Kontroversi Program BBM dengan Kandungan Etanol

Nathanael A K
Ditulis oleh Nathanael A K diterbitkan Rabu 21 Jan 2026, 19:41 WIB
BBM Pertamina. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

BBM Pertamina. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akhir-akhir ini telah mendesak mengadakan program baru, yaitu mencampur kandungan etanol pada BBM kendaraan bermotor yang dimana program ini juga sudah disetujui oleh Presiden. Namun, apakah hal ini baik dan dapat dipercaya,  terutama jika dikaitkan dengan kasus monopoli BBM yang dilakukan oleh pemerintah yang masih belum lama terungkap.

Banyak sekali kasus-kasus yang terungkap yang berkaitan dengan aksi monopoli BBM, namun kasus yang paling menyorot yaitu kasus BBM oplosan yang diduga terjadi sejak 2018 hingga 2025, yaitu kasus dimana pihak-pihak Pertamina mencampurkan BBM beroktan 92 dengan BBM beroktan 90 dan dijual dengan harga BBM yang seharusnya sepenuhnya beroktan 92.

Program BBM beretanol menjadi kontroversial untuk rakyat Indonesia dimana pada satu sisi program tersebut memang memiliki tujuan yang masuk akal yaitu untuk penambahan efisiensi dalam konsumsi bahan bakar. Namun, di saat yang bersamaan memiliki kemungkinan akan dampak buruk bagi kualitas kendaraan. Apa aspek dari kualitas kendaraan yang dapat menjadi faktor pengaruh hal tersebut? Mungkinkah ada lebih dari 1 aspek?

Kualitas sebuah kendaraan bermotor dinilai dari beberapa hal, seperti seberapa baik mesin bekerja, komponen-komponen bergerak lainnya, dan kelistrikan, ataupun kenyamanan kendaraan yang dapat dinilai dari keempukan suspensi dan terasa atau tidaknya getaran dari mesin yang bergerak.

Salah satu hal yang merupakan bagian dari semua aspek mengenai kualitas kendaraan adalah kesehatan mesin itu sendiri. Hal-hal paling sederhana untuk menjaga kesehatan sebuah mesin adalah melalui perawatan yang teratur. Beberapa hal yang merupakan perawatan yang teratur dapat meliputi penggantian oli setiap beberapa bulan atau setiap kelipatan 3000 kilometer sebuah kendaraan berjalan tergantung jenisnya (sesuai standar), penggunaan bahan bakar yang tepat dan sesuai dengan kapasitas mesin.

Namun, berhubungan dengan program pemerintah yang baru, yaitu untuk mencampurkan kandungan etanol pada mesin sebanyak 10 %, apakah hal tersebut merupakan hal yang buruk terutama bagi kinerja kendaraan-kendaraan yang mengkonsumsi bahan bakar tersebut? Apakah ini juga ada hubungan dengan kebutuhan akan uang untuk pemerintah? Secara teknis, mencampurkan etanol pada bahan bakar bukanlah hal yang sepenuhnya buruk. Sebelumnya, apa itu etanol? Dan apa tujuannya dicampurkan pada bahan bakar?

Perbedaan antara Etanol dan Metanol

Etanol sendiri merupakan senyawa kimia yang merupakan reaksi campuran dari etilen dan air (C2H4 + H2O = CH3CH2OH). Namun, tidak seperti kembarannya yang serupa namun tak sama dan jauh lebih berbahaya yaitu metanol (CO + 2H2 = CH3OH). Terlihat bahwa metanol memiliki kandungan karbon yang lebih sedikit daripada etanol yang memiliki 2 karbon, namun itulah yang membuat metanol jauh lebih berbahaya. Mengapa? Kandungan karbon yang sedikit berarti ikatan molekul yang lebih kecil, yang juga berarti lebih reaktif, jadi lebih mudah untuk terjadi pembentukan produk reaksi yang agresif.

Hal tersebut menyebabkan metanol bersifat lebih korosif dibanding etanol sehingga etanol menjadi senyawa yang lebih cocok untuk digunakan pada pembakaran kendaraan bermotor. Etanol ini sering ditemukan di dalam minuman-minuman beralkohol sedangkan metanol lebih sering ditemukan dalam cairan-cairan beracun. Sehingga alasan paling mendasar mengenai mengapa pemerintah mencampurkan etanol adalah untuk mulai mengembangkan penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan untuk dikonsumsi oleh kendaraan bermotor dan tentunya juga menghasilkan emisi yang lebih ramah lingkungan.

Penggunaan BBM beretanol bukanlah sebuah ide yang buruk dimana bahkan hal tersebut sudah diterapkan di negara-negara maju. Sebagai contoh, Amerika dan Brazil, dimana pemerintah Brazil sudah menerapkan penggunaan BBM yang mengandung etanol lebih dari 10%. Namun banyak dari kita yang tidak setuju dengan hal tersebut, mengapa demikian? Mengapa pula SPBU swasta yang dimana negara asalnya sendiri sudah menerapkan kandungan etanol dalam bahan bakarnya justru berkontradiksi dengan program pemerintah?

Banyak dari kita juga bahkan tidak sepenuhnya berkontradiksi dengan program baru pemerintah, namun hal tersebut masih terjadi karena kepercayaan yang menurun sebab pernah adanya kasus monopoli BBM oleh pihak-pihak dari SPBU pemerintah tersebut. Para ahli dan ilmuwan pun juga berkontradiksi terhadap program tersebut namun dengan alasan yang berbeda, yaitu karena pandangan mereka terhadap rata-rata kendaraan bermotor dan penggunanya di Indonesia, dimana mereka belum siap menghadapi perubahan yang tiba-tiba ada begitu saja. Dari sudut pandang pihak SPBU Swasta, kesulitan untuk menyetujui kebijakan pemerintah bukan dari kandungan etanol dalam BBM itu sendiri, melainkan dari rumitnya persetujuan dengan pihak pemerintah.

Kesiapan Kendaraan-Kendaraan di Indonesia untuk Etanol dalam BBM

Sebagai penjelasan, kendaraan-kendaraan bermotor di Indonesia lebih terancam bermasalah ketika menggunakan BBM dengan kandungan etanol dibanding kendaraan-kendaraan yang ada di negara-negara maju walaupun kandungan etanol-nya sama. Mengapa demikian? Kendaraan-kendaraan di negara-negara maju tersebut sudah lama menerapkan kandungan BBM dengan etanol sehingga kendaraan-kendaraan tersebut sudah dirancang dengan tangki bahan bakar yang tahan terhadap kandungan etanol.

Fitra Eri (2025), seorang influencer automotif, berkata bahwa karena program tersebut diadakan secara tiba-tiba, kendaraan-kendaraan di Indonesia pasti belum semuanya dirancang dengan tangki bensin yang tahan terhadap kandungan etanol. Perlu diingat bahwa baik etanol maupun metanol merupakan alkohol dimana alkohol sendiri mengandung sifat basa kuat. 

Secara teknis juga program pemerintah tersebut akan lebih berdampak pada kendaraan-kendaraan yang CKD dan IKD dibanding kendaraan-kendaraan yang CBU . Sebelumnya, apa itu CBU, CKD, dan IKD? CBU, yaitu kendaraan yang Completely Built up atau dirakit sepenuhnya dari luar negeri, contohnya Honda Jazz dan Mazda 2. CKD yaitu kendaraan yang Completely Knocked Down atau komponennya diimpor dari luar negeri lalu dirakit dalam negeri, contohnya Toyota Fortuner dan Honda PCX. IKD yaitu kendaraan yang Incompletely Knocked Down atau dirakit hampir sepenuhnya dalam negeri namun masih lisensi merek luar negeri, contohnya Toyota Avanza dan Honda Brio. Bandingkan saja Honda Brio dan Jazz, walaupun di kalangan otomotif mereka termasuk dalam kelas kendaraan yang sama, harganya sedikit lebih mahal Honda Jazz sebagai kendaraan CKD dibanding Brio, namun kualitasnya jauh lebih baik.

Ilustrasi. Mobilitas tinggi, arus mudik, serta destinasi wisata yang ramai menjadi faktor utama meningkatnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ilustrasi. Mobilitas tinggi, arus mudik, serta destinasi wisata yang ramai menjadi faktor utama meningkatnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Hal tersebut menjadi contoh dimana kendaraan CBU masih mengikuti standar kualitas luar negeri sedangkan kendaraan CKD sudah mengalami perubahan standar kualitas untuk menyesuaikan dengan negara. Sehingga tentu sangat berhubungan dengan ketahanan tangki bahan bakar terhadap kandungan etanol. Oleh karena itu, Indonesia secara teknis belum siap secara cukup untuk menghadapi program kandungan etanol dalam bahan bakar yang dijalankan oleh pemerintah. Hal tersebut tentu akan berubah jika pemerintah sekaligus meninggikan standar ketahanan tangki bensin untuk kendaraan-kendaraan di Indonesia yang masih CKD.

Mengenai perihal kandungan etanol tersebut, tentu tidak bisa dibandingkan dengan kasus banyaknya kendaraan rusak karena adanya monopoli atau pengoplosan BBM yang dilakukan SPBU pemerintah. Namun, kenapa hal tersebut terjadi? Bukankah seharusnya kinerja bahan bakar yang berbeda pada dasarnya sama? Pertama-tama, kita harus mengetahui apa yang sebenarnya dicampurkan oleh pemerintah ke dalam BBM yang dijual.

Penyebab Banyaknya Kerusakan Kendaraan akibat BBM Oplosan

Oktan merupakan ukuran standar yang digunakan untuk menunjukkan besar tekanan yang bisa ditahan oleh sejumlah bahan bakar untuk pembakaran didalam ruang mesin kendaraan. Ibarat saja oktan adalah sebuah satuan untuk menghitung tekanan tersebut, seperti satuan untuk menghitung besaran sebuah energi, salah satunya yaitu joule. Rata-rata SPBU di seluruh dunia menjual bahan bakar yang terbagi menjadi 4 buah kategori yang menjadi pilihan untuk konsumen, yaitu bahan bakar yang dengan oktan rendah, sedang, tinggi, dan diesel.BBM dengan oktan rendah biasanya berkisar 89 hingga 90, BBM dengan oktan sedang biasanya beroktan 92, BBM dengan oktan tinggi biasanya antara oktan 95 atau 98, bahkan kadang dijual keduanya. Namun, diesel tidak memiliki oktan, melainkan setana sebagai satuannya dimana setana sendiri jarang sekali dibandingkan besaran satuannya karena perbedaan cara terbakarnya dalam mesin jika dibanding dengan bensin. 

Untuk memudahkan pemahaman, contoh paling mudah adalah membandingkan semua jenis BBM yang dijual oleh setiap perusahaan SPBU yang ada di Indonesia. Kita ambil 2 perusahaan sebagai contoh, yaitu Pertamina dengan Vivo, Pertamina menjual BBM dengan pilihan Pertalite 90, Pertamax 92, Pertamax Green 95 (Hanya ditemui di cabang tertentu), Pertamax Turbo 98. Sedangkan Vivo menjual BBM dengan pilihan Revvo 90, Revvo 92, dan Revvo 95. Perhatikan bahwa 2 digit angka di belakang dari kedua perusahaan tersebut sama, karena hal tersebut menunjukkan kandungan oktannya berapa, sedangkan nama atau kata yang digunakan sebelum angka tersebut merupakan kebebasan penamaan setiap perusahaan.

Perlu diketahui bahwa walaupun sama-sama bahan bakar, setiap oktan harus disesuaikan dengan kapasitas atau volume pembakaran mesin setiap kendaraan yang dimiliki konsumen, karena ruang pembakaran tersebut berhubungan dengan tekanan pembakaran dalam mesin. Semakin tinggi oktannya, maka semakin baik pembakarannya, namun semakin buruk jika oktan yang digunakan terlalu tinggi.

Wuling.com (2024) menyebutkan bahwa “Pembakaran di dalam mesin terjadi saat campuran udara dan bahan bakar dikompresi oleh piston dan dinyalakan oleh busi. Jika bahan bakar memiliki angka oktan lebih rendah dari yang direkomendasikan, pembakaran dapat terjadi lebih cepat dari seharusnya (premature combustion), sehingga mengganggu kinerja mesin.

Sebaliknya, penggunaan bahan bakar dengan RON lebih tinggi dari spesifikasi mesin umumnya tidak memberikan peningkatan performa yang berarti. Pembakaran yang tidak sempurna berisiko meninggalkan residu karbon di ruang bakar dan komponen lain, yang pada akhirnya dapat mengurangi efisiensi aliran bahan bakar, yang dapat menyebabkan performa mesin kendaraan berkurang, serta meningkatkan potensi penyumbatan, dan lama-kelamaan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin.”

Bahan bakar juga sangat tidak baik ketika dicampur-campur dengan kandungan BBM dengan oktan berbeda walaupun masih ada kandungan BBM dengan oktan yang dibutuhkan, dengan prinsip/alasan yang sama. Sehingga telah diketahui mengapa banyak kendaraan mengalami kerusakan sebelum terungkapnya pihak-pihak dari pemerintah menjual BBM yang seharusnya beroktan 92 namun tanpa diketahui masyarakat telah sekaligus dicampur oleh BBM beroktan 90.

Baca Juga: Jawa Barat Siapkan Distribusi BBM dan LPG Hadapi Lonjakan Libur Nataru

Langkah yang Sebaiknya Diterapkan Pemerintah

Dengan keinginan pemerintah untuk mengadakan perubahan demi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, langkah pertama yang seharusnya dilakukan adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat terlebih dahulu, yang bisa dilakukan dengan meningkatkan pengawasan dan penegakkan hukum terhadap aktivitas-aktivitas yang berlangsung dalam sektor manajemen atau pengelolaan sumber daya mineral di negara Indonesia. Lalu dilanjut dengan peningkatan kualitas standar pabrik kendaraan di Indonesia terutama kendaraan yang CKD, apalagi yang secara penuh rakitan Indonesia

Kesimpulannya, penggunaan etanol pada BBM untuk seluruh rakyat di Indonesia bukanlah ide yang buruk. Lagipula, dengan tingkat kepadatan kendaraan di Indonesia yang sangat tinggi, penggunaan BBM beretanol yang secara kimia terbukti lebih ramah lingkungan merupakan sebuah ide yang sangat bagus. Namun harus ada penyesuaian dengan kondisi masyarakat dan standar-standar yang dimiliki sebagian besar kendaraan di Indonesia, terutama kondisi kepercayaan masyarakat pada pemerintah setelah belum berapa lama terungkapnya kasus monopoli BBM. Sehingga, program ini akan jauh lebih baik jika dijalankan dengan perlahan.

Daftar Pustaka

  • Octavia, S., & Belarminus, R. (2025). Skandal korupsi Pertamina 2018–2023, Pertalite dioplos jadi Pertamax. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2025/02/26/07132731/skandal-korupsi-pertamina-2018-2023-pertalite-dioplos-jadi-pertamax
  • Kompas.com. (2025). Etanol di bensin sudah lazim: AS, Eropa dan Brasil jadi contoh. https://otomotif.kompas.com/read/2025/10/08/121200415/etanol-di-bensin-sudah-lazim--as-eropa-dan-brasil-jadi-contoh
  • Alodokter. (2024). Apa perbedaan etanol dan alkohol? https://www.alodokter.com/komunitas/topic/apa-perbedan-etanol-dan-alkohol-
  • Daihatsu. (2025). CKD, CBU, dan IKD pada mobil. https://daihatsu.co.id/tips-and-event/tips-sahabat/detail-content/ckd-cbu-ikd-pada-mobil/
  • Wuling. (2025). Dampak penggunaan bensin dengan RON tidak sesuai pada mobil. Wuling Motors. https://wuling.id/id/blog/autotips/dampak-penggunaan-bensin-dengan-ron-tidak-sesuai-pada-mobil.
  • Raharjo, R. T. (2025). Apa pengaruh etanol dalam BBM dan mengapa jadi perdebatan? Nara Times. https://www.naratimes.com/news/15116039679/apa-pengaruh-etanol-dalam-bbm-dan-mengapa-jadi-perdebatan
  • Viva.co.id. (2025, 9 Oktober). Fitra Eri ungkap dampak BBM beretanol: Tenaga mesin turun dan lebih boros. VIVA. https://www.viva.co.id/berita/nasional/1853532-fitra-eri-ungkap-dampak-bbm-beretanol-tenaga-mesin-turun-dan-lebih-boros

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nathanael A K
Tentang Nathanael A K
Saya daftar karena tugas, deadline saya kamis ini

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 15 Feb 2026, 18:35 WIB

Ramadan dan Energi Spiritual bagi Integritas ASN

Ramadan sebagai energi spiritual untuk memperkuat integritas ASN melalui kejujuran, pengendalian diri, dan empati demi pelayanan publik yang mampu.
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)
Bandung 15 Feb 2026, 17:21 WIB

Menjemput Hari Raya di Kota Kembang: Cerita dari Kerumunan Berburu ‘Baju Bedug’

Ada satu pemandangan yang mencuri perhatian di pertengahan Februari ini, yakni kerumunan muslimah yang menyemut demi tradisi berburu "baju bedug" lebih awal.
Gelaran Lozy Big Warehouse Sale Vol. 7 Bandung yang berlangsung pada 14 hingga 16 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 15 Feb 2026, 15:33 WIB

Kisah Kembang Tahu Pak Maman Bertahan sejak 1996 di Tengah Zaman yang Terus Berubah

Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani.
Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 15:22 WIB

Dari Ngabeubeurang sampai Lilikuran Ramadan di Tatar Sunda

Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan.
Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan. (Sumber: Ilusrtasi dibuat dengan ChatGPT)
Bandung 15 Feb 2026, 14:45 WIB

Melenggang dari 1989, Begini Cara Nasi Goreng Zebbotz Bertahan hingga Tiga Dekade

Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz.
Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 15 Feb 2026, 14:27 WIB

Sentra Keramik Kiaracondong Tinggal Bersisa Satu Tungku

Dari sekitar 30 pengrajin yang dahulu memenuhi kawasan ini, kini hanya tersisa satu tungku yang masih aktif menghasilkan panas untuk membakar.
Deretan keramik Haji Oma yang siap untuk dijual. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 11:40 WIB

Viaduct: Landmark Kota Bandung dan Kisah Cinta Soekarno

Di sekitar daerah tersebut pun ada Jalan yang cukup pendek yang dinamakan Jalan Viaduct. yang menghubungkan Viaduct ke Jalan Braga. 
Viaduct menghubungkan Jalan Suniaraja dengan Jalan Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 15 Feb 2026, 08:49 WIB

Haji Oma: Napas Terakhir Keramik Kiaracondong

Satu per satu rekan dan kerabat Dikdik menyerah. Pabrik-pabrik ditutup, tungku-tungku dipadamkan. Kini, dari sekitar 30 pengrajin yang pernah berjaya, hanya satu yang masih bertahan.
Dikdik Gumilar meneruskan usaha ayahnya sebagai pembuat keramik yang terkenal dengan sebutan Keramik Haji Oma. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 07:26 WIB

Puasa 2026 di Bandung: Imlek & Cap Go Meh, Rabu Abu & Masa Pra Paskah, Nyepi & Lebaran

Tahun 2026 menjadi tahun yang unik secara religius, spiritual, dan kultural di Indonesia, termasuk di Bandung.
Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Beranda 14 Feb 2026, 19:20 WIB

Bandung Review Membaca Risiko Cekungan, Gempa, dan Masa Depan Kota

Program ini awalnya digagas di Pustaka Selasar. Namun karena jumlah peserta kerap melebihi kapasitas, diskusi dipindahkan ke ruang yang lebih besar.
Geografiwan kawakan T Bachtiar di Bandung Review #006. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bandung 14 Feb 2026, 13:19 WIB

Alasan Mengapa Bandung Menjadi Kunci Strategis Bagi Pertumbuhan Industri Purifikasi di Indonesia

Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat.
Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat. (Sumber: Coway)
Beranda 14 Feb 2026, 12:36 WIB

Cekungan Bandung: Catatan tentang Kota Kreatif yang Berdiri di Tengah Ancaman Geologis dan Minimnya Mitigasi

Namun di bawah beton dan aspal, tersimpan endapan lumpur puluhan ribu tahun yang menjadi fondasi kehidupan sekaligus potensi risiko.
Titi Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Nasional Indonesia dan anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 14 Feb 2026, 06:43 WIB

Di Sekitar PLTU, Warga Menanggung Risiko di Balik Pasokan Listrik

Selama batu bara masih menjadi tulang punggung sistem energi nasional, risiko paparan polusi terhadap warga di sekitar PLTU akan terus ada.
Peneliti Trend Asia, Bayu Maulana, menjelaskan bahwa Toxic 20 memetakan PLTU dengan tingkat pencemaran tertinggi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 21:23 WIB

Sebelum Kamu ‘Ngabuburit’, Kenalan Dulu dengan Bahasa Lokal yang Penuh Tradisi

Kata-kata itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan penanda kebersamaan.
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 18:32 WIB

Asyik Numpeng

Dari sebakul nasi kuning itulah, Ramadan dimulai, hadir menyapa kaum muslimin.
Ilustrasi Tumpeng, Masakan Khas Indonesia yang Memiliki Banyak Filosofi. (Sumber: Unsplash | Foto: Inna Safa)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 15:55 WIB

Laladon, Endapan Ingatan dari Gempa 1699

Nama geografis Laladon, bertalian erat dengan kejadian gempa bumi besar yang mengambrolkan dinding utara Gunung Salak.
Desa Laladon di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra Satelit Google maps)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 14:03 WIB

Munggahan dan 4 Kata yang Menandai Datangnya Ramadan di Indonesia

Selain munggahan, ada empat kata lainnya yang sering dipakai untuk menyambut bulan Ramadan.
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)
Beranda 13 Feb 2026, 11:09 WIB

Di Balik Toxic 20: Gugatan, Transparansi Data, dan Desakan Transisi Energi yang Lebih Adil

Dampak PLTU tidak hanya dirasakan langsung oleh warga sekitar, tetapi juga secara tidak langsung oleh wilayah lain, termasuk Kota Bandung.
Amplifikasi Isu dan Diskusi Publik Toxic 20 Jawa Barat di Gedung Indonesia Menggugat, 10 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 13 Feb 2026, 10:02 WIB

Dampak PLTU: Cerita Warga tentang Laut yang Menyempit, Sawah yang Melemah, dan Hutan yang Perlahan Terbuka

Kisah mereka datang dari wilayah berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: perubahan lingkungan dan rasa cemas yang terus tumbuh.
Ilustrasi PLTU, bagi warga sekitar, cerobong itu adalah penanda perubahan yang tidak mereka minta. (Sumber: Unsplash | Foto: Marek Piwnicki)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 09:39 WIB

Betapa Pentingnya Belajar Menulis Copywriting

Sejak dulu, menulis membantu manusia mengabadikan ide dan mendorong kemajuan ilmu.
Rizki Sanjaya sedang memaparkan materi kepada para peserta Workshop Seni Menulis Copywriting. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Yogi Esa Sukma Nugraha)