Sanggar Tari Tri: Menjaga Warisan Budaya Lewat Gerak dan Kolaborasi

Raihan Abner Hasani
Ditulis oleh Raihan Abner Hasani diterbitkan Senin 29 Des 2025, 09:41 WIB
Anggota Sanggar Tari Tri berfoto bersama setelah latihan rutin selesai. Gor Barokah Arcamanik, (04/11/25). (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Raihan Abner Hasani)

Anggota Sanggar Tari Tri berfoto bersama setelah latihan rutin selesai. Gor Barokah Arcamanik, (04/11/25). (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Raihan Abner Hasani)

Di tengah derasnya pengaruh budaya modern, Sanggar Tari Tri hadir sebagai ruang kreatif untuk melestarikan seni tari tradisional. Sanggar ini bukan hanya tempat belajar menari, tetapi juga wadah untuk mengasah bakat dan memperkuat identitas budaya. anak-anak dan remaja dengan senang berlatih rutin bersama Tri di Gor Barokah Jl. Trs Pesantren No.70, Sukamiskin, Kec. Arcamanik, Kota Bandung. 

Sanggar Tari Tri berdiri dari tahun 2021, didirikan oleh Tri Irmawati, seorang pemerhati seni yang memiliki tekad kuat menjaga warisan budaya.

“Saya ingin budaya kita tidak hilang, tetap dikenal, dan dicintai masyarakat,” tutur wanita berhijab ini saat berada di tempat latihan, (04/11/25).

Berawal dari kepedulian terhadap seni tari yang mulai terpinggirkan, Tri mendirikan sanggar ini sebagai bentuk nyata pelestarian budaya. Kini, Sanggar Tari Tri menjadi tempat berkumpulnya anak-anak dan remaja yang ingin belajar menari sekaligus mengenal akar budaya mereka. 

Anggota Sanggar Tari Tri saat mengikuti latihan rutin untuk mempersiapkan pertunjukan seni budaya.  Gor Barokah Arcamanik, (04/11/25). (Foto: Raihan Abner Hasani)
Anggota Sanggar Tari Tri saat mengikuti latihan rutin untuk mempersiapkan pertunjukan seni budaya. Gor Barokah Arcamanik, (04/11/25). (Foto: Raihan Abner Hasani)

Menariknya, Sanggar Tari Tri mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah setempat. Bahkan, sanggar ini pernah mengikuti Workshop Kebudayaan bersama Merry Goeslaw, sebuah langkah besar yang menunjukkan komitmen untuk terus berkembang dan berkolaborasi.l

Meski di daerah tersebut terdapat sanggar tari lain, hubungan antar sanggar tetap harmonis. “Kami tidak melihat mereka sebagai pesaing, justru kami saling mendukung,” ucap Tri dengan tegas. Sikap ini mencerminkan semangat kolaborasi demi satu tujuan: menjaga seni tari agar tetap lestari. 

Kegiatan di sanggar ini tidak hanya sebatas latihan rutin. Para anggota juga dilibatkan dalam berbagai pertunjukan dan acara budaya. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk tampil percaya diri sekaligus mempromosikan kekayaan seni daerah. 

Baca Juga: Menata Parkir Braga, Menata Masa Depan Pariwisata Bandung

Tri pendiri Sanggar Tari Tri memiliki harapan besar untuk generasi muda.

“Tidak harus di bidang seni tari, asalkan mereka punya keinginan mengasah bakat, itu sudah cukup,” lanjut Tri. Baginya, sanggar ini adalah pintu untuk membuka potensi diri, bukan sekadar ruang gerak tari. 

Dengan visi yang kuat dan dukungan yang luas, Sanggar Tari Tri terus melangkah maju. Di tengah gempuran budaya populer, sanggar ini menjadi benteng pelestarian seni yang patut diapresiasi. Sebuah bukti bahwa tradisi bisa tetap hidup jika ada yang peduli. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Raihan Abner Hasani
Mahasiswa of Telkom University Owner of Villa Cempaka Asri

Berita Terkait

News Update

Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 12:13

Bahasa yang Menjadi Kontrol Sosial Kala Ramadan

Di Bulan Suci ini, bahasa menjaga puasa kita tetap tuntas dengan baik.

Ilustrasi orang Indonesia berkumpul di sebuah warung. (Sumber: Pexels | Foto: Noval Gani)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 09:07

Mendadak Pasar Takjil Ramadan

Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 18:04

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya.

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Bandung 22 Feb 2026, 15:08

Manisnya Berkah Ramadan di Jalan Cibadak, Kisah Pak Heri Merawat Tradisi Es Goyobod di Tengah Gempuran Zaman

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini.

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 15:02

Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Inilah tren 'Ngabuburead', cara baru menepi lewat konten digital yang lebih intim dan berisi.

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 11:43

Lembang Tempo Dulu

Dahulu Lembang adalah sebuah kawasan hijau yang pada masa VOC memiliki sebuah upeti istimewa.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 09:36

Miéling Poé Basa Indung: Jejak Panjang Pers Sunda

Denyut pers Sunda sebenarnya telah terdengar sejak akhir abad ke-19 melalui penerbitan seperti Sunda Almanak (1894) dan Panemu Guru (1906).

Wajah baru Majalah Mangle dalam manajemen Pusat Budaya Sunda Unpad. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 22 Feb 2026, 07:10

Tak Ada yang Berbuka Sendirian: Cerita Ramadan, Relawan, dan Sampah yang Dipilah di Salman ITB

Saat azan Magrib mendekat, halaman sekitar Masjid Salman ITB dipenuhi aroma makanan berbuka yang tertata rapi di atas meja-meja panjang

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)