Dari Padel ke Hyrox: Komodifikasi Olahraga dan Representasi Gengsi Kelas Atas dalam Budaya Populer

5 menit baca
Rafiiqul Hariz
Ditulis oleh Rafiiqul Hariz diterbitkan Rabu 22 Apr 2026, 16:25 WIB
Olahraga hyrox. (Sumber: universe.roboflow.com)

Olahraga hyrox. (Sumber: universe.roboflow.com)

Dalam beberapa tahun terakhir ini fenomena olahraga di Indonesia mengalami perubahan yang cukup cepat dan signifikan, dari mulai bersepeda, golf, lari, dan yang terbaru padel dan juga yang paling terbaru dan menjadi tren di tahun 2026 yaitu olahraga hyrox. Sebelumnya padel menguasai tren olahraga di Indonesia sekarang sudah mulai di imbangi oleh kehadiran Hyrox sebagai olahraga baru yang lebih kompetitif dan menantang. Kedua fenomena ini tidak hanya sekedar mencerminkan sebuah aktvitas fisik semarta, tetapi juga menunjukan bagaimana sebuah olahraga menjadi bagian dari gaya hidup yang sarat akan makna sosial dan simbolik. Dalam konteks ini, olahraga tidak lagi dipahami hanya sebagai kebutuhan untuk Kesehatan, melainkan telah bertranformasi menjadi lambing atau representasi gengsi dan status sosial.

Perkembangan tren olahraga padel sangat pesat di Indonesia dalam kurun waktu yang cukup sebentar, lapangan paadel sudah bertebaran di daerah – daerah indonesi. Padel dikenal sebagai olahraga untuk kelas atas karena identic dengan lingkungan yang ekslusif, seperti klub-klub premium dan komunitas kelas atas, sehingga aktivitas padel sering kali menjadi tempat untung membangun relasi sosial dan menunjukan identitas kelompok. Dan sering di jadikan ajang gengsi dengan di unggah di media sosial. Seiring berjalannya waktu, munculah olahrga Hyrox sebagai olahrga berbasis komeptisi dan ketahanan fisik menghadirkan bentuk baru dari representasi gaya hidup, di mana individu tidak hanya menunjukan akses terhadap fasilitas ekslusif, tetapi juga menunjukan bahwa mereka memiliki kemampuan fisik yang bagus karena kedisiplinan diri yang tinggi.

Dalam perspektif Komodifikasi, fenomena ini menunjukan adanya perubahan nilai olahraga dari nilai guna menjadi nilai tukar, Olahraga yang pada dasarnya berfungsi untuk menjaga kebugaran tubuh kita, kini mengalami pergeseran menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi dan simbolik, olahraga padel dan hyrox dikemas sebagai produk gaya hidup melalui berbagai media, seperti media sosial, event internasional, hingga endorsement oleh figure public. Hal ini membuat olahraga tidak lagi sekedar aktivitas, melainkan menjadi sesuatu yang dapat kita konsumsi untuk membangun branding di ruang publik.

Peran media sosial menjadi faktor penting dalam mempercepat proses komodifikasi tersebut. Representasi visual yang di tampilkan lewat media sosial memperlihatkan padel sebagai olahraga yang santai, sosial, dan berkelas. Sementara hyrox direpresentasikan sebagai olahraga yang menantang, disipilin, dan ekslusif, kedua citra ini membentuk pesepsi Masyarakat bahwa partisipasi dalam olahraga tersebut tidak hanya berkaitan dengan Kesehatan, tetapi juga ada identitas atau gengsi yang di cari, dalam hal ini, media berperan dalam menciptakan standar gaya hidup tertentu yang kemudian diikuti oleh masyrakat, khususnya kalangan kelas atas.

Lebih jauh, tren pergeseran dari padel ke Hyrox juga mencerminkan adanya perubuhan dalam cara kalangan kelas atas mengekspresikan gengsi mereka. Jika sebelumnya gengsi ditampilkan melalui aktivitas sosial yang santai dan eksklusif seperti padel, kini bergeser kearah pencapain personal dan performa fisik yang ditunjukan melalui Hyrox. Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari logika komodifikasi olahraga, Dimana sport telah menjadi bagian dari sistem kapitalisme global yang, sebagaimana disebutkan bahwa “sport has been transformed into a commodity” (Jha, 2021). Selain itu, hyrox sendiri kini berkembang menjadi ladang cuan baru, industry besar dengan potensi ekonomi yang signifikan, bahkan di sebut fenomena baru yang memiliki omset triliunan rupiah. Namun demikian, baik padel maupun Hyrox tetap berada dalam kerangka yang sama, yaitu sebagai alat menunjukan gengsi sosial. Dengan kata lain olahraga menjadi lambing dari suatu kelompok sosial dan membedakan kemampuan dan representasi gaya hidup seseorang.

Di balik fenomena tersebut, muncul pertanyaan kritis mengenai makna sebenarnya dari aktivitas olahraga itu sendiri. Apakah olahraga masih menjadi sarana untuk mencapai kesehatan, atau justru telah bergeser menjadi bagian dari konsumsi simbolik dalam budaya populer? Komodifikasi yang terjadi menunjukkan bahwa batas antara kebutuhan dan keinginan semakin kabur, di mana individu terdorong untuk mengikuti tren bukan semata-mata karena kebutuhan, tetapi karena dorongan untuk menjadi bagian dari kelompok sosial tertentu. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa dalam budaya konsumsi, “the exchange value of a commodity becomes more important than its use value”(Jha, 2021).Bahkan dalam konteks tren Hyrox, fenomena ini juga kerap dipandang sebagai ajang untuk menunjukkan eksistensi atau bahkan “flexing” gaya hidup di media sosial . Dengan demikian, olahraga tidak lagi sekadar aktivitas fisik, tetapi telah menjadi bagian dari konsumsi simbolik yang sarat akan makna sosial.

Dengan demikian, fenomena pergeseran tren dari padel ke Hyrox tidak hanya mencerminkan perubahan preferensi olahraga, tetapi juga menunjukkan bagaimana olahraga telah menjadi bagian dari praktik komodifikasi dalam budaya populer. Olahraga berfungsi sebagai simbol gengsi dan alat representasi kelas atas yang terus berkembang mengikuti sifat kenafsuan manusia dalam hal ingin menjadi yang terbaik. Dalam konteks ini, olahraga sebagai komoditas tidak hanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga untuk menciptakan nilai dan identitas tertentu, sebagaimana dijelaskan bahwa “komoditas tidak selalu bersifat material”(Jha, 2021), melainkan juga dapat berupa budaya dan pengalaman yang dipertukarkan dalam pasar. Fenomena ini pada akhirnya menjadi refleksi dari hubungan yang kompleks antara gaya hidup, konsumsi, dan identitas dalam masyarakat modern, di mana olahraga telah mengalami transformasi dari aktivitas kesehatan menjadi bagian dari sistem representasi sosial yang lebih luas.

Referensi:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Rafiiqul Hariz
tentang olahraga yang sudah bukan menjadi aktivitas melainkan jadi tempat untuk ajang gengsi

Berita Terkait

News Update

Beranda 13 Jun 2026, 09:16

Mengupas Kebiasaan Belanja Baju yang Menjadi Ancaman Lingkungan

Pemutaran film Menolak Punah di Bandung mengungkap dampak tersembunyi industri fast fashion, dari limbah tekstil hingga ancaman mikroplastik bagi manusia.

Diskusi film Menolak Punah di Tjap Sahabat Bandung mengajak peserta melihat kembali hubungan antara isi lemari dan krisis lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 20:23

Kenaikan Harga BBM, Peningkatan Biaya Operasional Kendaraan, dan Peluang Perpindahan Moda Transportasi

Kenaikan harga BBM meningkatkan biaya operasional kendaraan dan membuka peluang perpindahan moda transportasi, asalkan didukung dengan angkutan umum yang berkualitas.

Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina jenis Pertamax (RON 92) per 10 Juni 2026. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 19:34

Dari Tjilakiplein ke Taman Lansia Kota Bandung

Perkembangan Taman Lansia dari masa Kolonial Belanda hingga masa kini yang menjadi taman ramah bagi lanjut usia yang inklusif.

Warga saat berada di Taman Lansia, Kota Bandung, Jumat 30 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 18:11

CRISPR-Cas9: Teknologi Penghasil Beras Unggul yang Dikembangkan Peneliti di China

Bisakah padi lokal yang berbulir kecil “diubah” menjadi bulir panjang? Pertanyaan ini mungkin terlihat seperti fiksi ilmiah.

Ilustrasi beras bulir panjang bersih dan minim zat kapur. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 17:17

Urgensi Drone untuk Mitigasi dan Penanggulangan Gempa

Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dengan industri drone yang sudah memiliki sertifikasi atau mendapatkan pengesahan Design Organization Approval (DOA).

Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 12 Jun 2026, 16:46

Itinerary Wisata Bandung 1–2 Hari, Jelajah Kota Kembang dalam Dua Zona yang Berbeda

Panduan itinerary Bandung 1–2 hari dengan rute wisata pusat kota dan Lembang. Cocok untuk liburan singkat tanpa menghabiskan banyak waktu di jalan.

Suasana Bandung dari ketinggian. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 16:16

Banjir Bandung: Bencana Kebijakan, Bukan Bencana Alam

Banjir tahunan di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang sudah bukan kejutan lagi, banjir datang setiap musim hujan, dan merendam puluhan ribu jiwa.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 15:32

Bojongmalaka, Tanjung yang Ditumbuhi Pohon Malaka

Pohon malaka itu batangnya bengkok-bengkok, tingginya antara 10 m sampai 19m.

Pohon malaka yang sedang berbuah lebat di puncak Gunung Pipisan di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. (Foto: Ganjar Wigun)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 14:47

Disabilitas Antara Kemanusiaan dan Egaliter

Kaum disabilitas acapkali hanya dijadikan jargon politik, bahwa manusia adalah setara.

Komunitas atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di acara Bandung Communication Run, Minggu, 28 Desember 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:21

Mandi Kembang sebagai Cara Perempuan Masa Kini Mengapresiasi Tubuh

Tren amandazahraism sebagai sarana pelestarian budaya, menjadikan mandi bunga yang dulunya dianggap mistis dan kolot sebagai bentuk self-care.

Ilustrasi mandi kembang. (Sumber: "Spa in DVN" by Dennis Wong)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:09

Mengenal Dunia Pelayanan Sosial Melalui Magang Berdampak

Mahasiswa Pendidikan Masyarakat UPI melaksanakan Program Magang Mandiri Berdampak di Dinas Sosial Kota Bandung.

Kegiatan Penjemputan Mahasiswa Magang oleh Pihak Kampus & Pihak Mitra.
Ikon 12 Jun 2026, 10:50

Ubertos Mall di Timur Kota Bandung yang Mengalami Pasang Surut

Perjalanan Ubertos dari era BTP, sempat bangkit usai rebranding lalu kembali menghadapi penurunan.

Ubertos Mall. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 10:19

Ketika Makan Sehat Menjadi Kemewahan

Meski “Isi Piringku” menjadi pedoman gizi seimbang, penerapannya masih terhambat oleh keterbatasan ekonomi, rendahnya literasi gizi, dan akses pangan sehat yang belum merata.

 (Sumber: Ayo Sehat - Kemenkes)
Beranda 12 Jun 2026, 09:55

Potret Gejolak Ekonomi, Nestapa Ojol hingga Perajin Tahu Tempe di Bandung

Potret gejolak ekonomi di Bandung, dari ojol yang terbebani kenaikan harga BBM hingga perajin tahu tempe yang terjepit mahalnya kedelai impor akibat pelemahan rupiah.

Kenaikan harga kedelai impor membuat keuntungan perajin tahu dan tempe terus menyusut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:42

Sejarah SS1 Sebagai Senapan Utama Tni dan Simbol Nation Building

Melihat sejarah adopsi senapan utama TNI yang digunakan hingga sekarang.

SS1-V2 (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:00

Kecemasan Mahasiswa Perantau, Kenaikan BBM Memicu Efek Domino

Kenaikan harga BBM di Cirebon memicu kecemasan di kalangan mahasiswa,terutama yang merantau.

Illustrasi. (Sumber AI)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 08:37

Mengulik Sejarah Benteng Vastenburg dan Perkembangannya Menjadi Tempat Rekreasi

Benteng Vastenburg dahulu hampir menjadi benteng yang terbengkalai.

 (Sumber: sinar.big.go.id)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 20:52

Moro Langlayangan

Layangan yang tersangkut di atap jemuran rumah sore itu. Bila bagi seorang anak, hanyalah galabag yang berhasil didapatkan.

Anak-anak bermain layangan di atas rel kereta api Jalan Laswi (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 11 Jun 2026, 20:34

Edukasi Tata Kelola Kopi, Bekali Kopi Dampingi Petani di Lembang Tanpa Beli Lahan

Bekali Kopi hadir mendampingi petani kopi di Pasir Angling, Lembang, melalui edukasi tata kelola dan pengolahan hasil panen tanpa harus membeli lahan mereka.

Bekali Kopi hadir mendampingi petani kopi di Pasir Angling, Lembang, melalui edukasi tata kelola dan pengolahan hasil panen tanpa harus membeli lahan mereka. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 19:47

Dari Jalan Pos, Pecinan, dan Wisata Kuliner: Lapisan Waktu di Surya Kencana

Surya Kencana berawal dari jalur pos kolonial, kampung dagang Tionghoa, hingga destinasi kuliner yang tak pernah tidur.

Potret Suryakencana pada malam hari. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)