Mengubah Rappelling Menjadi Aktivitas Wisata yang Bisa Dinikmati Pemula

2 menit baca
syzyia
Ditulis oleh syzyia diterbitkan
Suasana peserta melaksanakan kegiatan rappelling dengan pengawasan profesional di Curug Tilu Leuwi Opat, Kabupaten Bandung Barat, (26/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Vishia Afiath)
Suasana peserta melaksanakan kegiatan rappelling dengan pengawasan profesional di Curug Tilu Leuwi Opat, Kabupaten Bandung Barat, (26/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Vishia Afiath)

Di antara rimbunan hutan, gemericik air itu perlahan menderu kencang. Dari tebing Curug Tilu Leuwi Opat, lahirlah sebuah standar baru wisata petualangan yang aman dan teruji. Setiap terpaan airnya membawa kesegaran, tantangan, dan ketenangan batin yang berada di Jl. Ciwangun Indah Camp, Cihanjuang Rahayu, Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559, Minggu (26/10/2025).

Tantan Kurnia selaku General Manager Curug Tilu Leuwi Opat beserta timnya mengembangkan destinasi ini sejak tahun 2012 yang berawal dari hobi internal tim pengelola. Mereka memulai bisnis dengan menjaga keindahan alam, hingga akhirnya resmi membuka aktivitas petualangan untuk umum pada tahun 2022.

Curug Tilu Leuwi Opat kini tidak hanya menawarkan keindahan alam, dengan semangat untuk memberikan pelayanan lebih membuat Curug Tilu Leuwi Opat perlahan menemukan peminatnya. Fokus utama mereka adalah mengubah aktivitas ekstrem yang memacu adrenalin menjadi aman bagi semua kalangan.

“Untuk keamanan pesertanya, kami menjadikan ini prioritas. Kami mengambil pemandu dari sekolah panjat tebing yang bersertifikat, menggunakan peralatan yang ada legalitasnya dan melakukan pengecekan kesehatan sebelum kegiatan,” tutur pria tersebut.

Dari segi harga, Curug Tilu Leuwi Opat menawarkan paket petualangan, diantaranya rappelling (menuruni air terjun), canyoneering (susur ngarai), outbound, hingga paintball. Harga paket canyoneering dibandrol mulai dari Rp300.000 per orang yang mencakup rappelling dan tyrolean (menyeberangi sungai dengan tali). Selain kualitas aktivitas, Curug Tilu Leuwi Opat juga dikenal karena standar keamanannya yang teruji.

Bagi Tantan, komitmen pada keamanan ini menjadi bagian penting dari strategi untuk menarik pelanggan, terutama pemula.

Bahkan peserta termuda usia 4 tahun dan tertua 72 tahun sudah pernah mencoba, tentunya dengan sistem dan pemantauan yang disesuaikan,” ujar pria berbaju biru itu.

Tidak hanya berputar pada adrenalin dan visual, Curug Tilu Leuwi Opat juga memastikan pengunjung mendapat pengalaman autentik. Destinasi ini memiliki spot tersembunyi bernama Leuwirakit di kawasan bawah, untuk mencapainya pengunjung harus berenang atau menggunakan rakit.

Taktik promosi yang mengandalkan keahlian terpercaya dan penjualan paket langsung, destinasi ini berhasil menjangkau lebih banyak pelanggan terutama mereka yang mumet di kota.

Baca Juga: Transformasi Curug Tilu Leuwi Opat Menjadi Wisata Favorit untuk Dikunjungi

Lebih lanjut, Tantan berencana untuk terus memperhatikan keaslian alam sebagai nilai jual utama. Visi untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan menurutnya harus selaras dengan komitmen terhadap pelestarian alam. Ia tidak ingin penambahan aktivitas komersial justru mengubah aspek alami dari destinasi tersebut.

“Harapan terbesar kami adalah curug ini tetap mempertahankan keindahannya seperti sekarang. Kami ingin terus melestarikan dan menjaga alam tetap alami tanpa perubahan pada aliran sungainya,” tutupnya dengan senyuman.

Dengan menggabungkan keamanan, harga terjangkau, dan inovasi wisata petualangan, destinasi ini membuktikan bahwa hobi sederhana pun bisa berkembang pesat melalui konsisten dan profesionalisme. Destinasi ini menginspirasi masyarakat untuk merayakan keindahan alam Indonesia dengan cara yang bertanggung jawab dan penuh kegembiraan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

syzyia
Tentang syzyia
Mahasiswi Digital Public Relations, Telkom University 2024 | Aktif Mengembangkan Keahlian Public Speaking & PR Writer.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)