Teman Bicara: Saat Keberanian Tak Lagi Butuh Panggung Besar

2 menit baca
Firqotu Naajiyah
Ditulis oleh Firqotu Naajiyah diterbitkan
Antusias Teman Bicara menghadiri pertemuan (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Antusias Teman Bicara menghadiri pertemuan (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bandung selalu punya cara unik untuk menumbuhkan semangat anak mudanya. Di tengah riuh kafe dengan obrolan sore, ada satu komunitas yang pelan tapi pasti mulai mencuri perhatian banyak anak muda. Suara itu bergetar pelan. Tangannya sedikit gemetar, tapi matanya menatap yakin ke arah audiens.

“Selamat sore semuanya...” Sorak kecil terdengar, bukan karena penampilan yang sempurna, tapi karena keberanian yang akhirnya lahir setelah sekian lama tersembunyi. Itulah pemandangan yang nyaris setiap pekan terjadi. Di sinilah “Teman Bicara”  komunitas yang mengubah suara menjadi jembatan karier, tempat anak muda belajar satu hal sederhana yang tak semua orang berani lakukan, bicara di depan umum.

Bagi Ripaldi, pembawa acara profesional yang menjadi founder Endikat Teman Bicara, perjalanan ini dimulai dari satu pengamatan sederhana, banyaknya anak muda yang sibuk mencari kerja. Ia membangun Teman Bicara sebagai wadah belajar public speaking yang sudah menelurkan 17 batch peserta dar berbagai latar belakang. Tujuannya sederhana, tapi berdampak besar.

Pematerian Master of Ceremony (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Firqotu Naajiyah)
Pematerian Master of Ceremony (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Firqotu Naajiyah)

Teman bicara bukan kursus formal, bukan pula lembaga pelatihan berbayar. Komunitas ini lebih mirip ruang nyaman untuk mereka yang ingin belajar mengenal suaranya sendiri. Menyediakan pelatihan public speaking, MC, announcer, hingga voice over yang dibangun atas dasar niat berbagi dan semangat kebersamaan.

“Tantangan terbesar aku adalah banyak anak muda yang masih malu-malu untuk belajar public speaking, sedangkan public speaking itu sangat dibutuhkan di dunia kerja. Nah gimana caranya aku meng influence anak muda untuk belajar dari basic dan ngga takut untuk berbicara di depan umum,” ujar Ripaldi.

Di setiap kelas Teman Bicara. Setiap kata yang keluar adalah proses. Kadang terbata, kadang terlalu cepat, tapi selalu ada tepuk tangan hangat setelahnya. Dari sanalah, keberanian perlahan tumbuh, bukan karena sempurna, tapi karena selalu didukung oleh rasa kekeluargaan yang ada.

Kini Teman Bicara telah mencapai batch ke-17 dengan ratusan anggota aktif dan banyaknya alumni yang sudah berani tampil di berbagai panggung mulai dari MC acara resmi, announcer, hingga voice over.

Menariknya, Teman Bicara bertahan tanpa sponsor besar. Semua kegiatan berjalan dari donasi sukarela dan kolaborasi antar anggota.

“Pelatihan berbayar udah banyak di luar sana. Aku mau ini tetap gratis, selama niatnya baik, insyaallah berkah dan ada manfaatnya untuk banyak orang,” kata Ripaldi Ia berharap semakin banyak anak muda yang bisa menjadikan keterampilan berbicara sebagai peluang baru yang bisa mengubah arah hidup.

satu ruang, banyak cerita di Teman Bicara (Sumber: dokumentasi penulis | Foto: Teman Bicara)
satu ruang, banyak cerita di Teman Bicara (Sumber: dokumentasi penulis | Foto: Teman Bicara)

Teman Bicara membuktikan satu hal, kadang keberanian tidak datang dari panggung besar, tapi dari ruangan kecil di mana orang-orang belajar percaya pada dirinya sendiri.

Di sana setiap suara dihargai, setiap langkah di rayakan. Krena di dunia yang sibuk mencari siapa yang paling keras berbicara, Teman Bicara justru mengajarkan arti dari berbicara dengan hati.

Teman Bicara bukan sekadar tempat belajar, tapi juga sebagai perjalanan menuju versi terbaik diri sendiri, tempat dimana suara kecil menjadi besar, dan keberanian yang dulu sembunyi akhirnya pulang. Karena kadang, yang kita butuhkan bukan panggung besar, tapi satu ruang kecil yang membuat kita percaya bahwa suara kita berarti. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Firqotu Naajiyah
Explorer of Impact

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 18:57

Ini Omah Sawah: Tempat Makan Hidden Gem Sekaligus Cozy di Cianjur

Cianjur yang menjadi julukan kota santri ini selain punya ikonik tauco ternyata banyak tempat kuliner hidden gem yang wajib disambangi

Cianjur memang selalu punya tempat menarik untuk dikunjungi (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)