Sorakan “Di atas langit ada ONIC!” menggema di Nice Pick 2, Jakarta, saat Grand Final MPL Season 16. Dari ribuan fans beratribut kuning, banyak di antaranya datang dari Bandung, kota yang dikenal memiliki salah satu basis pendukung ONIC Esports paling solid di Indonesia.
Bagi pembaca yang baru mengikuti, ONIC Esports adalah tim Mobile Legends besar di liga profesional MPL (Mobile Legends Professional League). Popularitasnya tidak hanya hadir di arena pertandingan, tetapi juga melahirkan gaya hidup baru di kalangan anak muda kota-kota besar, termasuk Bandung.
Salah satu yang menonjol dari lautan kuning dan menarik perhatian yaitu Juan Sudianto, anggota komunitas ONIC Region Bandung. Namun Juan bukan satu-satunya. Pola aktivitasnya di arena, seperti membawa bendera ONIC, memakai jaket kuning dan hitam, ikut rombongan perjalanan, hingga memimpin chant sebagai bentuk dari antusiasme fans ONIC di Bandung.
Sejak Tahun 2019, Juan mengikuti perjalanan ONIC. Kekagumannya tumbuh saat player baru Onic yaitu Kiboy bergabung, dan cerita seperti ini banyak ditemui pada fans lain.
“Mekaniknya bagus, makronya gila sih. Untuk roamer zaman sekarang nggak ada yang bisa ngalahin kecuali Baloy,” ujarnya.
Komentar-komentar seperti ini kerap terdengar di setiap nobar komunitas.
Sebagai Fans ONIC Bandung tidak hanya menonton pertandingan di arena. Mereka membentuk komunitas aktif, seperti rutin menggelar nobar, mengatur perjalanan ke Jakarta, membuat poster, hingga latihan chant agar serempak. Aktivitas ini sudah menjadi pola gaya hidup komunitas. Perasaan dalam hidup kita ikut terbangkitkan dengan mengikuti berbagai kegiatan yang membentuk pola hidup sebagai Fans Landak Kuning, contohnya nongkrong bareng komunitas, membeli merchandise resmi, hingga menjadikan warna kuning sebagai identitas kebanggaan.
“Mungkin 25 persen hidup gue berubah karena ONIC,”ungkapnya.
Kalimat ini mencerminkan hal yang sama dari banyak anggota komunitas lain. Banyak yang mulai lebih sering berkumpul, traveling bareng, dan mengikuti jadwal pertandingan layaknya aktivitas wajib.
Momen Grand Final pun jadi ajang perayaan bersama. Sorakan pecah ketika Kairi, salah satu player Onic Esport mengeksekusi manuver Hayabusa, yaitu hero assasin yang digunakannya memukau ribuan pasang mata.
“Gila sih momen itu,” ujarnya.
Di Bandung, ONIC bukan hanya tim esports. Ia tumbuh menjadi simbol kebersamaan dan gaya hidup digital anak muda. Logo landak kuning muncul di jaket, jersey, gantungan, stiker, hingga menjadi identitas yang mempererat solidaritas.
Bagi banyak fans, termasuk Juan, mendukung ONIC adalah cara menemukan ruang kebersamaan yang baru. (*)
