Bandung lahirkan Puisi Mbeling dan Pengadilan Puisi

3 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Jembatan ikonik Jalan Asia Afrika dibuka untuk umum. (Sumber: Ayobandung.com/Magang Foto | Foto: Ilham Ahmad Nazar)
Jembatan ikonik Jalan Asia Afrika dibuka untuk umum. (Sumber: Ayobandung.com/Magang Foto | Foto: Ilham Ahmad Nazar)

Kota Bandung adalah "bidan" untuk lahirnya gerakan puisi mbeling pada awal tahun 1970-an yang dipelopori oleh Remy Sylado. melalui rubrik Puisi Mbeling di Majalah Aktuil, ia terus-menerus menancapkan jargon puisi mbeling agar mengakar di dalam pikiran masyarakat. Tujuannya adalah untuk menampung berbagai kreativitas khususnya anak muda supaya giat dan selalu membuat puisi dengan kata-kata biasa di kehidupan sehari-hari. Kata Mbeling berasal dari bahasa Jawa yang berarti nakal, susah diatur, memberontak.

Remy Sylado yang kelahiran Makasar, tergolong seniman yang multitalenta, dari penulis buku, drama, sutradara, aktor teater, pemain film, sinetron, penyair, novelis, musisi hingga pelukis. Majalah Aktuil yang terbit pertama kali pada 8 Juni 1967 di Bandung menjadi salah satu ruang ekspresi bagi Remy Sylado untuk terus tumbuh dan berkegiatan di ranah menulis. Awal Tahun 1970-an merupakan masa popularitasnya ketika majalah tersebut jadi rujukan utama kaum muda Indonesia.

Mengutip pernyataan Sapardi Djoko Damono bahwa kelakar adalah ciri utamanya. Di samping itu, ciri lainnya adalah kritik dan ejekan terhadap sikap sungguh-sungguh penyair umumnya dalam menghadapi puisi. Kata-kata dipermainkan serta arti, bunyi, dan tipografi dimanfaatkan untuk mencapai efek tersebut. Sebagian besar puisi mbeling tersebut menunjukkan bahwa penyairnya sekadar mengajak pembaca berkelakar, tanpa maksud lain yang disembunyikan.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Salah satu contoh puisi mbeling bisa dilihat di bawah ini :

Olahraga

olahraga

orang kota

mengangkat barbel

di fitness centre

olahraga

orang desa

memacul tanah

di sawah ladang

yang satu

mencari sehat

karena anjuran

yang lain

menemukan sehat

karena telanjur

Sebagai gerakan perlawanan terhadap bahasa puisi yang berbunga-bunga namun gelap, puisi mbeling menawarkan konsep sebaliknya, puisi ditulis dengan bahasa biasa dan diusahakan terang-benderang. Dengan begitu, puisi bukan saja mudah dipahami sebagai pertanggungjawaban penyairnya terhadap realitas, namun ia juga membuka akses seluas-luasnya kepada siapa saja untuk menjadi penyair dengan menuliskan potret keseharian yang sepele seperti contoh puisi mbeling di atas tadi.

Gerakan puisi mbeling di Kota Bandung telah memunculkan sebuah peristiwa besar lagi punya kaitan dengan puisi yaitu dilaksanakannya sidang Pengadilan Puisi. Pengadilan Puisi, tepatnya "Pengadilan Puisi Indonesia Mutakhir", merupakan nama sebuah acara yang diselenggarakan Yayasan Arena.

Acara ini diadakan di Aula Universitas Parahyangan, Bandung, 8 September 1974 dan diikuti oleh sejumlah pengarang Indonesia. Dalam acara ini, Slamet Kirnanto yang bertindak sebagai "Jaksa" membacakan "tuntutan"-nya yang berjudul 'Saya Mendakwa Kehidupan Puisi Indonesia Akhir-Akhir Ini Tidak Sehat, Tidak Jelas dan Brengsek !'

Tuntutan dari Darmanto Jatman dan Slamet Kirnanto secara tersirat dan tersurat memang terasa di dalam ketidakpuasan terhadap kehidupan puisi Indonesia pada saat itu. Ketidakpuasan itu, antara lain, menyangkut:

(1) sistem penilaian terhadap puisi Indonesia

(2) kritikus sastra Indonesia

(3) media yang memuat karya sastra Indonesia

(4) beberapa penyair Indonesia yang dianggap "mapan"

Taufiq Ismail mengatakan bahwa penyelenggara Djen Amar dan Sanento Yuliman menjelaskan kepada saya apa yang dimaksud dengan Pengadilan Puisi Indonesia Mutakhir itu. Rupanya kawan-kawan di Bandung ini ingin mencari suatu bentuk lain dalam membicarakan kesusastraan, dalam hal ini puisi. Pernyataan tersebut dikutip dari "Catatan dari Bandung dan Jakarta: Pengadilan Puisi Indonesia Mutakhir dan Jawaban Terhadap Itu"

Bentuk seminar, simposium, dan diskusi panel dianggap menjemukan sehingga dicari suatu bentuk yang tidak menjemukan, lucu, tapi juga bersungguh-sungguh. Konon menurut gagasan Darmanto, bentuk pengadilan bisa memenuhi persyaratan. Demikianlah Puisi Indonesia Mutakhir jadi terdakwa yang diadili, ada jaksa yang mendakwa, ada pembela yang menangkis dakwaan, ada orang-orang yang memberikan kesaksian dan tentu saja kemudian ada hakim yang memutuskan.

Dengan demikian Kota Bandung mampu menjadi saksi kunci pusat riuh rendahnya perkembangan puisi nasional. Dua peristiwa diatas yaitu Gerakan puisi mbeling dan Pengadilan Puisi Indonesia mutakhir, telah memberikan darah baru demi menggerakkan nyawa kehidupan tulis menulis terutama puisi di Indonesia. Kota Bandung selalu menerima pendatang untuk mengembangkan kemampuan dirinya, seperti Remy Sylado dengan ide briliannya membuat Kota Bandung semakin disanjung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)