Tari Merak dan Dinamika Gen Z, Menari Sambil Mengejar Karier

3 menit baca
nadia khaerunnisa
Ditulis oleh nadia khaerunnisa diterbitkan
Rani Nurhayani memperagakan keindahan kostum Tari Merak pada Jumat (31/10/2025) di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Nadia Khaerunnisa)
Rani Nurhayani memperagakan keindahan kostum Tari Merak pada Jumat (31/10/2025) di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Nadia Khaerunnisa)

Lantunan merdu suara gamelan, mengiringi langkah seorang gadis yang terbalut indahnya merah muda sayap Merak. Setiap langkah ringan dan ayunan tubuhnya merefleksikan keindahan di tengah rutinitas kecil kehidupan. Di bawah lampu sorot panggung petunjukan gadis ini menghidupkan kembali keindahan Tari Merak di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Rani Nurhayani, Penari muda AJ Entertaiment, mengaku bahwa ia tertarik akan keindahan keseni tari tradisional Sunda ini, karena ia terpana akan keindahan Tari Merak yang ia saksikan disebuah pertunjukan.

“Awalnya karena aku lihat gerakannya bagus dan lembut. Bajunya juga cantik banget, jadi keliatan feminin. Dari situ aku tertarik” ujarnya saat di wawancara pada Jumat (31/10/ 2025).

Visual yang ditampilkan pada tarian merak memang sangat eyecathing, balutan kostum berwarna cerah, dengan paduan siger khas kepala burung merak, selendang, sayap kain, dan detail dekoratif lainnya menjadi bagian penting visual tarian membuat para penikmat seni Tari Merak jatuh akan pesona keindahan tarian tersebut.

Tari Merak sendiri merupakan salah satu tarian khas Sunda yang diciptakan oleh seniman besar asal Indonesia, Raden TjeTje Somantri, Pada tahun 1950. Tarian ini menggambarkan perilaku dan keindahan seekor merak jantan yang sedang memikat betinanya. Melalui gerak, mimik dan kostum, tarian ini menampilkan keanggunan dan keindahan yang menjadi ciri khas masyarakat Sunda.

Saat ini, selain di acara pertunjukan seni, Tari Merak juga biasa dijumpai di acara pernikahan maupun acara formal lainnya, Rani menjelaskan bahwa prosesi Tari Merak menjadi tarian sebagai simbolis penyambutan. Rani menjelaskan bahwa Tari Merak biasa di gunakan di acara Mapag, atau acara penyambutan.

Busana warna cerah memperindah penampilan penari Tari Merak pada acara kebudayaan di Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Arsip Dokumentasi | Foto: AJ Entertaiment)
Busana warna cerah memperindah penampilan penari Tari Merak pada acara kebudayaan di Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Arsip Dokumentasi | Foto: AJ Entertaiment)

Di tengah arus pertukaran budaya global yang menjadi konsumsi anak muda saat ini, bukan hal mudah untuk tetap mempertahankan eksistensi kesenian tradisional. Tanpa upaya pelestarian yang serius, kesenian tradisional Indonesia berpotensi tergerus oleh arus globalisasi dan kehilangan identitas aslinya.

Upaya pelestarian kesenian tradisional Sunda ini dilakukan oleh Rani sejak bangku SMA, bukan hanya menekuni Tarian Merak, ia juga mempelajari esensi seni dalam Tari Merak. Rani menjelaskan di tempat ia belajar Tari Merak, ia bukan hanya di ajari tarian semata, namun bersama dengan filosofi gerakan tarian tersebut.

Di tengah kesibukan membangun karier, Rani menghadapi tantangan besar dalam mengatur waktu. “Tantangan terbesar ya waktu, sih. Karena di umur segini banyak tugas dan juga kerjaan. Jadi susah bagi waktu antara kerja dan latihan, untungnya, pekerjaannya masih berada di dunia yang sama, aku kerja juga di sanggar itu, jadi lumayan terbantu, kadang latihan pas libur atau minta izin sebentar kalau ada pertunjukan,” ujarnya.

Meskipun demikian, semangat Rani untuk terus menari tidak pernah padam. Baginya, Tari Merak bukan sekadar gerak tubuh yang mengikuti irama gamelan, melainkan bentuk ekspresi jiwa yang sarat makna, ia mengungkapkan perasaan senang dan bangga saat menampilkan tarian tradisional sunda ini.

Baca Juga: Minimnya Penerangan di Sebagian Jalan Soekarno-Hatta Bandung pada Malam Hari

Rani juga berharap agar generasi muda tidak malu mempelajari kesenian daerahnya sendiri. Menurutnya, banyak anak muda yang masih menganggap tari tradisional itu kuno, padahal jika dipelajari lebih dalam, setiap gerakannya memiliki filosofi yang sangat indah.

Bagi Rani, melestarikan Tari Merak bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi juga menjaga jati diri bangsa. Ia percaya bahwa dengan cinta dan dedikasi, seni tradisional bisa terus hidup di tengah perkembangan zaman. “Selama masih ada yang mau belajar dan tampil, Tari Merak nggak akan pernah hilang,” ujarnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)