Nestapa Gaza, Akankah Dunia Islam Bisa Baik-Baik Saja?

2 menit baca
Nisa Tiana
Ditulis oleh Nisa Tiana diterbitkan
Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis di tengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanul Haque Z)
Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis di tengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanul Haque Z)

Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis ditengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. Sebagian besar warga Gaza masih tinggal di tenda-tenda pengungsian, diterpa badai dan banjir. Kondisi memprihatinkan ini direkam dalam kanal-kanal berita, namun dunia rasanya melihat ‘Gaza masih baik-baik’ saja. Bantuan yang berlanjut, nyatanya tak menghilangkan pendudukan Israel di Gaza, mereka masih bertengger disana menjajah saudara-saudara muslim Palestina.

Dilansir dari antaranews.com, Badan PBB untuk Pengungsian Palestina (UNRWA) meminta agar Israel mengizinkan perlengkapan hunian darurat masuk jalur Gaza karena hujan lebat membanjiri tenda-tenda warga sipil yang terlantar di tengah kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan. “Hujan musim dingin di Gaza membuat kondisi semakin memprihatinkan. Keluarga-keluarga berlindung di manapun mereka bisa, termasuk di tenda-tenda darurat.”

Meski gencatan senjata telah disepakati, Zionis terus memblokir masuknya material perlindungan seperti tenda dan rumah mobil. Terbaru (19/11/25), Zionis Israel juga melanggar perjanjian gencatan senjata dengan meluncurkan serangan dan menewaskan 28 orang. Hal ini menunjukkan bahwa gencatan senjata bukanlah solusi, hanya gimmick.

Sudah berapa kali gencatan senjata dilakukan, sebanyak itu pula pelanggaran terjadi. Selesai? Tidak, penyerangan demi penyerangan terus terjadi hingga warga Palestina terpojok. Solusi? Jelas bukan, nyatanya hingga saat ini Gaza masih berdarah.

Sejatinya yang terjadi di Gaza adalah penjajahan, dan dunia masih menganggap Gaza baik-baik saja, tak ada pengiriman tentara dari negeri-negeri kaum muslim untuk hadapi tentara Israel, tak ada pemimpin negeri-negeri kaum muslimin yang serius menyelesaikan penjajahan ini. PBB sebagai organisasi dunia hanya berdiam, mengirimkan bantuan tanpa upaya sudahi penjajahan di Gaza. Menjaga perdamaian dan keamanan internasional nampak seperti slogan semu, tak terealisasi.

Di mana palestina bukan milik dari suatu bangsa tapi sudah masuk ke dalam krisis kemanusiaan yang mendesak dan menuntut perhatian dari khalayak. (Sumber: Pexels/Ömer Faruk Yıldız)
Di mana palestina bukan milik dari suatu bangsa tapi sudah masuk ke dalam krisis kemanusiaan yang mendesak dan menuntut perhatian dari khalayak. (Sumber: Pexels/Ömer Faruk Yıldız)

Negeri-negeri kaum muslim masih berkonfik, bermasalah, dan terjajah. Kaum muslim masih sibuk memikirkan nasibnya esok, ini bukti dunia Islam tidak baik-baik saja. Penguasa negeri kaum muslim justru asyik berjabat tangan dengan Zionis dan AS, normalisasi hubungan kerjasama diatas penderitaan muslim Gaza. Kepentingan semu yang habisi nyawa kaum muslim. layaknya Gaza, penderitaan muslim Kashmir, Uighur, Rohingya, Sudan pun belum usai.

Sampai kapan? Sampai dunia benar-benar menyadari bahwa kejahatan terhadap kaum muslim akan selesai jika kembali kepada solusi hakiki. Persatuan umat Islam dengan penerapan sistemnya yang mampu merampungkan problem dunia Islam. Sistem yang pernah menaungi tiga agama di Negeri Syam. Sistem yang melahirkan pemimpin yang tegas terhadap ketidakadilan. Sistem yang diperjuangkan oleh Nabi SAW. dan para sahabat.

Persatuan negeri-negeri Islam yang terarah dengan Islam ideologis akan mengalahkan sistem Kapitalisme yang menumbalkan kaum muslimin di atas kepentingan mereka. Umat harus menyadari bahwa dengan Islam ideologislah semua permasalahan dunia Islam akan selesai. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nisa Tiana
Tentang Nisa Tiana
Berbagi pemikiran

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)