Arsitektur Healing Dimulai dari Pemandangan di Jendela

3 menit baca
Kalam Sabian Putrakrisdian
Ditulis oleh Kalam Sabian Putrakrisdian diterbitkan Kamis 15 Jan 2026, 08:52 WIB
Konsep “healing” bukan hanya bersifat visual, sebenarnya ketenangan ruang lahir dari cahaya alami, pemandangan, sirkulasi udara, material alami, serta kualitas pengalaman ruang yang nyata. (Sumber: Pixabay)

Konsep “healing” bukan hanya bersifat visual, sebenarnya ketenangan ruang lahir dari cahaya alami, pemandangan, sirkulasi udara, material alami, serta kualitas pengalaman ruang yang nyata. (Sumber: Pixabay)

Belakangan ini banyak bangunan disebut sebagai tempat “healing", namun istilah tersebut sering digunakan tanpa mempertimbangkan efek ruang sebenarnya. Meskipun beberapa desain memiliki tampilan yang menarik, pengalaman sederhana seperti melihat pemandangan dari jendela justru memiliki pengaruh nyata terhadap batin.

Selain itu, hubungan visual dengan unsur alam lebih mampu memberikan kenyamanan dibandingkan dengan elemen dekoratif yang hanya berfokus pada estetika saja. Selain elemen visual, material alami seperti kayu dan batu juga dapat memberikan kesan segar dan nyaman. Kualitas ruang tidak hanya diukur dengan estetika saja, melainkan dari sejauh mana ruang tersebut mampu membuat seseorang menjadi lebih baik dan tenang.

Beberapa ruang terlihat indah untuk difoto tetapi tidak menawarkan hal-hal dasar yang sebenarnya dibutuhkan tubuh dan pikiran untuk merasa lebih baik, seperti pencahayaan alami, suasana yang tidak menekan, atau hubungan dengan elemen alam. Oleh karena itu, efektivitas “healing” tidak hanya ditentukan oleh tampilan ruangan, melainkan bagaimana ruang tersebut dapat mengurangi beban mental seseorang.

Pada penelitian Roger Ulrich tahun 1984 terhadap 46 pasien pascaoperasi, menunjukkan bahwa pasien yang dapat menikmati pemandangan memiliki lama rawat rata-rata 7,96 hari serta hanya membutuhkan lebih sedikit obat penghilang rasa sakit, sedangkan pasien yang hanya dikelilingi tembok memiliki lama rawat rata-rata 8,70 hari, yang berarti pemulihan mereka memiliki selisih 8,5%. Temuan tersebut membuktikan bahwa ketenangan jiwa arau mental justru muncul dari elemen sederhana seperti pemandangan alam, pencahayaan, dan bukaan, bukan dari desain yang hanya menarik secara visual.

Selain pemandangan, unsur sederhana seperti cahaya matahari, sirkulasi udara yang lancar, ataupun material alami memiliki peran besar dalam menciptakan kenyamanan batin. Teori biophilia dari Kellert dan Wilson menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya merasa lebih tenang ketika dekat dengan elemen alam, karena hubungan tersebut sudah melekat sejak manusia hidup berdampingan dengan lingkungan.

Teori ini terlihat masuk akal dan selaras dengan pengalaman sehari-hari. Misalnya, ruangan yang gelap, tertutup, dan lembab sering membuat seseorang lebih mudah sakit, lelah, atau tertekan. Sebaliknya, ruang yang terang, hangat oleh cahaya alami, dan juga menggunakan material alami seperti kayu & batu dapat memberikan rasa yang lebih akrab dan menenangkan.

Dalam pemikiran D.K. Ching, sebuah ruang bisa terasa menenangkan atau justru melelahkan. Ching menekankan bahwa bentuk, ruang, dan tatanan tidak pernah berdiri sendiri, karena cara ruang dibentuk akan menentukan bagaimana seseorang bergerak, melihat, dan merasakan suasana di dalamnya. Gagasan ini menjelaskan mengapa ruang yang kaku, tertutup, atau tidak memberi arah pandang yang jelas sering terasa menekan.

Baca Juga: Arsitektur di Era AI: Masa Depan atau Mimpi Buruk?

Ketika prinsip dasar ini dipadukan dengan teori biophilia dan penelitian Ulrich, terlihat bahwa “healing” bukan sekedar menambahkan elemen dekoratif saja, tetapi menyusun ruang agar aliran gerak, cahaya, dan bukaan selaras dengan kebutuhan manusia. Dengan itu, ruang yang benar-benar disebut sebagai tempat “healing” adalah tempat yang mampu memberi dampak nyata berupa rasa tenang, aman, nyaman, bukan hanya tampilan yang menarik untuk dinikmati secara visual saja.

Dapat disimpulkan bahwa konsep “healing” dalam arsitektur tidak dapat diukur dari seberapa indah sebuah ruang tampak. Tetapi dari sejauh mana ruang tersebut mampu memberikan ketenangan yang benar benar terasa.

Pemandangan dari jendela, cahaya alami, aliran udara dan keterhubungan dengan unsur alam terbukti memberi dampak nyata terhadap kondisi batin seseorang, sehingga elemen-elemen ini justru memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan dengan dekorasi visual yang hanya memanjakan mata. Penting bagi arsitektur untuk kembali berfokus pada pengalaman manusia yang sebenarnya, bukan hanya pada tren estetika. Pada akhirnya, “healing” dalam ruang bukan hanya tentang apa yang terlihat indah, melainkan tentang apa yang benar-benar bekerja bagi tubuh dan pikiran manusia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kalam Sabian Putrakrisdian
Mahasiswa UNPAR fakultas Teknik Arsitektur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jun 2026, 16:48

Menelusuri Jejak Historis Surabi, Oleh-Oleh Khas Jawa Barat

Surabi adalah salah satu makanan tradisional khas Jawa Barat.

Surabi Cihapit Bandung. (Sumber: Instagram | Foto: Surabi Cihapit)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 15:31

Menyusuri Bukit Plangon: Saat Sejarah dan Kepercayaan Menjaga Alam

Bukit Plangon menjadi contoh bagaimana nilai spiritual dan kearifan lokal berperan dalam menjaga keseimbangan alam.

Sinar matahari menerobos rimbunnya pepohonan di sekitar bangunan makam Bukit Plangon, Cirebon. (Sumber Foto: Dokumentasi pribadi, 2025)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 14:48

Kesadaran Masyarakat terhadap Penggunaan Kain Wol dengan Fashion Old Money

Penerapan gaya old money dan pemakaian kain wol menjadi strategi yang sangat efektif untuk menekan laju pertumbuhan fashion cepat di Indonesia.

Ilustrasi kain wol. (Sumber: Pexels | Foto: Vlada Karpovich)
Wisata & Kuliner 10 Jun 2026, 14:33

Jelajah TMII, Panduan Lengkap Wisata, Harga Tiket, dan Wahana Terbaru

Panduan lengkap berkunjung ke TMII Jakarta, mulai dari harga tiket, museum, anjungan daerah, Jagat Satwa Nusantara, hingga cara menjelajahi kawasan seluas 150 hektare.

Ayo Netizen 10 Jun 2026, 12:49

Filosofi Kendi, Animo Pemakaian Tumbler dan Mesin Air Minum Gratis

Kendi adalah ikon sosialisme air minum pada zamannya.

Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)
Sejarah 10 Jun 2026, 12:21

Jelajah Candi-candi di Bandung, Jejak Peradaban Kuno yang yang Hampir Terlupakan

Jejak peninggalan Hindu kuno di Bandung masih bertahan, tetapi kondisi situsnya memerlukan perhatian serius.

Situs Candi Bojongemas di Solokanjeruk Kabupaten Bandung memprihatinkan dan tak terawat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 11:29

Toponimi Lembang (Bagian 1)

Lembang berasal dari bahasa Sunda yaitu “Ngalembang” yang berarti air yang tergenang.

Buku Toponimi Lembang. (Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 10:18

Gedung Juang 45: Transformasi Bangunan Kolonial Menjadi Museum Berbasis Digital

Revitalisasi Gedung Juang 45 Bekasi dari bangunan cagar budaya yang sempat terbengkalai menjadi museum modern berbasis teknologi digital.

Gedung Juang 45 Kota Bekasi (Sumber: bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)
Beranda 10 Jun 2026, 10:12

Di Tengah Janji Energi Bersih, Warga Lereng Gunung Cemas Kehilangan Air, Lahan, dan Masa Depan

Di balik janji energi bersih dari proyek geotermal, warga di sejumlah lereng gunung di Jawa Barat menyuarakan kekhawatiran atas ancaman terhadap sumber air, lahan pertanian, dan ma

Dani Setiawan, petani sayur di kaki Gunung Gede Pangrango, menyuarakan kekhawatirannya terhadap proyek geotermal yang dinilai dapat mengancam sumber air, lahan pertanian, dan ruang hidup warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 09:17

Mengenal Peuyeum sebagai Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

Peuyeum sebagai makanan tradisional khas Jawa Barat

Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 08:38

Taat Rambu Lalu Lintas adalah Hal Sepele tapi Menyelamatkan Nafas Kehidupan

Satu detik yang menurut kita sepele bisa saja jadi harapan kehidupan bagi orang lain.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 20:22

Pasang Surut Era Trem di Batavia

Transportasi trem di Batavia yang kini sudah tidak ada di Indonesia.

Tram Gondangdia di Batavia. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 16:31

Wisata Candi Borobudur: Panduan Lengkap Tiket, Sunrise, dan Sunset Experience

Panduan lengkap wisata Candi Borobudur 2026, mulai dari harga tiket, kuota naik candi, aturan penggunaan upanat, hingga waktu terbaik untuk berkunjung.

Candi Borobudur. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Biz 09 Jun 2026, 16:27

Kisah para Juara 1 BRIncubator, Konsisten Berdayakan Pekerja Lokal

Program inkubasi bergengsi dari BRI itu setiap tahunnya mengangkat segelintir UMKM ke panggung yang lebih besar.

Koku Footwear terpilih sebagai Juara 1 BRIncubator 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Beranda 09 Jun 2026, 16:05

Bandung Raya di Ambang Krisis Sampah, TPA Sarimukti Diperkirakan Penuh Oktober 2026

TPA Sarimukti diperkirakan penuh pada Oktober 2026, memicu ancaman krisis sampah di Bandung Raya yang masih bergantung pada pembuangan akhir dan minim pengolahan dari sumbernya.

Kendaraan pengangkut sampah terparkir di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu 6 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 15:08

Sesat Logika, Tantangan dalam Berbahasa

Transformasi digital telah membuka ruang publik semakin luas, tetapi membawa dampak pada kerusakan bahasa akibat kesalahan-kesalahan penafsiran masyarakat

Ilustrasi rak buku. (Sumber: Pexels | Foto: Yazid N)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 14:21

Sedia Payung sebelum Perusahaan Melakukan Pengrumahan Sementara hingga Tutup Permanen

Secara hukum lock out merupakan hak pengusaha untuk menolak pekerja masuk dalam rangka perselisihan industrial, namun pelaksanaannya wajib mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Ilustrasi penutupan perusahaan atau lock out. (Sumber: Meta AI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:28

Dari Tambang ke Kanvas: Jejak Warna Biru dari Timur

Warna biru punya sejarah panjang yang dimulai dari ketiadaan, mari kita lihat perjalanannya.

Lapis Lazuli (Sumber: WikiMedia | Foto: Hannes Grobe)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:02

#NowForClimate: Bersepeda sebagai Aksi Nyata untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

#NowForClimate mengingatkan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari pilihan moda transportasi sehari-hari.

Dampak global jika semua orang di dunia bersepeda sebanyak rata-rata orang Denmark dan Belanda. (Sumber: Dok. Penulis)