Kota Bandung Kewalahan Hadapi 1.500 Ton Sampah per Hari, Armada Tertahan, TPA Kian Tertekan

3 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung sedang mengangkut sampah pada 18 November 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Bob Yanuar Muslim)
Truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung sedang mengangkut sampah pada 18 November 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Bob Yanuar Muslim)

AYOBANDUNG.ID - Kota Bandung menghasilkan timbulan sampah sekitar 1.200 hingga 1.500 ton per hari. Volume yang besar ini berarti setiap harinya ribuan meter kubik sampah dari rumah tangga, pasar, kawasan bisnis, dan aktivitas warga harus diangkut dari pemukiman menuju tempat pembuangan akhir.

“Rata-rata jumlah timbulan sampah harian itu antara 1.200 sampai 1.500 ton per hari,” ujar Humas UPT Pengelolaan Sampah Kota Bandung, Nugroho Bayu Prasetyo (45).

Namun, mengelola sampah di kota sepadat Bandung bukan sekadar perkara mengirim truk. Hambatan seperti antrean panjang, pembatasan kuota, hingga terbatasnya jam operasional membuat satu kali perjalanan (rit) dapat memakan waktu seharian penuh.

Saat ini, rata-rata kendaraan pengangkut hanya mampu melakukan satu rit per hari. Padahal sebelumnya, satu armada bisa bolak-balik dua hingga tiga kali.

“Kalau untuk kondisi sekarang hanya satu rit. Dulu sebelum ada pembatasan kuota itu bisa dua sampai tiga rit satu hari,” kata Bayu.

Humas UPT Pengelolaan Sampah Kota Bandung, Nugroho Bayu Prasetyo. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Humas UPT Pengelolaan Sampah Kota Bandung, Nugroho Bayu Prasetyo. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Penurunan frekuensi angkutan ini terjadi karena kondisi di tempat pembuangan akhir yang masih mengalami kendala kapasitas dan antrean kendaraan. Truk yang tiba pada sore hari sering kali tidak bisa masuk karena jam operasional sudah tutup, sehingga sopir terpaksa menunggu hingga esok hari.

“Kalau bawa dari Kota Bandung jam empat sore, nyampenya bisa jam enam atau tujuh malam. Otomatis harus nginep,” ujarnya.

Situasi ini membuat persoalan sampah tidak pernah sesederhana “tinggal angkut”. Ketika satu armada tertahan di jalur pembuangan, penumpukan sampah di titik-titik kota lain akan terjadi. Begitu satu TPS dibersihkan, sering kali muncul titik pembuangan liar baru di lokasi berbeda.

Untuk menangani volume tersebut, UPT Pengelolaan Sampah mengoperasikan ratusan kendaraan dari berbagai jenis, mulai dari compactor truck, dump truck, arm roll truck, pick up, hingga triseda yang digunakan untuk mengangkut sampah hasil sapuan jalan.

Triseda berkapasitas kecil menjadi penopang vital di gang-gang sempit. Kendaraan roda tiga ini bergerak menyisir hasil sapuan petugas kebersihan dari trotoar, jalan utama, hingga lingkungan padat penduduk.

Meski jumlah armada terlihat banyak, beban kerja mereka sangat berat. Sebagai kota tujuan, jumlah orang yang beraktivitas di Bandung pada siang hari jauh lebih banyak dibanding penduduk tetapnya karena adanya arus pekerja, mahasiswa, dan wisatawan harian.

“Kalau Kota Bandung kan siang biasanya dua kali lipat jumlah penghuninya. Karena banyak pendatang yang aktivitasnya di kota,” kata Bayu.

Semakin tinggi mobilitas warga, semakin besar pula volume sampah yang dihasilkan. Masalah dasarnya, Bandung masih sangat bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kapasitas pengolahan sampah di dalam kota masih sangat kecil dibandingkan total sampah harian yang dihasilkan.

“Yang kita olah itu masih sedikit. Dari total timbulan sampah 1.200 ton, paling terolah sekarang 100 sampai 200-an,” ujar Bayu.

Akibatnya, sebagian besar residu tetap harus dibuang ke luar kota, yakni ke TPA Sarimukti. Ketergantungan ini membuat setiap gangguan di lokasi TPA langsung berdampak pada kebersihan jalan-jalan di Bandung. Begitu kuota dibatasi atau akses terganggu, tumpukan sampah segera menjalar ke tingkat TPS dan pemukiman warga.

“Tegallega itu paling banyak pengaduan. Banyak tumpukan yang tidak terangkut karena kapasitas juga,” ujarnya.

Bagi Bayu, masalah sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas dan armada pengangkut. Menurutnya, solusi paling efektif harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga. Memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mengolah sisa makanan menjadi kompos adalah langkah sederhana yang dampaknya signifikan.

“Minimal dipilah dulu lah. Jangan banyak-banyak, tapi mulai dari rumah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah idealnya ditanamkan sejak dini agar menjadi budaya.

“Kalau dari kecil sudah dibiasakan, biasanya jadi terbiasa,” tutup Bayu.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)