Kontroversi Program BBM dengan Kandungan Etanol

9 menit baca
Nathanael A K
Ditulis oleh Nathanael A K diterbitkan
BBM Pertamina. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
BBM Pertamina. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akhir-akhir ini telah mendesak mengadakan program baru, yaitu mencampur kandungan etanol pada BBM kendaraan bermotor yang dimana program ini juga sudah disetujui oleh Presiden. Namun, apakah hal ini baik dan dapat dipercaya,  terutama jika dikaitkan dengan kasus monopoli BBM yang dilakukan oleh pemerintah yang masih belum lama terungkap.

Banyak sekali kasus-kasus yang terungkap yang berkaitan dengan aksi monopoli BBM, namun kasus yang paling menyorot yaitu kasus BBM oplosan yang diduga terjadi sejak 2018 hingga 2025, yaitu kasus dimana pihak-pihak Pertamina mencampurkan BBM beroktan 92 dengan BBM beroktan 90 dan dijual dengan harga BBM yang seharusnya sepenuhnya beroktan 92.

Program BBM beretanol menjadi kontroversial untuk rakyat Indonesia dimana pada satu sisi program tersebut memang memiliki tujuan yang masuk akal yaitu untuk penambahan efisiensi dalam konsumsi bahan bakar. Namun, di saat yang bersamaan memiliki kemungkinan akan dampak buruk bagi kualitas kendaraan. Apa aspek dari kualitas kendaraan yang dapat menjadi faktor pengaruh hal tersebut? Mungkinkah ada lebih dari 1 aspek?

Kualitas sebuah kendaraan bermotor dinilai dari beberapa hal, seperti seberapa baik mesin bekerja, komponen-komponen bergerak lainnya, dan kelistrikan, ataupun kenyamanan kendaraan yang dapat dinilai dari keempukan suspensi dan terasa atau tidaknya getaran dari mesin yang bergerak.

Salah satu hal yang merupakan bagian dari semua aspek mengenai kualitas kendaraan adalah kesehatan mesin itu sendiri. Hal-hal paling sederhana untuk menjaga kesehatan sebuah mesin adalah melalui perawatan yang teratur. Beberapa hal yang merupakan perawatan yang teratur dapat meliputi penggantian oli setiap beberapa bulan atau setiap kelipatan 3000 kilometer sebuah kendaraan berjalan tergantung jenisnya (sesuai standar), penggunaan bahan bakar yang tepat dan sesuai dengan kapasitas mesin.

Namun, berhubungan dengan program pemerintah yang baru, yaitu untuk mencampurkan kandungan etanol pada mesin sebanyak 10 %, apakah hal tersebut merupakan hal yang buruk terutama bagi kinerja kendaraan-kendaraan yang mengkonsumsi bahan bakar tersebut? Apakah ini juga ada hubungan dengan kebutuhan akan uang untuk pemerintah? Secara teknis, mencampurkan etanol pada bahan bakar bukanlah hal yang sepenuhnya buruk. Sebelumnya, apa itu etanol? Dan apa tujuannya dicampurkan pada bahan bakar?

Perbedaan antara Etanol dan Metanol

Etanol sendiri merupakan senyawa kimia yang merupakan reaksi campuran dari etilen dan air (C2H4 + H2O = CH3CH2OH). Namun, tidak seperti kembarannya yang serupa namun tak sama dan jauh lebih berbahaya yaitu metanol (CO + 2H2 = CH3OH). Terlihat bahwa metanol memiliki kandungan karbon yang lebih sedikit daripada etanol yang memiliki 2 karbon, namun itulah yang membuat metanol jauh lebih berbahaya. Mengapa? Kandungan karbon yang sedikit berarti ikatan molekul yang lebih kecil, yang juga berarti lebih reaktif, jadi lebih mudah untuk terjadi pembentukan produk reaksi yang agresif.

Hal tersebut menyebabkan metanol bersifat lebih korosif dibanding etanol sehingga etanol menjadi senyawa yang lebih cocok untuk digunakan pada pembakaran kendaraan bermotor. Etanol ini sering ditemukan di dalam minuman-minuman beralkohol sedangkan metanol lebih sering ditemukan dalam cairan-cairan beracun. Sehingga alasan paling mendasar mengenai mengapa pemerintah mencampurkan etanol adalah untuk mulai mengembangkan penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan untuk dikonsumsi oleh kendaraan bermotor dan tentunya juga menghasilkan emisi yang lebih ramah lingkungan.

Penggunaan BBM beretanol bukanlah sebuah ide yang buruk dimana bahkan hal tersebut sudah diterapkan di negara-negara maju. Sebagai contoh, Amerika dan Brazil, dimana pemerintah Brazil sudah menerapkan penggunaan BBM yang mengandung etanol lebih dari 10%. Namun banyak dari kita yang tidak setuju dengan hal tersebut, mengapa demikian? Mengapa pula SPBU swasta yang dimana negara asalnya sendiri sudah menerapkan kandungan etanol dalam bahan bakarnya justru berkontradiksi dengan program pemerintah?

Banyak dari kita juga bahkan tidak sepenuhnya berkontradiksi dengan program baru pemerintah, namun hal tersebut masih terjadi karena kepercayaan yang menurun sebab pernah adanya kasus monopoli BBM oleh pihak-pihak dari SPBU pemerintah tersebut. Para ahli dan ilmuwan pun juga berkontradiksi terhadap program tersebut namun dengan alasan yang berbeda, yaitu karena pandangan mereka terhadap rata-rata kendaraan bermotor dan penggunanya di Indonesia, dimana mereka belum siap menghadapi perubahan yang tiba-tiba ada begitu saja. Dari sudut pandang pihak SPBU Swasta, kesulitan untuk menyetujui kebijakan pemerintah bukan dari kandungan etanol dalam BBM itu sendiri, melainkan dari rumitnya persetujuan dengan pihak pemerintah.

Kesiapan Kendaraan-Kendaraan di Indonesia untuk Etanol dalam BBM

Sebagai penjelasan, kendaraan-kendaraan bermotor di Indonesia lebih terancam bermasalah ketika menggunakan BBM dengan kandungan etanol dibanding kendaraan-kendaraan yang ada di negara-negara maju walaupun kandungan etanol-nya sama. Mengapa demikian? Kendaraan-kendaraan di negara-negara maju tersebut sudah lama menerapkan kandungan BBM dengan etanol sehingga kendaraan-kendaraan tersebut sudah dirancang dengan tangki bahan bakar yang tahan terhadap kandungan etanol.

Fitra Eri (2025), seorang influencer automotif, berkata bahwa karena program tersebut diadakan secara tiba-tiba, kendaraan-kendaraan di Indonesia pasti belum semuanya dirancang dengan tangki bensin yang tahan terhadap kandungan etanol. Perlu diingat bahwa baik etanol maupun metanol merupakan alkohol dimana alkohol sendiri mengandung sifat basa kuat. 

Secara teknis juga program pemerintah tersebut akan lebih berdampak pada kendaraan-kendaraan yang CKD dan IKD dibanding kendaraan-kendaraan yang CBU . Sebelumnya, apa itu CBU, CKD, dan IKD? CBU, yaitu kendaraan yang Completely Built up atau dirakit sepenuhnya dari luar negeri, contohnya Honda Jazz dan Mazda 2. CKD yaitu kendaraan yang Completely Knocked Down atau komponennya diimpor dari luar negeri lalu dirakit dalam negeri, contohnya Toyota Fortuner dan Honda PCX. IKD yaitu kendaraan yang Incompletely Knocked Down atau dirakit hampir sepenuhnya dalam negeri namun masih lisensi merek luar negeri, contohnya Toyota Avanza dan Honda Brio. Bandingkan saja Honda Brio dan Jazz, walaupun di kalangan otomotif mereka termasuk dalam kelas kendaraan yang sama, harganya sedikit lebih mahal Honda Jazz sebagai kendaraan CKD dibanding Brio, namun kualitasnya jauh lebih baik.

Ilustrasi. Mobilitas tinggi, arus mudik, serta destinasi wisata yang ramai menjadi faktor utama meningkatnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ilustrasi. Mobilitas tinggi, arus mudik, serta destinasi wisata yang ramai menjadi faktor utama meningkatnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Hal tersebut menjadi contoh dimana kendaraan CBU masih mengikuti standar kualitas luar negeri sedangkan kendaraan CKD sudah mengalami perubahan standar kualitas untuk menyesuaikan dengan negara. Sehingga tentu sangat berhubungan dengan ketahanan tangki bahan bakar terhadap kandungan etanol. Oleh karena itu, Indonesia secara teknis belum siap secara cukup untuk menghadapi program kandungan etanol dalam bahan bakar yang dijalankan oleh pemerintah. Hal tersebut tentu akan berubah jika pemerintah sekaligus meninggikan standar ketahanan tangki bensin untuk kendaraan-kendaraan di Indonesia yang masih CKD.

Mengenai perihal kandungan etanol tersebut, tentu tidak bisa dibandingkan dengan kasus banyaknya kendaraan rusak karena adanya monopoli atau pengoplosan BBM yang dilakukan SPBU pemerintah. Namun, kenapa hal tersebut terjadi? Bukankah seharusnya kinerja bahan bakar yang berbeda pada dasarnya sama? Pertama-tama, kita harus mengetahui apa yang sebenarnya dicampurkan oleh pemerintah ke dalam BBM yang dijual.

Penyebab Banyaknya Kerusakan Kendaraan akibat BBM Oplosan

Oktan merupakan ukuran standar yang digunakan untuk menunjukkan besar tekanan yang bisa ditahan oleh sejumlah bahan bakar untuk pembakaran didalam ruang mesin kendaraan. Ibarat saja oktan adalah sebuah satuan untuk menghitung tekanan tersebut, seperti satuan untuk menghitung besaran sebuah energi, salah satunya yaitu joule. Rata-rata SPBU di seluruh dunia menjual bahan bakar yang terbagi menjadi 4 buah kategori yang menjadi pilihan untuk konsumen, yaitu bahan bakar yang dengan oktan rendah, sedang, tinggi, dan diesel.BBM dengan oktan rendah biasanya berkisar 89 hingga 90, BBM dengan oktan sedang biasanya beroktan 92, BBM dengan oktan tinggi biasanya antara oktan 95 atau 98, bahkan kadang dijual keduanya. Namun, diesel tidak memiliki oktan, melainkan setana sebagai satuannya dimana setana sendiri jarang sekali dibandingkan besaran satuannya karena perbedaan cara terbakarnya dalam mesin jika dibanding dengan bensin. 

Untuk memudahkan pemahaman, contoh paling mudah adalah membandingkan semua jenis BBM yang dijual oleh setiap perusahaan SPBU yang ada di Indonesia. Kita ambil 2 perusahaan sebagai contoh, yaitu Pertamina dengan Vivo, Pertamina menjual BBM dengan pilihan Pertalite 90, Pertamax 92, Pertamax Green 95 (Hanya ditemui di cabang tertentu), Pertamax Turbo 98. Sedangkan Vivo menjual BBM dengan pilihan Revvo 90, Revvo 92, dan Revvo 95. Perhatikan bahwa 2 digit angka di belakang dari kedua perusahaan tersebut sama, karena hal tersebut menunjukkan kandungan oktannya berapa, sedangkan nama atau kata yang digunakan sebelum angka tersebut merupakan kebebasan penamaan setiap perusahaan.

Perlu diketahui bahwa walaupun sama-sama bahan bakar, setiap oktan harus disesuaikan dengan kapasitas atau volume pembakaran mesin setiap kendaraan yang dimiliki konsumen, karena ruang pembakaran tersebut berhubungan dengan tekanan pembakaran dalam mesin. Semakin tinggi oktannya, maka semakin baik pembakarannya, namun semakin buruk jika oktan yang digunakan terlalu tinggi.

Wuling.com (2024) menyebutkan bahwa “Pembakaran di dalam mesin terjadi saat campuran udara dan bahan bakar dikompresi oleh piston dan dinyalakan oleh busi. Jika bahan bakar memiliki angka oktan lebih rendah dari yang direkomendasikan, pembakaran dapat terjadi lebih cepat dari seharusnya (premature combustion), sehingga mengganggu kinerja mesin.

Sebaliknya, penggunaan bahan bakar dengan RON lebih tinggi dari spesifikasi mesin umumnya tidak memberikan peningkatan performa yang berarti. Pembakaran yang tidak sempurna berisiko meninggalkan residu karbon di ruang bakar dan komponen lain, yang pada akhirnya dapat mengurangi efisiensi aliran bahan bakar, yang dapat menyebabkan performa mesin kendaraan berkurang, serta meningkatkan potensi penyumbatan, dan lama-kelamaan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin.”

Bahan bakar juga sangat tidak baik ketika dicampur-campur dengan kandungan BBM dengan oktan berbeda walaupun masih ada kandungan BBM dengan oktan yang dibutuhkan, dengan prinsip/alasan yang sama. Sehingga telah diketahui mengapa banyak kendaraan mengalami kerusakan sebelum terungkapnya pihak-pihak dari pemerintah menjual BBM yang seharusnya beroktan 92 namun tanpa diketahui masyarakat telah sekaligus dicampur oleh BBM beroktan 90.

Baca Juga: Jawa Barat Siapkan Distribusi BBM dan LPG Hadapi Lonjakan Libur Nataru

Langkah yang Sebaiknya Diterapkan Pemerintah

Dengan keinginan pemerintah untuk mengadakan perubahan demi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, langkah pertama yang seharusnya dilakukan adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat terlebih dahulu, yang bisa dilakukan dengan meningkatkan pengawasan dan penegakkan hukum terhadap aktivitas-aktivitas yang berlangsung dalam sektor manajemen atau pengelolaan sumber daya mineral di negara Indonesia. Lalu dilanjut dengan peningkatan kualitas standar pabrik kendaraan di Indonesia terutama kendaraan yang CKD, apalagi yang secara penuh rakitan Indonesia

Kesimpulannya, penggunaan etanol pada BBM untuk seluruh rakyat di Indonesia bukanlah ide yang buruk. Lagipula, dengan tingkat kepadatan kendaraan di Indonesia yang sangat tinggi, penggunaan BBM beretanol yang secara kimia terbukti lebih ramah lingkungan merupakan sebuah ide yang sangat bagus. Namun harus ada penyesuaian dengan kondisi masyarakat dan standar-standar yang dimiliki sebagian besar kendaraan di Indonesia, terutama kondisi kepercayaan masyarakat pada pemerintah setelah belum berapa lama terungkapnya kasus monopoli BBM. Sehingga, program ini akan jauh lebih baik jika dijalankan dengan perlahan.

Daftar Pustaka

  • Octavia, S., & Belarminus, R. (2025). Skandal korupsi Pertamina 2018–2023, Pertalite dioplos jadi Pertamax. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2025/02/26/07132731/skandal-korupsi-pertamina-2018-2023-pertalite-dioplos-jadi-pertamax
  • Kompas.com. (2025). Etanol di bensin sudah lazim: AS, Eropa dan Brasil jadi contoh. https://otomotif.kompas.com/read/2025/10/08/121200415/etanol-di-bensin-sudah-lazim--as-eropa-dan-brasil-jadi-contoh
  • Alodokter. (2024). Apa perbedaan etanol dan alkohol? https://www.alodokter.com/komunitas/topic/apa-perbedan-etanol-dan-alkohol-
  • Daihatsu. (2025). CKD, CBU, dan IKD pada mobil. https://daihatsu.co.id/tips-and-event/tips-sahabat/detail-content/ckd-cbu-ikd-pada-mobil/
  • Wuling. (2025). Dampak penggunaan bensin dengan RON tidak sesuai pada mobil. Wuling Motors. https://wuling.id/id/blog/autotips/dampak-penggunaan-bensin-dengan-ron-tidak-sesuai-pada-mobil.
  • Raharjo, R. T. (2025). Apa pengaruh etanol dalam BBM dan mengapa jadi perdebatan? Nara Times. https://www.naratimes.com/news/15116039679/apa-pengaruh-etanol-dalam-bbm-dan-mengapa-jadi-perdebatan
  • Viva.co.id. (2025, 9 Oktober). Fitra Eri ungkap dampak BBM beretanol: Tenaga mesin turun dan lebih boros. VIVA. https://www.viva.co.id/berita/nasional/1853532-fitra-eri-ungkap-dampak-bbm-beretanol-tenaga-mesin-turun-dan-lebih-boros
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nathanael A K
Tentang Nathanael A K
Saya daftar karena tugas, deadline saya kamis ini

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Jun 2026, 20:07

Depresi pada Remaja dan Urgensi Aplikasi Konseling

Sejumlah remaja berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental karena kehidupan mereka, stigma, dan kurangnya akses terhadap layanan berkualitas.

Ilustrasi Talkshow Kesehatan Jiwa Happiness Project di Cafe Halaman, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Farits)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 18:52

Ketika THR Berubah Menjadi Aset

Meninjau kebijakan PT ANTAM (Persero) Tbk meluncurkan emas tematik edisi Idulfitri 1447H/2026 bertema “Gempita Hari Raya”.

Emas Batangan Edisi Idulfitri 1447H.
Ayo Biz 22 Jun 2026, 17:24

Menempuh Jarak Ratusan Kilometer untuk Melihat Teladan dari 2 Desa BRILian

Dua desa di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa teladan ekonomi desa tidak butuh keistimewaan, justru hanya perlu sistem yang kuat untuk memutar roda nasib.

Siluet dari Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat, di tepian Waduk Jatigede, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:15

Ketaatan Pengelolaan Risiko Kebakaran

Peran dinas damkar perlu transformasi sehingga paradigmanya berubah dari peran pemadam menjadi fungsi yang proaktif mencegah kebakaran. 

Ilustrasi kebakaran pabrik di daerah Cipadung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:29

Ekspedisi Karees : Menelusuri Jejak Rel Kereta yang Hilang dari Peta (Part 1)

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba menelusuri kembali sisa-sisa rel Karees, memotret kondisinya hari ini, dan merangkai kembali memori kejayaan halteu ini di masa lampau. Yuk, ikut saya blusukan!

Harta karun pertama yang saya temukan! Menyembul di antara tanah di sebelah kiri jalan, membuktikan sejarah menolak terkubur. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:13

Copy-Paste Birokrasi: Ketika Sistem Digital Belum Benar-Benar Digital

Saat sistem digital tidak saling terhubung, beban administratif tidak hilang, ia hanya berpindah wujud dari kertas ke layar.

Ilustrasi ekosistem digital yang melingkupi kehidupan modern (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 13:36

Menelusuri Art Deco: Setitik Eropa di Kota Kembang

Melihat kembali bagaimana arsitektur Art Deco di Kota Bandung bermunculan hingga akhirnya dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Kondisi Gedung Bank DENIS (sekarang digunakan oleh Bank Jawa Barat) pada tahun 2015. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Rochelimit)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 12:25

Penggunaan Wewangian dari Zaman Mesir sampai Sekarang

Perkembangan singkat wewangian dari awal mula ketenarannya di Mesir sampai sekarang.

Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 11:30

'Don’t Buy This Jacket' Kampanye Jujur atau Strategi Manipulasi Persepsi?

Membedah paradoks kampanye "Don’t Buy This Jacket" Patagonia:

Penulis sedang menelaah konsep iklan 'Don't Buy This Jacket'.
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 11:27

Wisata Gratis di Surabaya: Jelajah Taman Bungkul Ikon Kota yang Selalu Ramai

Taman Bungkul menjadi salah satu destinasi wisata gratis paling populer di Surabaya dengan fasilitas lengkap dan suasana nyaman sepanjang hari.

Taman Bungkul Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:56

Indonesia dalam Angka

Algoritma Statistik memang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi bukan berarti angka itu disusun hanya demi kepuasan publik. Sehingga fakta yang terjadi hanya sebatas retorika

Ilustrasi angka dalam kalkulator. (Sumber: Pexels | Foto: Yan Krukau)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:06

Penggunaan Kendaraan Listrik Dikebut, Tapi Listriknya Sering Padam

Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif, pemadaman listrik yang masih sering terjadi memunculkan pertanyaan: seberapa siap sistem energi Indonesia?

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa (20/6/2026). (Sumber: Instagram/@pln_id)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 08:58

Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

Jalan tanjakan Emen yang berada di Subang tepatnya di Ciater, terkenal dengan misteri seringnya terjadi kecelakaan.

Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)