Tepatkah Kebijakan BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Umum?

5 menit baca
Joni Dawud Wiradisatra
Ditulis oleh Joni Dawud Wiradisatra diterbitkan
Warga mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap mencekik dan berharap pemerintah lebih bijak dalam menetapkan regulasi harga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Warga mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap mencekik dan berharap pemerintah lebih bijak dalam menetapkan regulasi harga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Akhirnya Pemerintah menaikan harga BBM Non Subsidi sebagai dampak kenaikan harga BBM dunia berkisar antara Rp. 6.300,- sampai 9.400,- dengan rincian : Pertamina DEX yang tadinya seharga Rp 14.500,- menjadi Rp 23.900,- DEXLITE yang tadinya Rp 14.200,- menjadi Rp 23.600,- Pertamina Turbo yang tadinya harga Rp 13.100,- menjadi Rp 19.400,-. Kenaikan ini merupakan pilihan sulit yang diambil pemerintah ditengah kesulitan perekonomian nasional dan global, tapi itulah pilihan yang dilakukan seperti halnya negara-negara lain yang sudah menaikkan harga BBM di negaranya masing-masing.

Namun demikian kalau Krisis Energi dunia terus berlanjut diyakini akan ada langkah lebih lanjut untuk melakukan penyesuaian BBM non subsidi lainnya dan bahkan untuk BBM Subsidi karena menurut ahli ekonomi ; APBN tidak akan mampu menanggung beban subsidi yang akan semakin membengkak. Tahun 2026 ini Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi dan kompensasi energi sekitar Rp. 201,1 Trilyun – Rp. 381,3 Trilyun dengan kuota Subsidi BBM ditetapkan 19,162 Juta Kiloliter (KL). Sedangkan tren penggunaan BBM subsidi mengalami peningkatan bahkan  ada yang memprediksikan bisa mencapai sekitar 45 Juta Kiloliter (KL) per tahun. Dengan kondisi seperti itu APBN kita diperkirakan tidak akan  mampu menanggungnya. Menyikapi kondisi seperti ini, Pemerintah dituntut harus mencari terobosan lain untuk mengantisipasi yang lainnya  untuk meminimalisir dampak negatif dari adanya kenaikan harga tersebut.

Dampak Kenaikan  BBM non bersubsidi

Persoalan BBM tanpa ada persolan krisis global saat ini sebenarnya sudah semakin berat dari tahun ke tahun dengan melihat penambahan jumlah Kendaraan bermotor dimana pada Tahun 2025 mencapai 172,94 juta unit atau tumbuh 3,89% mayoritas di dominasi Sepeda Motor, dengan pertambahan ini tentu saja salah satunya akan berimbas pada konsumsi BBM baik Bersubsidi atau non subsidi, Dengan adanya krisis Energi Global saat ini tentu saja akan semakin berat dan komplek kalau tidak ada terobosan kebijakan yang harus dilakukan.

Ilustrasi konsumsi BBM dan LPG diprediksi meningkat selama periode libur panjang Nataru. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ilustrasi konsumsi BBM dan LPG diprediksi meningkat selama periode libur panjang Nataru. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Kenaikan Harga BBM non Subsidi diprediksikan pasti akan ada konsekuensi lanjutan. Akan ada beberapa kemungkinan terjadi yang antara lain : a) Bergeser ke Kendaraan listrik, Pemerintah berharap segmen masyarakat kelas menengah atas akan bergeser ke Kendaraan Listrik, walau masih menjadi pertanyaan konsumen, sejauh mana sarana prasarana pendukung antara lain stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan sejauh mana daya tahan mobil listrik dalam jangka panjang juga terkait dengan Baterainya yang masih sangat mahal; b) Beralih ke kendaraan Umum, itu pun sangat diharapkan mengurangi beban lalu litas jalan di kota-kota besar c) tidak tertutup kemungkinan beralih ke pemakaian BBM Subsidi dengan berbagai upaya yang bisa dilakukan dari memodifikasi mobil, mengganti mobil atau beralih ke Sepeda motor yang bisa mengkonsumsi BBM Subsidi sehingga Subsidi akan mengalami pembengkakkan yang tentu saja akan memberatkan keuangan negara dan ketidaktepatan sasaran semakin bertambah

Dengan persoalan tersebut dan dampak susulan yang mungkin akan terjadi bisa disikapi menjadi momen untuk menata kembali BBM bersubsidi karena saat ini diyakini BBM bersubsidi masih sangat banyak yang salah sasaran walau sudah berbagai upaya yang dilakukan dengan penggunaan aplikasi. Namun apakah penggunaan aplikasi sudah sesuai ketentuan dan pelaksanaan dilapangan sudah terkontrol dengan baik, masih menjadi tanda tanya karena fakta di lapangan menunjukkan bahwa BBM bersubsidi masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang selayaknya tidak mendapatkan Subsidi (golongan masyarakat yang mampu). Masyarakat miskin atau kurang mampu yang menurut data di tahun 2025 berjumlah 23,36 juta bisa jadi tidak menikmati subsidi tersebut karena tidak memiliki kendaraan bermotor.

Kebijakan BBM Bersubsidi hanya untuk kendaraan Umum

Dengan adanya kenaikan BBM tersebut dan juga adanya persoalan lain yang terkait dengan pengaturan BBM bersubsidi ini. Pemerintah bisa mengambil momen untuk sekaligus mencari solusi tentang BBM bersubsidi dan sekaligus mendukung pembenahan persoalan lain dalam transportasi. Kebijakan yang diputuskan tentu saja diharapkan lebih mengedepankan pro publik bukan untuk menguntungkan kelompok-kelompok kepentingan tertentu. Salah satu Kebijakan yang mungkin bisa dilakukan Pemerintah dengan Memfokuskan BBM bersubsidi hanya untuk Kendaraan umum bila pemerintah masih tetap akan mempertahankan kebijakan BBM bersubsidi. Walaupun bisa-bisa saja bila Pemerintah punya keberanian untuk mengalihkan BBM bersubsidi pada subsidi-subsidi yang lain yang memungkinkan bisa lebih tepat sasaran, memberikan dampak pertumbuhan yang lebih baik, produktif dan lebih efisien. Kebijakan ini tidak populis karena akan mendapat reaksi dan resistensi dari berbagai kalangan yang selama ini diuntungkan dengan BBM bersubsidi ini. Dan adanya kekhawatiran  dampak lanjutan dari kenaikan barang-bang yang lain.

Kebijakan Pengalihan Subsidi BBM yang mungkin akan dianggap oleh masyarakat sebagai penghapusan subsidi BBM. Kebijakan ini masih tetap mempertahankan pengangkutan barang-barang dan pergerakan masyarakat tetap mendapat subsidi tapi harus menggunakan sarana publik (Kendaraan umum). Diharapkan dengan tetap disubsidi maka kenaikan  harga barang terutama bahan pokok Masyarakat masih tetap terjamin dan inflasi bisa direm tidak terlampau naik.

Untuk mendukung Penerapan kebijakan ini beberapa hal strategis yang perlu dilakukan : a) Penataan kembali “Kendaraan Umum” ; Kendaraan umum perlu diperjelas saat ini antara kendaraan umum dan kendaraan pribadi relatif tidak jelas terutama dengan diperkenankannya kendaraan umum on line dimana Kendaraan yang digunakan kendaraan pribadi ‘PLat Hitam/Putih bukan plat Kuning” tapi fungsinya sebagai kendaraan penumpang umum. Penataan Kedaraan Umum baik Mobil, Bis, Truk termasuk Sepeda Motor perlu dilakukan untuk mempermudah segmen penerima subsidi BBM, di luar kendaraan umum tergolong kendaraan pribadi dan harus mengkonsumsi BBM non subsidi. b) Dengan adanya kejelasan segmen penerima BBM Subsidi maka  bisa ditindaklanjuti dalam pelaksanaannya dengan menetapkan SPBU khusus BBM bersubsidi yang tidak dicampur BBM non Subsidi supaya memudahkan melakukan pengawasan baik penyaluran maupun penerima BBM Subsidi. c) Peningkatan kualitas, kuantitas dan jangkauan layanan kendaraan umum semakin ditingkatkan supaya masyarakat bisa secara bertahap beralih ke kendaraan umum karena penggunaan Kendaraan umum nyaman dan lebih efisien.

Kebijakan BBM Subsidi yang difokuskan hanya untuk Kendaraan umum bisa menjadi salah satu wacana solusi untuk mengatasi meningkatnya harga BBM. Walaupun dalam pelaksanaannya tetap saja membutuhkan komitmen dan konsistensi baik dari pemerintah itu sendiri sebagai pemegang otoritas regulasi maupun dari masyarakat Penerima BBM bersubsidi bahkan dibutuhkan kesadaran dan kelogowoan lapisan Masyarakat yang tidak berhak mendapatkan BBM Bersubsidi, Kebijakan ini semata untuk kemajuan Bangsa dan Negara saat ini maupun ke depan. (JDW)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)