Ini Sosok John Herdman Pelatih Baru Timnas: Adakah Pemain Persib yang Dipanggil?

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Selasa 20 Jan 2026, 15:00 WIB
John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)

John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)

TEKA-TEKI siapa sosok pelatih timnas sepakbola Indonesia pasca “dipecatnya” Shin Tae-Young (STY) dan Patrick Kluivert (PK) terjawab sudah. Ternyata, sosok itu tidak terkenal-terkenal banget—tapi punya rekam jejak prestasi kepelatihan yang tidak kalah dari STY, bahkan ada yang menyebut gaya melatihnya mirip. Ia bukan berasal dari Belanda, Italia, atau Spanyol, yang dikenal sebagai negara yang punya tradisi sepak bola yang baik. Ya, pelatih timnas yang terpilih PSSI menukangi timnas itu bernama John Herdman, berkebangsaan Inggris.

John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. Ia menjabat sebagai pelatih pengembangan untuk akademi muda Sunderland hingga 2001, lalu ia pindah ke Selandia Baru. 

Tiba di Selandia Baru, ia bergabung dengan program asosiasi sepak bola nasional pada 2003, awalnya menjabat sebagai manajer pendidikan pelatih dan kemudian sebagai direktur pengembangan sepak bola. Herdman menjadi pelatih kepala untuk tim nasional sepak bola wanita Selandia Baru dari 2006 hingga 2011.

Kemudian, ia memimpin skuad U-20 ke Kejuaraan Dunia 2006, hasil turnamen pemuda pertama bagi federasi tersebut, dan kemudian pada Piala Dunia U-20 2010, yang mengamankan kemenangan pertama bagi tim pemuda di Piala Dunia. 

Kepincut atas prestasi John Herdman, 3 Januari 2026 yang lalu, PSSI pun tidak ragu dan secara resmi menunjuknya sebagai kepala pelatih baru tim nasional Indonesia. (Sumber: Kemenpora)
Kepincut atas prestasi John Herdman, 3 Januari 2026 yang lalu, PSSI pun tidak ragu dan secara resmi menunjuknya sebagai kepala pelatih baru tim nasional Indonesia. (Sumber: Kemenpora)

Ia juga membimbing skuad senior ke Piala Dunia Wanita FIFA 2007 dan 2011 serta Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing. Atas kontribusinya, ia diakui sebagai Pelatih Sepak Bola Terbaik Selandia Baru (2006, 2008) dan Tim Sepak Bola Terbaik Selandia Baru (2008).

Rekam jejak John Herdman juga tercatat di Kanada. Kontribusi cemerlangnya pada tim nasional Kanada Adalah sebagai pelatih pertama yang memimpin tim wanita dan pria ke Piala Dunia. Herdman melatih tim nasional sepak bola wanita Kanada dari 2011 hingga 2018, membimbing mereka meraih medali perunggu Olimpiade berturut-turut (2012, 2016) dan mencapai perempat final Piala Dunia Wanita FIFA 2015. 

Kemudian ia beralih ke program tim putra. Di tim putra, kariernya moncer memimpin tim nasional sepak bola Kanada ke Piala Dunia FIFA pertama mereka dalam 36 tahun pada 2022. Herdman dipuji karena telah membentuk kembali budaya tim nasional Kanada. Ia membantu meningkatkan profil sepak bola Kanada di dalam dan luar negeri, meletakkan dasar yang kuat menjelang penyelenggaraan bersama Piala Dunia FIFA 2026. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai kepala pelatih Toronto FC di Major League Soccer, dari 2023 hingga 2024. 

Kepincut atas prestasi John Herdman, 3 Januari 2026 yang lalu, PSSI pun tidak ragu dan secara resmi menunjuk Herdman sebagai kepala pelatih baru tim nasional Indonesia. Ia dikontrak hingga 2027 dengan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya sebagai bagian dari roadmap jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.

Selain sebagai pelatih, John Herdman dikenal juga sebagai motivator ulung dan ahli taktik, terkenal karena membangun mentalitas pemenang, semangat kolektif, serta ketangguhan mental, bahkan memiliki latar belakang sebagai guru dan pembicara publik, menjadikannya sosok ideal untuk membangkitkan kepercayaan diri dan performa Skuad Garuda menuju level dunia.

Tidak hanya dipercaya menukangi timnas senior, PSSI juga membebankan tanggung jawab besar lain dengan menyerahkan Timnas Indonesia U-23 ke tangannya. Sepanjang tahun 2026 saja, Herdman setidaknya akan memimpin Indonesia di dua ajang penting. Timnas senior dijadwalkan tampil pada FIFA Series Maret mendatang, lalu berlanjut ke Piala AFF 2026 yang akan digelar pertengahan tahun.

Herdman ditarget membawa Timnas Indonesia bersinar di Piala Asia 2027, meloloskan Timnas U-23 ke Olimpiade Los Angeles 2028, hingga target terbesar, mengantar Garuda lolos ke Piala Dunia 2030.

Saat diperkenalkan, Herdman mengaku ia telah melangkah jauh dan mengatakan telah berkomunikasi dengan sejumlah penggawa timnas untuk berbincang sembari memperkenalkan diri. Gelandang Persib Beckham Putra mengaku sudah dihubungi dan berkomunikasi langsung dengan John Herdman. 

Baca Juga: Merawat Imajinasi

Menurut Beckham, John Herdman adalah sosok pelatih yang hangat dan bersahabat sehingga tampak bisa cepat dekat dengan para pemain. Beckham pun dan tentu saja dengan langganan timnas dari Persib, Tom Haye dan Marc Klok, berharap ke depannya masih dilirik oleh pelatih untuk membela skuad Garuda. Selain dengan Beckham Putra, John Herdman juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pemain Timnas Indonesia. 

Beberapa pengamat menyebut gaya melatih John Herdman mirip dengan gaya melatih Shin Tae Yong (STY) yang lebih menekankan pada pertahanan. Dari formasi andalan 3-4-2-1, permainan intensitas tinggi, sisi pragmatis, hingga rencana program kepelatihan yang cukup rapi, semuanya berpadu padan dengan rekam jejak pernah membawa satu negara lolos ke Piala Dunia. Mereka juga tampak menaruh perhatian khusus, pada aspek stamina dan kebugaran fisik.

John Herdman akan didampingi Cesar Meylan, yang akan bertugas sebagai pelatih fisik Tim Garuda. Staf kepercayaan pelatih asal Inggris ini dikenal sebagai ilmuwan olahraga, dengan gelar akademik Doktor (PhD) bidang Strength & Conditioning dari AUT University, Selandia Baru. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

Merawat Imajinasi

Ayo Netizen 20 Jan 2026, 12:21 WIB
Merawat Imajinasi

News Update

Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 17:43 WIB

Quo Vadis BKKBN dalam Kepungan Patologi Sosial

Jika fenomena YOLO, FOMO, dan FOPO dihubungkan, muncul gambaran yang lebih luas mengenai bagaimana komunikasi digital mempengaruhi kesehatan mental individu.
Ilustrasi perubahan perilaku generasi milenial dan Z. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)