Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)
Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)

Kalimat puitis Presiden pertama RI Soekarno yang sangat ikonik tentang kota Bandung berbunyi : "Hanya ke Bandung lah aku kembali kepada cintaku yang sesungguhnya".

Sepenggal puisi  tersebut menggambarkan ikatan emosional mendalam Bung Karno dengan Bandung, tempat dirinya menimba ilmu, berjuang, dan menemukan segudang inspirasi. Bandung adalah jagat puisi untuk menyalakan api perjuangan dan dapurnya semangat nasionalisme.

Bung Karno sering menyerukan agar segenap bangsa selalu menghias sanggul Ibu Pertiwi sebagai perwujudan dari perjuangan untuk memajukan nusa dan bangsa. Bandung merupakan saksi sejarah bagaimana Soekarno sejak mahasiswa sudah aktif dalam pergerakan untuk kemerdekaan Indonesia. Buku yang mendunia berjudul Indonesia Menggugat merupakan salah satu wujud Soekarno dalam menghias sanggul Ibu Pertiwi.

Tak pelak lagi Bandung adalah cinta Bung Karno yang sesungguhnya. Karena dianggap sebagai tempat yang membawa kehangatan dan memori indah. Selain kenangan manis, Bandung adalah tempat bersemi cinta dan perjuangan politiknya.

Ilustrasi kalimat puitis Bung karno "Hanya ke Bandung lah aku kembali kepada cintaku yang sesungguhnya". Terpasang di Balai Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ilustrasi kalimat puitis Bung karno "Hanya ke Bandung lah aku kembali kepada cintaku yang sesungguhnya". Terpasang di Balai Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Menobatkan Bandung sebagai Kota Puisi

Pemilihan topik puisi oleh redaktur Ayo Netizen Ayobandung.id terkait dengan Hari Puisi Nasional bisa menggugah kalbu. Menurut Akang Redaktur, Bandung bukan kota yang kejam. Ia tidak mengusir kita. Ia hanya terus berjalan ketika kita memilih berhenti sejenak, atau memilih melangkah ke arah lain. Dan ketika kita kembali, kota ini menyambut dengan caranya sendiri: tetap ramai, tetap hidup, tetap indah di mata orang-orang yang baru pertama kali melihatnya.

Boleh dikata, Bandung berhak menyandang predikat Kota Puisi. Karena dari pendiri bangsa, presiden RI hingga beberapa penulis puisi terkenal Indonesia yang karya-karyanya diilhami oleh suasana dan kota Bandung.

Bandung sangat pantas disebut sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis. Julukan ini disematkan bukan tanpa alasan, melainkan karena dialektika, sejarah, dan budayanya yang mendukung hal tersebut.

Bandung, terutama kawasan utara dan pusat kota seperti jalan Braga dan Asia Afrika, dikenal dengan bangunan tua bergaya kolonial. Pemandangan ini seringkali menimbulkan kesan melankolis, romantis, dan tenang, menciptakan suasana yang sangat mendukung lahirnya karya-karya sastra dan puisi.

Bandung telah lama menjadi inspirasi bagi banyak penyair, musisi, dan seniman. Banyak lagu, puisi, dan karya seni yang terinspirasi dari suasana Bandung. Para penulis puisi tumbuh subur di Bandung. Antara lain Acep Zamzam Noor. Penyair terkemuka yang banyak menulis puisi tentang lanskap Jawa Barat dan Bandung. Kemudian Soni Farid Maulana yang merupakan penyair asal Jawa Barat yang sering mengangkat tema-tema kota Bandung dalam karyanya. Ada juga Yudhistira Ardi Noegraha, penulis puisi dan sastrawan yang dikenal dekat dengan atmosfer sastra Bandung.

Hari Puisi Nasional jatuh setiap 28 April. Puisi pada dasarnya adalah cara manusia mengungkapkan apa yang tidak bisa dijelaskan dengan kalimat biasa. Puisi bisa mencurahkan isi hati yang terdalam dan bisa melukiskan peristiwa penting yang dialami oleh seseorang.

Selain Hari Puisi Nasional juga ada peringatan Hari Puisi Sedunia atau World Poetry Day pada tanggal 21 Maret. Bertujuan untuk merayakan bentuk ekspresi, identitas dan budaya dalam karya sastra puisi. Peringatan merupakan momentum untuk mengenang dan mengapresiasi karya-karya puisi para penyair dari seluruh dunia.

Dengan puisi kutitipkan rinduku kepada kampung halaman rohani lewat rel kereta api. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Dengan puisi kutitipkan rinduku kepada kampung halaman rohani lewat rel kereta api. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Karya Puisi Para Presiden RI

Selain Soekarno, Presiden RI yang piawai membuat puisi adalah BJ. Habibie (BJH) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  Sebagai seorang ilmuwan, tokoh penerbangan dan pakar transformasi teknologi kelas dunia, Puisi BJH sangat menyentuh hati dan bisa menginspirasi bangsanya. Pada akhir hayatnya BJH menaruh perhatian besar pada bidang seni dan kebudayaan. Melalui dunia film maupun berbagai macam festival kebudayaan.

Habibie muda yang biasa dipanggil Rudy menamatkan SMA di Kota Bandung.  Sejak tahun 1950 sudah memikirkan bagaimana dirinya bisa mewujudkan impian Ibu Pertiwi. Impian Ibu Pertiwi yang dalam konteks Bung Karno menghiasi sanggul Ibu Pertiwi semakin menggema di telinga Rudy. Terlebih ketika 1955 dia bertemu dengan Bung Karno dan menyimak gelora pidato Presiden RI pertama itu. Saat itu Bung Karno menyatakan impian-impian Ibu Pertiwi terkait dengan perlu kemandirian bangsa, utamanya sektor perhubungan di Indonesia. Untuk itu dibutuhkan kapal laut dan pesawat terbang yang dibuat di dalam negeri dan dilakukan dengan kompetensi putra-putri bangsa sendiri.

Puisi adalah manifesto jiwa yang sarat kejujuran tentang portofolio dirinya. Puisi bisa mencurahkan isi hati yang terdalam dan bisa melukiskan peristiwa penting yang dialami oleh seseorang. Sejarah menyatakan bahwa perjuangan bangsa dikuatkan oleh puisi. BJH melanjutkan tradisi menambang puisi untuk menjaga energi bangsanya. BJH sangat piawai membuat puisi. Puisi karyanya yang paling menyentuh adalah :

Sumpahku

Terlentang, jatuh, perih kesal

Ibu Pertiwi, engkau pegangan

Janji pusaka dan sakti

Tanah tumpah darahku

Makmur dan suci

Hancur badan

Tetap berjalan

Jiwa besar dan suci

Membawa aku padamu

Padamu Indonesia

Makmur dan suci

Puisi diatas menggambarkan bahwa BJH merupakan sosok yang jujur dan transparan dalam mencintai bangsanya. Baginya Ibu Pertiwi adalah personifikasi jiwa kebangsaan yang terkandung cita-cita dan mimpi yang harus diwujudkan.

Selain Bung Karno dan Presiden BJH,  ternyata Presiden SBY juga gemar membuat puisi. Mencermati jiwa SBY terlihat dari puisi karyanya yang berjudul "Menang" dan “Kangen”.Sebelum jadi presiden, SBY adalah seorang Jenderal "pengabdi" setia dunia Infanteri.   Sebelum membacakan puisinya SBY biasanya mengupas hakikat logika, etika, dan estetika dalam melihat persoalan.

"Hidup ini bukan bulan purnama...." Penggalan bait puisi SBY yang berjudul Menang itu menyiratkan sebuah ambisi untuk mencapai kemenangan. Disini dirinya menggambarkan dialektika kehidupan yang jatuh bangun lalu berharap untuk menang. Baginya "menang" adalah kata terindah sedunia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)