Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Buruh sebagai Indonesia

Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan Rabu 07 Jan 2026, 09:23 WIB
PKBM (Pameran Karya Buruh Majalengka). (Foto: Penulis)

PKBM (Pameran Karya Buruh Majalengka). (Foto: Penulis)

Bedah Buku “Antara Mesin dan Buku: Transformasi Hidup Seorang Buruh Pabrik Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik” bersama Hawe Setiawan dan Dedi Junaedi

Buruh sebagai perannya adalah seorang pekerja yang senantiasa mempertaruhkan diri demi upah, peran buruh juga menjadi penting untuk direspon dalam memberikan suara sebagai keresahan sosial melalui sebuah karya sebagai senjata.

Saya sebagai penyimak dalam bedah buku ini, menautkan sebuah pembahasan yang kompleks dan konkret dalam menyiasati sebuah tulisan secara kontekstual. Buku yang dilahirkan dari kelas Buruh Majalengka Menulis (BUMM) memuat 148 halaman diterbitkan oleh Ceria Space Projek, 2025. Kelas BUMM di mentori oleh Kegga Keggyan sebagai seorang penulis lepas asal Sumedang yang telah menulis untuk berbagai publikasi online dan cetak.

Karyanya seperti: Kerangka Makhluk Purba (Jawapos 2022), Menara Loji (Inimahsumedang.com 2023), dan masih banyak lagi. Kelas BUMM berjalan selama empat kali pertemuan bersama kaum buruh yang pertama di Rumah Ajip Rosisdi, kemudian kedua di Taman Sejarah Majalengka, ketiga di Gedung Juang Majalengka, dan terakhir di Alun-Alun Majalenga. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana dan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Minggu, 22/06/2025. Acara bedah buku merupakan bagian dari kegiatan Pameran Karya Buruh Majalengka (PKBM) yang digagas oleh Padepokan Kirik Nguyuh di Girimukti, Majalengka. Dalam pemeran berlangsung memuat sebuah lukisan, buku, pamflet berupa sajak, gitar batu, dan lain-lain. Selain itu ada pula pentas Alunan Musik Bambu, Seni Tari, Gamelan Sorawatu, Gaok Ekperimental, Teater Buruh, dan Monolog. Acara dihadiri oleh para buruh, pegiat seni setempat, pegiat literasi, rekan-rekan komunitas, juga Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka.

Esai sebagai Cermin Jati Diri Buruh

Sebutan buruh bukan hanya meliputi seorang buruh pabrik, melainkan juga buruh tani, dan guru yang berstatus honorer swasta. Mereka mengimplementasikan sebuah kata buruh sebagai jati diri yang tercermin dari sebuah tema yang diangkat.

Dalam konteks kata buruh mungkin kata itu adalah sebuah kata yang paling sopan dari pada pekerja/kuli. Lalu jika kata buruh hari ini menjadi familiar, lalu siapa buruh itu? Apakah kita sebagai pembaca juga adalah buruh? Ini menjadi menarik, maka saya menginterpretasikan Buruh Sebagai Indonesia.

Editor sekaligus Dosen Hawe Setiawan (HS) mengungkapkan sebuah esai mengenai gerak pinjol, pertanian, pentingnya meningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), dan memastikan peran sosial buruh di tengah masyarakat. Menurut Hawe Setiawan itu adalah tema-tema besar yang mungkin abstrak tapi disisi itu perlu untuk dibahas. Ia berkata bahwa Esai yang mengangkat tema yang cukup berat sesungguhnya kaitan itu dengan diri kita secara konkret yang akrab dengan penulisnya, sehingga bisa membaca secara perspektif. Seperti dalam sebuah tulisan Candra Sapta Ramadhan yang esainya dijadikan judul buku “Antara Mesin dan Buku: Transformasi Hidup Seorang Buruh Pabrik Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik.”

Esai tersebut menurut Hawe Setiawan mengangkat sebuah pengalaman konkret yang diungkap oleh penulis sebagai buruh, konkret juga bisa di lihat, di pegang, di raba, dan juga menghadapi ruang yang ada darah dan dagingnya. Esai-esai yang telah di tulis dengan pembahasan kompleks ada kaitannya juga dengan puisi sebagai sebuah karya sastra yang meningkatkan sebuah imajinasi, berupa empati dalam sebuah mimpi. Selain karya Candra, HS juga tertarik dengan Esai karya Yani Julita Sari, “Anak Perempuan Pertama”; Wandi Suhendi, “Orang Kecil yang bermimpi Besar”; Giari Rahman Hanafi, “Mimpiku adalah Memiliki Usaha Sendiri yang Sukses”; Annisa Nurul Fahomi, “Buruh”; Euis Yuningsih, “Buruh yang ingin Belajar Menulis”; dan Eti Suhaeti, “Buruh Tulang Punggung”.

Buruh Menjadi Sebuah Kata Yang Seksi

Dedi Junaedi (DJ) atau yang akrab di sapa Wa Kijoen merupakan budayawan sekaligus sastrawan asal Majalengka. Dalam diskusi karya buruh, ia mengungkap bahwa kata buruh menjadi sebuah kata yang seksi. Dari 148 halaman semua penulis menggunakan kata buruh, kenapa tidak pekerja? Mungkin kata buruh lebih layak jual. 18 Esai dan 36 Puisi semunya menggunakan kata buruh di dalamnya ini menjadi luar biasa, dimana kemudian ada pergeseran makna.

Dari pekerja menjadi buruh, padahal dua kamus yang telah di pelajari oleh Wa Kijoen diantaranya Ganesa Bandung dan Kamus Populer Internasional. Buruh secara pengertiannya adalah orang yang diberikan tenaganya kepada orang yang berdiri/majikan. Jadi mau tidak mau buruh dalam pengertian yang konket dalam bahasa Indonesia adalah orang yang mempekerjakan diri. Kemudian buruh dalam bahasa sastra, buruh itu menjadi layak jual ketika disuarakan. Dan harus di catatkan bahwa Kirik Nguyuh memulai itu, bagaimana kemudian buruh selama ini tidak menjadi manusia, akan tetapi lebih diposisikan sebagai mesin penggerak perusahaan.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)

Memulai itu, bagaimana kemudian buruh yang tadinya tidak dianggap manusia dihadapkan dengan sebuah kertas, dan pena sehingga melahirkan sebuah karya yang kemasannya buruh belajar menulis. Kata belajar lebih identik dengan sekolah, dan murni karena berhadapan tiap hari dengan produksi. Jadi mau tidak mau ada semacam simbiosis, ada sebuah percakapan saling menolong bagaimana sebuah industri bersamaan dengan kepekaan literasi. Ini yang jarang digarap oleh seseorang, kita seakan alergi ketika mendengarkan sebuah kata produksi, padahal semuanya berawal dari literasi. Ada sebuah tanggungjawab, bagi semua orang yang cinta sastra.

Apapun namanya, BUMM (Buruh Majalengka Menulis) lalu siapa buruh itu? Jangan-jangan kita semua adalah buruh, termasuk buruh kebudayaan. Hanya orang-orang yang punya nyali yang mengirimkan sebuah aspirasi melalui sebuah kata, sehingga dapat di suarakan dan di baca kepada orang lain.

Puisi: Ungkapan Buruh Sebagai Indonesia

karangan yang bersifat imajinatif terwujud karena adanya suatu objek untuk sekadar merenung dari berbagai sudut pandang, misalnya dalam hal ini tema besarnya adalah buruh. Sorang penulis puisi menggambarkan sebuah peristiwa dari sudut pandang. Puisi itu variatif, karena memiliki banyak ragam dari adegan-adegan yang diberikan oleh penulis bisa menjadi abstrak dan konket.

Dalam sebuah puisi ada rasa, nada, ekspresi, dan makna. Seorang buruh mungkin tidak memahami struktur penulisan puisi secara kompleks tapi setidaknya ia bisa mengungkapkan sebuah bahasa dengan lantunannya. hal tersebut muncul pada puisi “Aku Seorang Buruh Tani” oleh Titi Sulastri. Katanya:

Aku seorang buruh tani

Hanya itu pekerjaan yang mampu kulampaui

Setiap hari pantang menyerah

Bercocok tanam demi padi yang melimpah

Mimpi dan harapan ku bumbungkan tinggi

Karena menjadi buruh tani aku tak mati

Karena menjadi buruh tani aku mendapat rezeki

Karena menjadi buruh tani aku menulis puisi

Dalam sebuah puisi yang telah di tulis oleh Titi Sulastri, ia mengungkapkan puisi itu sebagai diafan (kalimat sederhana) namun dari setiap kalimat yang telah disusun dalam larik ada satu kalimat yang membuat pembaca menjadi timbul pertanyaan dengan pernyataanya “karena menjadi buruh tani aku menulis puisi” menjadi buruh tani adalah sebuah konsekuensi yang telah di jalani, ada “Mimpi dan harapan ku bumbungkan tinggi”.

Buruh dari lingkungan pabrik memberikan kata lain untuk bersuara melalui puisi. Mimin Harmini dari PT. Leetex Garment Indonesia dalam penggalan puisinya yang berjudul “Mimpi Yang Terjahit di Antara Kain dan Benang” katanya:

Kain-kain terbentang bagaikan kanvas yang siap di lukis oleh benang

Mimpi-mimpi tersulam dalam setiap jahitan

Jarum dan benang menjadi tinta

Dan pena yang menulis perjuangan tanpa kata

Dalam setiap lipatan dan jahitan yang rapi

Ada mimpi yang terpendam rapi dalam raga

Oh lihatlah pakaian ini 

Ada mimpi dan harapan merek yang ikut terjahit indah  

Di antara kain dan benang

Mimpi-mimpi tersulam dari hal yang kecil menjadi detail, setiap jahitan yang memberikan sebuah warna dan pena memberikan arti perjuangan tanpa kata. Pakaian sebuah identitas yang ikut terjahit namun elok “di antara kain dan benang” menyuratkan buruh pabrik. Mimin Harmini mungkin menegaskan bahwa sebagai buruh jangan melihat sesuatu yang diselesaikan sebagai upah, namun ada sebuah karya, cerminan, keteramilan, kreativitas yang dapat dibanggakan dalam diri.

Berbagi Pengalaman dan Pengetahuan Baru

Dari berbagai kegiatan yang di gagas, saya adalah orang yang senantiasa diajak untuk melek literasi dalam membangun struktur berpikir. Ada sebuah kepekaan yang di bangun oleh Padepokan Kirik Nguyuh bersama Om Baron Famousa yang telah mendidik saya di kandang selama kurang lebih delapan bulan. Kata kandang bukan hanya berbicara soal hewan, tapi.. sekolah.

Pengalaman saya selama di Padepokan Kirik Nguyuh selaian belajar mengenai pemahaman konteks yang ada di dalamnya yang paling dasar adalah tentang lingkungan, dimulai dari menyapu halaman setiap hari. Lalu membuka Kelas Sastra secara gratis yang diikuti oleh siswa SD dan SMP. Kelas sastra yang digagas adalah puisi, karena puisi selain memberikan sebuah rasa dengan bahasa yang cukup sederhana, ia dapat memberikan makna yang universal meliputi “rasa, nada, ekspresi, dan pesan”.

Baca Juga: Jalan Kota Bandung yang Tak Lagi Ramah di Mata Pengguna Sepeda

Selain itu juga, saya ikut berpartisipasi dalam melestarikan gamelan sorawatu. Sebuah jenis gamelan batu yang cara bermainnya tanpa pentatonis/diatonis. Gamelan sorawatu yang digagas oleh Om Baron Famousa memiliki kebebasan bagi masyarakat untuk belajar musik, masyarakat yang ikut serta terdiri dari berbagai latar belakang seperti: buruh tani, pendidik, pekerja, penjahit, mahasiswa, dan sebagainya. Membahas gamelan sorawatu memiliki sebuah filosofis yang di dalamnya terdapat nilai-nilai pancasila, dan pendekatan pembelajaran sosial emosiional. Pendidikan berbasis masyarakat di Padepokan Kirik Nguyuh itu gratis karena menarik sebuah semboyan dari Ki Hadjar Dewantara “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah, dan jadikan setiap orang sebagai guru”.

Dari PKBM pertama dan PKBM kedua saya turut berpartisipasi dalam kegiatannya. Di mulai dari awal bulan Januari-Februari ada kelas BUMM (Buruh Majalengka Menulis), bulan Maret-April ada Kelas BUMN (Buruh Majalengk Ngagaok), dan di Bulan Mei ada LKPPM (Literasi Keuangan Pekerja Perempuan Majalengka) Tahun 2025. Kegiatan ini tercipta dari proses ikhtiar serta istiqomah panjang Om Baron Famousa bersama kawan-kawan. Rangkaian kegiatan tercipta dari menentukan struktur berpikir dalam menemukan suatu ide-ide baru, sehingga semesta juga ikut merestui. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Assegaf
Pegiat Literasi

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)