Temuan (Dugaan) Terowongan di Banceuy

5 menit baca
Garbi Cipta Perdana
Ditulis oleh Garbi Cipta Perdana diterbitkan
Gambar 3D temuan "Terowongan" Banceuy. (Sumber: PT. Bandung Investama)
Gambar 3D temuan "Terowongan" Banceuy. (Sumber: PT. Bandung Investama)

Hari itu, Jumat, 17 April 2026. Saat itu saya tengah melaksanakan kebijakan WFH (work from home). Alhasil, seharian saya mendekam di rumah untuk mengerjakan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh Wali Kota untuk keperluan Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia-Afrika. Setelah Jumatan, tiba-tiba grup kantor berdering oleh pesan dari Bu Kabid, Mila (dengan nama samaran Enggang), yang membagikan video tentang penemuan terowongan di daerah Banceuy. Terowongan tersebut disinyalir berkaitan dengan keberadaan Penjara Banceuy dan juga sosok Bung Karno.

Terowongan tersebut ditemukan saat Pembangunan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT) tahap 3 yang dilakukan oleh PT Bandung Investama. Berdasarkan laporan PT Bandung Investama, setidaknya ada tiga titik penemuan terowongan, yaitu MH02 dengan koordinat -6.9188866, 107.606706; MH03 dengan koordinat -6.9179049, 107.606479; dan MH04 dengan koordinat -6.9179049, 107.606479. Ketiga titik tersebut berada di Jalan Banceuy.

Keletakan Temuan di Banceuy (Foto: PT. Bandung Investama)
Keletakan Temuan di Banceuy (Foto: PT. Bandung Investama)

Lebih lanjut, PT Bandung Investama melaporkan bahwa lubang atau terowongan tersebut berukuran besar, sekitar ±70 cm dari permukaan aspal jalan, dengan dimensi diperkirakan sedalam ±160 cm, lebar ±150 cm, serta panjang sekitar 300–400 meter. Selain itu, terlihat juga ada lubang besar di bawah jalan di tengah perempatan Jalan ABC – Jalan Banceuy dengan diameter diperkirakan 4 meter dan kedalaman ±160 cm.

PT Bandung Investama sebagai penemu menyatakan bahwa lubang besar tersebut bukanlah hasil galian mereka. PT Bandung Investama juga memperkirakan lubang tersebut berpotensi menyebabkan amblasnya badan jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan. Saya akan mengesampingkan dahulu aspek tersebut karena itu di luar kewenangan saya sebagai pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Saya tertarik untuk menelusuri temuan ini dari perspektif arkeologi dan histori, seperti seorang detektif masa lalu. Walau agak malas, mari kita lakukan!

Hari ini, Selasa, 21 April 2026. Pak Sekdis Irwan (dengan nama samaran Habib) sedari siang menelepon saya untuk menanyakan kejelasan temuan tersebut. Saya sampaikan bahwa saya tidak tahu. Beliau menugaskan saya untuk meninjau ke lapangan. Saya sampaikan, "Siap, Bos!" Maka, saya pun jalan kaki menuju lokasi ditemani Mang Aceng, Indri, Cucu, dan Fathan. 

Setibanya di lokasi, kami cukup ngos-ngosan dan juga sangat kecewa karena ternyata galian tersebut sudah ditutup dengan coran semen sedari subuh. Namun, tidak apa-apa. Namanya juga kerja, yang penting capek saja.

Kedua bos saya, Pak Sekdis dan Bu Kabid, tidak puas dengan penjelasan bahwa objek tersebut sudah tertutup sehingga tidak dapat kami analisis. Maka, saya pun mencari-cari referensi. Kedua bos saya itu juga sama-sama menyuruh saya untuk mendatangi DisjarahAD, namun saya menolak karena malas.

Saya pun duduk di kedai kopi, memesan minuman segar, dan mencari referensi. Saya ingat beberapa tahun lalu pernah membaca artikel tentang jaringan sanitasi di Kota Bandung. Saya mencari dan akhirnya menemukan artikel berjudul "Perkembangan Sanitasi dan Prasarana Kebersihan di Kota Bandung Awal Abad ke-20" karya Hary Ganjar Budiman yang terbit di Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 12 No. 3 (2022) yang menyibak tabir gelar ketidaktahuan saya tentang temuan itu. Berdasarkan tulisan Hary Ganjar Budiman tersebut, saya mengetahui bahwa terowongan yang ditemukan oleh PT Bandung Investama merupakan jaringan pipa tertutup dalam tanah (riol) yang direncanakan pada tahun 1919.

Keletakan Temuan "Terowongan" Banceuy dalam Rancangan peta jaringan pembuangan Kota Bandung tahun 1919 (Sumber: Afwatering en Afvoer van Bandoeng (1919) | Foto: Geemente Bandoeng)
Keletakan Temuan "Terowongan" Banceuy dalam Rancangan peta jaringan pembuangan Kota Bandung tahun 1919 (Sumber: Afwatering en Afvoer van Bandoeng (1919) | Foto: Geemente Bandoeng)

Sebelum tahun 1919, kondisi sanitasi di Bandung masih sangat terbatas dan tidak terstandarisasi. Masyarakat masih menggunakan saluran terbuka berbahan bata yang berisiko tinggi terhadap penyebaran penyakit seperti tifus dan disentri. Menyadari ancaman tersebut, Gemeente Bandung menyusun rencana sistem drainase dan saluran pembuangan terintegrasi yang dirintis sejak tahun 1917 dan dibukukan dalam laporan berjudul Afwatering en Afvoer van Bandoeng (1919) oleh Gemeente Bandoeng. Sistem ini didasarkan pada lima prinsip utama, yakni cakupan yang menyeluruh pada wilayah terbangun, penggunaan selokan terbuka untuk air hujan, penggunaan saluran pipa tertutup untuk limbah domestik, pembersihan air kotor sebelum dibuang ke sungai, serta penerapan metode activated sludge (lumpur aktif) untuk pengolahan limbah.

Secara teknis, pembangunan infrastruktur ini memanfaatkan topografi Bandung yang landai ke arah selatan serta keberadaan jaringan sungai yang membelah kota. Tiga jenis jaringan pipa yang dibangun meliputi saluran terbuka untuk air hujan, pipa beton tertutup di bawah tanah berdiameter 90 cm untuk limbah padat, serta pipa air pembilas untuk memastikan limbah mengalir lancar menuju stasiun pembuangan akhir. Proyek yang menelan dana sebesar 1.000.000 gulden ini dikerjakan secara bertahap selama 15 tahun dan berjalan beriringan dengan upaya kampong verbetering (perbaikan kampung) yang menelan biaya serupa. Perbaikan ini mencakup pembenahan jalan, penyediaan air bersih, hingga pemasangan listrik, seperti yang dijelaskan oleh P. Thijsse Jr. dalam karyanya Eenige Mededeelingen over het Technisch Werk aan de Gemeente Bandoeng (1934).

Pengembangan sistem sanitasi ini terus berlanjut hingga tahun 1938. Pada tahun 1934, P. Thijsse Jr. mencatat bahwa pemerintah mulai membangun tangki Imhoff di Citepus untuk membersihkan air limbah, di mana endapannya dapat diolah menjadi gas metana sebagai bahan bakar kendaraan. Sistem ini didukung penuh oleh Nederlandsch-Indische Vereeniging ter bevordering der Hygiëne (Asosiasi Hindia Belanda untuk Promosi Kebersihan). Hasil dari pembangunan ini sangat signifikan; hingga tahun 1938, wilayah perkampungan seluas 160 hektare telah terhubung dengan saluran pembuangan tertutup. Keberhasilan ini membuat Prof. Schoemaker, seperti dikutip dalam artikel Bataviaasch Nieuwsblad (1925), menyatakan bahwa kondisi sanitasi terburuk di Bandung pun selalu lebih baik dibandingkan kondisi rata-rata di Batavia, Semarang, dan Surabaya.

Jadi, apakah temuan ini ada kaitannya dengan Penjara Banceuy beserta tokoh Bung Karno? Saya kira tidak secara langsung. Bagi saya, penemuan ini memperlihatkan kepada kita tentang adanya upaya perancangan kota yang dilakukan pemerintah kolonial agar nyaman dan aman ditinggali masyarakatnya. Hal tersebut menjadi pengingat bagi kita agar tetap berupaya mewujudkannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Garbi Cipta Perdana
archaeologist by training, philosopher by practice, living by laughing, Bapak Lir Bumi Niskala by destiny

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 17:05

Wujudkan 'Bandung Kota Perkedel' supaya Petani Kentang Makmur

Kota Bandung perlu menjadikan menu perkedel sebagai kuliner unggulan dari usaha kaki lima hingga restoran dan hotel berbintang.

Ilustrasi wujudkan Bandung Kota Perkedel (Sumber: Ayobandung.com dan resepkoki.id)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 16:32

Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 30 Jul 2026, 16:18

Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting

Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.

Polrestabes Bandung tangkap 19 orang pelaku kejahatan jalanan yang terjadi sejak 1 hingga 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:15

Putri Noong Tahun 1980-an

Kuliner khas di Bandung tahun 1980-an.

Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Bandung 30 Jul 2026, 15:04

Suguhkan Sentuhan Seni dan Wangi Teh Pemium nan Otentik, Yuk Nikmati Cerita Baru CHAGEE di Jantung Kota Bandung

CHAGEE merancang gerai flagship secara khusus untuk menampilkan jiwa Kota Bandung yang dikenal berani, ekspresif, kreatif, namun tetap mengakar kuat pada warisan budaya.

CHAGEE secara resmi menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Bandung, membawa angin segar bagi lanskap tempat nongkrong di Kota Parijs van Java. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:00

Pelajaran 'Zero Waste' dari Stadion Persib Bandung

Jika stadion macam GBLA bisa dianggap sebagai “laboratorium” dalam pengelolaan sampah, maka kota adalah “ekosistem hidup” yang membutuhkan integrasi lintas sektor.

Stadion GBLA yang menjadi kandang Persib Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 12:02

Menjelajah Gastronomi Pasundan dalam Mustikarasa: Kesegaran Alami di Lanskap Kuliner Nusantara

Pada tahun 1967, atas arahan Presiden Soekarno, terbitlah sebuah karya monumental bertajuk Mustikarasa.

Ilustrasi Sukarno dan buku Mustikarasa. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 11:46

Batagor Tamim, Legenda Kuliner Kaki Lima Bandung yang Bertahan dari Gerobak Sederhana

Batagor Tamim menawarkan batagor kering dan kuah dengan bumbu kacang khas serta rasa ikan yang kuat. Cari tahu lokasi, harga, dan jam bukanya.

Batagor Tamim Bandung.
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 08:47

Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

Kematian pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung kembali menegaskan perlunya jalur sepeda terproteksi.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 23:55

Sejarah Sop Konro, Kuliner Kuah Hitam dari Kluwek yang Kental dengan Sejarah Sulawesi Selatan

Kenali sejarah Sop Konro Makassar, kuah hitam dari kluwek, asal-usulnya, hingga cara penyajian dengan burasa dan ketupat.

Sop Konro Makassar. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 18:01

Batas Antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan

Permasalahan transportasi di Bandung memang seringkali memunculkan persaingan yang tidak sehat antara moda transportasi yang satu dengan yang lainnya.

Ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 17:06

Mempersiapkan Agustus 2026, Ide Tema Semarak Kemerdekaan hingga Panggung Seni

Bagi penulis Ayo Netizen yang masih mencari ide, berikut beberapa pijakan tema yang bisa diangkat sepanjang Agustus 2026 nanti.

Kemeriahan lomba setiap tanggal 17 Agustus di Indonesia. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 29 Jul 2026, 16:07

Ketum AMSI Dorong Homeless Media Berafiliasi dengan Perusahaan Pers

Ketua Umum AMSI mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.

Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 16:07

Masih Ada Waktu! 6 Ide Tema untuk Ayo Netizen di Sisa Juli 2026

Berikut beberapa momentum aktual yang bisa diangkat sepanjang 29–31 Juli 2026 ini.

Website ayobandung.id pada layar smartphone. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 15:26

SNT dan Jalan Panjang Pemerataan Pendidikan

Keberhasilan Sekolah Nasional Terintegrasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas bangunan atau fasilitas yang tersedia.

Siswa SMP. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 14:20

PANGSI Sebagai Ruang Kreativitas

Sebuah potensi jika tidak terus menerus di pupuk, ia akan menjadi ruang hampa.

 (Foto: Tim Media OSIS)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 13:23

Tamasya Pondok Halimun Sukabumi: Harga Tiket, Camping, Rute, dan Daya Tariknya

Meta: Panduan lengkap wisata Pondok Halimun Sukabumi mulai dari harga tiket terbaru, camping, river tubing, kebun teh, rute menuju lokasi, hingga kondisi akses jalan.

Pondok Halimun Sukabumi.
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 13:18

Kala Bandung Jadi 'Rumah Kedua' Pemain Asing Persib

Ketika seorang pemain asing seperti Matricardi menyebut keluarganya betah di Bandung, itu bukan sekadar catatan tambahan, melainkan indikator penting.

Persib bertanding dalam Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu 25 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)