Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis ditengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. Sebagian besar warga Gaza masih tinggal di tenda-tenda pengungsian, diterpa badai dan banjir. Kondisi memprihatinkan ini direkam dalam kanal-kanal berita, namun dunia rasanya melihat ‘Gaza masih baik-baik’ saja. Bantuan yang berlanjut, nyatanya tak menghilangkan pendudukan Israel di Gaza, mereka masih bertengger disana menjajah saudara-saudara muslim Palestina.
Dilansir dari antaranews.com, Badan PBB untuk Pengungsian Palestina (UNRWA) meminta agar Israel mengizinkan perlengkapan hunian darurat masuk jalur Gaza karena hujan lebat membanjiri tenda-tenda warga sipil yang terlantar di tengah kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan. “Hujan musim dingin di Gaza membuat kondisi semakin memprihatinkan. Keluarga-keluarga berlindung di manapun mereka bisa, termasuk di tenda-tenda darurat.”
Meski gencatan senjata telah disepakati, Zionis terus memblokir masuknya material perlindungan seperti tenda dan rumah mobil. Terbaru (19/11/25), Zionis Israel juga melanggar perjanjian gencatan senjata dengan meluncurkan serangan dan menewaskan 28 orang. Hal ini menunjukkan bahwa gencatan senjata bukanlah solusi, hanya gimmick.
Sudah berapa kali gencatan senjata dilakukan, sebanyak itu pula pelanggaran terjadi. Selesai? Tidak, penyerangan demi penyerangan terus terjadi hingga warga Palestina terpojok. Solusi? Jelas bukan, nyatanya hingga saat ini Gaza masih berdarah.
Sejatinya yang terjadi di Gaza adalah penjajahan, dan dunia masih menganggap Gaza baik-baik saja, tak ada pengiriman tentara dari negeri-negeri kaum muslim untuk hadapi tentara Israel, tak ada pemimpin negeri-negeri kaum muslimin yang serius menyelesaikan penjajahan ini. PBB sebagai organisasi dunia hanya berdiam, mengirimkan bantuan tanpa upaya sudahi penjajahan di Gaza. Menjaga perdamaian dan keamanan internasional nampak seperti slogan semu, tak terealisasi.

Negeri-negeri kaum muslim masih berkonfik, bermasalah, dan terjajah. Kaum muslim masih sibuk memikirkan nasibnya esok, ini bukti dunia Islam tidak baik-baik saja. Penguasa negeri kaum muslim justru asyik berjabat tangan dengan Zionis dan AS, normalisasi hubungan kerjasama diatas penderitaan muslim Gaza. Kepentingan semu yang habisi nyawa kaum muslim. layaknya Gaza, penderitaan muslim Kashmir, Uighur, Rohingya, Sudan pun belum usai.
Sampai kapan? Sampai dunia benar-benar menyadari bahwa kejahatan terhadap kaum muslim akan selesai jika kembali kepada solusi hakiki. Persatuan umat Islam dengan penerapan sistemnya yang mampu merampungkan problem dunia Islam. Sistem yang pernah menaungi tiga agama di Negeri Syam. Sistem yang melahirkan pemimpin yang tegas terhadap ketidakadilan. Sistem yang diperjuangkan oleh Nabi SAW. dan para sahabat.
Persatuan negeri-negeri Islam yang terarah dengan Islam ideologis akan mengalahkan sistem Kapitalisme yang menumbalkan kaum muslimin di atas kepentingan mereka. Umat harus menyadari bahwa dengan Islam ideologislah semua permasalahan dunia Islam akan selesai. (*)
