Menyusuri Jalanan Bandung di Hari Transportasi Nasional

4 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Keramaian kawasan Cikapundung Bandung yang menjadi salah satu pusat aktivitas kota. (Foto: Agus Wahyudi)
Keramaian kawasan Cikapundung Bandung yang menjadi salah satu pusat aktivitas kota. (Foto: Agus Wahyudi)

Setiap kota punya caranya sendiri untuk bercerita. Di Bandung, cerita itu tidak selalu tertulis di buku sejarah tetapi terbentang di sepanjang jalan-jalannya. Memperingati Hari Transportasi Nasional 24 April 2026 rasanya tepat jika kita tidak sekadar bicara soal kendaraan atau kemacetan, melainkan bercerita tentang jalan sebagai ruang hidup yang menyimpan jejak waktu.

Bandung adalah kota yang akrab dengan jalan-jalan legendaris. Terutama di pusat kota, tiap ruas seperti memiliki ingatan sendiri di masa kolonial, geliat kemerdekaan, hingga kehidupan urban hari ini yang terus bergerak.

Mulai dari Jalan Asia Afrika, di sinilah denyut sejarah terasa paling kuat. Dulu, kawasan ini merupakan bagian dari jalur legendaris Groote Postweg, Jalan Raya Pos yang membentang panjang di Pulau Jawa. Namun nama Asia Afrika bukan sekadar penanda lokasi, ia menyimpan peristiwa besar dunia yaitu Konferensi Asia Afrika 1955 yang diselenggarakan di Kota Bandung, 71 tahun silam.

Di sepanjang jalan ini, bangunan-bangunan antik dan bersejarah masih berdiri dengan megah seperti Gedung Merdeka, Hotel Savoy Homann, hingga Hotel Preanger seolah menjaga ingatan kolektif tentang solidaritas bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Tak jauh dari sana berdiri Kantor Pos Besar, Gedung PLN, Gedung Bank Mandiri, Kimia Farma, Jiwasraya, Harian Umum Pikiran Rakyat dan sejumlah gedung bersejarah lain ikut memperkaya lanskapnya.

Bergeser sedikit, kita tiba di Jalan Braga. Jalan ini punya aura yang berbeda, lebih santai, lebih artistik. Dulu dijuluki “jalan paling Eropa di Hindia Belanda.” Kini, Braga tetap hidup, hanya wajahnya yang berubah.

Kafe-kafe estetik, galeri seni, hingga restoran legendaris seperti membuat orang betah berlama-lama. Di sini, masa lalu dan masa kini seperti duduk satu meja bercakap tanpa tergesa.

Di Braga masih berdiri megah Gedung Majestic, Landmark, Sarinah, Hotel Braga, Kasoem Optikal, Bank Indonesia, dan Bank Jabar (eks Hotel Denis).

Lalu ada Jalan Merdeka koridor yang sibuk, tapi penuh makna. Dari kawasan ini, kita bisa melihat bagaimana Bandung tumbuh sebagai kota modern tanpa sepenuhnya meninggalkan jejak lamanya.

Di sini berdiri Balai Kota Bandung berdampingan dengan ruang publik seperti Taman Sejarah. Tak jauh ada Bandung Indah Plaza (BIP) menjadi saksi geliat ekonomi sejak lama. Sementara Katedral Santo Petrus Bandung dan sekolah Santa Angela menegaskan sisi spiritual dan pendidikan kota ini.

Naik ke utara, suasana berubah. Jalan Ir. H. Djuanda atau yang akrab disebut kawasan Dago menawarkan Bandung yang lebih sejuk dan santai.

Pepohonan rindang, kafe, hingga akses ke alam luas seperti Taman Hutan Raya Juanda dan Tebing Keraton menjadikan kawasan ini seperti jeda yang menyegarkan di tengah kota.

Sementara itu, Jalan Cihampelas punya cerita yang lebih riuh. Ia dikenal sebagai surga belanja, terutama jeans, sejak dulu.

Kini, kehadiran Cihampelas Walk memberi warna modern, tapi denyut lamanya masih terasa terutama saat malam, ketika lampu-lampu menyala dan jalanan dipenuhi langkah pengunjung.

Ada juga Jalan Cipaganti atau kini bernama R.A.A. Wiranatakusumah yang menawarkan sisi Bandung yang lebih tenang. Pohon-pohon besar dan bangunan kolonial menciptakan suasana yang nyaris seperti potongan film lama.

Tak jauh dari sana, Jalan Riau (L.L.R.E. Martadinata) ramai oleh factory outlet dan kuliner, sementara Jalan Diponegoro dikenal lewat ikon Gedung Sate, pusat pemerintahan Jawa Barat. Sedangkan Jalan Pasteur atau Jl. Dr. Djunjunan, menjadi pintu masuk penting bagi siapa pun yang datang ke Bandung dari arah barat.

Dan jangan lupakan Jalan Cihapit dengan pasar tradisional dan kuliner yang terasa akrab di lidah serta Jalan ABC, yang menyimpan jejak multikultural dari komunitas Arab, Bumiputera, hingga Tionghoa. Hingga kini, kawasan itu tetap hidup sebagai pusat perdagangan, terutama alat elektronik dan fotografi.

Suasana Jalan Braga dengan deretan gedung ikonik peninggalan kolonial Belanda yang masih terjaga. (Foto: Agus Wahyudi)
Suasana Jalan Braga dengan deretan gedung ikonik peninggalan kolonial Belanda yang masih terjaga. (Foto: Agus Wahyudi)

Ada beberapa ruas jalan besar di Bandung yang sudah lama berganti nama tetapi warga Bandung lebih enak menyebut nama lamanya.

Seperti:

~ Jalan Dago = Ir. H. Juanda

~ Jalan Cipaganti = R.A.A. Wiranata Kusuma

~ Jalan Suci = K.H.P. Hasan Mustofa

~ Jalan Ahmad Yani = A.H. Nasution

~ Jalan Kiaracondong = H. Ibrahim Adjie

~ Jalan By Pass = Soekarno Hatta

~ Jalan Kopo = K.H. Wahid Hasyim

~ Jalan Ciateul = Ibu Inggit Garnasih

~ Jalan Pasirkaliki = H.O.S. Cokroaminoto

~ Jalan Riau = L.L.R.E. Martadinata

~ Jalan Banteng = K.H. Ahmad Dahlan

~ Jalan Bungsu = Veteran

Penulis berpose di depan Hotel Savoy Homann di kawasan Jalan Asia Afrika Bandung, salah satu bangunan bersejarah di Kota Bandung. (Foto: Agus Wahyudi)
Penulis berpose di depan Hotel Savoy Homann di kawasan Jalan Asia Afrika Bandung, salah satu bangunan bersejarah di Kota Bandung. (Foto: Agus Wahyudi)

Dan beberapa nama jalan di Bandung menjadi unik karena warga Bandung mempersingkat ucapan bagi jalan-jalan itu, seperti :

  • Otista = Oto Iskandar Dinata
  • Bubat = Buah Batu
  • Kircon = Kiaracondong
  • DU = Dipati Ukur
  • Gatsu = Gatot Subroto
  • Paskal = Pasirkaliki
  • Uber = Ujungberung
  • Suci = Surapati-Cicaheum
  • Gerlong = Gegerkalong
  • Cadas = Cicadas

Pada akhirnya, jalan-jalan itu bukan sekadar lintasan. Ia adalah ruang yang merekam perubahan dari jalur pos kolonial hingga koridor wisata modern. Di sanalah transportasi tidak hanya memindahkan manusia, tapi juga membawa cerita dari satu masa ke masa lain.

Di Hari Transportasi Nasional ini, Bandung seolah berbisik pelan setiap perjalanan selalu punya makna. Dan di setiap jalan, selalu ada kisah yang menunggu untuk dikenang atau sekadar didengarkan, jika kita mau berjalan lebih pelan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)