Dari Padel ke Hyrox: Komodifikasi Olahraga dan Representasi Gengsi Kelas Atas dalam Budaya Populer

Rafiiqul Hariz
Ditulis oleh Rafiiqul Hariz diterbitkan Rabu 22 Apr 2026, 16:25 WIB
Olahraga hyrox. (Sumber: universe.roboflow.com)

Olahraga hyrox. (Sumber: universe.roboflow.com)

Dalam beberapa tahun terakhir ini fenomena olahraga di Indonesia mengalami perubahan yang cukup cepat dan signifikan, dari mulai bersepeda, golf, lari, dan yang terbaru padel dan juga yang paling terbaru dan menjadi tren di tahun 2026 yaitu olahraga hyrox. Sebelumnya padel menguasai tren olahraga di Indonesia sekarang sudah mulai di imbangi oleh kehadiran Hyrox sebagai olahraga baru yang lebih kompetitif dan menantang. Kedua fenomena ini tidak hanya sekedar mencerminkan sebuah aktvitas fisik semarta, tetapi juga menunjukan bagaimana sebuah olahraga menjadi bagian dari gaya hidup yang sarat akan makna sosial dan simbolik. Dalam konteks ini, olahraga tidak lagi dipahami hanya sebagai kebutuhan untuk Kesehatan, melainkan telah bertranformasi menjadi lambing atau representasi gengsi dan status sosial.

Perkembangan tren olahraga padel sangat pesat di Indonesia dalam kurun waktu yang cukup sebentar, lapangan paadel sudah bertebaran di daerah – daerah indonesi. Padel dikenal sebagai olahraga untuk kelas atas karena identic dengan lingkungan yang ekslusif, seperti klub-klub premium dan komunitas kelas atas, sehingga aktivitas padel sering kali menjadi tempat untung membangun relasi sosial dan menunjukan identitas kelompok. Dan sering di jadikan ajang gengsi dengan di unggah di media sosial. Seiring berjalannya waktu, munculah olahrga Hyrox sebagai olahrga berbasis komeptisi dan ketahanan fisik menghadirkan bentuk baru dari representasi gaya hidup, di mana individu tidak hanya menunjukan akses terhadap fasilitas ekslusif, tetapi juga menunjukan bahwa mereka memiliki kemampuan fisik yang bagus karena kedisiplinan diri yang tinggi.

Dalam perspektif Komodifikasi, fenomena ini menunjukan adanya perubahan nilai olahraga dari nilai guna menjadi nilai tukar, Olahraga yang pada dasarnya berfungsi untuk menjaga kebugaran tubuh kita, kini mengalami pergeseran menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi dan simbolik, olahraga padel dan hyrox dikemas sebagai produk gaya hidup melalui berbagai media, seperti media sosial, event internasional, hingga endorsement oleh figure public. Hal ini membuat olahraga tidak lagi sekedar aktivitas, melainkan menjadi sesuatu yang dapat kita konsumsi untuk membangun branding di ruang publik.

Peran media sosial menjadi faktor penting dalam mempercepat proses komodifikasi tersebut. Representasi visual yang di tampilkan lewat media sosial memperlihatkan padel sebagai olahraga yang santai, sosial, dan berkelas. Sementara hyrox direpresentasikan sebagai olahraga yang menantang, disipilin, dan ekslusif, kedua citra ini membentuk pesepsi Masyarakat bahwa partisipasi dalam olahraga tersebut tidak hanya berkaitan dengan Kesehatan, tetapi juga ada identitas atau gengsi yang di cari, dalam hal ini, media berperan dalam menciptakan standar gaya hidup tertentu yang kemudian diikuti oleh masyrakat, khususnya kalangan kelas atas.

Lebih jauh, tren pergeseran dari padel ke Hyrox juga mencerminkan adanya perubuhan dalam cara kalangan kelas atas mengekspresikan gengsi mereka. Jika sebelumnya gengsi ditampilkan melalui aktivitas sosial yang santai dan eksklusif seperti padel, kini bergeser kearah pencapain personal dan performa fisik yang ditunjukan melalui Hyrox. Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari logika komodifikasi olahraga, Dimana sport telah menjadi bagian dari sistem kapitalisme global yang, sebagaimana disebutkan bahwa “sport has been transformed into a commodity” (Jha, 2021). Selain itu, hyrox sendiri kini berkembang menjadi ladang cuan baru, industry besar dengan potensi ekonomi yang signifikan, bahkan di sebut fenomena baru yang memiliki omset triliunan rupiah. Namun demikian, baik padel maupun Hyrox tetap berada dalam kerangka yang sama, yaitu sebagai alat menunjukan gengsi sosial. Dengan kata lain olahraga menjadi lambing dari suatu kelompok sosial dan membedakan kemampuan dan representasi gaya hidup seseorang.

Di balik fenomena tersebut, muncul pertanyaan kritis mengenai makna sebenarnya dari aktivitas olahraga itu sendiri. Apakah olahraga masih menjadi sarana untuk mencapai kesehatan, atau justru telah bergeser menjadi bagian dari konsumsi simbolik dalam budaya populer? Komodifikasi yang terjadi menunjukkan bahwa batas antara kebutuhan dan keinginan semakin kabur, di mana individu terdorong untuk mengikuti tren bukan semata-mata karena kebutuhan, tetapi karena dorongan untuk menjadi bagian dari kelompok sosial tertentu. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa dalam budaya konsumsi, “the exchange value of a commodity becomes more important than its use value”(Jha, 2021).Bahkan dalam konteks tren Hyrox, fenomena ini juga kerap dipandang sebagai ajang untuk menunjukkan eksistensi atau bahkan “flexing” gaya hidup di media sosial . Dengan demikian, olahraga tidak lagi sekadar aktivitas fisik, tetapi telah menjadi bagian dari konsumsi simbolik yang sarat akan makna sosial.

Dengan demikian, fenomena pergeseran tren dari padel ke Hyrox tidak hanya mencerminkan perubahan preferensi olahraga, tetapi juga menunjukkan bagaimana olahraga telah menjadi bagian dari praktik komodifikasi dalam budaya populer. Olahraga berfungsi sebagai simbol gengsi dan alat representasi kelas atas yang terus berkembang mengikuti sifat kenafsuan manusia dalam hal ingin menjadi yang terbaik. Dalam konteks ini, olahraga sebagai komoditas tidak hanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga untuk menciptakan nilai dan identitas tertentu, sebagaimana dijelaskan bahwa “komoditas tidak selalu bersifat material”(Jha, 2021), melainkan juga dapat berupa budaya dan pengalaman yang dipertukarkan dalam pasar. Fenomena ini pada akhirnya menjadi refleksi dari hubungan yang kompleks antara gaya hidup, konsumsi, dan identitas dalam masyarakat modern, di mana olahraga telah mengalami transformasi dari aktivitas kesehatan menjadi bagian dari sistem representasi sosial yang lebih luas.

Referensi:

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Rafiiqul Hariz
tentang olahraga yang sudah bukan menjadi aktivitas melainkan jadi tempat untuk ajang gengsi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Mei 2026, 11:38

Inflasi Mengganas: Pilih Menabung Sampai Bonyok atau Berutang Biar Jadi Bos?

Memegang uang tunai terlalu lama di dalam tabungan adalah sebuah kerugian karena nilainya menyusut.

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 10:13

Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Beranda 20 Mei 2026, 09:39

Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

Panti Nazareth di Bandung bukan sekadar tempat tinggal lansia, tetapi ruang untuk menemani para oma menjalani masa tua dengan hangat.

Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 08:51

Molornya Acara Nobar 'Pesta Babi': Pilih Bertahan atau Pergi

Untuk peduli dan mengajak banyak orang peduli dengan isu-isu krusial dan besar.

Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain untuk peduli kepada mereka yang diperlakukan semena-mena. Sementara dengan orang terdekat kita tidak peduli dengan waktunya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 05:35

Tamasya ke Pantai Pasir Putih Pangandaran, Surga Tersembunyi di Balik Hutan Pananjung

Tersembunyi di balik hutan Pananjung, Pantai Pasir Putih Pangandaran dikenal dengan air jernih, terumbu karang, dan suasana yang lebih sunyi.

Pantai Pasir Putih Pangandaran.
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 03:00

Tamasya Bukit Strawberry Lembang, Bucket List Wisata Panorama Perbukitan di Bandung Barat

Panduan wisata Bukit Strawberry Lembang lengkap: tiket masuk, petik strawberry, wahana keluarga, glamping, kuliner, hingga waktu terbaik berkunjung.

Bukit Strawberry Lembang.
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 20:05

Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

Seberdaya apapun seorang perempuan tapi jika belum menikah, mereka seringkali dianggap tidak cukup lengkap hidup di tengah masyarakat.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 17:52

Eksistensialisme Mahasiswa Zaman Now: Daya Nalar Mengikis, yang Penting Eksis!

Menurunnya daya nalar adalah lampu kuning bagi masa depan.

Ilustrasi mahasiswa. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Habib Riyadhi A.S)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 17:35

Panduan Berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon, Jejak Kesultanan Zaman Baheula

Keraton Kanoman Cirebon menawarkan wisata sejarah, museum pusaka, dan tradisi kesultanan yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk pasar kota tua.

Gedung Gajah Mungkur di kompleks Keraton Kanoman CIrebon. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 19 Mei 2026, 16:25

Bagi Wagino, Menjaga Buku Sama Artinya dengan Menjaga Harapan Orang untuk Belajar

Di tengah budaya digital, Wagino M Putra tetap menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, dan percaya membaca adalah pondasi penting bagi generasi muda.

Wagino M Putra tetap setia menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, sambil meyakini bahwa buku tidak akan tergantikan oleh layar ponsel. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 19 Mei 2026, 16:25

Digitalisasi yang Tanpa Sadar Mendongkrak Kenaikan Kelas UMKM Cikopi Mang Eko

Inilah sisi menarik lain dari Cikopi Mang Eko yang jarang diceritakan, tentang peran vital digitalisasi yang tanpa sadar telah mendongkrak 'UMKM Naik Kelas'.

Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko,  di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 15:27

Menolak Lupa Mei 98: Kini Indonesia Cemas akan Rupiah Kian Melorot

Jika pemerintah terus abai, krisis kepercayaan publik yang meruntuhkan Orde Baru bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Massa membakar kursi dan benda lainnya saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarra. (Sumber: Publication of the Indonesian government without copyright notice)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 14:53

Panduan Jelajah Wisata Lembang Bandung, Iteneray Liburan Pilihan Destinasi Favorit

Jelajahi wisata favorit Lembang seperti Farmhouse, Floating Market, The Lodge Maribaya, hingga Curug Maribaya lengkap dengan tips waktu kunjungan terbaik.

Farmhouse Susu Lembang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ikon 19 Mei 2026, 14:05

Jembatan BBS, Dari Muara Sampah Sampai Jadi Tempat Nongkrong

Jembatan BBS di Bandung Barat dikenal sebagai spot nongkrong estetik di atas Citarum, meski kawasan ini juga menjadi tempat penumpukan sampah.

Jembatan Babakan Sapan (BBS) di Bandung Barat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 13:44

Dari Pesisir Lasem hingga Jadi Maestro Kuliner di Bandung: Mengenang Dedikasi Julie Sutarjana

Julie Sutarjana pernah melewati "masa sulit" perjuangan ekonomi di Bandung.

Julie Sutarjana. (Sumber: Instagram | Foto: kedainyonyarumah.bdg)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 11:49

Untuk Bertahan Jangan jadi Manusia Polos di Bandung

Bertahan bukan tentang bisa makan dan memiliki pekerjaan saja melainkan bertahan dari segala tindak kriminalitas dan modus penipuan yang terjadi di ruang publik di Kota Bandung.

Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 10:36

Bangkit di Kota Hujan: Dari PHK hingga Peluang Baru

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, menjadi perjuangan nyata bagi warga Bandung di tengah badai PHK.

Kota Hujan di Bandung. (Sumber: Humas Kota Bandung)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 09:11

Mengapa Kasus Ban Truk Lepas Terus Berulang?

Kasus ban truk lepas yang terus berulang menunjukkan pentingnya perawatan kendaraan, inspeksi rutin, dan penguatan budaya keselamatan transportasi jalan.

Dua gerobak pedagang di Kawasan Simpang DAM, Kota Batam, hancur dihantam ban truk pengangkut tanah yang lepas pada Senin (30/6/2025). (Sumber: Youtube/Official UTV)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 08:10

Syukur, Takabur, dan Kufur

Dari momen sederhana itu tersimpan harapan agar langkah kecil hari ini menjadi motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjaganya dalam ingatan, dan menghidupkannya dalam keseharian.

Di balik kelancaran menghafal hingga 5 juz para murid hari ini, Sabtu (16/6/2026) ada komitmen dan disiplin kuat dalam menjaga rutinitas. (Sumber: Tangkap layar Instagram @sdialamanahbdg)
Ayo Netizen 18 Mei 2026, 20:54

Potret Bandung Era Tahun 70-an dalam Koran GALA Edisi Lawas

Membaca surat kabar lama sering kali terasa seperti menaiki mesin waktu.

Halaman depan surat kabar GALA edisi 16 Mei 1973, terbit 53 tahun silam, yang menjadi salah satu potret dinamika sosial, politik, dan kehidupan Kota Bandung pada masanya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)