Tepatkah Kebijakan BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Umum?

Joni Dawud Wiradisatra
Ditulis oleh Joni Dawud Wiradisatra diterbitkan Kamis 23 Apr 2026, 20:16 WIB
Warga mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap mencekik dan berharap pemerintah lebih bijak dalam menetapkan regulasi harga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Warga mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap mencekik dan berharap pemerintah lebih bijak dalam menetapkan regulasi harga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Akhirnya Pemerintah menaikan harga BBM Non Subsidi sebagai dampak kenaikan harga BBM dunia berkisar antara Rp. 6.300,- sampai 9.400,- dengan rincian : Pertamina DEX yang tadinya seharga Rp 14.500,- menjadi Rp 23.900,- DEXLITE yang tadinya Rp 14.200,- menjadi Rp 23.600,- Pertamina Turbo yang tadinya harga Rp 13.100,- menjadi Rp 19.400,-. Kenaikan ini merupakan pilihan sulit yang diambil pemerintah ditengah kesulitan perekonomian nasional dan global, tapi itulah pilihan yang dilakukan seperti halnya negara-negara lain yang sudah menaikkan harga BBM di negaranya masing-masing.

Namun demikian kalau Krisis Energi dunia terus berlanjut diyakini akan ada langkah lebih lanjut untuk melakukan penyesuaian BBM non subsidi lainnya dan bahkan untuk BBM Subsidi karena menurut ahli ekonomi ; APBN tidak akan mampu menanggung beban subsidi yang akan semakin membengkak. Tahun 2026 ini Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi dan kompensasi energi sekitar Rp. 201,1 Trilyun – Rp. 381,3 Trilyun dengan kuota Subsidi BBM ditetapkan 19,162 Juta Kiloliter (KL). Sedangkan tren penggunaan BBM subsidi mengalami peningkatan bahkan  ada yang memprediksikan bisa mencapai sekitar 45 Juta Kiloliter (KL) per tahun. Dengan kondisi seperti itu APBN kita diperkirakan tidak akan  mampu menanggungnya. Menyikapi kondisi seperti ini, Pemerintah dituntut harus mencari terobosan lain untuk mengantisipasi yang lainnya  untuk meminimalisir dampak negatif dari adanya kenaikan harga tersebut.

Dampak Kenaikan  BBM non bersubsidi

Persoalan BBM tanpa ada persolan krisis global saat ini sebenarnya sudah semakin berat dari tahun ke tahun dengan melihat penambahan jumlah Kendaraan bermotor dimana pada Tahun 2025 mencapai 172,94 juta unit atau tumbuh 3,89% mayoritas di dominasi Sepeda Motor, dengan pertambahan ini tentu saja salah satunya akan berimbas pada konsumsi BBM baik Bersubsidi atau non subsidi, Dengan adanya krisis Energi Global saat ini tentu saja akan semakin berat dan komplek kalau tidak ada terobosan kebijakan yang harus dilakukan.

Ilustrasi konsumsi BBM dan LPG diprediksi meningkat selama periode libur panjang Nataru. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ilustrasi konsumsi BBM dan LPG diprediksi meningkat selama periode libur panjang Nataru. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Kenaikan Harga BBM non Subsidi diprediksikan pasti akan ada konsekuensi lanjutan. Akan ada beberapa kemungkinan terjadi yang antara lain : a) Bergeser ke Kendaraan listrik, Pemerintah berharap segmen masyarakat kelas menengah atas akan bergeser ke Kendaraan Listrik, walau masih menjadi pertanyaan konsumen, sejauh mana sarana prasarana pendukung antara lain stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan sejauh mana daya tahan mobil listrik dalam jangka panjang juga terkait dengan Baterainya yang masih sangat mahal; b) Beralih ke kendaraan Umum, itu pun sangat diharapkan mengurangi beban lalu litas jalan di kota-kota besar c) tidak tertutup kemungkinan beralih ke pemakaian BBM Subsidi dengan berbagai upaya yang bisa dilakukan dari memodifikasi mobil, mengganti mobil atau beralih ke Sepeda motor yang bisa mengkonsumsi BBM Subsidi sehingga Subsidi akan mengalami pembengkakkan yang tentu saja akan memberatkan keuangan negara dan ketidaktepatan sasaran semakin bertambah

Dengan persoalan tersebut dan dampak susulan yang mungkin akan terjadi bisa disikapi menjadi momen untuk menata kembali BBM bersubsidi karena saat ini diyakini BBM bersubsidi masih sangat banyak yang salah sasaran walau sudah berbagai upaya yang dilakukan dengan penggunaan aplikasi. Namun apakah penggunaan aplikasi sudah sesuai ketentuan dan pelaksanaan dilapangan sudah terkontrol dengan baik, masih menjadi tanda tanya karena fakta di lapangan menunjukkan bahwa BBM bersubsidi masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang selayaknya tidak mendapatkan Subsidi (golongan masyarakat yang mampu). Masyarakat miskin atau kurang mampu yang menurut data di tahun 2025 berjumlah 23,36 juta bisa jadi tidak menikmati subsidi tersebut karena tidak memiliki kendaraan bermotor.

Kebijakan BBM Bersubsidi hanya untuk kendaraan Umum

Dengan adanya kenaikan BBM tersebut dan juga adanya persoalan lain yang terkait dengan pengaturan BBM bersubsidi ini. Pemerintah bisa mengambil momen untuk sekaligus mencari solusi tentang BBM bersubsidi dan sekaligus mendukung pembenahan persoalan lain dalam transportasi. Kebijakan yang diputuskan tentu saja diharapkan lebih mengedepankan pro publik bukan untuk menguntungkan kelompok-kelompok kepentingan tertentu. Salah satu Kebijakan yang mungkin bisa dilakukan Pemerintah dengan Memfokuskan BBM bersubsidi hanya untuk Kendaraan umum bila pemerintah masih tetap akan mempertahankan kebijakan BBM bersubsidi. Walaupun bisa-bisa saja bila Pemerintah punya keberanian untuk mengalihkan BBM bersubsidi pada subsidi-subsidi yang lain yang memungkinkan bisa lebih tepat sasaran, memberikan dampak pertumbuhan yang lebih baik, produktif dan lebih efisien. Kebijakan ini tidak populis karena akan mendapat reaksi dan resistensi dari berbagai kalangan yang selama ini diuntungkan dengan BBM bersubsidi ini. Dan adanya kekhawatiran  dampak lanjutan dari kenaikan barang-bang yang lain.

Kebijakan Pengalihan Subsidi BBM yang mungkin akan dianggap oleh masyarakat sebagai penghapusan subsidi BBM. Kebijakan ini masih tetap mempertahankan pengangkutan barang-barang dan pergerakan masyarakat tetap mendapat subsidi tapi harus menggunakan sarana publik (Kendaraan umum). Diharapkan dengan tetap disubsidi maka kenaikan  harga barang terutama bahan pokok Masyarakat masih tetap terjamin dan inflasi bisa direm tidak terlampau naik.

Untuk mendukung Penerapan kebijakan ini beberapa hal strategis yang perlu dilakukan : a) Penataan kembali “Kendaraan Umum” ; Kendaraan umum perlu diperjelas saat ini antara kendaraan umum dan kendaraan pribadi relatif tidak jelas terutama dengan diperkenankannya kendaraan umum on line dimana Kendaraan yang digunakan kendaraan pribadi ‘PLat Hitam/Putih bukan plat Kuning” tapi fungsinya sebagai kendaraan penumpang umum. Penataan Kedaraan Umum baik Mobil, Bis, Truk termasuk Sepeda Motor perlu dilakukan untuk mempermudah segmen penerima subsidi BBM, di luar kendaraan umum tergolong kendaraan pribadi dan harus mengkonsumsi BBM non subsidi. b) Dengan adanya kejelasan segmen penerima BBM Subsidi maka  bisa ditindaklanjuti dalam pelaksanaannya dengan menetapkan SPBU khusus BBM bersubsidi yang tidak dicampur BBM non Subsidi supaya memudahkan melakukan pengawasan baik penyaluran maupun penerima BBM Subsidi. c) Peningkatan kualitas, kuantitas dan jangkauan layanan kendaraan umum semakin ditingkatkan supaya masyarakat bisa secara bertahap beralih ke kendaraan umum karena penggunaan Kendaraan umum nyaman dan lebih efisien.

Kebijakan BBM Subsidi yang difokuskan hanya untuk Kendaraan umum bisa menjadi salah satu wacana solusi untuk mengatasi meningkatnya harga BBM. Walaupun dalam pelaksanaannya tetap saja membutuhkan komitmen dan konsistensi baik dari pemerintah itu sendiri sebagai pemegang otoritas regulasi maupun dari masyarakat Penerima BBM bersubsidi bahkan dibutuhkan kesadaran dan kelogowoan lapisan Masyarakat yang tidak berhak mendapatkan BBM Bersubsidi, Kebijakan ini semata untuk kemajuan Bangsa dan Negara saat ini maupun ke depan. (JDW)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Joni Dawud Wiradisatra
Analis Kebijakan dan Widyaiswara di Lembaga Administrasi Negara RI

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Mei 2026, 11:38

Inflasi Mengganas: Pilih Menabung Sampai Bonyok atau Berutang Biar Jadi Bos?

Memegang uang tunai terlalu lama di dalam tabungan adalah sebuah kerugian karena nilainya menyusut.

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 10:13

Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Beranda 20 Mei 2026, 09:39

Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

Panti Nazareth di Bandung bukan sekadar tempat tinggal lansia, tetapi ruang untuk menemani para oma menjalani masa tua dengan hangat.

Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 08:51

Molornya Acara Nobar 'Pesta Babi': Pilih Bertahan atau Pergi

Untuk peduli dan mengajak banyak orang peduli dengan isu-isu krusial dan besar.

Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain untuk peduli kepada mereka yang diperlakukan semena-mena. Sementara dengan orang terdekat kita tidak peduli dengan waktunya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 05:35

Tamasya ke Pantai Pasir Putih Pangandaran, Surga Tersembunyi di Balik Hutan Pananjung

Tersembunyi di balik hutan Pananjung, Pantai Pasir Putih Pangandaran dikenal dengan air jernih, terumbu karang, dan suasana yang lebih sunyi.

Pantai Pasir Putih Pangandaran.
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 03:00

Tamasya Bukit Strawberry Lembang, Bucket List Wisata Panorama Perbukitan di Bandung Barat

Panduan wisata Bukit Strawberry Lembang lengkap: tiket masuk, petik strawberry, wahana keluarga, glamping, kuliner, hingga waktu terbaik berkunjung.

Bukit Strawberry Lembang.
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 20:05

Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

Seberdaya apapun seorang perempuan tapi jika belum menikah, mereka seringkali dianggap tidak cukup lengkap hidup di tengah masyarakat.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 17:52

Eksistensialisme Mahasiswa Zaman Now: Daya Nalar Mengikis, yang Penting Eksis!

Menurunnya daya nalar adalah lampu kuning bagi masa depan.

Ilustrasi mahasiswa. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Habib Riyadhi A.S)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 17:35

Panduan Berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon, Jejak Kesultanan Zaman Baheula

Keraton Kanoman Cirebon menawarkan wisata sejarah, museum pusaka, dan tradisi kesultanan yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk pasar kota tua.

Gedung Gajah Mungkur di kompleks Keraton Kanoman CIrebon. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 19 Mei 2026, 16:25

Bagi Wagino, Menjaga Buku Sama Artinya dengan Menjaga Harapan Orang untuk Belajar

Di tengah budaya digital, Wagino M Putra tetap menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, dan percaya membaca adalah pondasi penting bagi generasi muda.

Wagino M Putra tetap setia menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, sambil meyakini bahwa buku tidak akan tergantikan oleh layar ponsel. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 19 Mei 2026, 16:25

Digitalisasi yang Tanpa Sadar Mendongkrak Kenaikan Kelas UMKM Cikopi Mang Eko

Inilah sisi menarik lain dari Cikopi Mang Eko yang jarang diceritakan, tentang peran vital digitalisasi yang tanpa sadar telah mendongkrak 'UMKM Naik Kelas'.

Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko,  di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 15:27

Menolak Lupa Mei 98: Kini Indonesia Cemas akan Rupiah Kian Melorot

Jika pemerintah terus abai, krisis kepercayaan publik yang meruntuhkan Orde Baru bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Massa membakar kursi dan benda lainnya saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarra. (Sumber: Publication of the Indonesian government without copyright notice)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 14:53

Panduan Jelajah Wisata Lembang Bandung, Iteneray Liburan Pilihan Destinasi Favorit

Jelajahi wisata favorit Lembang seperti Farmhouse, Floating Market, The Lodge Maribaya, hingga Curug Maribaya lengkap dengan tips waktu kunjungan terbaik.

Farmhouse Susu Lembang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ikon 19 Mei 2026, 14:05

Jembatan BBS, Dari Muara Sampah Sampai Jadi Tempat Nongkrong

Jembatan BBS di Bandung Barat dikenal sebagai spot nongkrong estetik di atas Citarum, meski kawasan ini juga menjadi tempat penumpukan sampah.

Jembatan Babakan Sapan (BBS) di Bandung Barat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 13:44

Dari Pesisir Lasem hingga Jadi Maestro Kuliner di Bandung: Mengenang Dedikasi Julie Sutarjana

Julie Sutarjana pernah melewati "masa sulit" perjuangan ekonomi di Bandung.

Julie Sutarjana. (Sumber: Instagram | Foto: kedainyonyarumah.bdg)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 11:49

Untuk Bertahan Jangan jadi Manusia Polos di Bandung

Bertahan bukan tentang bisa makan dan memiliki pekerjaan saja melainkan bertahan dari segala tindak kriminalitas dan modus penipuan yang terjadi di ruang publik di Kota Bandung.

Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 10:36

Bangkit di Kota Hujan: Dari PHK hingga Peluang Baru

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, menjadi perjuangan nyata bagi warga Bandung di tengah badai PHK.

Kota Hujan di Bandung. (Sumber: Humas Kota Bandung)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 09:11

Mengapa Kasus Ban Truk Lepas Terus Berulang?

Kasus ban truk lepas yang terus berulang menunjukkan pentingnya perawatan kendaraan, inspeksi rutin, dan penguatan budaya keselamatan transportasi jalan.

Dua gerobak pedagang di Kawasan Simpang DAM, Kota Batam, hancur dihantam ban truk pengangkut tanah yang lepas pada Senin (30/6/2025). (Sumber: Youtube/Official UTV)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 08:10

Syukur, Takabur, dan Kufur

Dari momen sederhana itu tersimpan harapan agar langkah kecil hari ini menjadi motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjaganya dalam ingatan, dan menghidupkannya dalam keseharian.

Di balik kelancaran menghafal hingga 5 juz para murid hari ini, Sabtu (16/6/2026) ada komitmen dan disiplin kuat dalam menjaga rutinitas. (Sumber: Tangkap layar Instagram @sdialamanahbdg)
Ayo Netizen 18 Mei 2026, 20:54

Potret Bandung Era Tahun 70-an dalam Koran GALA Edisi Lawas

Membaca surat kabar lama sering kali terasa seperti menaiki mesin waktu.

Halaman depan surat kabar GALA edisi 16 Mei 1973, terbit 53 tahun silam, yang menjadi salah satu potret dinamika sosial, politik, dan kehidupan Kota Bandung pada masanya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)