Di tengah derasnya pengaruh budaya modern, Sanggar Tari Tri hadir sebagai ruang kreatif untuk melestarikan seni tari tradisional. Sanggar ini bukan hanya tempat belajar menari, tetapi juga wadah untuk mengasah bakat dan memperkuat identitas budaya. anak-anak dan remaja dengan senang berlatih rutin bersama Tri di Gor Barokah Jl. Trs Pesantren No.70, Sukamiskin, Kec. Arcamanik, Kota Bandung.
Sanggar Tari Tri berdiri dari tahun 2021, didirikan oleh Tri Irmawati, seorang pemerhati seni yang memiliki tekad kuat menjaga warisan budaya.
“Saya ingin budaya kita tidak hilang, tetap dikenal, dan dicintai masyarakat,” tutur wanita berhijab ini saat berada di tempat latihan, (04/11/25).
Berawal dari kepedulian terhadap seni tari yang mulai terpinggirkan, Tri mendirikan sanggar ini sebagai bentuk nyata pelestarian budaya. Kini, Sanggar Tari Tri menjadi tempat berkumpulnya anak-anak dan remaja yang ingin belajar menari sekaligus mengenal akar budaya mereka.

Menariknya, Sanggar Tari Tri mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah setempat. Bahkan, sanggar ini pernah mengikuti Workshop Kebudayaan bersama Merry Goeslaw, sebuah langkah besar yang menunjukkan komitmen untuk terus berkembang dan berkolaborasi.l
Meski di daerah tersebut terdapat sanggar tari lain, hubungan antar sanggar tetap harmonis. “Kami tidak melihat mereka sebagai pesaing, justru kami saling mendukung,” ucap Tri dengan tegas. Sikap ini mencerminkan semangat kolaborasi demi satu tujuan: menjaga seni tari agar tetap lestari.
Kegiatan di sanggar ini tidak hanya sebatas latihan rutin. Para anggota juga dilibatkan dalam berbagai pertunjukan dan acara budaya. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk tampil percaya diri sekaligus mempromosikan kekayaan seni daerah.
Baca Juga: Menata Parkir Braga, Menata Masa Depan Pariwisata Bandung
Tri pendiri Sanggar Tari Tri memiliki harapan besar untuk generasi muda.
“Tidak harus di bidang seni tari, asalkan mereka punya keinginan mengasah bakat, itu sudah cukup,” lanjut Tri. Baginya, sanggar ini adalah pintu untuk membuka potensi diri, bukan sekadar ruang gerak tari.
Dengan visi yang kuat dan dukungan yang luas, Sanggar Tari Tri terus melangkah maju. Di tengah gempuran budaya populer, sanggar ini menjadi benteng pelestarian seni yang patut diapresiasi. Sebuah bukti bahwa tradisi bisa tetap hidup jika ada yang peduli. (*)
