Cerita di Balik Volume Sampah di Cikapundung Cikalapa Turun Drastis dari 1 Ton ke 100 Kilogram

2 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Volume sampah di Sungai Cikapundung kawasan Cikalapa kini berkurang drastis dari satu ton menjadi 100 kilogram berkat aksi pembersihan rutin selama 17 tahun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Volume sampah di Sungai Cikapundung kawasan Cikalapa kini berkurang drastis dari satu ton menjadi 100 kilogram berkat aksi pembersihan rutin selama 17 tahun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Sungai sepanjang 28 kilometer yang membelah Kota Bandung ini bukan sekadar aliran air, melainkan bagian vital dari DAS Citarum. Di balik jernihnya riak air di kawasan Cikalapa saat ini, tersimpan memori kolektif tentang perubahan drastis kualitas lingkungan selama empat dekade terakhir.

Bagi masyarakat Sunda, nama "Cikapundung" merujuk pada pohon buah kapundung yang dahulu rimbun menaungi bantarannya. Iin Ina Marsina (60), Humas Komunitas Cika-Cika, mengingat betul bagaimana sungai ini pernah menjadi tumpuan hidup harian warga.

“Kalau tahun 1980 mah, air Sungai Cikapundung itu masih bisa dipakai mandi, nyuci, bahkan diminum,” ucap Iin dengan nada yang sedikit melambat.

Memasuki era 1990-an, wajah sungai berubah akibat urbanisasi yang masif. Bantaran beralih fungsi menjadi pemukiman padat yang membawa persoalan limbah domestik serius.

“Ke sini-ke sininya (sungai) mulai tercemar, banyak pendatang, bantaran jadi pemukiman, akhirnya sampah juga ikut banyak,” lanjut Iin. Saat itu, tumbuhan liar dan pohon tumbang menutup akses warga menuju sungai, menciptakan kesan lahan tak bertuan yang terbengkalai.

Perubahan

Titik balik bermula dari keprihatinan sekelompok warga terhadap kondisi fisik sungai yang kian tertutup sampah. Mereka memulai langkah dari hal paling mendasar: membuka kembali akses ke sungai.

“Kondisinya waktu itu banyak sampah, tidak terawat, bahkan pohon-pohon juga banyak yang tumbang,” kata Iin. Langkah spontan diambil untuk mengubah persepsi publik bahwa sungai bukanlah tempat pembuangan sampah rumah tangga yang lumrah.

“Awalnya mah sederhana, ‘urang bebersih yuk’. Dari situ sebagian mulai ngababad (membersihkan) rumput, terus sebagian bersihin sampah di sungai,” ucap Iin.

Keberhasilan pemulihan ekosistem ini kini dapat diukur secara kuantitatif. Intensitas sampah yang terbawa arus maupun yang dibuang sembarangan menunjukkan tren penurunan yang sangat tajam.

“Dulu pernah sampai satu ton lebih sampah terkumpul dalam satu kegiatan clean up sungai, sekarang paling sekitar 100 kilo,” kata Iin.

Selain pengangkutan fisik, limbah tersebut dikonversi melalui metode teknis lingkungan. Imah Maggot Bantaran (IMB) mampu menyerap hingga 75 kilogram sampah organik harian. Hasilnya, berupa kompos dan eco-enzyme, dikembalikan lagi ke ekosistem sungai.

“Lewat maggot, kita bisa mengurangi sampai satu ton sampah organik dalam satu bulan,” ucap Iin.

Volume sampah di Sungai Cikapundung kawasan Cikalapa kini berkurang drastis dari satu ton menjadi 100 kilogram berkat aksi pembersihan rutin selama 17 tahun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Volume sampah di Sungai Cikapundung kawasan Cikalapa kini berkurang drastis dari satu ton menjadi 100 kilogram berkat aksi pembersihan rutin selama 17 tahun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Kolaborasi dengan Kampus

Upaya Cika-Cika kini berkembang menjadi pendekatan konservasi holistik melalui Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang berkelanjutan.

“Biasanya kita mulai dari GPS, bersih-bersih sungai, setelah itu dilanjut penanaman pohon, tebar bibit ikan, lepas burung, dan penumpahan eco-enzyme,” jelas Iin.

Strategi ini tidak hanya memulihkan visual sungai, tetapi juga menghidupkan kembali rantai makanan alami di dalamnya. Hal ini menarik perhatian dunia akademis, menjadikan Cikapundung sebagai laboratorium hidup bagi institusi seperti ITB, Unpad, Unpas, Unisba, hingga UIN Bandung.

Kolaborasi ini diharapkan melahirkan solusi teknologi jangka panjang. “Harapannya ada kolaborasi dari perguruan tinggi itu pengen ada filterisasi air di sini. Biar air nya bisa diminum,” ucap Iin tertawa tipis.

Meski tantangan perubahan pola pikir belum sepenuhnya merata, cita-cita warga tetap melaju. “Kedepannya pengen ada alat pencacah sampah supaya pengolahan lebih maksimal. PR masih banyak, tapi kita tetap jalan,” pungkas Iin.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)