Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)

Awal tonggak sejarah kebangkitan teknologi ini dimulai dari penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995 di Bandung. Hasil karya anak bangsa ini menjadi bukti bahwa teknologi penerbangan di Indonesia tidak boleh disia-siakan. 

Karya inovatif anak bangsa Indonesia benar-benar membuktikan kepada dunia. Sejarah sudah mencatat bahwa publikasi teknologi inovatif ini menandakan adanya ruh betapa pentingnya menanamkan perhatian, minat, dan kesadaran bangsa Indonesia terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bersinergi dalam pembangunan nasional yang berkesinambungan.

Pada hari kebangkitan teknologi nasional selalu menjadi dambaan masyarakat menunggu apakah IPTEK yang diciptakan saat ini oleh anak bangsa sendiri sudah dapat digunakan? Apakah visi negeri kita sudah menuju ke IPTEK yang mendunia?

Jika kita merekam ingatan, sejak cita-cita besar presiden Habibie ingin mewujudkan impian bahwa Indonesia bisa menciptakan pesawat terbang, saat itu masyarakat sangat optimis jika kelak Indonesia benar-benar memiliki pesawat terbang pertama kali di Asia.

Harapan itu menyala dan Indonesia digadang akan menjadi negeri adidaya di dunia kedirgantaraan, yang siap berdaya saing dengan negeri lain. Terlebih presiden Habibie sangat visioner dan menjanjikan.

Delapan puluh satu tahun kemerdekaan Indonesia sudah semestinya kita memulai lagi untuk mengejar cita-cita mulia dari presiden RI ke 3, BJ Habibie. Kendati memerlukan dana besar, rasanya bukan hal sulit bagi pemerintahan Indonesia mewujudkannya. Sebagaimana program yang sudah berjalan dan terwujud. Artinya tidak ada masalah dalam hal pendanaan. 

Pertanyaan yang tidak sulit menemukan jawabannya. Kita yakin bahwa pemerintah Indonesia mampu menggerakkan kembali kejayaan kedirgantaraan yang pernah berjaya di masa orde baru. 

PSN Pesawat Sebagai Identitas Nasional

Berdasar hasil crowdfunding pesawat R80 yang dilakukan pada tahun 2017 dan diinisiasi oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI) bekerja sama dengan ⁠Dukungan Indonesia untuk membantu pendanaan awal prototipe pesawat regional rancangan Presiden RI ke-3 B.J. Habibie ini mencapai lebih dari Rp200 miliar, dukungan moral tersebut sangat membantu, adapun pendanaan dibutuhkan 20 triliun.

Adapun pada saat melakukan urun dana tersebut murni sumbangan tanpa skema investasi atau pembagian hasil, di mana donatur minimal Rp100.000 berhak mendapatkan reward berupa pencantuman foto atau nama di badan pesawat R80. 

Petugas membersihkan salahsatu fasilitas Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Petugas membersihkan salahsatu fasilitas Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Namun impian itu belum terwujud karena pada tahun 2020 pemerintah telah menghapuskan pesawat R80 dari daftar PSN. Pukulan telak yang membuat masyarakat menyesali mendapat kabar tersebut. 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh. Dukungan yang penting dari APBN sangat adil ketika pesawat R80 dan N245 menjadi identitas nasional. 

Menyambung dari mimpi anak bangsa sendiri, bercita-cita menerbangkan impian masyarakat juga. Tak seharusnya dibiarkan menggantung begitu saja. Perhatian ini perlu diluruskan dan dikhususkan. Mengingat teknologi kedirgantaraan Indonesia telah memiliki gen yang unik dan gen yang tidak dimiliki oleh negara lainnya. 

Pilihan tepat pemerintah Indonesia membangkitkan dan merestorasi pesawat terbang yang diidamkan oleh masyarakat. Sehingga di ulang tahun Indonesia ini bukan lagi harapan semu. Padahal di dunia internasional, pandangan bahwa pesawat yang diciptakan oleh Indonesia memiliki segmentasi pasar yang strategis. Letak geografis Indonesia yang sangat tepat bagi pesawat dengan rute pendek. 

Andai saja pemerintah kita memunculkan PSN bagi pesawat tercinta maka suatu kebanggaan yang tak terhingga. PSN bagi pesawat adalah melambangkan bahwa keinginan masyarakat terpenuhi dengan memiliki pesawat buatan Indonesia. 

Apakah pemerintah bersedia? Kita akan menunggu gebrakannya. Sampai kapan akan terwujud? Entah, kita hanya mendoakan hal itu terjadi di tahun ini, mungkin terdekat. Tapi walaupun di tahun depan dipastikan, akan menjadi kebanggaan yang menyakinkan. Seandainya demikian suara rakyat didengarkan. 

Teknologi Indonesia Saat Ini 

Mengutip dari Kompas, bahwa teknologi Indonesia saat ini sedang mengalami lompatan besar yang berfokus pada percepatan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), ekspansi pusat data (data center), dan integrasi ekonomi digital guna memposisikan diri sebagai pemimpin digital di Asia Tenggara, juga pada industri strategis dan dirgantara berfokus melalui PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sukses mengembangkan varian komersial pesawat amfibi N219 Nurtanio untuk konektivitas pulau terpencil. 

Meski arahnya sudah dituangkan, namun harapan besarnya dari masyarakat masih berhubungan dengan pesawat jauh lebih dari yang digambarkan. Kenyataannya bahwa pesawat yang seandainya dihidupkan dan dibangkitkan akan memberikan wajah Indonesia di mata internasional jauh lebih berwibawa dan menunjukkan identitas nasional yang mampu menunjukkan jati dirinya. 

Tidak dapat dipungkiri jika pesawat yang diciptakan oleh presiden BJ Habibie ini memberikan bukti bahwa Indonesia berada di jalan yang tepat dalam menciptakan teknologi mutakhir dan paling diimpikan oleh banyak negara. Namun jika mimpi ini masih dikubur dalam-dalam dan tidak segera diwujudkan. 

Maka sudah sepatutnya menjadi pertanyaan besar. Mengapa Indonesia tidak mau membangkitkan teknologi sampai disia-siakan? Sewajibnya pemerintah mendukung produk buatan anak bangsa sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)