secara lebih terarah dalam memadupadankan materi yang diberikan guru dan bentuk peninggalannya, sehingga dapat merangsang kemampuan berfikir kritis.

Akan tetapi, implementasi museum sebagai wahana edukasi selayaknya tidak hanya diupayakan oleh akademisi (pendidik dan peserta didik), tetapi oleh pengelola museum.

Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.

Sutaarga (1995: 1) mengatakan bahwa museum adalah tempat mengumpulkan, menyimpan, merawat, melestarikan, mengkaji, mengkomunikasikan bukti material hasil budaya manusia, alam dan lingkungannya. Dalam definisi ini, fungsi museum mengalami pergeseran dikarenakan adanya upaya untuk menjadikan museum sebagai tempat yang lebih berguna dan lebih digemari oleh masyarakat.  (Jurnal Artefak Vol.7 No.2 September 2020: 82)

Sejumlah prajurit angkatan laut dari berbagai negara mengamati salah satu koleksi saat mengunjungi Museum Sri Baduga, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa 14 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Museum sebagai Media Pembelajaran

Bagi masyarakat sekarang, museum hanya dipandang sebagai tempat menyimpan benda antik saja, padahal Museum bisa dijadikan tempat untuk bertamasya dan belajar masa lampau. Saat ini masih banyak sekolah yang hanya menggunakan buku dan LKS untuk sumber pembelajaran sejarah.

Padahal selain menggunakan buku, Museum bisa menjadi salah satu opsi yang bagus. Dengan memanfaatkan Museum yang ada di tiap daerah atau tiap kota, sekolah bisa memperkenalkan sejarah-sejarah yang ada mulai dari museum kecil hingga museum nasional dengan berbagai macam koleksi yang ada, seperti Museum Brawijaya Malang yang terkenal dengan Gerbong Mautnya. Untuk di Bandung ada Museum Geologi, Sri Baduga, Gedung Sate, Museum Konferensi Asia Afrika (KAA).

Tentunya, mengunjungi museum memiliki banyak manfaat, contohnya untuk sumber belajar para pelajar dan mahasiswa dalam pelajaran sejarah. Dalam kegiatan kunjungan museum, para pelajar bisa melaksanakannya secara individu atau sendiri ke museum, atau bisa dilaksanakan dengan satu warga sekolah dengan kegiatan kunjungan museum yang nantinya didampingi oleh guru mapel IPS atau Sejarah.

Museum sebagai sumber belajar memiliki kedudukan yang penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khusunya sebagai media pembelajaran. Sebagai sumber pembelajaran, museum menjadi wahana bagi peserta didik untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan, sedangkan sebagai media pembelajaran, museum menyuguhkan fasilitas bagi peserta didik untuk menerima pengetahuan dari guru (Evitasari dkk., 2021:46).

Meski demikian, kegiatan belajar mengajar sejarah di sekolah adalah patokan utama karena tidak semua guru akan melaksanakan kegiatan kunjungan ke museum. Hal ini kembali lagi dengan sekolah.  

Pada awalnya, museum dikenal sebagai tempat untuk menyimpan koleksi, tetapi seiring dengan perubahan waktu banyak sekolah-sekolah yang melakukan outclass, terutama mengunjungi Museum, baik dari jenjang sekolah SD, SMP, dan SMA, bahkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melaksanakan kunjungan ke museum untuk menambah wawasan sejarah.

Museum untuk sumber belajar sejarah menyesuaikan materi sejarah yang diberikan di sekolah. Kegunaan museum sebagai sumber belajar dimulai dari berkembangnya media pembelajaran di luar sekolah. Hal ini membuat beberapa sekolah mewajibkan pelaksanaan kegiatan belajar tambahan dengan mengunjungi suatu museum yang ada di daerah masing-masing.

Untuk sumber belajar Museum tidak jauh dari kurikulum, karena dengan adanya kurikulum kunjungan museum bisa dilaksanakan itu pun harus dirapatkan terlebih dahulu oleh para guru di sekolah sebelum bertemu kepala Museum.

Dengan koleksi museum yang ada, para peserta didik dapat menggunakan sumber belajar yang baru dan yang paling dekat dengan lingkungan budaya dan masyarakat sekitar. Para peserta didik di museum akan mengetahui pengetahuan yang lebih luas dan informasi yang belum tentu mereka dapatkan sebelumnya, bahkan belum tentu ada (tersedia) di internet.

Sebagai sumber belajar bagi dunia pendidikan, museum memberikan banyak informasi yang nantinya diajarkan para peserta didik dalam kegiatan kunjungan museum yang nantinya para siswa dan siswi akan melihat berbagai jenis koleksi yang menurut orang lain harusnya di rosok tapi masih tersimpan di museum.

Jika tidak ada museum para guru sejarah dan pengajar sejarah tidak bisa mencari informasi dan tidak bisa melaksanakan kegiatan kunjungan museum. Padahal dari kegiatan ini berfungsi untuk menambah wawasan para peserta didiknya, tidak lupa dengan adanya kegiatan ini membuat para siswa dan siswi betah di luar kelas.

Museum memiliki koleksi yang benar adanya dan tidak direkayasa berarti real koleksinya tanpa ada yang diganti. Museum adalah sumber belajar yang konkret dan tidak tergantikan dalam pembelajaran sejarah baik di jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Sekolah Atas dan Sekolah Kejuruan.

Dari salah satu koleksi yang ada pasti ada yang menarik perhatian para peserta didik, terutama mereka pasti berpikir kenapa ya benda lama ini ada di tempat ini, dan apa fungsi benda ini di masa lalu. Di sini peserta didik diharuskan untuk berpikir positif dan kreatif supaya dapat menemukan jawaban yang ada. (Muhammad Iqbal Birsyada, dkk [Nurrahmawati, Editor], 2022: 57-80)

Anak-anak sedang asyik belajar seni tari tradisional di Museum Sri Baduga, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa 14 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Anak-anak sedang asyik belajar seni tari tradisional di Museum Sri Baduga, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa 14 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Tempat Belajar yang Mengasyikkan

Keberadaan empat museum di Bandung ini menawarkan pengalaman wisata yang berbeda-beda, mulai dari ilmu pengetahuan, budaya Sunda, sejarah arsitektur, hingga diplomasi dunia. Sangat cocok dikunjungi bersama keluarga, pelajar, maupun wisatawan yang ingin mengenal Bandung lebih dekat.

Rupanya, dari percakapan sederhana itu sadar, museum bukan sekadar gedung tua berisi benda lama. Justru menjadi ruang untuk membangunkan dan merawat rasa ingin tahu. Pasalnya, dari tempat lura biasa ini anak-anak belajar sejarah tanpa merasa digurui, dan orang dewasa diingatkan soal masa depan tak dapat dibangun tanpa memahami masa lalu.

Kendati, museum sering disalahpahami sebagai tempat sunyi berdebu yang hanya menyimpan benda mati. Padahal museum adalah ruang hidup yang menyimpan memori kolektif, menyalakan imajinasi, dan mendidik tanpa memaksa.

Bila untuk pelajar, museum adalah kelas yang dindingnya berbicara. Bagi orang tua, museum menjadi tempat yang tepat dalam menanamkan karakter dan untuk keutuhan negara, museum adalah penjaga identitas dan jati diri bangsa. 

Saat anak bertanya kapan pergi ke museum, sesungguhnya tengah mengetuk pintu peradaban dan tugas kita hanyalah membukakan pintu pandoranya. Hayu ngamuseum ah! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Bandung 13 Jun 2026, 20:44

Sektor Perdagangan dan Industri Loyo, Kredit UMKM Jabar Sentuh Rp186,4 Triliun

Total kredit UMKM Jawa Barat tembus Rp186,4 triliun per Maret 2026. Namun, sektor perdagangan besar dan industri pengolahan justru mengalami kontraksi yoy.

Ilustrasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 13 Jun 2026, 19:45

Gaya Hidup Serba Cepat, Begini Cara Wanita Modern Pilih Tas Multifungsi yang Sesuai Jati Diri

Wanita urban masa kini cenderung mencari keseimbangan antara fungsionalitas yang tinggi dan pesan personal yang ingin mereka sampaikan kepada dunia melalui penampilan mereka.

Tren terbesar yang mendominasi panggung mode sehari-hari saat ini adalah tingginya permintaan terhadap tas yang bersifat multifungsi atau versatile. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Beranda 13 Jun 2026, 09:16

Mengupas Kebiasaan Belanja Baju yang Menjadi Ancaman Lingkungan

Pemutaran film Menolak Punah di Bandung mengungkap dampak tersembunyi industri fast fashion, dari limbah tekstil hingga ancaman mikroplastik bagi manusia.

Diskusi film Menolak Punah di Tjap Sahabat Bandung mengajak peserta melihat kembali hubungan antara isi lemari dan krisis lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 20:23

Kenaikan Harga BBM, Peningkatan Biaya Operasional Kendaraan, dan Peluang Perpindahan Moda Transportasi

Kenaikan harga BBM meningkatkan biaya operasional kendaraan dan membuka peluang perpindahan moda transportasi, asalkan didukung dengan angkutan umum yang berkualitas.

Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina jenis Pertamax (RON 92) per 10 Juni 2026. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 19:34

Dari Tjilakiplein ke Taman Lansia Kota Bandung

Perkembangan Taman Lansia dari masa Kolonial Belanda hingga masa kini yang menjadi taman ramah bagi lanjut usia yang inklusif.

Warga saat berada di Taman Lansia, Kota Bandung, Jumat 30 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 18:11

CRISPR-Cas9: Teknologi Penghasil Beras Unggul yang Dikembangkan Peneliti di China

Bisakah padi lokal yang berbulir kecil “diubah” menjadi bulir panjang? Pertanyaan ini mungkin terlihat seperti fiksi ilmiah.

Ilustrasi beras bulir panjang bersih dan minim zat kapur. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 17:17

Urgensi Drone untuk Mitigasi dan Penanggulangan Gempa

Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dengan industri drone yang sudah memiliki sertifikasi atau mendapatkan pengesahan Design Organization Approval (DOA).

Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 12 Jun 2026, 16:46

Itinerary Wisata Bandung 1–2 Hari, Jelajah Kota Kembang dalam Dua Zona yang Berbeda

Panduan itinerary Bandung 1–2 hari dengan rute wisata pusat kota dan Lembang. Cocok untuk liburan singkat tanpa menghabiskan banyak waktu di jalan.

Suasana Bandung dari ketinggian. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 16:16

Banjir Bandung: Bencana Kebijakan, Bukan Bencana Alam

Banjir tahunan di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang sudah bukan kejutan lagi, banjir datang setiap musim hujan, dan merendam puluhan ribu jiwa.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 15:32

Bojongmalaka, Tanjung yang Ditumbuhi Pohon Malaka

Pohon malaka itu batangnya bengkok-bengkok, tingginya antara 10 m sampai 19m.

Pohon malaka yang sedang berbuah lebat di puncak Gunung Pipisan di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. (Foto: Ganjar Wigun)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 14:47

Disabilitas Antara Kemanusiaan dan Egaliter

Kaum disabilitas acapkali hanya dijadikan jargon politik, bahwa manusia adalah setara.

Komunitas atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di acara Bandung Communication Run, Minggu, 28 Desember 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:21

Mandi Kembang sebagai Cara Perempuan Masa Kini Mengapresiasi Tubuh

Tren amandazahraism sebagai sarana pelestarian budaya, menjadikan mandi bunga yang dulunya dianggap mistis dan kolot sebagai bentuk self-care.

Ilustrasi mandi kembang. (Sumber: "Spa in DVN" by Dennis Wong)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:09

Mengenal Dunia Pelayanan Sosial Melalui Magang Berdampak

Mahasiswa Pendidikan Masyarakat UPI melaksanakan Program Magang Mandiri Berdampak di Dinas Sosial Kota Bandung.

Kegiatan Penjemputan Mahasiswa Magang oleh Pihak Kampus & Pihak Mitra.
Ikon 12 Jun 2026, 10:50

Ubertos Mall di Timur Kota Bandung yang Mengalami Pasang Surut

Perjalanan Ubertos dari era BTP, sempat bangkit usai rebranding lalu kembali menghadapi penurunan.

Ubertos Mall. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 10:19

Ketika Makan Sehat Menjadi Kemewahan

Meski “Isi Piringku” menjadi pedoman gizi seimbang, penerapannya masih terhambat oleh keterbatasan ekonomi, rendahnya literasi gizi, dan akses pangan sehat yang belum merata.

 (Sumber: Ayo Sehat - Kemenkes)
Beranda 12 Jun 2026, 09:55

Potret Gejolak Ekonomi, Nestapa Ojol hingga Perajin Tahu Tempe di Bandung

Potret gejolak ekonomi di Bandung, dari ojol yang terbebani kenaikan harga BBM hingga perajin tahu tempe yang terjepit mahalnya kedelai impor akibat pelemahan rupiah.

Kenaikan harga kedelai impor membuat keuntungan perajin tahu dan tempe terus menyusut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:42

Sejarah SS1 Sebagai Senapan Utama Tni dan Simbol Nation Building

Melihat sejarah adopsi senapan utama TNI yang digunakan hingga sekarang.

SS1-V2 (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:00

Kecemasan Mahasiswa Perantau, Kenaikan BBM Memicu Efek Domino

Kenaikan harga BBM di Cirebon memicu kecemasan di kalangan mahasiswa,terutama yang merantau.

Illustrasi. (Sumber AI)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 08:37

Mengulik Sejarah Benteng Vastenburg dan Perkembangannya Menjadi Tempat Rekreasi

Benteng Vastenburg dahulu hampir menjadi benteng yang terbengkalai.

 (Sumber: sinar.big.go.id)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 20:52

Moro Langlayangan

Layangan yang tersangkut di atap jemuran rumah sore itu. Bila bagi seorang anak, hanyalah galabag yang berhasil didapatkan.

Anak-anak bermain layangan di atas rel kereta api Jalan Laswi (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)