Pemain Persib Asal Luar Kota Bandung Tahun 1980-an

bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan Minggu 26 Apr 2026, 18:52 WIB
Persib Piala Soeratin 1980 diperkuat Ade Mulyono, Yusuf Bachtiar, Ajat Sudrajat, Wawan Hermawan(kiper), Wawan Karnawan, dll. (Sumber: Facebook | Foto: Planet Bola)

Persib Piala Soeratin 1980 diperkuat Ade Mulyono, Yusuf Bachtiar, Ajat Sudrajat, Wawan Hermawan(kiper), Wawan Karnawan, dll. (Sumber: Facebook | Foto: Planet Bola)

Memasuki tahun 1980-an, Persib Bandung berada di masa keemasannya. Pada saat tersebut, klub diperkuat talenta-talenta lokal terbaik yang kemudian menjadi legenda sepak bola Indonesia. Beberapa nama besar Persib pada masa itu antara lain Ajat Sudrajat yang jadi ikon Persib dan salah satu penyerang terbaik, serta back handal si jangkung Robby Darwis yang terkenal dengan jargonnya 'Halik ku aing...'

Walaupun Persib yang berbasis di Kota Bandung, namun banyak pemainnya yang berasal dari luar Kota Bandung. Tercatat banyak pemain-pemain Persib yang aslinya bukan orang Bandung tetapi bangga membela Persib dalam kompetisi Perserikatan. Para pemain seperti dari Lembang, Garut, Sumedang, Ciamis atau Jawa tengah bahkan Papua, bahu membahu mengibarkan bendera Persib maung Bandung di lapangan hijau.

Robby Darwis Lahir di Lembang, 30 Oktober 1964, Robby kecil menyalurkan hobi sepakbolanya di klub kampung bernama Arjuna. Dari Arjuna, Robby kemudian masuk SSB Capella. Sekitar tahun 1979 ada ujicoba Persib Selection. Waktu itu Marek Janota saat itu butuh pemain yang posturnya tinggi dan Robby terpilih ikut latihan bersama Persib sebagai langkah menjadi pemain Maung Bandung yang juga mengantarkannya menjadi pemain nasional Indonesia sampai berhasil merebut emas di SEA Games 1987 dan 1993.

Adeng Hudaya mulai bergabung dengan Tim Persib sejak tahun 1979, Sudah dua kali menjadi juara kompetisi perserikatan yaitu pada tahun tahun 1986 dan 1989 atau 1990. Perjalan karier di lapangan Hijau relatif mulus, Adeng muda Hijrah ke Kota Bandung pada tahun 1977 untuk kuliah di FPOK IKIP kala itu guna menyalurkan hobinya bermain sepak bola ia masuk klub POP dan selanjut nya POR UNI. Dua tahun kemudian Adeng sudah masuk skuat inti Tim Maung Bandung.

Suko lahir di Kota Solo dan sempat menghabiskan masa kecilnya di Dusun Bendo, Desa Naglik, Wonogiri, Jawa Tengah. Dalam usia yang relatif masih sangat muda, Suko memutuskan merantau ke Bandung pada akhir 1970-an dan tinggal di kawasan Pasundan. Ia kemudian mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik tekstil. Di tengah kesibukannya, Suko tak pernah melupakan sepak bola. Suko tercatat sempat bergabung dengan klub amatir, Unilon dan klub anggota Persib, PS IPI.

Cornelis Rudolf adalah pemain pertama asal Papua yang bergabung dengan Persib. Cornelis bermain dengan Maung Bandung pada era 1980-an. Pemain berjuluk Si Magrib ini juga ikut mengantar Persib juara perserikatan tahun 1986. Menariknya, di partai final saat itu, Persib mengalahkan tim asal Papua, Perseman Manokwari yang punya pemain ikonik Adolf Kabo. Deretan nama pemain Persib non Kota Bandung lainnya adalah Jajang Nurjaman, Jafar Sidik, dan Ade Mulyono.

Kini sistem perekrutan pemain sudah berbeda jauh sekali. Tidak hanya pemain luar non Bandung saja yang bisa bergabung dengan Persib tetapi dari luar negeri atau pemain asing bisa membelanya. Regulasi yang dibuat oleh PSSI membolehkan para pemain asing untuk mengembangkann kemampuannya bermain sepak bola di klub-klub nasional seperti saat ini. Setiap klub boleh menyertakan 11 pemain asing namun hanya tujuh yang bermain di lapangan dengan tujuan agar para pemain lokal bisa juga mendapatkan ruang bermain lebih banyak mengolah si kulit bundar.

Persib Bandung saat bermain di ACL 2. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Persib Bandung saat bermain di ACL 2. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Saat ini para bobotoh sering mendengar nama para pemain asing yang menggeber Persib, seperti nama-nama di bawah ini antara lain :

  1. Federico Barba (Italia)
  2. Patricio Matricardi (Argentina)
  3. Frans Putros (Irak)
  4. Julio Cesar (Brasil)
  5. Luciano Guaycochea (Argentina)
  6. Andrew Jung (Prancis)
  7. Uilliam (Brasil)

Kota Bandung memang memiliki segalanya yang menyebabkan banyak pendatang menuju Bandung dengan segala tujuan seperti kuliah, berkesenian dan olah raga khususnya sepak bola karena Kota Bandung memiliki klub legendaris yaitu Persib. Para pendatang begitu sangat bangga karena datang dari luar daerah Kota Bandung namun bisa bersaing untuk menjadi pemain inti Persib Bandung sewaktu masih menjalankan sistem perserikatan tahun 1980-an. Kota Bandung adalah kota yang harus mereka taklukkan supaya bisa menjadi pemain Persib bersaing dengan pemain-pemain lokal Bandung yang juga ingin menjadi pemain Persib. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Apr 2026, 18:52

Pemain Persib Asal Luar Kota Bandung Tahun 1980-an

Para pendatang yang kemudian menjadi pemain Persib karena memiliki kebanggaan menjadi pemain Persib Bandung

Persib Piala Soeratin 1980 diperkuat Ade Mulyono, Yusuf Bachtiar, Ajat Sudrajat, Wawan Hermawan(kiper), Wawan Karnawan, dll. (Sumber: Facebook | Foto: Planet Bola)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 16:36

Jika Masuknya Curang, Jangan Harap Ilmunya Jujur

UTBK yang seharusnya menjadi tolak ukur kemampuan, justru berubah menjadi ruang yang menunjukkan bahwa ambisi untuk “lolos”, sering kali lebih diutamakan daripada kejujuran dalam prosesnya.

Ruang ujian bukan hanya soal soal dan jawaban, tapi juga tentang sejauh mana integritas diuji. (Sumber: UPN VETERAN JAWA TIMUR | Foto: UPN HUMAS)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 14:43

Masa Depan Transportasi Udara, Teknologi Pesawat Listrik Unjuk Gigi di Forum MVPN dan UBSI Sukabumi

Pembahasan pesawat listrik AAM di UBSI Sukabumi jadi sorotan, dinilai berpotensi jadi solusi transportasi masa depan untuk konektivitas dan logistik di Indonesia.

Alessandro Arraniry Pritajaya (kiri) usai menerima sertifikat dalam Indonesia Youth Global Innovation Forum 2026 di UBSI Sukabumi.
Wisata & Kuliner 26 Apr 2026, 13:58

7 Jajanan Kue Tradisional yang Cocok Disantap saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kue tradisional seperti putu, pancong, surabi, hingga ketan bakar yang paling nikmat disantap saat cuaca dingin.

Pisang goreng. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 13:03

Sudut Kecil ala Jepang ‘Haha Kohi’ di Bandung

Haha Kohi beroperasi mulai jam 8 pagi sampai 6 sore, jadi kamu bisa menyesuaikan jadwal datang sesuai selera dan kebutuhan.

Cafe ala Jepang cocok untuk nongkrong bersama teman, atau pasangan, spot foto yang aestetik dan instragramable. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Arini Nabila Ramadhani)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 12:00

Urbanisasi Humanis ala Shenzhen

Best pactice pengelolaan urbanisasi ala Shenzhen, China yang berhasil menjadikan pendatang sebagai aset, bukan sebagai beban

Shenzhen, China. (Sumber: wikimedia.org)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 10:49

Bandung Tahun 80-an: Saat Angkot dan DAMRI Jadi Cerita

Dulu, perjalanan bukan sekadar berpindah  tempat. Ia adalah ruang perjumpaan dengan teman, dengan orang asing, bahkan dengan diri sendiri.

Ilustrasi angkutan kota dan bus DAMRI di tahun 80-an. (Sumber: Ilustrasi gambar hasil dari AI)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 09:34

Bosscha Lembang dan Jejak Astronomi Indonesia

Bosscha Observatory Lembang, sebagai ruang ilmu pengetahuan dan penelitian astronomi.

Di tengah wisata Lembang, Bosscha Observatory hadir sebagai ruang ilmu pengetahuan. (Sumber: Institut Teknologi Bandung (ITB))
Beranda 25 Apr 2026, 18:58

Merawat Ingatan di Tanah Pasundan, Alasan Warga Tetap Tegak dalam Aksi Kamisan Bandung

12 tahun konsisten, Aksi Kamisan Bandung tetap jadi ruang bagi warga untuk merawat ingatan kolektif dan menyuarakan ketidakadilan lewat payung hitam yang tak pernah lelah membentang.

Memasuki tahun ke-12, Aksi Kamisan Bandung terus menjaga konsisten menyampaikan aspirasi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Ahmad Nazar)
Linimasa 25 Apr 2026, 14:16

Riwayat Cieunteung Baleendah, Dulu Langganan Kini Pengendali Banjir

Cieunteung kini berubah dari langganan banjir menjadi kawasan pengendali banjir lewat kolam retensi di Baleendah.

Kolam retensi Cieunteung, Baleendah, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 24 Apr 2026, 20:49

Melawan Arus Impor, Komitmen Nadya Nizar Jaga Ekosistem Tekstil Lokal Lewat Nadjani

Nadjani tidak hanya fokus pada profit semata, tetapi juga mengusung misi besar untuk menjaga ekosistem industri tekstil dalam negeri di tengah terjangan produk impor yang kian masif.

Brand lokal Nadjani tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pemain utama dalam industri modest fashion Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 20:40

Perubahan Pesat pada Bandung: Sesuai Harapan atau Sekadar Omongan?

Kritik terhadap rencana percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Kota Bandung yang mungkin masih menyisakan ketidakjelasan antara harapan perubahan dan realisasi di lapangan.

Kontras Bandung lama dan baru, sisi kiri menggambarkan kota yang padat dan klasik, sementara sisi kanan menampilkan bayangan kota modern yang sedang dibangun menuju perubahan. (Sumber: Ilustrasi Dihasilkan oleh Gemini AI)
Wisata & Kuliner 24 Apr 2026, 20:40

Wisata Berendam Kawah Rengganis Ciwidey, Panduan Lengkap dari Rute hingga Tiket

Panduan lengkap Kawah Rengganis Ciwidey, mulai lokasi, tiket masuk, pilihan berendam air panas, hingga tips berkunjung di kawasan kawah Gunung Patuha.

Wisata Kawah Rengganis. (Sumber: Instagram @wisataciwidey)
Bandung 24 Apr 2026, 20:11

Desain "Cheer Up" ala Nadya Nizar, Mengintip Dapur Kreatif di Balik Hype Brand Nadjani

Di balik deretan pakaian penuh warna yang menjadi ciri khas brand Nadjani, tersimpan kisah tentang seorang Nadya Amatullah Nizar yang tak pernah memadamkan api kreativitasnya.

Di balik deretan pakaian penuh warna yang menjadi ciri khas brand Nadjani, tersimpan kisah tentang seorang Nadya Amatullah Nizar yang tak pernah memadamkan api kreativitasnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 24 Apr 2026, 19:47

Modal Rp10 Juta Jadi Miliaran, Intip Rahasia Sukses Nadya Nizar Besarkan Brand Nadjani Tanpa Pinjam Bank

Di tengah gempuran produk impor, muncul sosok Nadya Amatullah Nizar, pemilik jenama Nadjani, yang membuktikan bahwa modal kecil bukan penghalang untuk membangun kerajaan modest fashion.

Di tengah gempuran produk impor, muncul sosok Nadya Amatullah Nizar, pemilik jenama Nadjani, yang membuktikan bahwa modal kecil bukan penghalang untuk membangun kerajaan modest fashion. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 17:00

Kisah Kaum Urban: Hikayat Urang Pasar (Bagian 2) ‘Bank Himpunan Saudara’

Kisah dalam tulisan ini berdasarkan data-data tertulis dalam buku 100 tahun Bank Saudara yang diterbitkan oleh Yayasan Yusuf Panigoro.

Pasar baru bandung pasca kemerdekaan. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 16:35

Danau Cikijing Purba di Majalengka

Pada masa lalu, Cikijing merupakan danau alami yang luas.

Kijing air tawar (Pilsbryoconcha exilis) ini cangkangnya keras, tapi daging lunak. Bentuknya gepeng, warnanya putih gading. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 15:56

Taat Rambu dan Marka: Bukan Sekadar Aturan, tapi Keselamatan

Fenomena pelanggaran lalu lintas di Bandung menunjukkan kepatuhan masih situasional. Taat rambu dan marka adalah kunci keselamatan, bukan sekadar aturan.

Sejumlah Polwan memberikan sosialisasi budaya tertib berlalu lintas kepada pengguna jalan di Pos Aria Graha, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Humas Polda Jabar)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 14:56

Mustikarasa: Monumen Gastronomi dan Manifesto Politik Kedaulatan Pangan

Buku Mustikarasa berdiri bukan sekadar sebagai kumpulan instruksi dapur atau kookboek biasa.

Buku Mustikarasa. (Sumber: Istimewa)
Wisata & Kuliner 24 Apr 2026, 13:59

Panduan Wisata Darajat Pass Garut: Biaya Tiket, Wahana, dan Pilihan Waktu Berkunjung

Panduan lengkap Darajat Pass Garut, mulai lokasi, harga tiket, fasilitas kolam air panas, waterpark, hingga tips berkunjung di kawasan geothermal Pasirwangi.

Wisata Darajat Pass Garut. (Sumber: YouTube Neria & Family)