'Kuliah di Bandung itu Keren' dari Perspektif Mahasiswa Sumatera

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Jumat 24 Apr 2026, 08:06 WIB
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)

Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)

Pepatah mengatakan “Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau”, rasanya mulai menemukan makna bagi saya saat mengobrol santai dengan salah seorang teman perantauan di kampus. Untuk menghilangkan rasa tegang sebelum try out OSCE dimulai saya mencoba menjalin kedekatan karena kami hanya berkuliah secara offline selama satu bulan dan sisanya dilakukan dengan PKPA (Praktik Kerja Profesi Apoteker).

Bermula dari pertanyaan ”Apa sih yang membuat kamu memilih Bandung sebagai tempat kuliah” tak disangka bisa menjadi sebuah obrolan yang asyik dan menambah Khazanah baru bagi saya selaku masyarakat kelahiran Bandung.

Bandung memang selalu tampak menakjubkan bagi orang asing yang baru saja singgah, baik untuk berwisata, study tour, meeting kantor, bekerja juga kalangan mahasiswa yang ingin menuntut ilmu. Sebagian masyarakat di luar kota Bandung tampak mengagumi Braga sebagai arsitektur estetik untuk mengabadikan foto bersama keluarga. Lembang sebagai hutan sejuk yang bisa menghilangkan kepenatan dari hirup-pikuk perkotaan. Pangalengan dengan hamparan kebun teh yang mengingatkan kisah cinta remaja antara Rachel dan Farel dalam film My Heart. Ciwidey dengan kemegahan kawah putih yang identik dengan tempat penuh romansa. Juga Dago dengan segala ke moderan dan kelestarian alam yang masih bisa menyatu.

Sementara sisi lain kota Bandung yang gelap-sesak-durjana jarang tampak di permukaan. Di balik keeksotisan yang sering dibicarakan—banyak pula yang masih menjadi pr bagi Kota Bandung yang mesti diperbaiki. Banjir yang semakin parah dan meluas kemana-mana. Beberapa titik di kabupaten seperti Dayeuh Kolot, Banjaran, Baleendah tak luput dari air lumpur coklat yang meluap dari Sungai citarum. Sementara beberapa minggu terakhir derasnya air hujan menyebabkan banjir yang hampir memutus kegiatan masyarakat sekitar.

Kini banjir tak hanya merendam daerah kabupaten bandung tapi sudah merambah ke area perkotaan seperti Cibaduyut, Kopo, Gedebage. Drainase yang buruk juga pola hidup masyarakat yang belum memiliki kesadaran akan pengelolaan sampah- membuat Kota Bandung sangat rentan mengalami banjir ketika hujan deras datang melanda. Tak hanya itu Bandung yang dikagumi dengan vibes estetik yang hadir berdasarkan quote justru tak seindah kelihatannya. Misalnya sejumlah jalanan di Kota Bandung masih memiliki penerangan yang cukup buruk. Entah kurangnya fasilitas dari pemerintahan setempat juga akibat para oknum pencuri fasilitas umum.

Bandung yang sering dianggap perantau bisa menjadi jalan untuk memperbaiki hidup—faktanya masyarakat Bandung sendiri masih banyak yang menjadi pengangguran, masih banyak yang memiliki upah jauh di bawah UMR. Bandung yang dikenal dengan segala ketenangannya pun sebetulnya berbanding terbalik dengan tingkat kriminalitas yang kian tinggi seperti kasus pelecehan, kekerasan seksual, pembegalan hingga kasus pembunuhan.

Kembali kepada cerita seorang teman dari Sumatera yang sangat mengagumi kota bandung. Tak hanya dia bahkan kehadirannya di Kota Bandung sebagai mahasiswa sangat menjadi hal yang Istimewa bagi mayoritas masyarakat sebrang pulau Sumatera.

“Entah kenapa ya teh, pokonya kemaren pas kita pulang, tetangga pada bilang “ Ih keren ya kuliah di Bandung, hebat ya sudah jadi mahasiswa di Bandung, gimana kondisi disana ? pasti seru ya?”

Sejumlah teman saya yang berasal dari luar pulau jawa pun mengungkapkan hal yang sama tentang hal tersebut. Mereka senang sekaligus kaget karena berita yang menurut mereka biasa saja justru menjadi sebuah antusias bagi masyarakat di luar pulau jawa. Bagi mayoritas masyarakat Kota Bandung punya keistimewaan tersendiri dalam hati mereka tanpa mereka tahu penyebabnya. Mungkin istilah ini bisa kita analogikan seperti orang yang sedang jatuh cinta- sesuatu yang mengalir begitu saja kadang tanpa tahu alasannya apa.

Satu minggu liburan menjelang hari raya beberapa orang kembali ke kampung halamannya. Begitu juga dengan teman-teman saya yang merantau. Mereka mengatakan layaknya menjadi artis ibu kota yang baru saja pulang ke rumahnya. Begitu disambut dengan baik, dipuja-puji karena berhasil menjadi mahasiswa di Kota Bandung, pokonya saat lebaran mereka bisa menjadi pusat perhatian keluarga yang masyarakat sekitar.

Saya pun semakin penasaran apa yang membuat mereka begitu takjub dengan kota Bandung tapi mereka susah mengungkapkannya. Namun setelah mengobrol lebih jauh layaknya seorang detektif yang ingi menggali informasi lebih dalam—saya mencoba mengajukan beberapa pertanyaan lain yang akhirnya bisa mengumpulkan menjadi sebuah kesimpulan.

Pertama, bagi mereka Bandung memiliki udara yang sejuk dan suasana yang nyaman. Berbeda dengan pulau Sumatera yang setiap harinya teman-teman saya tidak bisa lepas dari kipas angin kini justru teman saya sangat bersahabat dengan selimut. Bahkan salah satu teman saya lainnya mengungkapkan banyak sweater yang awalnya hanya tinggal di lemari tapi setelah di Bandung pakaian tersebut jadi bermanfaat. Kedua, Bandung memiliki reputasi kampus yang sangat baik. Beberapa teman saya sangat kagum dengan berita-berita baik dari kampus ternama ITB, UNPAD dan Telkom University. Ketiga, Bandung adalah surga kuliner. Beberapa teman saya baru mengetahui tukang tahu bulat setelah kos satu bulan di Cibiru. Mereka banyak mencoba cita rasa dan varian makanan yang belum pernah mereka temukan di Sumatera. Hanya saja kekurangan makanan di Kota Bandung menurut mereka adalah tingkat rasa pedas yang kurang nendang dan dominan banyak makanan yang rasanya manis—khususnya bagi masakan yang tersedia di warteg.

“Aneh ya di Bandung tuh, ko sayur asam rasanya manis, harusnya kan asam ya”.

Begitulah sedikit protes mereka tentang kuliner sayur asam dan yang paling mencengangkan menurut mereka seblak di Bandung masih kalah rasanya dengan seblak di Sumatera. Seketika saya tertawa sekaligus penasaran dan ingin mencoba langsung seblak versi Sumatera ketika punya kesempatan ketika berkunjung kesana.

Terakhir yang membuat mereka senang kuliah di Bandung adalah banyaknya destinasi wisata yang bisa di eksplor sehingga bagi mereka ini menjadi asupan nutrisi ketika lelah dengan tugas perkuliahan. Bahkan hal pertama setelah mereka datang ke Bandung adalah pergi ke Braga, Dago, Pangalengan dan beberapa tempat wisata populer yang ada di Kota Bandung.

Begitulah kiranya bercerita dengan teman perantauan di kampus. Saya selalu mengira kalau orang sebrang itu keras dan nada bicaranya itu seperti marah-marah. Ternyata setelah berbicara lebih jauh bagi mereka hal itu adalah lumrah. Mereka bukan marah justru itu bahasa cinta dari rumah tempat mereka tinggal. Berbicara dengan mereka membuat saya makin memahami makna “ Bhinneka Tunggal Ika”.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Apr 2026, 15:56

Taat Rambu dan Marka: Bukan Sekadar Aturan, tapi Keselamatan

Fenomena pelanggaran lalu lintas di Bandung menunjukkan kepatuhan masih situasional. Taat rambu dan marka adalah kunci keselamatan, bukan sekadar aturan.

Sejumlah Polwan memberikan sosialisasi budaya tertib berlalu lintas kepada pengguna jalan di Pos Aria Graha, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Humas Polda Jabar)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 14:56

Mustikarasa: Monumen Gastronomi dan Manifesto Politik Kedaulatan Pangan

Buku Mustikarasa berdiri bukan sekadar sebagai kumpulan instruksi dapur atau kookboek biasa.

Buku Mustikarasa. (Sumber: Istimewa)
Wisata & Kuliner 24 Apr 2026, 13:59

Panduan Wisata Darajat Pass Garut: Biaya Tiket, Wahana, dan Pilihan Waktu Berkunjung

Panduan lengkap Darajat Pass Garut, mulai lokasi, harga tiket, fasilitas kolam air panas, waterpark, hingga tips berkunjung di kawasan geothermal Pasirwangi.

Wisata Darajat Pass Garut. (Sumber: YouTube Neria & Family)
Beranda 24 Apr 2026, 13:57

Menelusuri Bandung Lewat Novel Ateis: Saat Sastra Turun ke Jalan

Menelusuri jejak sejarah dan ruang budaya Bandung lewat novel Ateis. Sebuah kolaborasi sastra dan walking tour untuk merawat ingatan kota di tiap langkah kaki.

Hawe Setiawan membedah peta rahasia Bandung di balik lembaran novel Ateis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 13:39

No Viral, No Justice: Di Sinilah Logika Diperlukan!

Mengkritisi fenomena No Viral, No Justice dengan menunjukkan bahwa di balik kekuatan “keramaian” di ruang digital, tersembunyi kesesatan berpikir.

Ilustrasi tempat kejadian perkaru kasus kriminal. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 11:55

Menyusuri Jalanan Bandung di Hari Transportasi Nasional

Bandung adalah kota yang akrab dengan jalan-jalan legendaris.

Keramaian kawasan Cikapundung Bandung yang menjadi salah satu pusat aktivitas kota. (Foto: Agus Wahyudi)
Sejarah 24 Apr 2026, 11:03

Tugu PLP, Saksi Sejarah Penumpasan DI/TII dan G30S di Kaki Gunung Guntur

Tugu PLP di Garut jadi saksi penumpasan DI/TII dan G30S, kini berdiri sunyi di kaki Gunung Guntur usai lama terlupakan.

Tugu PLP atau Pusat Latihan Penembakan di Kampung Seureuh, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.  (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 24 Apr 2026, 10:14

Program CIRATA GEULIS PLN Nusantara Power Raih PROPER EMAS 2026

Program CIRATA GEULIS dari PLN Nusantara Power UP Cirata meraih PROPER Emas atas inovasi pengelolaan limbah dan pemberdayaan masyarakat di Waduk Cirata.

Program CIRATA GEULIS PLN Nusantara Power UP Cirata meraih PROPER EMAS 2026 berkat inovasi pengelolaan limbah, eceng gondok, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Beranda 24 Apr 2026, 10:11

Srikandi PLN Nusantara Power UP Cirata Edukasi Hidup Sehat Anak TK Budiman di Hari Kartini

Peringati Hari Kartini, Srikandi PLN Nusantara Power UP Cirata gelar edukasi hidup sehat dan bagikan snack bergizi untuk anak TK Budiman di Purwakarta.

Srikandi PLN Nusantara Power UP Cirata mengedukasi anak-anak TK Budiman di Purwakarta tentang kebiasaan hidup sehat sambil membagikan snack bergizi dalam rangka peringatan Hari Kartini.
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 09:39

Bandung lahirkan Puisi Mbeling dan Pengadilan Puisi

Kota Bandung oleh pendatang bernama Remy Sylado dijadikan tempat lahirnya puisi mbeling yang memunculkan juga Pengadilan Puisi di tahun 1970-an.

Jembatan ikonik Jalan Asia Afrika dibuka untuk umum. (Sumber: Ayobandung.com/Magang Foto | Foto: Ilham Ahmad Nazar)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 08:06

'Kuliah di Bandung itu Keren' dari Perspektif Mahasiswa Sumatera

Bandung selalu menarik dari sudut pandang orang asing, begitu juga sangat menarik bagi mahasiswa perantauan.

Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 20:16

Tepatkah Kebijakan BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Umum?

Persoalan BBM tanpa ada persolan krisis global saat ini sebenarnya sudah semakin berat dari tahun ke tahun.

Warga mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap mencekik dan berharap pemerintah lebih bijak dalam menetapkan regulasi harga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 23 Apr 2026, 18:22

Cerita di Balik Volume Sampah di Cikapundung Cikalapa Turun Drastis dari 1 Ton ke 100 Kilogram

Aksi bersih rutin selama 17 tahun berhasil menekan volume sampah di Cikapundung Cikalapa dari satu ton hingga tersisa 100 kg, mengembalikan kelestarian sungai melalui konsistensi komunitas lokal.

Volume sampah di Sungai Cikapundung kawasan Cikalapa kini berkurang drastis dari satu ton menjadi 100 kilogram berkat aksi pembersihan rutin selama 17 tahun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 18:13

Diskon PPN Rumah 2026, Stimulus Ekonomi atau Ilusi Akses Hunian?

Pemerintah kembali memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor perumahan pada tahun 2026.

Dukungan Pemerintah dalam Program Prioritas Presiden dalam penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat (Sumber: jabarprov.go.id | Foto: Diskominfo Kab. Bekasi)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 17:20

Dari Timur ke Tren Nasional, Apresiasi Budaya atau Komodifikasi ‘Timurnesia’?

Membahas bagaimana 'Timurnesia' sebagai bentuk apresiasi budaya sekaligus memunculkan potensi komodifikasi.

Fenomena popularitas musik timur menjadi momentum yang penting seiring perkembangan teknologi. (Sumber: Pexels | Foto: teras dondon)
Bandung 23 Apr 2026, 17:07

Cari Makan di TikTok Bukan Google? Ini Rahasia Brand F&B Bandung Tetap Viral dan Relevan

Di tengah menjamurnya bisnis F&B yang kian masif, fokus industri telah bergeser, bukan lagi soal siapa yang paling enak melainkan siapa yang paling kuat melekat dalam ingatan konsumen.

Public Relations Kopi Cantel & Bruasusual, Nida Yasmin. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 17:07

Temuan (Dugaan) Terowongan di Banceuy

Catatan harian arkeolog (ngawur) tentang penemuan terowongan di Jl. Banceuy saat proyek IPT 2026. Melalui riset literatur, terungkap temuan itu sebagai sistem riol kolonial dari rencana sanitasi 1919.

Gambar 3D temuan "Terowongan" Banceuy. (Sumber: PT. Bandung Investama)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 15:10

Makna Persahabatan Sejati di Tengah Kehidupan Modern

Persahabatan bukan tentang siapa yang paling sering bersama, tetapi siapa yang tetap ada ketika keadaan tidak mudah.

Ilustrasi sahabat. (Sumber: Pexels | Foto: irwan zahuri)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 14:39

Melihat Persoalan Pelestarian Gedung Sate

Setiap pengembangan Cagar Budaya harus mematuhi koridor regulasi, mengedepankan transparansi melalui Kajian Dampak Cagar Budaya (KDCB), serta mengintegrasikan partisipasi publik yang inklusif.

Gedung Sate, tempat pemerintahan Jawa Barat. (Sumber: Unsplash/Ari Nuraya)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 14:09

Ngomong Keras Bukan Berarti Benar: Logika yang Kalah oleh Emosi

Dominasi emosi dalam debat membuat kebenaran sering kalah oleh suara yang lebih keras daripada argumen yang lebih logis.

Buku Ajar Logika Untuk Berpikir Kritis Dalam Menghadapi Sesat Pikir. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Pernando Aigro S.)