Mengubah Rappelling Menjadi Aktivitas Wisata yang Bisa Dinikmati Pemula

Vishia Afiath
Ditulis oleh Vishia Afiath diterbitkan Kamis 27 Nov 2025, 17:55 WIB
Suasana peserta melaksanakan kegiatan rappelling dengan pengawasan profesional di Curug Tilu Leuwi Opat, Kabupaten Bandung Barat, (26/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Vishia Afiath)

Suasana peserta melaksanakan kegiatan rappelling dengan pengawasan profesional di Curug Tilu Leuwi Opat, Kabupaten Bandung Barat, (26/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Vishia Afiath)

Di antara rimbunan hutan, gemericik air itu perlahan menderu kencang. Dari tebing Curug Tilu Leuwi Opat, lahirlah sebuah standar baru wisata petualangan yang aman dan teruji. Setiap terpaan airnya membawa kesegaran, tantangan, dan ketenangan batin yang berada di Jl. Ciwangun Indah Camp, Cihanjuang Rahayu, Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559, Minggu (26/10/2025).

Tantan Kurnia selaku General Manager Curug Tilu Leuwi Opat beserta timnya mengembangkan destinasi ini sejak tahun 2012 yang berawal dari hobi internal tim pengelola. Mereka memulai bisnis dengan menjaga keindahan alam, hingga akhirnya resmi membuka aktivitas petualangan untuk umum pada tahun 2022.

Curug Tilu Leuwi Opat kini tidak hanya menawarkan keindahan alam, dengan semangat untuk memberikan pelayanan lebih membuat Curug Tilu Leuwi Opat perlahan menemukan peminatnya. Fokus utama mereka adalah mengubah aktivitas ekstrem yang memacu adrenalin menjadi aman bagi semua kalangan.

“Untuk keamanan pesertanya, kami menjadikan ini prioritas. Kami mengambil pemandu dari sekolah panjat tebing yang bersertifikat, menggunakan peralatan yang ada legalitasnya dan melakukan pengecekan kesehatan sebelum kegiatan,” tutur pria tersebut.

Dari segi harga, Curug Tilu Leuwi Opat menawarkan paket petualangan, diantaranya rappelling (menuruni air terjun), canyoneering (susur ngarai), outbound, hingga paintball. Harga paket canyoneering dibandrol mulai dari Rp300.000 per orang yang mencakup rappelling dan tyrolean (menyeberangi sungai dengan tali). Selain kualitas aktivitas, Curug Tilu Leuwi Opat juga dikenal karena standar keamanannya yang teruji.

Bagi Tantan, komitmen pada keamanan ini menjadi bagian penting dari strategi untuk menarik pelanggan, terutama pemula.

Bahkan peserta termuda usia 4 tahun dan tertua 72 tahun sudah pernah mencoba, tentunya dengan sistem dan pemantauan yang disesuaikan,” ujar pria berbaju biru itu.

Tidak hanya berputar pada adrenalin dan visual, Curug Tilu Leuwi Opat juga memastikan pengunjung mendapat pengalaman autentik. Destinasi ini memiliki spot tersembunyi bernama Leuwirakit di kawasan bawah, untuk mencapainya pengunjung harus berenang atau menggunakan rakit.

Taktik promosi yang mengandalkan keahlian terpercaya dan penjualan paket langsung, destinasi ini berhasil menjangkau lebih banyak pelanggan terutama mereka yang mumet di kota.

Baca Juga: Transformasi Curug Tilu Leuwi Opat Menjadi Wisata Favorit untuk Dikunjungi

Lebih lanjut, Tantan berencana untuk terus memperhatikan keaslian alam sebagai nilai jual utama. Visi untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan menurutnya harus selaras dengan komitmen terhadap pelestarian alam. Ia tidak ingin penambahan aktivitas komersial justru mengubah aspek alami dari destinasi tersebut.

“Harapan terbesar kami adalah curug ini tetap mempertahankan keindahannya seperti sekarang. Kami ingin terus melestarikan dan menjaga alam tetap alami tanpa perubahan pada aliran sungainya,” tutupnya dengan senyuman.

Dengan menggabungkan keamanan, harga terjangkau, dan inovasi wisata petualangan, destinasi ini membuktikan bahwa hobi sederhana pun bisa berkembang pesat melalui konsisten dan profesionalisme. Destinasi ini menginspirasi masyarakat untuk merayakan keindahan alam Indonesia dengan cara yang bertanggung jawab dan penuh kegembiraan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vishia Afiath
Tentang Vishia Afiath
Mahasiswi Digital Public Relations, Telkom University 2024 | Aktif Mengembangkan Keahlian Public Speaking & PR Writer.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Mar 2026, 08:03

Ai Takeshita Menemukan Persahabatan Lintas Budaya di Bandung 

Kali ini ada tamu dari Jepang, Ai Takeshita, akademisi yang selama bertahun-tahun meneliti seni dan budaya Indonesia.

Obrolan hangat bersama Ai Takeshita di lobi Hotel Savoy Homann, Bandung. Percakapan lintas budaya mengalir santai menjelang waktu berbuka puasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 19:56

Mudik kepada 'Basa Lemes'

Perubahan gaya bahasa ini bukan sekadar soal kosakata, melainkan perubahan kerangka relasi sosial.

Ilustrasi mudik. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 02 Mar 2026, 17:43

Rahasia Bacang Jando Anne Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Bahan Baku

Di balik usaha kuliner bacang jando Anne dan gerobaknya, ada berbagai macam memori yang mengembalikan kenangan di masa lampau.

Di balik usaha kuliner bacang jando Anne dan gerobaknya, ada berbagai macam memori yang mengembalikan kenangan di masa lampau. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 16:07

Pentas Buku Foto 2026 Ngabuburit Sambil Menyelami Narasi Visual di Red Raws Center

Di tempat yang dikenal sebagai ruang pertemuan para pegiat seni, buku, dan barang antik ini, digelar Pentas Buku Foto 2026.

Suasana pengunjung pada pameran Pentas Buku Foto 2026. Kegiatan ini banyak menarik minat generasi muda yang datang untuk melihat, membaca, dan berdiskusi seputar buku foto. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 02 Mar 2026, 14:47

Wali Kota Bandung Ultimatum PT BII Bereskan Proyek Galian Jalanan Kota Bandung Sebelum 5 Maret

Proyek galian ducting atau kabel bawah tanah belakangan menjadi sorotan karena dinilai memicu kemacetan hingga kecelakaan di sejumlah titik jalan.

Wali kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 14:31

Syawal dan Arus Kehidupan Baru: Perkotaan Indonesia di Uji Zaman

Syawal menjadi fase transisi perkotaan Indonesia. Pasca-Lebaran, migrasi musiman, perubahan konsumsi, dan tekanan ekonomi global menguji ketahanan sosial-ekonomi kota.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 13:15

Mencari Hening di Tengah Ramadhan

“Melalui api itu akan membakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam jalan dan cita-citamu.” - Jalaluddin Rumi

Menara Mesjid Agung Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 11:31

Lautze, Cheng Ho, dan Gus Dur

Bila di Surabaya menghadirkan skala besar, puluhan ribu warga menerima zakat, Bandung menghadirkan kedekatan menjadi ruang (pertemuan) kecil yang mempersatukan beragam manusia dalam satu saf berbuka.

Tempat yang sangat ingin aku kunjungi. Tapi tiap kali mau mampir pasti nyasar ujung2nya putus asa. Dan Allah kasih kesempatan melalui cara yang lain. (Sumber: Instagram/@chenghoosby)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 09:19

Drama Spiritual Ramadan di Pasar Dadakan: Cingunguk pun Serupa Kurma Premium yang Terbang!

Hari ketiga berpuasa? Kepala pening, penglihatan ganda, dan semua benda kecil cokelat mendadak terlihat seperti kurma premium impor Madinah.

Ilustrasi Pasar dadakan puasa Ramadan (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 18:12

Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan: Tema Ayo Netizen Maret 2026

Maret 2026 ini adalah salah satu bulan paling dinamis dalam kalender sosial, tradisi, dan ekonomi warga Bandung Raya.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 16:34

Dua Cara Pandang Menempatkan Ramadan, Antara Penumpang dan Pengemudi

Ramadan hadir setiap tahun dengan rangkaian ibadah yang terstruktur—shaum, tarawih, tilawah, zakat, hingga i'tikaf.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 01 Mar 2026, 15:08

Dari Sisa Stok Menjadi Signature, Begini Perjuangan Derry Kustiadihardjo Membangun Imperium Kopi Makmur Jaya

Makmur Jaya Coffee & Roastery adalah cermin dari wajah UMKM Indonesia yang tangguh, adaptif terhadap teknologi, berani berinovasi di tengah himpitan, dan memiliki integritas terhadap kualitas.

Pemilik Makmur Jaya Coffee & Roastery, Derry Kustiadihardjo. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 13:33

Kamus Gaul Ramadan: 10 Akronim Sosial yang Populer Saat Ini

Akronim sosial paling populer di bulan suci, plus beberapa kata lokal yang mungkin belum pernah kamu dengar.

Ilustrasi anak pesantren. (Sumber: Unsplash/ Muhammad Adil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 09:28

Antara Kurma dan Bala-Bala

Berbuka dengan kurma itu sunah, tapi berbuka dengan bala-bala itu wajib.

kurma, bala-bala dan gorengan menu yang selalu hadir saat berbuka. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 28 Feb 2026, 07:56

Di Mata Pengendara Ojol, Jalanan Kota Bandung Bukan Sekadar Aspal, Tapi Taruhan Keselamatan

Di sisi lain, aspal yang mengelupas, lubang menganga, tambalan tak rata, hingga penerangan jalan yang redup menjadi bagian dari keseharian para pengemudi roda dua.

Pengendara di Jalan Otista Kota Bandung melintas di samping galian kabel yang tidak ditutup semestinya, Jumat (27/2). Kondisi ini membahayakan pengguna jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 27 Feb 2026, 18:09

12 Tahun Menjaga Rasa, Kisah Jatuh Bangun Reza Firmanda Membesarkan Ayam-Ayaman

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan.

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. (Sumber: instagram.com/ayamayamanbdg)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 17:12

13 Abreviasi yang Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Berikut 15 abreviasi (baik itu singkatan ataupun akronim) yang paling sering muncul sepanjang bulan suci

Ilustrasi suasana Bulan Puasa di Tanah Sunda. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Bandung 27 Feb 2026, 15:21

Melompati Sekat Tradisional, Ambisi Besar UMKM Kuliner Bandung Mengejar Kasta 'Naik Kelas' Lewat Revolusi 5 Menit

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital.

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 14:17

Bandung, Kota Kelahiran Media Kritis dan Visioner

Dalam sejarah pers Indonesia, Bandung menempati posisi istimewa.

Majalah Aktuil terbitan 1970-an, pelopor majalah musik modern di Indonesia. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 12:10

Dari Bukber sampai ZISWAF: Pembentukan Kamus Singkatan Ramadan Orang Indonesia

Bahasa pun dipadatkan. Maka lahirlah “bukber”, “kultum”, “sanlat”, hingga “ZISWAF”.

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)