Menjabarkan Mekatronika dan Arsitektur kepada Masyarakat Awam

6 menit baca
Mika
Ditulis oleh Mika diterbitkan
Pada dasarnya mekatronika dan arsitektur merupakan merupakan dua disiplin bidang keilmuan yang berbeda. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Pada dasarnya mekatronika dan arsitektur merupakan merupakan dua disiplin bidang keilmuan yang berbeda. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)

Pada dasarnya mekatronika dan arsitektur merupakan merupakan dua disiplin bidang keilmuan yang berbeda. Arsitektur merupakan ilmu yang berfokus pada perancangan ruang, bangunan, dan lingkungan yang fungsional dan memiliki nilai estetika. Sedangkan mekatronika merupakan bidang keilmuan teknik interdisipliner yang menggabungkan teknik mekanika, teknik elektro, pengendali sistem, dan teknik komputer untuk menciptakan suatu sistem dan dapat diotomatiskan.

Di satu sisi ilmu arsitektur berada pada ruang pengembangan kreativitas dalam pengembangan bentuk, warna, tekstur, dan komponen bangunan lainnya yang memiliki keunikan nilai estetika, kenyamanan dan juga fungsionalitas. Sedangkan ilmu mekatronika lebih menekankan pada masalah pengembangan perangkat yang sangat teknis, misalnya pengembangan perabot robot tangan, sistem navigasi giroskop, dan sebagainya.

Namun pada masa perkembangan teknologi saat ini kedua disiplin ini menunjukkan adanya keterkaitan erat. Keduanya dapat dikombinasikan dan saling bekerjasama untuk meningkatkan nilai inovasi dan estetika. Penggabungan keduanya justru kemudian dapat saling memperkaya pengembangan bidang ilmu masing-masing khususnya dalam konteks bangunan pintar (smart building), desain berkelanjutan (sustainable design), dan otomasi bangunan. 

Pertanyaan selanjutnya kemudian adalah itu, bagaimana bidang arsitektur dan mekatronika dapat berkolaborasi? Hal ini selanjutnya akan digali lebih jauh baik dari sisi konsepsi maupun contoh-contoh praktik yang dapat memberikan nilai inovasi dan estetika bagi kedua bidang keilmuan ini.

Penggabungan Interdisiplin

Arsitektur dan mekatronika dapat menyatu sebagai penggabungan interdisipliner. Penggabungan interdisipliner ini dapat dikembangkan menjadi berbagai macam bentuk dan secara konsepsi juga dapat berguna untuk memperluas pikiran kreativitas dan logika. Selain itu, jika penggabungan interdisiplin dapat mengelola di antara arsitektur dan mekatronika, maka ada pembentukan pada pembangunan dan sisi mekanik.

Misalnya, ada projek yang sedang direncanakan mempunyai segala aspek seperti kawasan yang dapat dimasuki oleh pemahaman mekanik yang dapat digunakan untuk pembangunan, Salah satunya dengan cara menggerakkan bagian atau komponen tertentu dalam bangunan dan banyak lagi macam bentuk-bentuk aplikasi mekatronika ke dalam arsitektur.

Namun itu, kolaborasi arsitektur dan mekatronika perlu berbagai persyaratan dan peluang dalam proyek dan riset. Arsitektur menyediakan ruang fisik yang memiliki unsur estetika, sementara mekatronika menghadirkan sistem cerdas yang meningkatkan fungsi bangunan. Kolaborasi tersebut dibutuhkan untuk dapat memahami berbagai pengetahuan masing-masing dan potensi yang memberikan lingkungan baru dalam penggabungan interdisiplin.

Maka itu, berikut ini akan dijelaskan beberapa contoh praktik yang dihasilkan dari penggabungan kedua ilmu arsitektur dan mekatronika, yakni kinetik arsitek, smart-building dan otomasi arsitektur, serta penggunaan aplikasi software sebagai alat untuk kolaborasi. 

Arsitektur Kinetik

Salah satu metode untuk penggabungan interdisipliner adalah arsitektur kinetik. Menurut Juliansah, seorang pakar dalam bidang arsitektur di Itenas, menjelaskan bahwa arsitektur kinetik adalah penggabungan desain bangunan arsitektur antara bidang mekanika, elektronika, dan robotika. Tujuan pada arsitektur kinetik dapat bergerak dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dalam efisiensi energi dan kenyamanan di dalam ruangan. 

Perkembangan dalam arsitektur kinetik tidak mengangkat elemen estetika yang menarik dalam desain bangunan saja, tetapi juga memberikan tanggapan pada sasaran lingkungan serta mendapatkan berbagai faktor tercapai dari bangunan statis. Salah satu penerapan yang mendasar kinetik arsitektur melalui pembentukan yang dinamis.

Arsitektur dan mekatronika dapat menyatu sebagai penggabungan interdisipliner. (Sumber: Pexels | Foto: energepic.com)
Arsitektur dan mekatronika dapat menyatu sebagai penggabungan interdisipliner. (Sumber: Pexels | Foto: energepic.com)

Selain itu, metode kedua untuk penggabungan interdisipliner adalah penerapan mekatronika. Penerapan mekatronika ini tidak berbeda dengan arsitektur kinetik, tetapi arsitektur kinetik hanya mengimplementasikan bidang mekanik. Penerapan mekatronika yang meliputi sensor dan aktuator dapat menghidupkan bangunan dengan penerapan dinamis pada arsitektur kinetik.

Salah satu contoh bangunan yang mencakupi kedua adalah Al Bahar Towers. Al Bahar Towers dapat menggerakan fasad dengan cara melipat buka panel seperti payung. Ide pada fasad tersebut dapat mengadaptasi dalam keruangan, mengurangi konsumsi energi, dan menghasilkan apresiasi dalam estetika. Kegunaan fasad ini dapat bermanfaat pada iklim untuk ketahanan standar.

Kemudian, fasad ini digerakkan oleh motor yang dapat membuka dan menutupnya secara otomatis untuk sinar matahari dapat diatur pada saat masuk ke bangunannya untuk menjaga suhu ruang tetap dan nyaman serta meningkatkan cahaya alami. Selain itu, penggerakan motor ini dapat diotomatisasi oleh sensor cahaya yang dipasangi ke fasadnya.

Smart Building dan Otomasi

Arsitektur dan mekatronika dapat saling berhubung pada bangunan internal. Bangunan internal ini dapat diusulkan untuk meningkatkan fleksibilitas dan kinerja efisiensi waktu melalui smart building. Smart building adalah suatu bangunan yang dapat mengotomasi sendiri melalui sensor dan aktuator yang memenuhi dengan cukup. Contoh sensor-sensor digunakan adalah infrared sensor, mikrofon, saklar, dan berbagai sensor, sedangkan aktuator yang digunakan adalah lampu, speaker, kamera, dan aktuator.

Penggunaan pada smart building dapat meningkat fleksibilitas pada pengaturan internal bangunan, fungsi pada bangunan, dan kenyamanan pada masyarakat pengguna bangunan. Menurut Ilmia,  seorang penulis dari Caliana.id, menyatakan Smart Building adalah bangunan yang mempunyai kecerdasan  dalam sistem otomatisasi yang meliputi dari Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan data analitik untuk mengatur berbagai aspek operasional bangunan. 

Misalnya, pada bangunan tinggi bisa terjadi kesulitan dalam mengatur pengaturan listrik atau lampu secara manual di tiap ruangnya yang sangat banyak. Maka dari itu diperlukan suatu sistem yang dapat mengendalikan sistem kelistrikan dan penggunaan lampu secara otomatis. Dari sisi mekatronika hal ini dapat dilakukan melalui sensor untuk mengotomatisi lampu agar dapat mati sendiri. Fungsinya dapat menghemat listrik dan juga memberikan kemudahan pada pengguna bangunan.

Contoh lainnya adalah pada bangunan rumah sakit dari Watford General Hospital, Britannia Raya berupa robot medis dan sistem monitoring pasien otomatis yang memerlukan perencanaan arsitektur sejak awal. Aplikasi robot medis akan memerlukan tata bangunan yang tepat baik dari sisi penataan jalur sirkulasi pergerakan robot maupun perancangan jalur sistem mekanikal elektrikal untuk semua ruangan yang dapat dihubungkan dengan panel kontrol. Lalu pada bangunan bandara misalnya dapat diaplikasi sistem bagasi otomatis, robot pembersih, dan sistem keamanan berbasis sensor.

Software Aplikasi sebagai Alat untuk Merancang

Arsitektur dan mekatronika dapat berkolaborasi dalam perancangan melalui software. Software sangat penting bagi arsitektur dan mekatronika karena mempercepat proses desain dan mempermudah kolaborasi tim. 

Contoh yang sering digunakan adalah AutoCAD dan Revit, software aplikasi komputer dari Autodesk di Amerika Serikat karena memiliki berbagai fitur perangkat lunak untuk menghasilkan gambar teknis dengan presisi tinggi, memudahkan penggambaran rencana bangunan, mengintegrasikan simbol dan anotasi, serta menghasilkan gambar yang siap cetak dalam berbagai aturan. AutoCAD telah digunakan puluhan tahun secara lintas disiplin baik oleh arsitek, ahli sipil, dan juga ahli mekanikal, elektrikal, dan pemipaan.

Penggunaan software aplikasi ini menjadi platform yang dapat mempertemukan integrasi hasil kolaborasi antara arsitek dan ahli mekatronika. Mulai dari proses gagasan proses desain, hingga gambar detail, software yang sama akan memungkinkan tim untuk memperbarui model secara real time. Menurut Aldi, seorang penulis artikel dari Kaizen Enjiniring Nusantara, menyatakan setiap perubahan akan langsung terintegrasi dalam sistem dokumen, bahkan juga hingga daftar material, jadwal pelaksanaan, dan perhitungan otomatis Rencana Anggaran Biaya.

Baca Juga: Arsitektur Healing Dimulai dari Pemandangan di Jendela

Kolaborasi antara arsitektur dan mekatronika telah memerlukan kemampuan inovasi dan estetika dalam pengembangan pengetahuan. Kedua aspek ini menjadi kunci bagi ilmuwan atau penemu untuk mengekspresikan perasaan dan sekaligus meningkatkan kemampuan logikanya.

Sisi estetika memberikan perbedaan tanggapan subjektif pengguna, karena belum tentu semua orang menyukai olahan suatu bentuk dari benda yang memiliki berbagai fungsi mekanisme dengan elektronik dan sistem atau keunikan bentuk pada pembangunan. Di sisi lain, inovasi memberikan suatu hal yang berbeda dari lain seperti menghemat waktu, lebih nyaman atau pembaharuan yang dapat mengajak masyarakat.

Pengembangan berbagai gagasan dalam kolaborasi arsitektur dan mekatronika sarat dengan pertimbangan inovasi dan estetika. Pada saat yang sama dapat bermanfaat pada peningkatan daya kreativitas yang tinggi, pengembangan ide-ide inovatif untuk dapat menghasilkan karya yang dapat diaplikasikan dalam penggunaan praktis oleh masyarakat pengguna.

Khususnya bagi para pemuda di tengah masyarakat, hal ini dapat membantu untuk dapat meningkatkan daya berpikir kritis sekaligus pemahaman terhadap seni dan budaya. Di masa depan akan semakin dibutuhkan kolaborasi antara arsitek dan ahli mekatronika dalam menciptakan lingkungan binaan yang berkelanjutan dan inovatif, sekaligus memiliki nilai estetika. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Mika
Tentang Mika
Saya Mikael, lahir di bandung, suka musik

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)