Danau Cikijing Purba di Majalengka

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Jumat 24 Apr 2026, 16:35 WIB
Kijing air tawar (Pilsbryoconcha exilis) ini cangkangnya keras, tapi daging lunak. Bentuknya gepeng, warnanya putih gading. (Sumber: Istimewa)

Kijing air tawar (Pilsbryoconcha exilis) ini cangkangnya keras, tapi daging lunak. Bentuknya gepeng, warnanya putih gading. (Sumber: Istimewa)

Kijing air tawar (Pilsbryoconcha exilis), umumnya berwarna kuning, dengan warna biru kehitaman di bagian tertentu. Bentuknya gepeng lonjong. Di satu sisi lebarnya, ada yang lebih tebal dibandingkan dengan sisi lainnya yang tipis. Panjangnya antara 5 cm – 7 cm, dan bagian terlebarnya sekitar 3 cm. Itulah cangkangnya, atau bagian luar kijing yang keras. Cangkang kijing terdiri dari dua bagian yang dapat dibuka. Cangkang kiri dan cangkang kanan, yang disambungkan oleh engsel. Cangkangnya yang terbuka, bentuknya seperti sayap kupu-kupu yang besar. Setelah cangkangnya terbuka, barulah terlihat dagingnya yang lunak, juga gepeng, warnanya putih gading. Hidupnya di lumpur danau atau rawa. Ada juga yang hidup di sungai. Oleh masyarakat, kijing diambil, menjadi teman makan setelah dimasak. 

Kijing hidup di lumpur ranca, rawa. Di Jawa Barat, banyak daerah cekung yang tergenang air. Di sanalah berkembang-biak dengan subur kerang air tawar yang besar ini. Di ranca itu banyak jenis ikan yang hidup. Namun, sudah dianggap wajar bila yang banyak itu ikan mujair, misalnya. Bila yang melimpah itu kijing, misalnya, maka ranca dan kijing akan dijadikan sebagai penanda kawasan. Disebutlah lahan basah itu Ranca Kijing, rawa yang banyak terdapat kijing. Dalam perkembangannya, karena rawa menjadi sumber kehidupan, berlimpah air, banyaknya ikan, kijing, haremis, tutut, belut, sidat, dan tumbuhan air yang dapat dimakan, maka di pinggiran rawa itu kemudian menjadi hunian, yang berkembang menjadi perkampungan. Dinamailah Kampung Rancakijing, atau Kampung Cikijing.  

Lingkungan berair seperti itu terdapat di banyak tempat, maka nama geografis Cikijing akan ada di berbagai daerah. Di Jawa Barat nama geografis Cikijing terdapat di Kabupaten Majalengka, di Kabupaten Subang, di Kabupaten Bandung, di Kabupaten Kuningan, dan di Kabupaten Garut. Tentu masih ada di daerah lainnya. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang toponim Cikijing di Kabupaten Majalengka.

Toponim di Jawa Barat itu unik. Tidak semua daerah ranca, nama geografisnya akan diawali dengan kata ranca, seperti Ranca-Ekek, Ranca-Bolang, dll. Bila sekeliling ranca, bahkan rancanya itu sendiri yang ditimbun menjadi kawasan perkampungan, maka nama geografisnya menjadi Rancaekek, Rancabolang, dll. Tapi, berbeda dengan toponim Cikijing. Bukan kata ranca yang mengawali nama geografisnya, tapi diambil dari nama kerang air tawar yang banyak terdapat di sana. Nama kerang itulah yang dijadikan nama geografisnya, Cikijing.

Pada masa lalu, Cikijing merupakan danau alami yang luas. Dugaan kasar, paras air danaunya sampai ketinggian +600 m dpl. Cekungan Cikijing ini tidak dibatasi hanya wilayah administratif Kecamatan Cikijing, tapi meluas ke kecamatan di selatan dan barat dayanya. Bila garis kontur +600 m dpl itu ditarik mengelilingi cekungan, itulah luas danau tersebut. 

Cekungan Cikijing yang tertutup itu kemudian digenang air meteorik dan air yang dipasok dari anak-anak Ci Lutung menjadi Danau Cikijing Purba. Danau purba ini terbentuk bukan karena proses pembendungan sungai oleh material letusan gunungapi, tapi karena adanya bagian dari blok sesar yang secara evolutif ambles setelah terjadi gempa bumi. Blok patahan itu bergerak relatif, satu blok timur yang melintasi Cikijing, bergerak ke arah tenggara, dan satu blok barat yang melintasi Cingambul bergerak ke arah barat daya. Pada saat kedua blok patahan itu bergerak relatif, terjadi proses regangan antar blok, yang mengakibatkan kedua blok itu menjauh, atau menyamping, dan terpisah. Di zona regangan ini, di masing-masing blok patahan saling menarik, ketebalan bloknya akan “menipis”. Bila blok itu tidak mampu lagi menahan beban karena terus “menipis”, maka blok tersebut akan ambles membentuk cekungan.

Setelah terbentuk cekungan, akan diisi oleh air meteoric, mata air yang keluar dari kaki gunung, dan anak-anak sungai. Bila dasar cekungannya kedap air, maka air itu akan terus menggenang menjadi danau. Selama ribuan tahun, di dasar cekungan yang semula berlembah dan berbukit itu akan diendapkan material letusan gunungapi yang ada di dekatnya, serta material yang dihanyutkan dari lereng-lereng gunung yang bermuara di dalam cekungan.

Danau Cikijing Purba ini kemudian bedah atau bobol di celah sempit di sekitar jalan Campaga yang berpotongan dengan Ci Manik di ketinggian +575 m dpl. Secara bertahap, air danau ini menyusut, menyisakan ranca di daerah yang cekung, yang kemudian dikelola menjadi kolam dan persawahan.

Bekas Danau Cikijing Purba itu merupakan kawasan yang subur, menjadi persawahan dengan hasil padi yang baik dan pulen. Namun, tinggal di kawasan itu tetap harus waspada dan memperkuat ketahanan dalam menghadapi risiko dinamika bumi. Hidup di daerah cekungan yang terbentuk karena proses tektonik, berpotensi terjadinya gempa bumi dan gerakan tanah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Bandung 10 Jun 2026, 21:21

Menjembatani Komunitas dan Profesional Urban, Strategi Respiro Definisikan Ulang Fashion Berkendara Tropis

Respiro menangkap peluang emas ini dengan merumuskan ulang konsep estetika visual produk agar selaras dengan kebutuhan gaya hidup kaum urban yang serbacepat.

Koleksi perlengkapan berkendara atau riding apparel dari Respiro Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 20:24

Tugu Koperasi Tasikmalaya, Bukti Nyata Lahirnya Semangat Koperasi Indonesia

Artikel ini membahas Tugu Koperasi Tasikmalaya sebagai simbol sejarah lahir dan berkembangnya semangat koperasi di Indonesia.

Depan Tugu koperasi Tasikmalaya saat ini (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nabila imania)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 18:47

Ulos: Kain yang Menjadi Simbol dari Masyarakat Batak

Ulos adalah kain tenun khas Batak berbentuk selendang. Benda sakral ini merupakan simbol restu, kasih sayang dan persatuan.

Kain Ulos Ragi Hidup (Sumber: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/19484/1/2010-Booklet-Mengenal%20Ulos.pdf)
Bandung 10 Jun 2026, 17:55

Mengenal Kanemura, Brand Kuliner Jepang yang Mengusung Sistem Manajemen Terpusat dalam Bisnis Waralaba

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise).

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise). (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 10 Jun 2026, 17:29

Denyut Digitalisasi Perbankan yang Menghidupi Perajin Sepatu Kulit Cibaduyut

Sejak 2018, Mochamad Indra Yusuf Wahyudin aktif mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Bandung.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik Koku Footwear (produsen sepatu kulit) di Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Linimasa 10 Jun 2026, 16:50

Ibun Bajra, Fenomena Alam Embun Membeku di Kertasari Bandung

Fenomena ibun bajra kembali muncul di Kertasari. Embun membeku jadi lapisan es dan berdampak pada pertanian.

Daun teh membeku di Kertasari saat cuaca dingin menyergap Bandung 2019 silam. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 16:48

Menelusuri Jejak Historis Surabi, Oleh-Oleh Khas Jawa Barat

Surabi adalah salah satu makanan tradisional khas Jawa Barat.

Surabi Cihapit Bandung. (Sumber: Instagram | Foto: Surabi Cihapit)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 15:31

Menyusuri Bukit Plangon: Saat Sejarah dan Kepercayaan Menjaga Alam

Bukit Plangon menjadi contoh bagaimana nilai spiritual dan kearifan lokal berperan dalam menjaga keseimbangan alam.

Sinar matahari menerobos rimbunnya pepohonan di sekitar bangunan makam Bukit Plangon, Cirebon. (Sumber Foto: Dokumentasi pribadi, 2025)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 14:48

Kesadaran Masyarakat terhadap Penggunaan Kain Wol dengan Fashion Old Money

Penerapan gaya old money dan pemakaian kain wol menjadi strategi yang sangat efektif untuk menekan laju pertumbuhan fashion cepat di Indonesia.

Ilustrasi kain wol. (Sumber: Pexels | Foto: Vlada Karpovich)
Wisata & Kuliner 10 Jun 2026, 14:33

Jelajah TMII, Panduan Lengkap Wisata, Harga Tiket, dan Wahana Terbaru

Panduan lengkap berkunjung ke TMII Jakarta, mulai dari harga tiket, museum, anjungan daerah, Jagat Satwa Nusantara, hingga cara menjelajahi kawasan seluas 150 hektare.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 12:49

Filosofi Kendi, Animo Pemakaian Tumbler dan Mesin Air Minum Gratis

Kendi adalah ikon sosialisme air minum pada zamannya.

Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)
Sejarah 10 Jun 2026, 12:21

Jelajah Candi-candi di Bandung, Jejak Peradaban Kuno yang yang Hampir Terlupakan

Jejak peninggalan Hindu kuno di Bandung masih bertahan, tetapi kondisi situsnya memerlukan perhatian serius.

Situs Candi Bojongemas di Solokanjeruk Kabupaten Bandung memprihatinkan dan tak terawat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 11:29

Toponimi Lembang (Bagian 1)

Lembang berasal dari bahasa Sunda yaitu “Ngalembang” yang berarti air yang tergenang.

Buku Toponimi Lembang. (Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 10:18

Gedung Juang 45: Transformasi Bangunan Kolonial Menjadi Museum Berbasis Digital

Revitalisasi Gedung Juang 45 Bekasi dari bangunan cagar budaya yang sempat terbengkalai menjadi museum modern berbasis teknologi digital.

Gedung Juang 45 Kota Bekasi (Sumber: bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)
Beranda 10 Jun 2026, 10:12

Di Tengah Janji Energi Bersih, Warga Lereng Gunung Cemas Kehilangan Air, Lahan, dan Masa Depan

Di balik janji energi bersih dari proyek geotermal, warga di sejumlah lereng gunung di Jawa Barat menyuarakan kekhawatiran atas ancaman terhadap sumber air, lahan pertanian, dan ma

Dani Setiawan, petani sayur di kaki Gunung Gede Pangrango, menyuarakan kekhawatirannya terhadap proyek geotermal yang dinilai dapat mengancam sumber air, lahan pertanian, dan ruang hidup warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 09:17

Mengenal Peuyeum sebagai Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

Peuyeum sebagai makanan tradisional khas Jawa Barat

Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 08:38

Taat Rambu Lalu Lintas adalah Hal Sepele tapi Menyelamatkan Nafas Kehidupan

Satu detik yang menurut kita sepele bisa saja jadi harapan kehidupan bagi orang lain.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 20:22

Pasang Surut Era Trem di Batavia

Transportasi trem di Batavia yang kini sudah tidak ada di Indonesia.

Tram Gondangdia di Batavia. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 16:31

Wisata Candi Borobudur: Panduan Lengkap Tiket, Sunrise, dan Sunset Experience

Panduan lengkap wisata Candi Borobudur 2026, mulai dari harga tiket, kuota naik candi, aturan penggunaan upanat, hingga waktu terbaik untuk berkunjung.

Candi Borobudur. (Sumber: Pemprov Jateng)