Ini Sosok John Herdman Pelatih Baru Timnas: Adakah Pemain Persib yang Dipanggil?

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)
John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)

TEKA-TEKI siapa sosok pelatih timnas sepakbola Indonesia pasca “dipecatnya” Shin Tae-Young (STY) dan Patrick Kluivert (PK) terjawab sudah. Ternyata, sosok itu tidak terkenal-terkenal banget—tapi punya rekam jejak prestasi kepelatihan yang tidak kalah dari STY, bahkan ada yang menyebut gaya melatihnya mirip. Ia bukan berasal dari Belanda, Italia, atau Spanyol, yang dikenal sebagai negara yang punya tradisi sepak bola yang baik. Ya, pelatih timnas yang terpilih PSSI menukangi timnas itu bernama John Herdman, berkebangsaan Inggris.

John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. Ia menjabat sebagai pelatih pengembangan untuk akademi muda Sunderland hingga 2001, lalu ia pindah ke Selandia Baru. 

Tiba di Selandia Baru, ia bergabung dengan program asosiasi sepak bola nasional pada 2003, awalnya menjabat sebagai manajer pendidikan pelatih dan kemudian sebagai direktur pengembangan sepak bola. Herdman menjadi pelatih kepala untuk tim nasional sepak bola wanita Selandia Baru dari 2006 hingga 2011.

Kemudian, ia memimpin skuad U-20 ke Kejuaraan Dunia 2006, hasil turnamen pemuda pertama bagi federasi tersebut, dan kemudian pada Piala Dunia U-20 2010, yang mengamankan kemenangan pertama bagi tim pemuda di Piala Dunia. 

Kepincut atas prestasi John Herdman, 3 Januari 2026 yang lalu, PSSI pun tidak ragu dan secara resmi menunjuknya sebagai kepala pelatih baru tim nasional Indonesia. (Sumber: Kemenpora)
Kepincut atas prestasi John Herdman, 3 Januari 2026 yang lalu, PSSI pun tidak ragu dan secara resmi menunjuknya sebagai kepala pelatih baru tim nasional Indonesia. (Sumber: Kemenpora)

Ia juga membimbing skuad senior ke Piala Dunia Wanita FIFA 2007 dan 2011 serta Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing. Atas kontribusinya, ia diakui sebagai Pelatih Sepak Bola Terbaik Selandia Baru (2006, 2008) dan Tim Sepak Bola Terbaik Selandia Baru (2008).

Rekam jejak John Herdman juga tercatat di Kanada. Kontribusi cemerlangnya pada tim nasional Kanada Adalah sebagai pelatih pertama yang memimpin tim wanita dan pria ke Piala Dunia. Herdman melatih tim nasional sepak bola wanita Kanada dari 2011 hingga 2018, membimbing mereka meraih medali perunggu Olimpiade berturut-turut (2012, 2016) dan mencapai perempat final Piala Dunia Wanita FIFA 2015. 

Kemudian ia beralih ke program tim putra. Di tim putra, kariernya moncer memimpin tim nasional sepak bola Kanada ke Piala Dunia FIFA pertama mereka dalam 36 tahun pada 2022. Herdman dipuji karena telah membentuk kembali budaya tim nasional Kanada. Ia membantu meningkatkan profil sepak bola Kanada di dalam dan luar negeri, meletakkan dasar yang kuat menjelang penyelenggaraan bersama Piala Dunia FIFA 2026. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai kepala pelatih Toronto FC di Major League Soccer, dari 2023 hingga 2024. 

Kepincut atas prestasi John Herdman, 3 Januari 2026 yang lalu, PSSI pun tidak ragu dan secara resmi menunjuk Herdman sebagai kepala pelatih baru tim nasional Indonesia. Ia dikontrak hingga 2027 dengan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya sebagai bagian dari roadmap jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.

Selain sebagai pelatih, John Herdman dikenal juga sebagai motivator ulung dan ahli taktik, terkenal karena membangun mentalitas pemenang, semangat kolektif, serta ketangguhan mental, bahkan memiliki latar belakang sebagai guru dan pembicara publik, menjadikannya sosok ideal untuk membangkitkan kepercayaan diri dan performa Skuad Garuda menuju level dunia.

Tidak hanya dipercaya menukangi timnas senior, PSSI juga membebankan tanggung jawab besar lain dengan menyerahkan Timnas Indonesia U-23 ke tangannya. Sepanjang tahun 2026 saja, Herdman setidaknya akan memimpin Indonesia di dua ajang penting. Timnas senior dijadwalkan tampil pada FIFA Series Maret mendatang, lalu berlanjut ke Piala AFF 2026 yang akan digelar pertengahan tahun.

Herdman ditarget membawa Timnas Indonesia bersinar di Piala Asia 2027, meloloskan Timnas U-23 ke Olimpiade Los Angeles 2028, hingga target terbesar, mengantar Garuda lolos ke Piala Dunia 2030.

Saat diperkenalkan, Herdman mengaku ia telah melangkah jauh dan mengatakan telah berkomunikasi dengan sejumlah penggawa timnas untuk berbincang sembari memperkenalkan diri. Gelandang Persib Beckham Putra mengaku sudah dihubungi dan berkomunikasi langsung dengan John Herdman. 

Baca Juga: Merawat Imajinasi

Menurut Beckham, John Herdman adalah sosok pelatih yang hangat dan bersahabat sehingga tampak bisa cepat dekat dengan para pemain. Beckham pun dan tentu saja dengan langganan timnas dari Persib, Tom Haye dan Marc Klok, berharap ke depannya masih dilirik oleh pelatih untuk membela skuad Garuda. Selain dengan Beckham Putra, John Herdman juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pemain Timnas Indonesia. 

Beberapa pengamat menyebut gaya melatih John Herdman mirip dengan gaya melatih Shin Tae Yong (STY) yang lebih menekankan pada pertahanan. Dari formasi andalan 3-4-2-1, permainan intensitas tinggi, sisi pragmatis, hingga rencana program kepelatihan yang cukup rapi, semuanya berpadu padan dengan rekam jejak pernah membawa satu negara lolos ke Piala Dunia. Mereka juga tampak menaruh perhatian khusus, pada aspek stamina dan kebugaran fisik.

John Herdman akan didampingi Cesar Meylan, yang akan bertugas sebagai pelatih fisik Tim Garuda. Staf kepercayaan pelatih asal Inggris ini dikenal sebagai ilmuwan olahraga, dengan gelar akademik Doktor (PhD) bidang Strength & Conditioning dari AUT University, Selandia Baru. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Jul 2026, 20:11

Masih Ada Asa untuk Pos Indonesia

Sektor logistik merupakan asa bagi karyawan Posindo.

Ilustrasi kondisi Posindo yang sedang menghadapi badai disrupsi namun masih ada harapan yang tersisa. (Sumber: Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 18:20

Saat Medium Musik Menjadi Jembatan Emosi antara Institusi dan Publik

Konsistensi gaya komunikasi mampu memperkuat hubungan antara institusi dan publik.

konsistensi gaya komunikasi mampu memperkuat hubungan antara institusi dan publik. (Sumber: https://newsroom.spotify.com)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 18:01

Bagaimana Perusahaan Kosmetik Global Membentuk Opini Publik di Era Media Sosial?

Kunci keberhasilan strategi PR digital dalam membentuk opini publik yang positif dan berkelanjutan.

Kunci keberhasilan strategi PR digital dalam membentuk opini publik yang positif dan berkelanjutan. (Ilustrasi oleh AI)
Wisata & Kuliner 22 Jul 2026, 17:45

Wisata Edukasi Museum ITB Sabuga: Lokasi, Harga Tiket, dan Fasilitas

Berencana mengunjungi Museum ITB? Ketahui harga tiket, cara pemesanan online, jam buka, lokasi, dan fasilitas museum terbaru di Kampus Ganesha Bandung.

Museum ITB. (Sumber: Instagram @indonesiaartdocumentary)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 17:15

Butiran Debu Kapur yang Mengundang Gangguan Saluran Pernapasan

Sepanjang jalan dengan pemandangan pohon berwarna putih saya kira karena warnanya ternyata ada serpihan debu dari pertambangan. Dampaknya terhadap gangguan pernapasan perlu diperhatikan

Pohon yang penuh debu halus dari pertambangan kapur. (Minggu, 19/06/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 16:48

Festival Film Bandung, Jejak Panjang Apresiasi Independen Perfilman Indonesia

Selama hampir empat dekade, Festival Film Bandung terus bertahan melewati berbagai fase perkembangan sinema nasional.

Pengumuman daftar nominasi Festival Film Bandung (FFB) 2026 yang digelar di Gulapadi, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis, 16 Juli 2026. (Foto: Ratna Ayu Budhiarti)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 15:10

Parkir Kendaraan Konvensional di Area Pengisian Daya: Pelanggaran Etika dan Mengganggu Fungsi SPKLU

Parkir kendaraan konvensional di area pengisian daya bukan sekadar pelanggaran etika. Praktik ini dapat mengganggu fungsi SPKLU, mengurangi keandalan layanan, dan menurunkan kenyamanan pengguna.

Kendaraan konvensional yang parkir di area pengisian daya kendaraan listrik pada sebuah SPKLU di Kota Bandung. (Foto: Angga Marditama)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 13:14

Bandung dalam Bayang-Bayang Begal: Realitas atau Efek Viral?

Begal, dengan segala unsur ketegangan dan ancamannya, menjadi “konten” yang nyaris sempurna.

Tersangka Begal di Kawasan Cicendo Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan)
Ikon 22 Jul 2026, 12:58

Pempek Palembang, Warisan Kuliner Legendaris dengan Sejarah dari Era Sriwijaya

Pempek Palembang bukan sekadar makanan khas Sumatera Selatan. Simak sejarah, bahan utama, jenis-jenis pempek, dan kisah cuko yang membuatnya mendunia.

Pempek Palembang, salah satu kuliner legendaris Indonesia.
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 11:02

Gunung Pangradinan: Ketika Pendakian Singkat Menjadi Perjalanan yang Berkesan

Pendakian tektok ke Gunung Pangradinan membuktikan bahwa perjalanan terbaik bukan hanya soal puncak, tetapi juga orang-orang yang ditemui di sepanjang jalan.

Potret kebersamaan yang diambil saat berada di puncak Gunung Pangradinan (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Sifa Nurfauziah)
Beranda 22 Jul 2026, 08:33

Air Situ Ciburuy Menyusut, Dasar Danau Berusia 1 Abad Ini Perlahan Terbuka

Kemarau panjang yang diprediksi BMKG berlangsung hingga Oktober membuat debit air Situ Ciburuy terus surut, hingga dasar bendungan bersejarah berusia satu abad itu mulai terlihat.

Fenomena tahunan menyusutnya air Situ Ciburuy kian terasa di musim kemarau ini, berdampak langsung pada sektor pertanian, pariwisata lokal, hingga aktivitas warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 08:00

Rendezvous Masa Lalu dan Kini di Tanah Pasundan

Bagaimana membaca ingatan antara masa lalu dan kini. Titik pertemuan ini adalah sebuah rendezvous.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 19:52

Menilik Komunikasi Digital dalam Publikasi Peluncuran Layanan Kereta Api

Penggunaan kata kunci pada website dan Instagram memiliki fokus informasi yang sama kepada seluruh masyarakat pembaca digital.

Ilustrasi komunikasi digital layanan kereta api. (AI)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 17:12

Propaganda Masa Pendudukan Jepang di Bandung

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik.

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 17:05

Lontong Balap, Kuliner Ikonik Surabaya yang Lahir dari Para Pedagang Berlari

Sejarah lontong balap Surabaya, dari tradisi pedagang memikul kemaron hingga menjadi salah satu makanan khas Jawa Timur yang paling legendaris.

Lontong Balap khas Surabaya. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:20

Time Travel Seru bareng Cerita Bunda: Menguak Sejarah dan Thrifting Perangko di Museum Pos Bandung!

Kemarin, hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026, saya bareng 20 orang teman-teman dari komunitas Cerita Bunda, main ke Museum Pos Indonesia. Mari simak keseruannya!

Foto 1 Peserta Komunitas Cerita Bunda Sedang Thrifting Perangko dan Postcard. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:07

Tren Manusia Digital: Ketika Live Streamer menjadi Pekerjaan Baru bagi Masyarakat

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun dibalik gemerlap dunia maya seringkali menyisakan moral dan budaya yang semakin terkikis.

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 15:32

Kampanye Digital Akhir Tahun Terbesar Raih Lebih dari 200 Juta Pengguna dalam Satu Hari

Spotify Wrapped 2025 jadi kampanye digital akhir tahun terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna dalam 24 jam pertama dan lebih dari 500 juta kali dibagikan di TikTok, Instagram, dan X.

Ilustrasi platform musik. (Sumber: Pexels | Foto: Breakingpic)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 14:48

Pengembangan Stadion GBLA dan Pusat Produk Peralatan Olahraga

Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 12:06

Tangkis Tengkes untuk Generasi Emas Bandung

Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin.

Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)