Cigalintung, Kawasan Perbukitan yang Berkelok-kelok

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Lembur Cigalintung, kawasan yang berbukit dan berlembah dalam dengan sungai yang berkelok-kelok. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Lembur Cigalintung, kawasan yang berbukit dan berlembah dalam dengan sungai yang berkelok-kelok. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Sangat mungkin, hanya ada dua nama geografis Cigalintung di Jawa Barat. Kedua nama geografis itu berada di Kabupaten Garut, sekitar tujuh-delapan kilometer jarak lurus dari pantai selatan ke arah utara.

Pertama Lembur Cigalintung yang berada di Desa Cijayana, Kecamatan Mekarmukti, dan kedua Lembur Cigalintung di Desa Margalaksana, Kecamatan Bungbulang.

Ada juga nama geografis Galintung yang disebut menjadi sumber bahan baku atau asal besi untuk pembuatan keris. Dalam pembuatan keris pusaka (gagaman) di Sumenep, Madura, disebutkan bahwa bahan dasar pembuatan kerisnya berupa campuran bermacam besi yang berasal dari berbagai tempat.

Ada besi kuning dari Negri Cina, besi pulosani dari Pulau Asin, besi malelo (dari …?), besi karangkijang dari Pulau Karangkijang, besi karangsemut dari Pulau Karangsemut, besi sambojo dari Negeri Kamboja atau Cempa, dan besi galintung dari daerah Galintung di Tanah Hindu. Namun tidak disebutkan dengan persis, di mana letak daerah Galintung di Tanah Hindu itu. 

Kembali ke Lembur Cigalintung di Kabupaten Garut yang sudah pasti lokasinya, berada di Jawa Barat bagian selatan, tepatnya di Garut Selatan. Kawasannya berupa rangkan gunung-gunung api tua yang ditoreh oleh lembah yang dalam, dengan arah utara-selatan. Di dasar lembahnya mengalir anak-anak sungai, yang bermuara di aliran sungai yang lebih besar, meliuk-liuk mengikuti karakter bumi yang dilaluinya, kemudian bermuara di Samudra Hindia yang bergelora. 

Gawir-gawir gunung yang tegak, di punggungannya menjadi lintasan para peziarah masa lalu yang berangkat dari arah laut menuju gunung, atau sebaliknya dari arah gunung menuju laut. Jalan-jalan setapak itu kemudian diperlebar, diperkeras, dibangun menjadi jalan-jalan yang saat ini dipakai untuk menghubungkan masyarakat yang berada di pesisir dan masyarakat yang berada di gunung.

Ketika punggungan gunung terlalu tinggi untuk dilintasi, sulit untuk mencapainya, terlalu mengurai tenaga, dan berbahaya bagi para penjelajah masa lalu, maka ada jalan setapak yang dibuat meniti gawir dengan lembah yang curam di satu sisi, dan tebing yang tegak menjulang di sisi lainnya. Keadaan buminya itulah yang membuat jalan lintasan yang membujur utara-selatan di selatan Jawa Barat itu keadaannya bergelombang berkelok-kelok menurun saat melaju menuju pantai, menuju laut, dan, bergelombang berkelok-kelok menanjak ketika berjalan dari pantai menuju ke gunung di utara.

Keadaan rona bumi itulah yang disebut galintung. Rona Bumi yang berbukit-bukit, bergelombang, berlembah dalam dengan sungai mengalir di dasarnya yang berkelok-kelok, begitu juga jalan yang melaluinya, naik-turun, mengular berkelok-kelok. 

Dalam bahasa Sunda yang lebih baru, keadaan ronabumi galintung itu disebut arileu, arula-arileu, bergelombang berbukit-bukit dengan lembah yang dalam dan berkelok-kelok. Ada juga toponim arinem. Apakah kata arinem mempunyai arti yang sama dengan galintung atau arileu? Perlu penelusuran lebih dalam lagi.

Mengapa Jawa Barat Selatan menjadi kawasan yang galintung? Di Kabupaten Garut terdapat kerucut-kerucut gunungapi aktif tipe A, seperti Gunung Guntur dan Gunung Papandayan, serta gunung-gunung api yang sedang tertidur pulas, seperti Gunung Cikuray. Untuk mudahnya, bila menyusuri jalan dari Cikajang ke arah selatan, menuju pantai yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, jalannya akan terus menurun dan berkelok-kelok. 

Rangkaian Pegunungan Selatan itu sesungguhnya berupa rangkaian gunung-gunung api yang pernah meletus antara 28 juta sampai 20 juta tahun yang lalu. Material letusannya berupa batupasir, abu gunung api, batu apung, kerikil, bom gunung api, bongkah lava, dihamburkan ke kawasan yang sangat luas dengan ketebalan endapan ada yang mencapai 2.500 m. Pegunungan Selatan Jawa Barat itu berupa fosil gunung-gunung api yang membentang barat – timur sepanjang 250 km dengan lebar sekitar 50 km. 

Setidaknya ada tiga lapisan batuan yang menyusun rangkaian Pegunungan Selatan Jawa Barat. Pertama lapisan bebatuan hasil letusan gunung api yang masih aktif sampai saat ini.  Lebih ke selatan, di bawah endapan itu terdapat lapisan endapan dari letusan gunungapi purba berumur 28 juta sampai 20 juta tahun. Di bawah lapisan itu terdapat lapisan endapan batuan hasil dari letusan-letusan gunung api yang lebih tua, yang meletus 45 juta tahun yang lalu. 

Peran iklim sangat kuat setelah material letusan gunung-gunungapi itu diendapkan. Hujan, panas pada siang hari – dan dingin pada malam hari, akar tumbuhan yang menembus bebatuan, faktor-faktor itu menyebabkan terjadinya pelapukan yang terus menerus. Ditambah panas dari dalam bumi yang terus mengukus, telah mengubah bebatuan di atasnya, menyebabkan Jawa Barat Selatan menjadi kawasan yang mudah dihancurkan alam. Torehan air meteorik yang kuat di bebatuan yang lapuk, telah membentuk rangkaian pegunungan yang ditoreh erosi yang kuat selama dua puluh delapan juta tahun.

Inilah yang menyebabkan Jawa Barat Selatan menjadi kawasan dengan rona bumi yang galintung, kawasan yang berbukit-bukit, berlembah dalam, dengan aliran sungai yang berkelok-kelok di daerah-daerah terendahnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)