Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan Kamis 16 Apr 2026, 08:54 WIB
Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)

Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)

Kalimat puitis Presiden pertama RI Soekarno yang sangat ikonik tentang kota Bandung berbunyi : "Hanya ke Bandung lah aku kembali kepada cintaku yang sesungguhnya".

Sepenggal puisi  tersebut menggambarkan ikatan emosional mendalam Bung Karno dengan Bandung, tempat dirinya menimba ilmu, berjuang, dan menemukan segudang inspirasi. Bandung adalah jagat puisi untuk menyalakan api perjuangan dan dapurnya semangat nasionalisme.

Bung Karno sering menyerukan agar segenap bangsa selalu menghias sanggul Ibu Pertiwi sebagai perwujudan dari perjuangan untuk memajukan nusa dan bangsa. Bandung merupakan saksi sejarah bagaimana Soekarno sejak mahasiswa sudah aktif dalam pergerakan untuk kemerdekaan Indonesia. Buku yang mendunia berjudul Indonesia Menggugat merupakan salah satu wujud Soekarno dalam menghias sanggul Ibu Pertiwi.

Tak pelak lagi Bandung adalah cinta Bung Karno yang sesungguhnya. Karena dianggap sebagai tempat yang membawa kehangatan dan memori indah. Selain kenangan manis, Bandung adalah tempat bersemi cinta dan perjuangan politiknya.

Ilustrasi kalimat puitis Bung karno "Hanya ke Bandung lah aku kembali kepada cintaku yang sesungguhnya". Terpasang di Balai Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ilustrasi kalimat puitis Bung karno "Hanya ke Bandung lah aku kembali kepada cintaku yang sesungguhnya". Terpasang di Balai Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Menobatkan Bandung sebagai Kota Puisi

Pemilihan topik puisi oleh redaktur Ayo Netizen Ayobandung.id terkait dengan Hari Puisi Nasional bisa menggugah kalbu. Menurut Akang Redaktur, Bandung bukan kota yang kejam. Ia tidak mengusir kita. Ia hanya terus berjalan ketika kita memilih berhenti sejenak, atau memilih melangkah ke arah lain. Dan ketika kita kembali, kota ini menyambut dengan caranya sendiri: tetap ramai, tetap hidup, tetap indah di mata orang-orang yang baru pertama kali melihatnya.

Boleh dikata, Bandung berhak menyandang predikat Kota Puisi. Karena dari pendiri bangsa, presiden RI hingga beberapa penulis puisi terkenal Indonesia yang karya-karyanya diilhami oleh suasana dan kota Bandung.

Bandung sangat pantas disebut sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis. Julukan ini disematkan bukan tanpa alasan, melainkan karena dialektika, sejarah, dan budayanya yang mendukung hal tersebut.

Bandung, terutama kawasan utara dan pusat kota seperti jalan Braga dan Asia Afrika, dikenal dengan bangunan tua bergaya kolonial. Pemandangan ini seringkali menimbulkan kesan melankolis, romantis, dan tenang, menciptakan suasana yang sangat mendukung lahirnya karya-karya sastra dan puisi.

Bandung telah lama menjadi inspirasi bagi banyak penyair, musisi, dan seniman. Banyak lagu, puisi, dan karya seni yang terinspirasi dari suasana Bandung. Para penulis puisi tumbuh subur di Bandung. Antara lain Acep Zamzam Noor. Penyair terkemuka yang banyak menulis puisi tentang lanskap Jawa Barat dan Bandung. Kemudian Soni Farid Maulana yang merupakan penyair asal Jawa Barat yang sering mengangkat tema-tema kota Bandung dalam karyanya. Ada juga Yudhistira Ardi Noegraha, penulis puisi dan sastrawan yang dikenal dekat dengan atmosfer sastra Bandung.

Hari Puisi Nasional jatuh setiap 28 April. Puisi pada dasarnya adalah cara manusia mengungkapkan apa yang tidak bisa dijelaskan dengan kalimat biasa. Puisi bisa mencurahkan isi hati yang terdalam dan bisa melukiskan peristiwa penting yang dialami oleh seseorang.

Selain Hari Puisi Nasional juga ada peringatan Hari Puisi Sedunia atau World Poetry Day pada tanggal 21 Maret. Bertujuan untuk merayakan bentuk ekspresi, identitas dan budaya dalam karya sastra puisi. Peringatan merupakan momentum untuk mengenang dan mengapresiasi karya-karya puisi para penyair dari seluruh dunia.

Dengan puisi kutitipkan rinduku kepada kampung halaman rohani lewat rel kereta api. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Dengan puisi kutitipkan rinduku kepada kampung halaman rohani lewat rel kereta api. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Karya Puisi Para Presiden RI

Selain Soekarno, Presiden RI yang piawai membuat puisi adalah BJ. Habibie (BJH) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  Sebagai seorang ilmuwan, tokoh penerbangan dan pakar transformasi teknologi kelas dunia, Puisi BJH sangat menyentuh hati dan bisa menginspirasi bangsanya. Pada akhir hayatnya BJH menaruh perhatian besar pada bidang seni dan kebudayaan. Melalui dunia film maupun berbagai macam festival kebudayaan.

Habibie muda yang biasa dipanggil Rudy menamatkan SMA di Kota Bandung.  Sejak tahun 1950 sudah memikirkan bagaimana dirinya bisa mewujudkan impian Ibu Pertiwi. Impian Ibu Pertiwi yang dalam konteks Bung Karno menghiasi sanggul Ibu Pertiwi semakin menggema di telinga Rudy. Terlebih ketika 1955 dia bertemu dengan Bung Karno dan menyimak gelora pidato Presiden RI pertama itu. Saat itu Bung Karno menyatakan impian-impian Ibu Pertiwi terkait dengan perlu kemandirian bangsa, utamanya sektor perhubungan di Indonesia. Untuk itu dibutuhkan kapal laut dan pesawat terbang yang dibuat di dalam negeri dan dilakukan dengan kompetensi putra-putri bangsa sendiri.

Puisi adalah manifesto jiwa yang sarat kejujuran tentang portofolio dirinya. Puisi bisa mencurahkan isi hati yang terdalam dan bisa melukiskan peristiwa penting yang dialami oleh seseorang. Sejarah menyatakan bahwa perjuangan bangsa dikuatkan oleh puisi. BJH melanjutkan tradisi menambang puisi untuk menjaga energi bangsanya. BJH sangat piawai membuat puisi. Puisi karyanya yang paling menyentuh adalah :

Sumpahku

Terlentang, jatuh, perih kesal

Ibu Pertiwi, engkau pegangan

Janji pusaka dan sakti

Tanah tumpah darahku

Makmur dan suci

Hancur badan

Tetap berjalan

Jiwa besar dan suci

Membawa aku padamu

Padamu Indonesia

Makmur dan suci

Puisi diatas menggambarkan bahwa BJH merupakan sosok yang jujur dan transparan dalam mencintai bangsanya. Baginya Ibu Pertiwi adalah personifikasi jiwa kebangsaan yang terkandung cita-cita dan mimpi yang harus diwujudkan.

Selain Bung Karno dan Presiden BJH,  ternyata Presiden SBY juga gemar membuat puisi. Mencermati jiwa SBY terlihat dari puisi karyanya yang berjudul "Menang" dan “Kangen”.Sebelum jadi presiden, SBY adalah seorang Jenderal "pengabdi" setia dunia Infanteri.   Sebelum membacakan puisinya SBY biasanya mengupas hakikat logika, etika, dan estetika dalam melihat persoalan.

"Hidup ini bukan bulan purnama...." Penggalan bait puisi SBY yang berjudul Menang itu menyiratkan sebuah ambisi untuk mencapai kemenangan. Disini dirinya menggambarkan dialektika kehidupan yang jatuh bangun lalu berharap untuk menang. Baginya "menang" adalah kata terindah sedunia. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 15:16

Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

Pernah tinggal dan memulai menajamkan karier bermusiknya di Kota Bandung pada awal tahun 1980-an.

Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 13:51

TikTok, Trotoar, dan Eksistensi

Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.

Konten kreator TikTok bernyanyi secara daring menggunakan smartphone (telepon pintar) di Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 12:16

Strategi Industri Kuliner Jabar Menyiasati Kelangkaan Plastik Akibat Konflik Iran–Israel

Kenaikan harga dan kelangkaan plastik akibat konflik Iran–Israel memengaruhi UMKM kuliner di Jawa Barat.

Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 10:43

Bandung dan Hasrat yang Disublimasi: Membaca Fenomena Nongkrong sebagai Pelarian Psikis

Menuliskan budaya nongkrong di Kota Bandung dalam kacamata Sigmund Freud.

Salah satu suasana kafe di Kota Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Haifa Rukanta)
Sejarah 16 Apr 2026, 10:42

Hikayat Cadas Pangeran, Jejak Derita Pribumi Sepanjang Jalan Raya Daendels

Cadas Pangeran jadi saksi kerja paksa era Daendels, ribuan rakyat tewas demi proyek Jalan Raya Pos di Jawa Barat.

Jalan di Cadas Pangeran antara tahun 1910-1930-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 08:54

Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

Bandung sangat pantas dinobatkan sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis.

Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 20:00

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Kelanjutan kisah 4 astronot dengan Kesuksesan misi Artemis II, yang menjadi dasar evaluasi bagi misi berikutnya, yakni Artemis III dalam program eksplorasi Bulan, oleh NASA.

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 19:22

Belajar Membaca Jalanan Bandung dari Dalam Angkot

Angkot di Bandung bertahan tanpa sistem yang jelas. Banyak pengguna beralih ke transportasi umum daring karena kepastian layanan, namun kondisi ini justru turut memperparah kemacetan.

Sejak lama, angkot menjadi bagian dari keseharian mobilitas warga Kota Bandung, meski kini perannya mulai tergeser oleh moda transportasi umum daring. (Foto: Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)
Bandung 15 Apr 2026, 18:23

Collab Magnet: Cara Bangun Kolaborasi yang Tepat di Era Zaman Penuh Kreativitas

Intip strategi menjadi Collab Magnet di industri kreatif bersama Mirsha Shahnaz Azahra. Pahami pentingnya relevansi, kredibilitas, dan nilai brand dalam kolaborasi.

Mirsha, Co-founder sekaligus Brand Director Monday Coffee Bandung memahami konsep kolaborasi yang efektif membutuhkan waktu, bahkan proses trial and error masih menjadi bumbu harian dalam perjalanannya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 18:01

Ketar-ketir Perajin Tahu Tempe, Adakah Insentif dari Pemkot Bandung?

Kebijakan impor kedelai yang diterapkan ternyata belum menyeimbangkan pasokan kedelai di dalam negeri.

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 17:14

Dari Bandung ke Lembang: Kota Sejuk yang Menjadi Ruang Nyaman bagi Pendatang

Perubahan suasana dari hiruk pikuk Kota Kandung menuju ketenangan yang lebih alami di Lembang.

Farmhouse Lembang. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 16:42

Panduan Wisata Stone Garden Padalarang, Taman Batu Karst dengan Jejak Laut Purba

Stone Garden Padalarang menawarkan lanskap batu kapur purba, jalur trekking ringan, serta nilai geologi dan arkeologi unik dalam satu destinasi wisata alam.

Objek wisata Stone Garden, Padalarang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 15 Apr 2026, 15:20

Meruntuhkan Standar Kecantikan, Mengapresiasi Keunikan

Pandangan tentang kecantikan tak lagi tunggal. Setiap individu memiliki keunikan yang layak diapresiasi, tanpa harus mengikuti standar yang membatasi.

Suasana beauty class yang hangat dan suportif, tempat para peserta belajar, bereksperimen, dan membangun rasa percaya diri bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 13:50

Jantung Konektivitas Kota yang Kurang Sehat dan Masalah Polusi Udara

Stasiun Hall adalah jantung transportasi yang setiap hari memompa sistem transportasi khususnya bagi penglaju dan pendatang.

Monumen Sepur Lempung di Stasiun Hall sebelah selatan yang merupakan ikon konektivitas kota Bandung sepanjang zaman (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 11:08

Panduan Wisata Pantai Jayanti, Pelabuhan Tua di Cianjur Selatan yang Belum Terlalu Ramai

Panduan lengkap wisata Pantai Jayanti mulai dari akses, harga tiket, aktivitas nelayan, hingga spot terbaik menikmati ombak selatan yang masih alami.

Objek wisata Pantai Jayanti, Cianjur selatan. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 10:50

Sebentar Lagi Hari Kartini, namun Kekerasan terhadap Perempuan Tak Kunjung Hilang

Refleksi atas peringatan Hari Kartini yang mengkritik masih berlangsungnya kekerasan terhadap perempuan.

Raden Ajeng Kartini, juga dikenal sebagai Raden Ayu Kartini. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 09:24

Jejak Peringatan KAA Kobarkan Semangat Bandung

Bandung telah mencatatkan namanya dalam sejarah dunia.

Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung. (Sumber: Museum Konferensi Asia Afrika)
Ayo Netizen 14 Apr 2026, 18:39

AAM sebagai Masa Depan Transportasi Udara

UBSI membahas Advanced Air Mobility (AAM) sebagai solusi transportasi udara masa depan untuk meningkatkan konektivitas dan distribusi logistik di Indonesia.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Beranda 14 Apr 2026, 17:07

Baca Bareng Anak di Bandung, Cara Sederhana Tanamkan Minat Literasi

Seorang ayah membawa anaknya mengikuti baca senyap di Bandung sebagai cara sederhana mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini.

Herry Prihamdani datang bersama anaknya, mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini sambil menikmati ketenangan dalam suasana baca senyap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)