Temuan (Dugaan) Terowongan di Banceuy

5 menit baca
Garbi Cipta Perdana
Ditulis oleh Garbi Cipta Perdana diterbitkan Kamis 23 Apr 2026, 17:07 WIB
Gambar 3D temuan "Terowongan" Banceuy. (Sumber: PT. Bandung Investama)

Gambar 3D temuan "Terowongan" Banceuy. (Sumber: PT. Bandung Investama)

Hari itu, Jumat, 17 April 2026. Saat itu saya tengah melaksanakan kebijakan WFH (work from home). Alhasil, seharian saya mendekam di rumah untuk mengerjakan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh Wali Kota untuk keperluan Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia-Afrika. Setelah Jumatan, tiba-tiba grup kantor berdering oleh pesan dari Bu Kabid, Mila (dengan nama samaran Enggang), yang membagikan video tentang penemuan terowongan di daerah Banceuy. Terowongan tersebut disinyalir berkaitan dengan keberadaan Penjara Banceuy dan juga sosok Bung Karno.

Terowongan tersebut ditemukan saat Pembangunan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT) tahap 3 yang dilakukan oleh PT Bandung Investama. Berdasarkan laporan PT Bandung Investama, setidaknya ada tiga titik penemuan terowongan, yaitu MH02 dengan koordinat -6.9188866, 107.606706; MH03 dengan koordinat -6.9179049, 107.606479; dan MH04 dengan koordinat -6.9179049, 107.606479. Ketiga titik tersebut berada di Jalan Banceuy.

Keletakan Temuan di Banceuy (Foto: PT. Bandung Investama)
Keletakan Temuan di Banceuy (Foto: PT. Bandung Investama)

Lebih lanjut, PT Bandung Investama melaporkan bahwa lubang atau terowongan tersebut berukuran besar, sekitar ±70 cm dari permukaan aspal jalan, dengan dimensi diperkirakan sedalam ±160 cm, lebar ±150 cm, serta panjang sekitar 300–400 meter. Selain itu, terlihat juga ada lubang besar di bawah jalan di tengah perempatan Jalan ABC – Jalan Banceuy dengan diameter diperkirakan 4 meter dan kedalaman ±160 cm.

PT Bandung Investama sebagai penemu menyatakan bahwa lubang besar tersebut bukanlah hasil galian mereka. PT Bandung Investama juga memperkirakan lubang tersebut berpotensi menyebabkan amblasnya badan jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan. Saya akan mengesampingkan dahulu aspek tersebut karena itu di luar kewenangan saya sebagai pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Saya tertarik untuk menelusuri temuan ini dari perspektif arkeologi dan histori, seperti seorang detektif masa lalu. Walau agak malas, mari kita lakukan!

Hari ini, Selasa, 21 April 2026. Pak Sekdis Irwan (dengan nama samaran Habib) sedari siang menelepon saya untuk menanyakan kejelasan temuan tersebut. Saya sampaikan bahwa saya tidak tahu. Beliau menugaskan saya untuk meninjau ke lapangan. Saya sampaikan, "Siap, Bos!" Maka, saya pun jalan kaki menuju lokasi ditemani Mang Aceng, Indri, Cucu, dan Fathan. 

Setibanya di lokasi, kami cukup ngos-ngosan dan juga sangat kecewa karena ternyata galian tersebut sudah ditutup dengan coran semen sedari subuh. Namun, tidak apa-apa. Namanya juga kerja, yang penting capek saja.

Kedua bos saya, Pak Sekdis dan Bu Kabid, tidak puas dengan penjelasan bahwa objek tersebut sudah tertutup sehingga tidak dapat kami analisis. Maka, saya pun mencari-cari referensi. Kedua bos saya itu juga sama-sama menyuruh saya untuk mendatangi DisjarahAD, namun saya menolak karena malas.

Saya pun duduk di kedai kopi, memesan minuman segar, dan mencari referensi. Saya ingat beberapa tahun lalu pernah membaca artikel tentang jaringan sanitasi di Kota Bandung. Saya mencari dan akhirnya menemukan artikel berjudul "Perkembangan Sanitasi dan Prasarana Kebersihan di Kota Bandung Awal Abad ke-20" karya Hary Ganjar Budiman yang terbit di Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 12 No. 3 (2022) yang menyibak tabir gelar ketidaktahuan saya tentang temuan itu. Berdasarkan tulisan Hary Ganjar Budiman tersebut, saya mengetahui bahwa terowongan yang ditemukan oleh PT Bandung Investama merupakan jaringan pipa tertutup dalam tanah (riol) yang direncanakan pada tahun 1919.

Keletakan Temuan "Terowongan" Banceuy dalam Rancangan peta jaringan pembuangan Kota Bandung tahun 1919 (Sumber: Afwatering en Afvoer van Bandoeng (1919) | Foto: Geemente Bandoeng)
Keletakan Temuan "Terowongan" Banceuy dalam Rancangan peta jaringan pembuangan Kota Bandung tahun 1919 (Sumber: Afwatering en Afvoer van Bandoeng (1919) | Foto: Geemente Bandoeng)

Sebelum tahun 1919, kondisi sanitasi di Bandung masih sangat terbatas dan tidak terstandarisasi. Masyarakat masih menggunakan saluran terbuka berbahan bata yang berisiko tinggi terhadap penyebaran penyakit seperti tifus dan disentri. Menyadari ancaman tersebut, Gemeente Bandung menyusun rencana sistem drainase dan saluran pembuangan terintegrasi yang dirintis sejak tahun 1917 dan dibukukan dalam laporan berjudul Afwatering en Afvoer van Bandoeng (1919) oleh Gemeente Bandoeng. Sistem ini didasarkan pada lima prinsip utama, yakni cakupan yang menyeluruh pada wilayah terbangun, penggunaan selokan terbuka untuk air hujan, penggunaan saluran pipa tertutup untuk limbah domestik, pembersihan air kotor sebelum dibuang ke sungai, serta penerapan metode activated sludge (lumpur aktif) untuk pengolahan limbah.

Secara teknis, pembangunan infrastruktur ini memanfaatkan topografi Bandung yang landai ke arah selatan serta keberadaan jaringan sungai yang membelah kota. Tiga jenis jaringan pipa yang dibangun meliputi saluran terbuka untuk air hujan, pipa beton tertutup di bawah tanah berdiameter 90 cm untuk limbah padat, serta pipa air pembilas untuk memastikan limbah mengalir lancar menuju stasiun pembuangan akhir. Proyek yang menelan dana sebesar 1.000.000 gulden ini dikerjakan secara bertahap selama 15 tahun dan berjalan beriringan dengan upaya kampong verbetering (perbaikan kampung) yang menelan biaya serupa. Perbaikan ini mencakup pembenahan jalan, penyediaan air bersih, hingga pemasangan listrik, seperti yang dijelaskan oleh P. Thijsse Jr. dalam karyanya Eenige Mededeelingen over het Technisch Werk aan de Gemeente Bandoeng (1934).

Pengembangan sistem sanitasi ini terus berlanjut hingga tahun 1938. Pada tahun 1934, P. Thijsse Jr. mencatat bahwa pemerintah mulai membangun tangki Imhoff di Citepus untuk membersihkan air limbah, di mana endapannya dapat diolah menjadi gas metana sebagai bahan bakar kendaraan. Sistem ini didukung penuh oleh Nederlandsch-Indische Vereeniging ter bevordering der Hygiëne (Asosiasi Hindia Belanda untuk Promosi Kebersihan). Hasil dari pembangunan ini sangat signifikan; hingga tahun 1938, wilayah perkampungan seluas 160 hektare telah terhubung dengan saluran pembuangan tertutup. Keberhasilan ini membuat Prof. Schoemaker, seperti dikutip dalam artikel Bataviaasch Nieuwsblad (1925), menyatakan bahwa kondisi sanitasi terburuk di Bandung pun selalu lebih baik dibandingkan kondisi rata-rata di Batavia, Semarang, dan Surabaya.

Jadi, apakah temuan ini ada kaitannya dengan Penjara Banceuy beserta tokoh Bung Karno? Saya kira tidak secara langsung. Bagi saya, penemuan ini memperlihatkan kepada kita tentang adanya upaya perancangan kota yang dilakukan pemerintah kolonial agar nyaman dan aman ditinggali masyarakatnya. Hal tersebut menjadi pengingat bagi kita agar tetap berupaya mewujudkannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Garbi Cipta Perdana
archaeologist by training, philosopher by practice, living by laughing, Bapak Lir Bumi Niskala by destiny

Berita Terkait

News Update

Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 15:00

AI Art: Pencuri Masa Depan para Seniman

Jika AI mampu menghasilkan gambar secara massal, apa yang akan terjadi pada keberadaan dan masa depan para seniman masa kini?

Ilustrasi seni hasil AI. (Sumber: Pexels | Foto: Google DeepMind)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 12:51

1 Dolar Mencapai Rp 17.865 Rupiah: Apakah Kita Berada dalam Keadaan Baik-Baik Saja?

Pada 27 Mei 2026, nilai rupiah terhadap 1 dolar mencapai Rp 17.865.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Wisata & Kuliner 14 Jun 2026, 11:46

Kopi Joss Jogja, Tradisi Kuliner Unik yang Bertahan Lebih dari 60 Tahun

Kenali kopi joss khas Yogyakarta, kopi dengan bara arang panas yang kini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Simak sejarah dan keunikannya.

Kopi Joss, salah satu kuliner khas Jogja.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 11:12

Bagaimana Merek Lokal Membangun Branding dalam Multi-Platform

Aroma kopi menjadi identitas utama yang digunakan Implora Cosmetics untuk membangun branding Caffe Matte Lip Cream secara konsisten di berbagai platform komunikasi.

Penulis sedang menelaah kajian tentang merek lokal di Bandung.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 10:01

Mengenal DISPUSIPDA: Pusat Perpustakaan dan Pengarsipan di Bumi Priangan

DISPUSIPDA JABAR, merupakan perpustakaan dan pusat pengarsipan terbesar di Provinsi Jawa Barat.

Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Raffi Islam Madina)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 09:06

BBM Naik, Rakyat Kian Tercekik: Alarm bagi Kita Semua

Ketika semua harga naik, biasanya ada sesuatu yang harus "diturunkan".

Sebuah SPBU di Jl. Surapati Kota Bandung. (Foto: Abah Omtris)
Bandung 13 Jun 2026, 20:44

Sektor Perdagangan dan Industri Loyo, Kredit UMKM Jabar Sentuh Rp186,4 Triliun

Total kredit UMKM Jawa Barat tembus Rp186,4 triliun per Maret 2026. Namun, sektor perdagangan besar dan industri pengolahan justru mengalami kontraksi yoy.

Ilustrasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 13 Jun 2026, 19:45

Gaya Hidup Serba Cepat, Begini Cara Wanita Modern Pilih Tas Multifungsi yang Sesuai Jati Diri

Wanita urban masa kini cenderung mencari keseimbangan antara fungsionalitas yang tinggi dan pesan personal yang ingin mereka sampaikan kepada dunia melalui penampilan mereka.

Tren terbesar yang mendominasi panggung mode sehari-hari saat ini adalah tingginya permintaan terhadap tas yang bersifat multifungsi atau versatile. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Beranda 13 Jun 2026, 09:16

Mengupas Kebiasaan Belanja Baju yang Menjadi Ancaman Lingkungan

Pemutaran film Menolak Punah di Bandung mengungkap dampak tersembunyi industri fast fashion, dari limbah tekstil hingga ancaman mikroplastik bagi manusia.

Diskusi film Menolak Punah di Tjap Sahabat Bandung mengajak peserta melihat kembali hubungan antara isi lemari dan krisis lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 20:23

Kenaikan Harga BBM, Peningkatan Biaya Operasional Kendaraan, dan Peluang Perpindahan Moda Transportasi

Kenaikan harga BBM meningkatkan biaya operasional kendaraan dan membuka peluang perpindahan moda transportasi, asalkan didukung dengan angkutan umum yang berkualitas.

Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina jenis Pertamax (RON 92) per 10 Juni 2026. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 19:34

Dari Tjilakiplein ke Taman Lansia Kota Bandung

Perkembangan Taman Lansia dari masa Kolonial Belanda hingga masa kini yang menjadi taman ramah bagi lanjut usia yang inklusif.

Warga saat berada di Taman Lansia, Kota Bandung, Jumat 30 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)