Cimol Bojot Aa: Camilan Aci Lembut Khas Bandung yang Punya Cita Rasa Unik

Nabillah Luthfiyana
Ditulis oleh Nabillah Luthfiyana diterbitkan Kamis 27 Nov 2025, 15:48 WIB
Di beberapa pinggiran jalan Bandung, ada satu jajanan kaki lima yang hampir tak pernah sepi pembeli yaitu Cimol Bojot Aa. (Sumber: Dokumentasi Penulis).

Di beberapa pinggiran jalan Bandung, ada satu jajanan kaki lima yang hampir tak pernah sepi pembeli yaitu Cimol Bojot Aa. (Sumber: Dokumentasi Penulis).

Di beberapa pinggiran jalan Bandung, ada satu jajanan kaki lima yang hampir tak pernah sepi pembeli yaitu Cimol Bojot Aa. Tempatnya tampak sederhana hanya gerobak kecil di pinggir jalan dengan nuana warna merah dan kuning. Namun, aroma gurih dari minyak panas dan daun jeruk yang baru digoreng sering kali membuat orang berhenti sejenak untuk mencoba.

Cimol ini dikenal karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang pas di lidah. Tidak keras, tidak kempis, dan tidak terlalu berminyak. Bagi sebagian orang, jajanan ini menjadi pilihan ringan untuk teman ngobrol atau sekadar camilan sore hari.

Tekstur dan Rasa yang Jadi Ciri Khas

Cimol Bojot Aa dibuat dari bahan dasar aci dengan takaran yang pas. Saat digigit, bagian luarnya terasa kering, sementara bagian dalamnya lembut dan kenyal. Kombinasi ini membuatnya berbeda dari cimol kebanyakan yang terkadang terlalu keras atau kempes setelah dingin.

Pemiliknya, Syahid Irfan, menjaga konsistensi rasa dengan cara sederhana. “Minyaknya nggak boleh terlalu panas, nanti cimol bisa pecah. Tapi kalau terlalu dingin, malah keras,” ujarnya. Ia menggunakan teknik penggorengan dua tahap agar bagian dalam matang merata tanpa membuat kulitnya gosong.

Beragam Varian dan Rasa

Selain teksturnya yang khas, Cimol Bojot Aa juga dikenal karena banyaknya pilihan rasa. Ada bumbu asin, pedas, barbeque, dan balado yang bisa dipilih sesuai selera. Pembeli juga bisa menambahkan taburan bawang goreng dan daun jeruk agar aromanya lebih wangi.

Keunikan lainnya terletak pada varian isi. Ada cimol isi mozzarella, ayam suwir, dan beef lada hitam. Bahkan, pembeli bisa memesan campuran isi dalam satu porsi. Varian isi ini memberi pengalaman berbeda di setiap gigitan gurih dari aci berpadu dengan lembutnya keju atau rasa daging yang sedikit pedas.

Kreativitas Kuliner Bandung

Bandung dikenal sebagai kota dengan inovasi kuliner yang terus berkembang. Dari bahan sederhana seperti aci, muncul berbagai jajanan populer: cilok, seblak, hingga basreng. Cimol Bojot Aa menjadi salah satu bentuk kreativitas itu. Ia tetap mempertahankan rasa asli jajanan tradisional, tapi menghadirkan sentuhan baru lewat isi dan bumbu yang beragam.

Inovasi seperti ini mencerminkan karakter masyarakat Bandung yang terbuka pada perubahan tanpa meninggalkan cita rasa lokal. Dari hal kecil seperti cimol, lahir ide besar tentang bagaimana tradisi bisa terus hidup melalui makanan.

Pengalaman Menyantap

Cimol Bojot Aa paling nikmat disantap selagi hangat. Saat disajikan, aroma daun jeruk dan bawang goreng langsung tercium. Gigitan pertama memberi sensasi kenyal, lalu rasa gurih dan sedikit asin mulai terasa. Jika memilih varian pedas, rasa panasnya muncul perlahan dan memberi efek hangat di lidah.

Cita rasa sederhana ini membuat cimol cocok disantap kapan saja baik sebagai teman minum teh sore maupun camilan malam hari. Rasanya ringan, tapi cukup berkesan untuk membuat orang kembali datang.

Cimol Bojot Aa adalah contoh sederhana bagaimana makanan jalanan bisa berkembang tanpa kehilangan jati dirinya. Dengan bahan yang mudah didapat, Aa Bojot berhasil menghadirkan cita rasa yang khas dan konsisten.

Kisahnya mengingatkan bahwa dalam dunia kuliner, kreativitas tidak selalu berarti mewah atau rumit. Kadang, yang dibutuhkan hanyalah ketelitian, ketekunan, dan keinginan untuk menghadirkan rasa yang jujur dari bahan yang sederhana.

Cimol Bojot Aa mungkin hanya camilan kecil, tapi dari bulatan acinya, kita bisa merasakan semangat kuliner Bandung yang kreatif dan tak pernah berhenti berinovasi. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nabillah Luthfiyana
nothing impossible

Berita Terkait

News Update

Beranda 03 Mar 2026, 10:40

1.500 Ton Sampah Sehari: Kota Bandung Butuh Aksi Nyata Warganya Sekarang Juga

Sebab jika produksi sampah terus berada di angka 1.500 ton per hari sementara yang mampu dikelola optimal baru sekitar 40 ton, maka persoalan ini bukan hanya milik pemerintah.

Jumlah keseluruhan sampah dari berbagai TPA di Kota Bandung mencapai 1.496 ton setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Ayo Netizen 03 Mar 2026, 08:03

Ai Takeshita Menemukan Persahabatan Lintas Budaya di Bandung 

Kali ini ada tamu dari Jepang, Ai Takeshita, akademisi yang selama bertahun-tahun meneliti seni dan budaya Indonesia.

Obrolan hangat bersama Ai Takeshita di lobi Hotel Savoy Homann, Bandung. Percakapan lintas budaya mengalir santai menjelang waktu berbuka puasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 19:56

Mudik kepada 'Basa Lemes'

Perubahan gaya bahasa ini bukan sekadar soal kosakata, melainkan perubahan kerangka relasi sosial.

Ilustrasi mudik. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 02 Mar 2026, 17:43

Rahasia Bacang Jando Anne Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Bahan Baku

Di balik usaha kuliner bacang jando Anne dan gerobaknya, ada berbagai macam memori yang mengembalikan kenangan di masa lampau.

Di balik usaha kuliner bacang jando Anne dan gerobaknya, ada berbagai macam memori yang mengembalikan kenangan di masa lampau. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 16:07

Pentas Buku Foto 2026 Ngabuburit Sambil Menyelami Narasi Visual di Red Raws Center

Di tempat yang dikenal sebagai ruang pertemuan para pegiat seni, buku, dan barang antik ini, digelar Pentas Buku Foto 2026.

Suasana pengunjung pada pameran Pentas Buku Foto 2026. Kegiatan ini banyak menarik minat generasi muda yang datang untuk melihat, membaca, dan berdiskusi seputar buku foto. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 02 Mar 2026, 14:47

Wali Kota Bandung Ultimatum PT BII Bereskan Proyek Galian Jalanan Kota Bandung Sebelum 5 Maret

Proyek galian ducting atau kabel bawah tanah belakangan menjadi sorotan karena dinilai memicu kemacetan hingga kecelakaan di sejumlah titik jalan.

Wali kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 14:31

Syawal dan Arus Kehidupan Baru: Perkotaan Indonesia di Uji Zaman

Syawal menjadi fase transisi perkotaan Indonesia. Pasca-Lebaran, migrasi musiman, perubahan konsumsi, dan tekanan ekonomi global menguji ketahanan sosial-ekonomi kota.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 13:15

Mencari Hening di Tengah Ramadhan

“Melalui api itu akan membakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam jalan dan cita-citamu.” - Jalaluddin Rumi

Menara Mesjid Agung Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 11:31

Lautze, Cheng Ho, dan Gus Dur

Bila di Surabaya menghadirkan skala besar, puluhan ribu warga menerima zakat, Bandung menghadirkan kedekatan menjadi ruang (pertemuan) kecil yang mempersatukan beragam manusia dalam satu saf berbuka.

Tempat yang sangat ingin aku kunjungi. Tapi tiap kali mau mampir pasti nyasar ujung2nya putus asa. Dan Allah kasih kesempatan melalui cara yang lain. (Sumber: Instagram/@chenghoosby)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 09:19

Drama Spiritual Ramadan di Pasar Dadakan: Cingunguk pun Serupa Kurma Premium yang Terbang!

Hari ketiga berpuasa? Kepala pening, penglihatan ganda, dan semua benda kecil cokelat mendadak terlihat seperti kurma premium impor Madinah.

Ilustrasi Pasar dadakan puasa Ramadan (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 18:12

Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan: Tema Ayo Netizen Maret 2026

Maret 2026 ini adalah salah satu bulan paling dinamis dalam kalender sosial, tradisi, dan ekonomi warga Bandung Raya.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 16:34

Dua Cara Pandang Menempatkan Ramadan, Antara Penumpang dan Pengemudi

Ramadan hadir setiap tahun dengan rangkaian ibadah yang terstruktur—shaum, tarawih, tilawah, zakat, hingga i'tikaf.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 01 Mar 2026, 15:08

Dari Sisa Stok Menjadi Signature, Begini Perjuangan Derry Kustiadihardjo Membangun Imperium Kopi Makmur Jaya

Makmur Jaya Coffee & Roastery adalah cermin dari wajah UMKM Indonesia yang tangguh, adaptif terhadap teknologi, berani berinovasi di tengah himpitan, dan memiliki integritas terhadap kualitas.

Pemilik Makmur Jaya Coffee & Roastery, Derry Kustiadihardjo. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 13:33

Kamus Gaul Ramadan: 10 Akronim Sosial yang Populer Saat Ini

Akronim sosial paling populer di bulan suci, plus beberapa kata lokal yang mungkin belum pernah kamu dengar.

Ilustrasi anak pesantren. (Sumber: Unsplash/ Muhammad Adil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 09:28

Antara Kurma dan Bala-Bala

Berbuka dengan kurma itu sunah, tapi berbuka dengan bala-bala itu wajib.

kurma, bala-bala dan gorengan menu yang selalu hadir saat berbuka. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 28 Feb 2026, 07:56

Di Mata Pengendara Ojol, Jalanan Kota Bandung Bukan Sekadar Aspal, Tapi Taruhan Keselamatan

Di sisi lain, aspal yang mengelupas, lubang menganga, tambalan tak rata, hingga penerangan jalan yang redup menjadi bagian dari keseharian para pengemudi roda dua.

Pengendara di Jalan Otista Kota Bandung melintas di samping galian kabel yang tidak ditutup semestinya, Jumat (27/2). Kondisi ini membahayakan pengguna jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 27 Feb 2026, 18:09

12 Tahun Menjaga Rasa, Kisah Jatuh Bangun Reza Firmanda Membesarkan Ayam-Ayaman

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan.

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. (Sumber: instagram.com/ayamayamanbdg)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 17:12

13 Abreviasi yang Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Berikut 15 abreviasi (baik itu singkatan ataupun akronim) yang paling sering muncul sepanjang bulan suci

Ilustrasi suasana Bulan Puasa di Tanah Sunda. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Bandung 27 Feb 2026, 15:21

Melompati Sekat Tradisional, Ambisi Besar UMKM Kuliner Bandung Mengejar Kasta 'Naik Kelas' Lewat Revolusi 5 Menit

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital.

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 14:17

Bandung, Kota Kelahiran Media Kritis dan Visioner

Dalam sejarah pers Indonesia, Bandung menempati posisi istimewa.

Majalah Aktuil terbitan 1970-an, pelopor majalah musik modern di Indonesia. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)