Awal tonggak sejarah kebangkitan teknologi ini dimulai dari penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995 di Bandung. Hasil karya anak bangsa ini menjadi bukti bahwa teknologi penerbangan di Indonesia tidak boleh disia-siakan.
Karya inovatif anak bangsa Indonesia benar-benar membuktikan kepada dunia. Sejarah sudah mencatat bahwa publikasi teknologi inovatif ini menandakan adanya ruh betapa pentingnya menanamkan perhatian, minat, dan kesadaran bangsa Indonesia terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bersinergi dalam pembangunan nasional yang berkesinambungan.
Pada hari kebangkitan teknologi nasional selalu menjadi dambaan masyarakat menunggu apakah IPTEK yang diciptakan saat ini oleh anak bangsa sendiri sudah dapat digunakan? Apakah visi negeri kita sudah menuju ke IPTEK yang mendunia?
Jika kita merekam ingatan, sejak cita-cita besar presiden Habibie ingin mewujudkan impian bahwa Indonesia bisa menciptakan pesawat terbang, saat itu masyarakat sangat optimis jika kelak Indonesia benar-benar memiliki pesawat terbang pertama kali di Asia.
Harapan itu menyala dan Indonesia digadang akan menjadi negeri adidaya di dunia kedirgantaraan, yang siap berdaya saing dengan negeri lain. Terlebih presiden Habibie sangat visioner dan menjanjikan.
Delapan puluh satu tahun kemerdekaan Indonesia sudah semestinya kita memulai lagi untuk mengejar cita-cita mulia dari presiden RI ke 3, BJ Habibie. Kendati memerlukan dana besar, rasanya bukan hal sulit bagi pemerintahan Indonesia mewujudkannya. Sebagaimana program yang sudah berjalan dan terwujud. Artinya tidak ada masalah dalam hal pendanaan.
Pertanyaan yang tidak sulit menemukan jawabannya. Kita yakin bahwa pemerintah Indonesia mampu menggerakkan kembali kejayaan kedirgantaraan yang pernah berjaya di masa orde baru.
PSN Pesawat Sebagai Identitas Nasional
Berdasar hasil crowdfunding pesawat R80 yang dilakukan pada tahun 2017 dan diinisiasi oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI) bekerja sama dengan Dukungan Indonesia untuk membantu pendanaan awal prototipe pesawat regional rancangan Presiden RI ke-3 B.J. Habibie ini mencapai lebih dari Rp200 miliar, dukungan moral tersebut sangat membantu, adapun pendanaan dibutuhkan 20 triliun.
Adapun pada saat melakukan urun dana tersebut murni sumbangan tanpa skema investasi atau pembagian hasil, di mana donatur minimal Rp100.000 berhak mendapatkan reward berupa pencantuman foto atau nama di badan pesawat R80.

Namun impian itu belum terwujud karena pada tahun 2020 pemerintah telah menghapuskan pesawat R80 dari daftar PSN. Pukulan telak yang membuat masyarakat menyesali mendapat kabar tersebut.
Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh. Dukungan yang penting dari APBN sangat adil ketika pesawat R80 dan N245 menjadi identitas nasional.
Menyambung dari mimpi anak bangsa sendiri, bercita-cita menerbangkan impian masyarakat juga. Tak seharusnya dibiarkan menggantung begitu saja. Perhatian ini perlu diluruskan dan dikhususkan. Mengingat teknologi kedirgantaraan Indonesia telah memiliki gen yang unik dan gen yang tidak dimiliki oleh negara lainnya.
Pilihan tepat pemerintah Indonesia membangkitkan dan merestorasi pesawat terbang yang diidamkan oleh masyarakat. Sehingga di ulang tahun Indonesia ini bukan lagi harapan semu. Padahal di dunia internasional, pandangan bahwa pesawat yang diciptakan oleh Indonesia memiliki segmentasi pasar yang strategis. Letak geografis Indonesia yang sangat tepat bagi pesawat dengan rute pendek.
Andai saja pemerintah kita memunculkan PSN bagi pesawat tercinta maka suatu kebanggaan yang tak terhingga. PSN bagi pesawat adalah melambangkan bahwa keinginan masyarakat terpenuhi dengan memiliki pesawat buatan Indonesia.
Apakah pemerintah bersedia? Kita akan menunggu gebrakannya. Sampai kapan akan terwujud? Entah, kita hanya mendoakan hal itu terjadi di tahun ini, mungkin terdekat. Tapi walaupun di tahun depan dipastikan, akan menjadi kebanggaan yang menyakinkan. Seandainya demikian suara rakyat didengarkan.
Teknologi Indonesia Saat Ini
Mengutip dari Kompas, bahwa teknologi Indonesia saat ini sedang mengalami lompatan besar yang berfokus pada percepatan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), ekspansi pusat data (data center), dan integrasi ekonomi digital guna memposisikan diri sebagai pemimpin digital di Asia Tenggara, juga pada industri strategis dan dirgantara berfokus melalui PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sukses mengembangkan varian komersial pesawat amfibi N219 Nurtanio untuk konektivitas pulau terpencil.

Meski arahnya sudah dituangkan, namun harapan besarnya dari masyarakat masih berhubungan dengan pesawat jauh lebih dari yang digambarkan. Kenyataannya bahwa pesawat yang seandainya dihidupkan dan dibangkitkan akan memberikan wajah Indonesia di mata internasional jauh lebih berwibawa dan menunjukkan identitas nasional yang mampu menunjukkan jati dirinya.
Tidak dapat dipungkiri jika pesawat yang diciptakan oleh presiden BJ Habibie ini memberikan bukti bahwa Indonesia berada di jalan yang tepat dalam menciptakan teknologi mutakhir dan paling diimpikan oleh banyak negara. Namun jika mimpi ini masih dikubur dalam-dalam dan tidak segera diwujudkan.
Maka sudah sepatutnya menjadi pertanyaan besar. Mengapa Indonesia tidak mau membangkitkan teknologi sampai disia-siakan? Sewajibnya pemerintah mendukung produk buatan anak bangsa sendiri. (*)