Perubahan Pesat pada Bandung: Sesuai Harapan atau Sekadar Omongan?

4 menit baca
Pernando Aigro S
Ditulis oleh Pernando Aigro S diterbitkan
Kontras Bandung lama dan baru, sisi kiri menggambarkan kota yang padat dan klasik, sementara sisi kanan menampilkan bayangan kota modern yang sedang dibangun menuju perubahan. (Sumber: Ilustrasi Dihasilkan oleh Gemini AI)
Kontras Bandung lama dan baru, sisi kiri menggambarkan kota yang padat dan klasik, sementara sisi kanan menampilkan bayangan kota modern yang sedang dibangun menuju perubahan. (Sumber: Ilustrasi Dihasilkan oleh Gemini AI)

Bandung rasanya tidak pernah benar-benar diam, tapi juga tidak benar-benar maju. Setiap hari kita ketemu cerita yang sama: macet di mana-mana, jalan yang rusaknya seperti dibiarkan, dan perjalanan yang makin lama makin menguras tenaga. Bahkan, Bandung sempat berada di posisi ke-12 kota termacet di dunia, gambaran yang cukup menjelaskan bagaimana rumitnya persoalan mobilitas di kota ini. Kemacetan bukan lagi sekadar gangguan, tapi sudah jadi bagian dari keseharian warga.

Belakangan ini, mulai terasa ada yang berbeda. Setelah lama seperti membiarkan masalah itu jadi hal biasa, pemerintah akhirnya terlihat bergerak. Perbaikan jalan mulai dilakukan, kapasitas infrastruktur perlahan ditingkatkan, dan berbagai upaya untuk membuat lalu lintas lebih teratur mulai disiapkan. Tidak lagi sekadar perbaikan sementara, tapi ada kesan bahwa kota ini sedang benar-benar ingin dibenahi, pelan tapi pasti.

Tahun 2026 seolah jadi titik penting dari semua perubahan ini. Berbagai langkah mulai dijalankan, dari pembenahan jalan sampai upaya mengurangi kemacetan yang selama ini terasa seperti masalah tanpa ujung. Tapi di tengah semua rencana dan pergerakan itu, muncul pertanyaan yang rasanya wajar: ini benar-benar perubahan yang kita butuhkan, atau hanya sekadar rencana yang lagi-lagi terdengar bagus di awal?

Pembangunan fasilitas transportasi di Bandung sebagai bagian dari perubahan kota yang sedang berlangsung. (Sumber: Instagram/ @infobandungkota)
Pembangunan fasilitas transportasi di Bandung sebagai bagian dari perubahan kota yang sedang berlangsung. (Sumber: Instagram/ @infobandungkota)

Jalan Diperbaiki, Transportasi Dibangun: Cukupkah untuk Menjawab Masalah?

Di tengah keluhan warga yang sudah lama soal macet dan jalan rusak, pemerintah Kota Bandung mulai terlihat lebih serius dalam menata arah transportasi. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan “Tahun ini adalah tahun infrastruktur. Kita akan melakukan perbaikan di hampir seluruh ruas jalan, sekaligus memperkuat sistem transportasi publik”. Pernyataan ini menunjukkan adanya dorongan besar untuk mulai menyelesaikan masalah yang selama ini dirasakan masyarakat Bandung.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh wali kota adalah pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT) sebagai tulang punggung transportasi massal, sekaligus peremajaan angkutan kota (angkot) agar lebih modern dengan beralih ke sistem listrik dan terintegrasi dalam sistem transportasi kota. Tindakan ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi serta memperlancar mobilitas warga dalam aktivitas sehari-hari.

Tidak hanya pada sektor transportasi saja, pemerintah juga menyiapkan pembenahan infrastruktur jalan secara lebih luas. Perbaikan besar dijadwalkan mulai berlangsung pada Mei 2026 dengan cakupan hampir di seluruh ruas jalan utama Bandung. Selain memperbaiki jalan yang rusak, kebijakan ini juga mencakup penataan ulang ruang kota, termasuk perubahan desain trotoar agar tidak lagi digunakan sebagai area parkir liar yang selama ini mengganggu fungsi pejalan kaki. Langkah ini menunjukkan bahwa pembenahan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kendaraan, tetapi juga pada tata ruang kota secara keseluruhan.

Rencana yang disusun oleh wali kota, semua ini memang terdengar seperti langkah besar menuju perubahan. Jalan diperbaiki, sistem transportasi dibenahi, dan ruang kota mulai ditata ulang. Bandung seperti sedang bergerak ke arah yang lebih baik dan lebih teratur.

Tapi pertanyaannya apakah ini benar-benar pembenahan yang dipikirkan matang sampai ke akar masalahnya, atau justru hanya perubahan yang terlihat bagus di awal, tetapi belum tentu berjalan sesuai harapan?

Karena perubahan yang terlalu cepat sering kali menyisakan celah pada kualitas pelaksanaannya. Fokus pada kecepatan dan target waktu bisa membuat hasil akhirnya tidak selalu sejalan dengan harapan di lapangan. Ada risiko bahwa yang terlihat adalah proyek yang “selesai atau sekadar yang penting jadi”, akibatnya yang terlihat bisa saja tampak seperti kemajuan, padahal di baliknya masih menyisakan banyak hal yang belum selesai dengan baik.

Yang anehnya adalah mengenai jadwal rencana tersebut karena tidak adanya kejelasan mengenai kapan seluruh rencana tersebut benar-benar tuntas. Rencananya disampaikan kapan dimulai, tetapi tidak ada perkiraan kapan seluruh rencana yang dijadwalkan itu akan selesai. Situasi seperti ini membuat arah perubahan terasa belum sepenuhnya dipikirkan sampai akhir, seolah-olah prosesnya berjalan, tetapi garis akhirnya belum benar-benar ditentukan dengan jelas.

Perubahan yang sedang berjalan di Bandung memang terlihat membawa harapan baru, apalagi di tengah masalah yang sudah lama dirasakan warga seperti macet dan kondisi jalan yang tidak kunjung stabil. Ada langkah pemerintah yang terlihat lebih serius dalam membenahi infrastruktur dan transportasi, dan itu patut dicatat sebagai upaya ke arah yang lebih baik. Tapi di sisi lain, perubahan seperti ini tetap perlu dibuktikan di lapangan, karena yang paling penting adalah apakah perubahan ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari warga Bandung, bukan hanya berhenti sebagai rencana yang terdengar baik di awal. (*)

REFERENSI

  • GAPURA JABAR. (2026). “Fokus Tahun Infrastruktur, Pemkot Bandung Siapkan BRT dan Peremajaan Angkot Listrik”.

  • Sapta, D. (2026). “Bandung Mulai Perbaikan Jalan Mei 2026, Ubah Total Desain Trotoar agar Tak Jadi Parkir Liar”. Radar Bandung.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Pernando Aigro S
Mahasiswa FH Unpar. Quotes "Jangan takut gagal, karna gagal ga takut kamu"- Leonico Joedo. 🗿

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)