Arsitektur Healing Dimulai dari Pemandangan di Jendela

3 menit baca
Kalam Sabian Putrakrisdian
Ditulis oleh Kalam Sabian Putrakrisdian diterbitkan
Konsep “healing” bukan hanya bersifat visual, sebenarnya ketenangan ruang lahir dari cahaya alami, pemandangan, sirkulasi udara, material alami, serta kualitas pengalaman ruang yang nyata. (Sumber: Pixabay)
Konsep “healing” bukan hanya bersifat visual, sebenarnya ketenangan ruang lahir dari cahaya alami, pemandangan, sirkulasi udara, material alami, serta kualitas pengalaman ruang yang nyata. (Sumber: Pixabay)

Belakangan ini banyak bangunan disebut sebagai tempat “healing", namun istilah tersebut sering digunakan tanpa mempertimbangkan efek ruang sebenarnya. Meskipun beberapa desain memiliki tampilan yang menarik, pengalaman sederhana seperti melihat pemandangan dari jendela justru memiliki pengaruh nyata terhadap batin.

Selain itu, hubungan visual dengan unsur alam lebih mampu memberikan kenyamanan dibandingkan dengan elemen dekoratif yang hanya berfokus pada estetika saja. Selain elemen visual, material alami seperti kayu dan batu juga dapat memberikan kesan segar dan nyaman. Kualitas ruang tidak hanya diukur dengan estetika saja, melainkan dari sejauh mana ruang tersebut mampu membuat seseorang menjadi lebih baik dan tenang.

Beberapa ruang terlihat indah untuk difoto tetapi tidak menawarkan hal-hal dasar yang sebenarnya dibutuhkan tubuh dan pikiran untuk merasa lebih baik, seperti pencahayaan alami, suasana yang tidak menekan, atau hubungan dengan elemen alam. Oleh karena itu, efektivitas “healing” tidak hanya ditentukan oleh tampilan ruangan, melainkan bagaimana ruang tersebut dapat mengurangi beban mental seseorang.

Pada penelitian Roger Ulrich tahun 1984 terhadap 46 pasien pascaoperasi, menunjukkan bahwa pasien yang dapat menikmati pemandangan memiliki lama rawat rata-rata 7,96 hari serta hanya membutuhkan lebih sedikit obat penghilang rasa sakit, sedangkan pasien yang hanya dikelilingi tembok memiliki lama rawat rata-rata 8,70 hari, yang berarti pemulihan mereka memiliki selisih 8,5%. Temuan tersebut membuktikan bahwa ketenangan jiwa arau mental justru muncul dari elemen sederhana seperti pemandangan alam, pencahayaan, dan bukaan, bukan dari desain yang hanya menarik secara visual.

Selain pemandangan, unsur sederhana seperti cahaya matahari, sirkulasi udara yang lancar, ataupun material alami memiliki peran besar dalam menciptakan kenyamanan batin. Teori biophilia dari Kellert dan Wilson menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya merasa lebih tenang ketika dekat dengan elemen alam, karena hubungan tersebut sudah melekat sejak manusia hidup berdampingan dengan lingkungan.

Teori ini terlihat masuk akal dan selaras dengan pengalaman sehari-hari. Misalnya, ruangan yang gelap, tertutup, dan lembab sering membuat seseorang lebih mudah sakit, lelah, atau tertekan. Sebaliknya, ruang yang terang, hangat oleh cahaya alami, dan juga menggunakan material alami seperti kayu & batu dapat memberikan rasa yang lebih akrab dan menenangkan.

Dalam pemikiran D.K. Ching, sebuah ruang bisa terasa menenangkan atau justru melelahkan. Ching menekankan bahwa bentuk, ruang, dan tatanan tidak pernah berdiri sendiri, karena cara ruang dibentuk akan menentukan bagaimana seseorang bergerak, melihat, dan merasakan suasana di dalamnya. Gagasan ini menjelaskan mengapa ruang yang kaku, tertutup, atau tidak memberi arah pandang yang jelas sering terasa menekan.

Baca Juga: Arsitektur di Era AI: Masa Depan atau Mimpi Buruk?

Ketika prinsip dasar ini dipadukan dengan teori biophilia dan penelitian Ulrich, terlihat bahwa “healing” bukan sekedar menambahkan elemen dekoratif saja, tetapi menyusun ruang agar aliran gerak, cahaya, dan bukaan selaras dengan kebutuhan manusia. Dengan itu, ruang yang benar-benar disebut sebagai tempat “healing” adalah tempat yang mampu memberi dampak nyata berupa rasa tenang, aman, nyaman, bukan hanya tampilan yang menarik untuk dinikmati secara visual saja.

Dapat disimpulkan bahwa konsep “healing” dalam arsitektur tidak dapat diukur dari seberapa indah sebuah ruang tampak. Tetapi dari sejauh mana ruang tersebut mampu memberikan ketenangan yang benar benar terasa.

Pemandangan dari jendela, cahaya alami, aliran udara dan keterhubungan dengan unsur alam terbukti memberi dampak nyata terhadap kondisi batin seseorang, sehingga elemen-elemen ini justru memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan dengan dekorasi visual yang hanya memanjakan mata. Penting bagi arsitektur untuk kembali berfokus pada pengalaman manusia yang sebenarnya, bukan hanya pada tren estetika. Pada akhirnya, “healing” dalam ruang bukan hanya tentang apa yang terlihat indah, melainkan tentang apa yang benar-benar bekerja bagi tubuh dan pikiran manusia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)