Menjelajah Taman Langit Pangalengan, Wisata di Atas Awan Bandung Selatan

Aqil Atharibdm
Ditulis oleh Aqil Atharibdm diterbitkan Kamis 27 Nov 2025, 18:17 WIB
Para wisatawan mengagumi keindahan awan dan hamparan kebun teh dari ketinggian Taman Langit Pangalengan, (5/21/2025). (Sumber: Aqil Athari).

Para wisatawan mengagumi keindahan awan dan hamparan kebun teh dari ketinggian Taman Langit Pangalengan, (5/21/2025). (Sumber: Aqil Athari).

Udara siang yang menguncangkan dedaunan, tak menyurutkan niatku untuk berkunjung di objek wisata Taman Langit Pangalengan. Terletak di kawasan pegunungan yang sejuk, tempat ini menawarkan pemandangan indah perbukitan hijau, hamparan kebun teh, dan lautan awan yang sering muncul di pagi hari.

Tak heran, wisata ini disebut juga “surga di atas awan” oleh para pengunjung, Lokasinya berada di Kampung Cukul, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (05/11/2025)

Elvan Muhammad, admin Taman Langit, mengungkapkan bahwa Taman Langit hadir sebagai salah satu destinasi wisata favorit dibandung selatan yang menawarkan panorama sunrise terbaik.

Sejak dibuka pada Desember 2020, tempat ini langsung menarik perhatian karna keindahan pemandangan 360 derajat dan udara sejuk khas dataran tinggi.

Dengan tiket masuk yang terjangkau, pengunjung dapat menikmati pemandangan Kota Bandung, hamparan kebun teh, hingga laut selatan jawa pada hari yang cerah.

Lebih dari sekedar tempat menikmati matahari terbit, Taman Langit mengusung konsep yang natural dan ramah lingkungan. Awalnya, area ini hanya difungsikan sebagai lahan camping tanpa penginapan permanen, mempertahankan keasrian alam sebagai daya tarik utama. Kini, pengunjung juga dapat menemukan jembatan kayu yang Panjang menjadi spot foto populer serta area santai yang di rancang selaras dengan lanskap pegunungan

Menariknya, Pengelolaan Taman Langit di lakukan hampir sepenuhnya oleh masyarakat sekitar. Sekitar 90% tenaga kerja berasal dari warga lokal, mulai penjaga area, petugas kebersihan, hingga pengelola warung dan penyediaan jasa sewa peralatan camping. Selain membuka lapangan kerja, pengelolaan juga memberikan donasi lingkungan rutin kepada RW setempat sebagai bentuk pemberdayaan dan tanggung jawab sosial.

“Promosi Taman Langit tidak bergantung pada iklan besar, melainkan mengandalkan media sosial sebagai sarana utama menarik wisatawan. Instagram menjadi platform paling efektif berkat potensi visual yang kuat; banyak foto dan video yang menampilkan keindahan sunrise di Taman Langit berhasil viral dan meningkatkan kunjungan wisatawan, terutama kalangan muda,” papar Elvan Muhammad.

Dari sisi opsional, destinasi ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB bagi untuk yang berkunjung dengan akses khusus bagi pengunjung yang ingin menikmati sunsrise. Harga tiket yang bersahabat-– Rp 15.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak anak-–menjadikan tempat ini inklusif bagi semua kalangan. Pengunjung yang membawa kendaraan dikenai biaya parkir terjangkau, Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.

“Namun, pengelolaan wisata alam tentu tidak lepas dari tantangan. Cuaca ekstrem, terutama hujan terus-menerus, seringkali mengurangi minat kunjungan. Selain itu, faktor ekonomi nasional turut memengaruhi daya beli wisatawan, sementara potensi konflik internal antara pengelola dan pemilik lahan menjadi perhatian tersendiri yang perlu penyelesaian bijak,” lanjutnya.

Meski demikian, pengelola Taman Langit terus melakukan evaluasi dan pengembangan tahunan. Rencana ke depan mencakup pembangunan fotospot baru, gazebo, dan peningkatan keamanan wisatawan. Pengembangan dilakukan secara bertahap agar tetap mempertahankan keseimbangan antara kenyamanan pengunjung dan kelestarian alam

Elvan Muhammad pun menjelaskan, keberadaan Taman Langit terbukti membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat Pangalengan. Banyak warga yang kini memiliki usaha kuliner, penyedia jasa wisata, dan warung kecil di sekitar area wisata. Hal ini tidak hanya memperkuat ekonomi lokal tetapi juga membangun rasa memiliki masyarakat terhadap destinasi ini.

Lebih dalam lagi, aspek kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi perhatian utama. Setiap hari ada petugas khusus yang menjaga kebersihan area, di bantu oleh tim tambahan saat akhir pekan. Sistem pengelolaan sampah dilakukan dengan cara memilah plastik untuk daur ulang dan mengolah sampah organik di lokasi. Pengelola juga memasang papan imbauan agar pengunjung turut menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui berbagai upaya tersebut, Taman Langit Pangalengan tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga contoh nyata bagaimana destinasi alam dapat dikelola secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat. Keindahan alam, pemberdayaan warga, serta kesadaran lingkungan menjadikannya salah satu ikon wisata alam Bandung Selatan yang patut dikunjungi.(*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aqil Atharibdm
mahasiswa digital public relations telkom uviversity

Berita Terkait

News Update

Ayo Jelajah 14 Jan 2026, 15:12 WIB

Sejarah Rumah Sakit Cicendo Bandung, Lawan Kebutaan Sejak 1909

Sejarah RS Mata Cicendo Bandung sejak era kolonial hingga menjadi Pusat Mata Nasional. Dari wabah trachoma sampai teknologi operasi mata modern.
RS Mata Cicendo, Bandung. (Sumber: rsmatacicendo.go.id)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 15:01 WIB

Melipir dari Kota: Pesona Magnetis Pinggiran Bandung

Mengajakmu 'melipir' ke 4 penjuru Bandung. Dari karst Barat hingga kabut Selatan, temukan pesona alam pinggiran yang melengkapi jiwa Bandung sejati.
Situ Cileunca di Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Jelajah 14 Jan 2026, 15:00 WIB

Hikayat Banjir Gedebage Zaman Kolonial, Bikin Gagal Panen dan Jalan Rusak

Dahulu sawah dan kampung yang tenggelam, kini perumahan dan jalan. Sejarah banjir Gedebage telah tercatat sejak kolonial.
Ilustrasi banjir zaman baheula.
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 12:46 WIB

24 Jam Versi Risky Aly: Gaya Hidup Sang Peraih Double Degree dalam Satu Waktu

Tulisan ini menceritakan tentang gaya hidup disiplin Risky Aly, pemuda asal Bondowoso yang berhasil meraih double degree.
Foto Risky Aly ketika wisuda double degree. (Sumber: Dari Risky Aly setelah sesi wawancara selesai)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 10:19 WIB

Tes Kemampuan Akademik sebagai Perbaikan Mutu Pembelajaran

Seyogianya kualitas pendidikan di negeri ini harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Ilustrasi sekolah di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: el jusuf)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 08:31 WIB

Dari Pinggiran Jalan: Menyambung Hidup untuk Kebutuhan Harian

Ketika kas tak lagi mampu menjaga kompor tetap menyala, kios kecil namun penuh makna.
Kios distro Dimas Angga menawarkan berbagai pakaian dan aksesori bergaya streetwear di pinggir jalan kawasan Pasar
Ciwastra pada malam hari di Kota Bandung (4/11/2025). (Sumber: Tito Andrean | Foto: Tito Andrean)
Beranda 14 Jan 2026, 07:30 WIB

Modal Kolaborasi dan Relasi, Cerita SeputarSoettaBdg Bertahan di Tengah Riuhnya Media di Bandung

Kisah SeputarSoettaBdg menjadi bukti bahwa di tengah riuhnya media besar di Bandung, kedekatan personal dan relasi antarwarga masih menjadi modal utama untuk bertahan.
Rezza Radian Zulfikar (kanan) dan Muhammad Saeful, pengelola homeless media seputarsoetta.bdg. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 19:48 WIB

Kenapa Americano Jadi Favorit Baru Anak Muda? Ini Manfaatnya!

Americano lagi viral karena rasanya ringan, dan kalorinya rendah.
Ini dia manfaat dari kopi Americano yang perlu kamu ketahui! (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 13 Jan 2026, 18:47 WIB

Riwayat Bandung Tiris, saat Hawa Dingin Kepung Kota Cekungan

Letak geografis Bandung membuat udara dingin mudah terperangkap dan menciptakan sensasi sejuk hingga menggigil sejak dulu.
Ilustrasi cuaca dingin Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Profesi dan Hobi Harus Seimbang: Seorang Guru SMA Membuktikan Ambisinya

Guru SMA Lisda Nurul Romdani sukses menaklukkan maraton dan trail run (35 km) di tengah jadwal padat, membuktikan ambisi, mental, dan konsistensi.
Lisda Nurul Romdani seorang guru SMA membuktikan hobinya sebanding dengan rutinitas mengajar saat mengikuti Half Marathon Pocari Sweat Run 2024 di Bandung. (Sumber: @lisdaanr | Foto: @fotoyu_official Pocari Sweet RUN 2024)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Kekurangan Vitamin D, Masalah Nutrisi Anak yang Masih Mengakar di Indonesia

Kekurangan vitamin D masih cukup sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat berdampak pada kesehatan tulang dan gigi.
Ilustrasi kekurangan vitamin D masih menjadi masalah nutrisi yang cukup umum pada anak dan remaja, termasuk di Bandung. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 17:19 WIB

Resolusi 2026 Warga Bandung: Berharap Transportasi Umum yang Lebih Terintegrasi

Keluhan warga Bandung mengenai transportasi umum yang dinilai belum efisien dan kurang terintegrasi.
Suasana metro jabar trans dipenuhi penggunana di sore hari sepulang kerja (03/12/2025). (Sumber: Pribadi | Foto: M. Kamal Natanegara)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 16:18 WIB

Penyairan Masa Kini: Bahasa yang Mencari Rumah Baru

Penyair masa kini menjaga kedalaman di tengah riuh digital, merawat bahasa, melampaui klise, dan menghadirkan ruang hening saat dunia bergerak terlalu cepat.
Puisi mencari napas baru, sementara penyair menjaga jantung bahasanya. (Sumber: Pixnio/Bicanski)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 16:06 WIB

Gen Z dari Scrolling ke Running, Gaya Hidup Baru yang Menggerakkan Pasar Kebugaran

Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru.
Ilustrasi. Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 14:34 WIB

'Doom Spending' dan Generasi yang Menyerah Membeli Masa Depan

Mengapa anak muda memilih "kebahagiaan kecil" yang mahal saat impian besar seperti rumah makin mustahil dicapai gaji UMR.
Ilustrasi dompet kosong. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 13:13 WIB

Bandung Makin Macet, Transportasi Umum Bisakah Jadi Penolong?

Kesenjangan Pusat Kota yang Diperhatikan dan Pinggiran Kota yang Terlupakan
Halte Cicaheum, Kota Bandung, yang sudah mulai usang dan banyak tumpukan sampah di belakang bangku, (3/12/25). (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Putriana Basar)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 11:37 WIB

Chopper: Sejarah dan Makna Desain Mesin Kebebasan Roda Dua

Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an.
Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an. (Sumber: Pexels | Foto: Rachel Claire)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 10:19 WIB

Tren Coffee Shop Jadi Markas Mahasiswa Bandung 'Ngebut Tugas' Menjelang UAS

Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 09:34 WIB

Menjadi Mahasiswa IKIP Bandung (Bagian Dua)

Di sekitar kampus IKIP Bandung (UPI), Jalan Setiabudhi dulu berjajar penjual pisang Lembang.
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)