Cigalintung, Kawasan Perbukitan yang Berkelok-kelok

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Jumat 07 Nov 2025, 12:50 WIB
Lembur Cigalintung, kawasan yang berbukit dan berlembah dalam dengan sungai yang berkelok-kelok. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Lembur Cigalintung, kawasan yang berbukit dan berlembah dalam dengan sungai yang berkelok-kelok. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Sangat mungkin, hanya ada dua nama geografis Cigalintung di Jawa Barat. Kedua nama geografis itu berada di Kabupaten Garut, sekitar tujuh-delapan kilometer jarak lurus dari pantai selatan ke arah utara.

Pertama Lembur Cigalintung yang berada di Desa Cijayana, Kecamatan Mekarmukti, dan kedua Lembur Cigalintung di Desa Margalaksana, Kecamatan Bungbulang.

Ada juga nama geografis Galintung yang disebut menjadi sumber bahan baku atau asal besi untuk pembuatan keris. Dalam pembuatan keris pusaka (gagaman) di Sumenep, Madura, disebutkan bahwa bahan dasar pembuatan kerisnya berupa campuran bermacam besi yang berasal dari berbagai tempat.

Ada besi kuning dari Negri Cina, besi pulosani dari Pulau Asin, besi malelo (dari …?), besi karangkijang dari Pulau Karangkijang, besi karangsemut dari Pulau Karangsemut, besi sambojo dari Negeri Kamboja atau Cempa, dan besi galintung dari daerah Galintung di Tanah Hindu. Namun tidak disebutkan dengan persis, di mana letak daerah Galintung di Tanah Hindu itu. 

Kembali ke Lembur Cigalintung di Kabupaten Garut yang sudah pasti lokasinya, berada di Jawa Barat bagian selatan, tepatnya di Garut Selatan. Kawasannya berupa rangkan gunung-gunung api tua yang ditoreh oleh lembah yang dalam, dengan arah utara-selatan. Di dasar lembahnya mengalir anak-anak sungai, yang bermuara di aliran sungai yang lebih besar, meliuk-liuk mengikuti karakter bumi yang dilaluinya, kemudian bermuara di Samudra Hindia yang bergelora. 

Gawir-gawir gunung yang tegak, di punggungannya menjadi lintasan para peziarah masa lalu yang berangkat dari arah laut menuju gunung, atau sebaliknya dari arah gunung menuju laut. Jalan-jalan setapak itu kemudian diperlebar, diperkeras, dibangun menjadi jalan-jalan yang saat ini dipakai untuk menghubungkan masyarakat yang berada di pesisir dan masyarakat yang berada di gunung.

Ketika punggungan gunung terlalu tinggi untuk dilintasi, sulit untuk mencapainya, terlalu mengurai tenaga, dan berbahaya bagi para penjelajah masa lalu, maka ada jalan setapak yang dibuat meniti gawir dengan lembah yang curam di satu sisi, dan tebing yang tegak menjulang di sisi lainnya. Keadaan buminya itulah yang membuat jalan lintasan yang membujur utara-selatan di selatan Jawa Barat itu keadaannya bergelombang berkelok-kelok menurun saat melaju menuju pantai, menuju laut, dan, bergelombang berkelok-kelok menanjak ketika berjalan dari pantai menuju ke gunung di utara.

Keadaan rona bumi itulah yang disebut galintung. Rona Bumi yang berbukit-bukit, bergelombang, berlembah dalam dengan sungai mengalir di dasarnya yang berkelok-kelok, begitu juga jalan yang melaluinya, naik-turun, mengular berkelok-kelok. 

Dalam bahasa Sunda yang lebih baru, keadaan ronabumi galintung itu disebut arileu, arula-arileu, bergelombang berbukit-bukit dengan lembah yang dalam dan berkelok-kelok. Ada juga toponim arinem. Apakah kata arinem mempunyai arti yang sama dengan galintung atau arileu? Perlu penelusuran lebih dalam lagi.

Mengapa Jawa Barat Selatan menjadi kawasan yang galintung? Di Kabupaten Garut terdapat kerucut-kerucut gunungapi aktif tipe A, seperti Gunung Guntur dan Gunung Papandayan, serta gunung-gunung api yang sedang tertidur pulas, seperti Gunung Cikuray. Untuk mudahnya, bila menyusuri jalan dari Cikajang ke arah selatan, menuju pantai yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, jalannya akan terus menurun dan berkelok-kelok. 

Rangkaian Pegunungan Selatan itu sesungguhnya berupa rangkaian gunung-gunung api yang pernah meletus antara 28 juta sampai 20 juta tahun yang lalu. Material letusannya berupa batupasir, abu gunung api, batu apung, kerikil, bom gunung api, bongkah lava, dihamburkan ke kawasan yang sangat luas dengan ketebalan endapan ada yang mencapai 2.500 m. Pegunungan Selatan Jawa Barat itu berupa fosil gunung-gunung api yang membentang barat – timur sepanjang 250 km dengan lebar sekitar 50 km. 

Setidaknya ada tiga lapisan batuan yang menyusun rangkaian Pegunungan Selatan Jawa Barat. Pertama lapisan bebatuan hasil letusan gunung api yang masih aktif sampai saat ini.  Lebih ke selatan, di bawah endapan itu terdapat lapisan endapan dari letusan gunungapi purba berumur 28 juta sampai 20 juta tahun. Di bawah lapisan itu terdapat lapisan endapan batuan hasil dari letusan-letusan gunung api yang lebih tua, yang meletus 45 juta tahun yang lalu. 

Peran iklim sangat kuat setelah material letusan gunung-gunungapi itu diendapkan. Hujan, panas pada siang hari – dan dingin pada malam hari, akar tumbuhan yang menembus bebatuan, faktor-faktor itu menyebabkan terjadinya pelapukan yang terus menerus. Ditambah panas dari dalam bumi yang terus mengukus, telah mengubah bebatuan di atasnya, menyebabkan Jawa Barat Selatan menjadi kawasan yang mudah dihancurkan alam. Torehan air meteorik yang kuat di bebatuan yang lapuk, telah membentuk rangkaian pegunungan yang ditoreh erosi yang kuat selama dua puluh delapan juta tahun.

Inilah yang menyebabkan Jawa Barat Selatan menjadi kawasan dengan rona bumi yang galintung, kawasan yang berbukit-bukit, berlembah dalam, dengan aliran sungai yang berkelok-kelok di daerah-daerah terendahnya. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Feb 2026, 09:39

Ngabuburit di Museum Pos Indonesia: Menunggu Senja di Lorong Sejarah 

Suasana ngabuburit bisa terasa lebih bermakna dengan berkunjung ke Museum Pos Indonesia di Bandung.

Gedung Museum Pos Indonesia Jl Cilaki No.73 Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 26 Feb 2026, 07:00

Tantangan Kelurahan Sukapura Kawal Balita dari Risiko Stunting

Data Kelurahan Sukapura Tahun 2025 menunjukkan jumlah anak berisiko stunting menurun dari 83 anak pada 2024 menjadi 53 anak pada 2025.

Kader kesehatan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong memberikan imunisasi untuk anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 25 Feb 2026, 20:40

Satgas PASTI Hentikan AMG Pantheon dan MBAStack, Waspada Penipuan Investasi yang Mencatut Nama Perusahaan Global!

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) kembali mengambil langkah tegas dalam melindungi masyarakat dari jeratan investasi bodong yang semakin canggih.

Ilustrasi ancaman penipuan investasi ilegal. (Sumber: Freepik)
Bandung 25 Feb 2026, 19:54

Strategi OJK Jawa Barat Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Tangkal Investasi Ilegal Lewat GERAK Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah).
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 18:42

Bahasa Sunda dalam Ritme Ramadan

Bahasa Sunda menyimpan jejak pengalaman kolektif itu melalui kata-kata berawalan “nga-”.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 25 Feb 2026, 17:03

Kisah Lius Menjaga Nyala Pukis Beng-beng: Warisan Ayah Sejak 1989 yang Bertahan di Tengah Modernitas Bandung

Cetakan besi, adonan pukis, hingga topping coklat, keju, maupun pandan merupakan pemandangan sehari-hari yang dilihat oleh Lius (40), pemilik usaha Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak.

Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 15:00

Ketika Lema Arab Menjadi Milik Indonesia: Perjalanan Kosakata Ramadan

Mayoritas kosakata khas Ramadan yang digunakan masyarakat Indonesia berasal dari bahasa Arab dan telah mengalami penyesuaian.

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 25 Feb 2026, 13:33

Di Balik Kilau Manusia Silver: Lendir Hitam dari Hidung, Kulit Memerah, dan Panas yang Harus Ditahan

Teguh mengatakan bahwa setiap kali kehujanan, dari hidungnya kerap keluar lendir berwarna hitam. Ia juga mengaku penglihatannya menjadi buram ketika matanya kemasukan cat.

Erwin melumuri badanya mengggunakan tinta sablon plastik berbahan kimia yang dicampur minyak goreng. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 25 Feb 2026, 11:18

Rumah untuk Siapa: Potret Pembiayaan Perumahan di Tengah Rekor Pertumbuhan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat bahwa backlog perumahan nasional mencapai 9,9 juta unit.

Salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 10:24

Bukan Sekadar Bangun Pagi, 5 Tradisi Sahur Penuh Cinta

Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini.

Tradisi membangunkan sahur di kota dan pedesaan. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)
Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)