Wajah Bandung Hari Ini, Murung si Hujan Lebat Lagi

syakirah salsabila
Ditulis oleh syakirah salsabila diterbitkan Rabu 21 Jan 2026, 11:55 WIB
Permasalahan banjir menunjukkan perlunya sistem kerja kota yang lebih terintegrasi, Sabtu (6/12/2025). (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Syakirah Salsabila)

Permasalahan banjir menunjukkan perlunya sistem kerja kota yang lebih terintegrasi, Sabtu (6/12/2025). (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Syakirah Salsabila)

Warga Bandung masih memghadapi permasalahan yang serius dari waktu ke waktu terkait permasalahan sampah, banjir, dan tidak meratanya pembangunan infrastruktur. Permasalahan tersebut tidak lagi hanya menjadi catatan birokrasi, tetapi juga keadaan nyata sehari-hari yang dihadapi oleh masyarakat.

Keadaan ini menandakan bahwa penyediaan layanan publik belum sepenuhnya dapat menyesuaikan diri dengan laju pertumbuhan populasi dan permintaan pengelolaan perkotaan yang lebih maju. Ketiga persoalan tersebut dipandang sebagai prioritas yang perlu mendapat penanganan segera.

Menghadapi permasalahan tersebut, Wali Kota Farhan akhirnya melakukan Langkah perbaikan yang fokus pada aspek pembangunan untuk mengatasi tiga permasalahan tersebut. Langkah perbaikan tersebut, yaitu melakukan peningkatkan kapasitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang menjadi bagian sistem pengelolaan sampah, melibatkan penggunaan teknologi digital dalam kegiatan operasional pengangkutan sampah, dan melakukan perbaikan kondisi jalan maupun fasilitas publik. Langkah tegas tersebut diharapkan dapat mempercepat perbaikan sehingga manfaatnya dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat.

Kekhawatiran masyarakat terus bertambah karena dampak dari ketiga persoalan tersebut langsung mereka rasakan dalam kegiatan sehari-hari. Sampah yang menumpuk di beberapa titik membuat bau kurang sedap dan suasana sekitar tidak nyaman. Selain itu, fasilitas umum, seperti jalan juga banyak yang berlubang, trotoar rusak, dan beberapa fasilitas lainnya terbengkalai tidak terurus sehingga mempersulit ruang gerak masyarakat.

Wali Kota Bandung Farhan pada masa jabatan 100 hari awal menghadapi tantangan pengelolaan sampah. Tantang tersebut mengharuskan Wali Kota Bandung mengambil Langkah kebijakan secara jangka panjang dengan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait. Sistem pengelolaan sampah di Bandung harus diperkuat secara fundamental supaya dapat mengatasi penumpukan sampah dan memastikan kebersihan yang berkelanjutan.

Pengelolaan sampah yang belum ditangani dengan baik mengakibatkan dampak secara langsung terhadap Kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Sampah yang menumpuk di TPS menyebabkan bau tidak sedap yang menyengat sehingga kenyamanan masyarakat berkurang dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Lingkungan yang tidak higeinis menyebabkan risiko penyakit yang lebih tinggi dan mengurangi keindahan ruang publik di Bandung padahal kota ini menjadi desnitasi wisatawan dan pusat kegiatan kreatif.

Melihat situasi yang berlangsung, pengelolaan sampah di Bandung perlu dibenahi menuju sistem yang lebih efisien. Pembenahan sistem dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu melakukan pembenahan manajemen pemilihan sampah dari pengangkutan, jadwal pengangkutan harus efektif, dan saran pengolahan harus ditingkatkan.

Selain itu, keterbukaan informasi kepada masyarakat penting agar mengetahui permasalahan secara real time dan mendapat masukan. Selain permasalahan pengelolaan sampah, banyak infrastruktur, seperti jalan berlubang, trotoar yang tidak ramah pejalan kaki, fasilitas publik yang kurang perbaikan, dan banyaknya parkir liar menjadi permasalahan yang memengaruhi kenyamanan dan ruang gerak masyarakat Bandung. 

Adanya parkir liar menyebabkan kemacetan yang menjadi salah satu keluhan terbesar warga Bandung dan hingga kini belum menemukan solusi yang benar-benar efektif. ini tidak hanya mengganggu mobilitas harian masyarakat, tetapi juga menghambat distribusi barang dan layanan bagi pelaku usaha, yang pada akhirnya menurunkan efisiensi operasional. Jika dibiarkan terlalu lama masalah ini dapat menurunkan produktivitas ekonomi dan meningkatkan biaya operasional masyarakat dalam jangka panjang.

Baca Juga: Banjir Datang, Mahasiswa Tetap Mengejar Tugas

Permasalahan banjir juga menjadi sorotan karena terus berulang setiap musim hujan dan mengganggu aktivitas warga di sejumlah titik rawan. Banyak pohon yang berfungsi sebagai peneduh, penyaring polusi, hingga area resapan air justru ditebang. Kondisi ini semakin diperparah oleh intensitas hujan yang tinggi dan berkurangnya ruang resapan akibat perkembangan kawasan permukiman. Selain itu, banjir menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan, seperti bahaya sengatan listrik, tergelincir, hingga paparan penyakit dari air kotor.

Pemerintah kota sebenarnya telah mulai menunjukkan upaya pembenahan infrastruktur termasuk perbaikan beberapa ruas jalan dan penataan kembali kawasan yang membutuhkan peningkatan fasilitas publik. Langkah-langkah tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan adanya kepedulian terhadap pentingnya kualitas infrastruktur bagi kenyamanan warga. Meski demikian, masyarakat berharap proses perbaikan dapat berlangsung lebih cepat, terencana, dan merata di setiap kecamatan.

Dengan kebijakan yang lebih terarah dan pelaksanaan yang cepat, Bandung memiliki peluang untuk menjadi kota yang lebih bersih, aman, dan nyaman. Harapannya, kepemimpinan baru mampu mendengar aspirasi publik, bekerja secara transparan, dan menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, masyarakat Bandung hanya mendambakan kota yang tertata dan kehidupan yang tenang tanpa terus-menerus diselimuti persoalan yang berulang. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

syakirah salsabila
mahasiswa

Berita Terkait

News Update

Beranda 09 Mei 2026, 19:04

Anton Solihin, Pengumpul ‘Runtah’ Budaya yang Menjaga Batu Api Selama 27 Tahun

Perpustakaan Batu Api di Jatinangor bertahan selama puluhan tahun lewat ribuan koleksi buku, arsip, dan dedikasi Anton Solihin menjaga ruang literasi alternatif.

Pendiri Perpustakaan Batu Api, Anton Solihin, duduk di tengah tumpukan buku koleksi pribadinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Biz 09 Mei 2026, 17:10

Menjaga Mimpi di Tengah Efisiensi: Peran Rumah BUMN di Masa Anggaran Ketat

Di sinilah cerita tentang ekosistem pemberdayaan UMKM yang belum sempurna bermula.

A. Radinal Pramudha Sirat CEO Rumah BUMN Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Biz 09 Mei 2026, 12:46

Inklusi di Atas Kain: Batik Difabel Cimahi dan Kriya yang Istimewa

Di sinilah, di Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Nurdin (di kursi roda), penyandang polio, pertama kali datang ke GHD pada 2020. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 22:35

Ketika Persija, Persib, dan Persis Bantu Korban Tragedi Trowek

Tiga tim sepak bola beda kota menggelar laga segitiga yang seru di Lapangan Ikada. Hasil keuntungan pertandingan disumbangkan untuk korban kecelakaan KA yang mengenaskan di Trowek, Jawa Barat.

Pemandangan mengenaskan kecelakaan kereta api di Trowek, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 28 Mei 1959. (Sumber: Harian Umum)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 21:06

Desa Kasturi, Tempat Tumbuh Mangga Kasturi 

Di Jawa Barat, sedikitnya ada dua nama geografis Kasturi.

Buah kasturi (Mangifera casturi) sudah tidak dikenali lagi di Jawa Barat, tapi abadi dalam toponim Desa Kasturi yang terdapat di Kabupaten Majalengka dan di Kabupaten Kuningan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 19:32

Sepatu Berlubang untuk Mengukir Masa Depan

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi--yang ada proses bertahan yang selalu harus terus diperjuangkan untuk terus bertahan sebagai manusia dan juga menjadi masyarakat Kota Bandung yang lebih baik.

Pendidikan adalah senjata utama untuk keluar dari kemiskinan struktural. (Sumber: Pexels | Foto: Partiu Kenai)
Linimasa 08 Mei 2026, 17:40

Tanaman Pemangsa Serangga Ini Dibudidayakan di Rumah Pemuda Bandung

Seorang pemuda di Dayeuhkolot sukses membudidayakan tanaman karnivora hingga meraup omzet belasan juta rupiah.

Tanaman pemangsa hewan Venus flytrap yang dibudiayakan Khoerul Anwar di Dayeuhkolot. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 17:20

Bandung dan Mereka yang Pulang dalam Lelah

Di balik gemerlap dan ramainya Bandung, ada banyak orang yang tetap kembali bangun esok pagi meski lelah terus menjadi bagian dari hidup mereka—agar kota dan kehidupan mereka tetap berjalan.

ekanan hidup di kota membuat banyak masyarakat terus berjalan, meski lelah perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 17:08

Merawat Kebersamaan, Meraih Kebahagiaan

Kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, justru dari kemampuan manusia menemukan makna hidup, menjaga keseimbangan batin, membangun hubungan yang sehat dengan Tuhan, diri sendiri

Sejumlah siswa Al Irsyad Satya Islamic School mengikuti tadarus Al-Quran di Masjid Al-Irsyad pada Kamis, 21 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 08 Mei 2026, 13:38

Jelajah Citarum, Sungai Pemberi Kehidupan Bagi Masyarakat

Di balik pencemaran dan banjir, Sungai Citarum masih menjadi sumber penghidupan masyarakat di sepanjang DAS.

Sungai Citarum jadi sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 13:34

Berangkat Ke Bandung : D'Renced Tampil Memberikan Suasana Jernih tapi Berisik

Bandung, bukan tanpa alasan band Pop Punk asal Majalengka (D'Renced) memilih kota ini untuk memperluas jangkauan gerakan perlawanan yang dibalut karya musik bergenre pop punk.

Live performance debut single D'Renced at Waroeng Bako Bandung. (Foto: Moga Yudha melalui Screenshoot Video)
Wisata & Kuliner 08 Mei 2026, 13:13

Tamasya ke Karang Resik Tasikmalaya, Wisata Keluarga dengan Sejarah Tersembunyi

Panduan wisata Karang Resik Tasikmalaya, taman hiburan keluarga yang berdiri di lokasi sejarah Agresi Militer Belanda 1947.

Wisata Karang Resik Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 12:34

Kesabaran Pedagang Pasar Baleendah dan ‘Lautan Sampah’ yang Tiada Akhir

Persoalan “lautan sampah” yang menimbulkan bau tak sedap ini bukan persoalan Pasar Baleendah saja.

Tumpukan sampah di kawasan Jalan Siliwangi, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 5 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 09:55

Pasang Surut Perkembangan Radio Siaran di Bandung

Di tengah gempuran platform digital, radio sesungguhnya masih memiliki kekuatan yang sulit tergantikan, yakni kedekatan emosional dan interaktivitas yang alami.

Penulis bersama para penyiar B-Radio Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 08:35

Tentang Angka dan Ketakberhinggaan dalam Pelestarian Cagar Budaya

Katanya, hidup ini adalah tentang angka. Lantas, bagaimana dengan cagar budaya? Berapa angka yang akan kita sematkan pada warisan budaya kebendaan ini?

Salah satu gedung cagar budaya di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 07 Mei 2026, 20:32

Strategi Monel Gaet Konsumen Hijab, Andalkan Uniqueness Warna dan Diskon Agresif di Event Fashion

Hijab tak lagi hanya sekedar kebutuhan dalam hal berpakaian. Hijab kini bertransformasi jadi bagian ekspresi gaya hingga pembuktian identitas pada wanita muslim.

Band hijab Monel mengandalkan strategi diskon besar beserta eksplorasi beragam warna yang ditampilkan pada etalasenya supaya menarik atensi pengunjung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 07 Mei 2026, 19:59

Lembang 1994-1997: Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Bagian 2)

Lembang tahun 1994 merujuk pada satu kata, “Hening”.

Kawasan Situ Umar masa kolonial, terlihat Gunung Burangrang di kejauhan. Kawasan Situ Umar kini berganti menjadi wisata selfie floating market Lembang. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 07 Mei 2026, 18:12

Tamasya Taman Bunga Cianjur, 35 Hektar Lanskap Dunia dalam Satu Kawasan Puncak

Taman Bunga Nusantara di Cianjur menawarkan taman tematik dunia, tiket sekitar Rp50 ribu, dan strategi kunjungan agar bisa menjelajah 35 hektar tanpa kelelahan.

Taman Bunga Nusantara Cianjur.
Bandung 07 Mei 2026, 17:52

Bukan Lagi Kaku, Batik Kini Jadi Tren Lifestyle Praktis Lewat Desain One Set

Eksistensi batik kini telah bertransformasi, dan tidak lagi sekadar kain tradisional kaku yang pemakaiannya terbatas pada acara-acara sakral atau formal saja.

Eksistensi batik kini telah bertransformasi, dan tidak lagi sekadar kain tradisional kaku yang pemakaiannya terbatas pada acara-acara sakral atau formal saja. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 07 Mei 2026, 17:30

Pekerja Swasta adalah Petarung Sejati

Banyak masyarakat yang bekerja di sektor swasta untuk mendapatkan penghidupan dengan penuh kesabaran dan pengorbanan supaya bisa bertahan hidup di Kota Bandung.

Pekerja menyelkesaikan produksi tas di salah satu pabrik produksi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)