Tari Merak dan Dinamika Gen Z, Menari Sambil Mengejar Karier

nadia khaerunnisa
Ditulis oleh nadia khaerunnisa diterbitkan Kamis 04 Des 2025, 17:53 WIB
Rani Nurhayani memperagakan keindahan kostum Tari Merak pada Jumat (31/10/2025) di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Nadia Khaerunnisa)

Rani Nurhayani memperagakan keindahan kostum Tari Merak pada Jumat (31/10/2025) di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Nadia Khaerunnisa)

Lantunan merdu suara gamelan, mengiringi langkah seorang gadis yang terbalut indahnya merah muda sayap Merak. Setiap langkah ringan dan ayunan tubuhnya merefleksikan keindahan di tengah rutinitas kecil kehidupan. Di bawah lampu sorot panggung petunjukan gadis ini menghidupkan kembali keindahan Tari Merak di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Rani Nurhayani, Penari muda AJ Entertaiment, mengaku bahwa ia tertarik akan keindahan keseni tari tradisional Sunda ini, karena ia terpana akan keindahan Tari Merak yang ia saksikan disebuah pertunjukan.

“Awalnya karena aku lihat gerakannya bagus dan lembut. Bajunya juga cantik banget, jadi keliatan feminin. Dari situ aku tertarik” ujarnya saat di wawancara pada Jumat (31/10/ 2025).

Visual yang ditampilkan pada tarian merak memang sangat eyecathing, balutan kostum berwarna cerah, dengan paduan siger khas kepala burung merak, selendang, sayap kain, dan detail dekoratif lainnya menjadi bagian penting visual tarian membuat para penikmat seni Tari Merak jatuh akan pesona keindahan tarian tersebut.

Tari Merak sendiri merupakan salah satu tarian khas Sunda yang diciptakan oleh seniman besar asal Indonesia, Raden TjeTje Somantri, Pada tahun 1950. Tarian ini menggambarkan perilaku dan keindahan seekor merak jantan yang sedang memikat betinanya. Melalui gerak, mimik dan kostum, tarian ini menampilkan keanggunan dan keindahan yang menjadi ciri khas masyarakat Sunda.

Saat ini, selain di acara pertunjukan seni, Tari Merak juga biasa dijumpai di acara pernikahan maupun acara formal lainnya, Rani menjelaskan bahwa prosesi Tari Merak menjadi tarian sebagai simbolis penyambutan. Rani menjelaskan bahwa Tari Merak biasa di gunakan di acara Mapag, atau acara penyambutan.

Busana warna cerah memperindah penampilan penari Tari Merak pada acara kebudayaan di Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Arsip Dokumentasi | Foto: AJ Entertaiment)
Busana warna cerah memperindah penampilan penari Tari Merak pada acara kebudayaan di Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Arsip Dokumentasi | Foto: AJ Entertaiment)

Di tengah arus pertukaran budaya global yang menjadi konsumsi anak muda saat ini, bukan hal mudah untuk tetap mempertahankan eksistensi kesenian tradisional. Tanpa upaya pelestarian yang serius, kesenian tradisional Indonesia berpotensi tergerus oleh arus globalisasi dan kehilangan identitas aslinya.

Upaya pelestarian kesenian tradisional Sunda ini dilakukan oleh Rani sejak bangku SMA, bukan hanya menekuni Tarian Merak, ia juga mempelajari esensi seni dalam Tari Merak. Rani menjelaskan di tempat ia belajar Tari Merak, ia bukan hanya di ajari tarian semata, namun bersama dengan filosofi gerakan tarian tersebut.

Di tengah kesibukan membangun karier, Rani menghadapi tantangan besar dalam mengatur waktu. “Tantangan terbesar ya waktu, sih. Karena di umur segini banyak tugas dan juga kerjaan. Jadi susah bagi waktu antara kerja dan latihan, untungnya, pekerjaannya masih berada di dunia yang sama, aku kerja juga di sanggar itu, jadi lumayan terbantu, kadang latihan pas libur atau minta izin sebentar kalau ada pertunjukan,” ujarnya.

Meskipun demikian, semangat Rani untuk terus menari tidak pernah padam. Baginya, Tari Merak bukan sekadar gerak tubuh yang mengikuti irama gamelan, melainkan bentuk ekspresi jiwa yang sarat makna, ia mengungkapkan perasaan senang dan bangga saat menampilkan tarian tradisional sunda ini.

Baca Juga: Minimnya Penerangan di Sebagian Jalan Soekarno-Hatta Bandung pada Malam Hari

Rani juga berharap agar generasi muda tidak malu mempelajari kesenian daerahnya sendiri. Menurutnya, banyak anak muda yang masih menganggap tari tradisional itu kuno, padahal jika dipelajari lebih dalam, setiap gerakannya memiliki filosofi yang sangat indah.

Bagi Rani, melestarikan Tari Merak bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi juga menjaga jati diri bangsa. Ia percaya bahwa dengan cinta dan dedikasi, seni tradisional bisa terus hidup di tengah perkembangan zaman. “Selama masih ada yang mau belajar dan tampil, Tari Merak nggak akan pernah hilang,” ujarnya. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

nadia khaerunnisa
mahasiswa digital public relations 24

Berita Terkait

News Update

Beranda 21 Jan 2026, 07:10 WIB

Tamu Tembus 4.000 Orang, Kampung Takakura Sukamiskin Jadi Pusat Edukasi Sampah Lintas Pulau dan Negara

Upaya warga Kampung Takakura ini mendapat perhatian pemerintah. Sejumlah dinas turut memberikan dukungan berupa fasilitas penunjang.
Sejumlah penghargaan yang diraih Kampung Takakura antara tahun 2018-2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Beranda 21 Jan 2026, 06:54 WIB

Di Malam yang Tidak Pernah Sama, Pasar Lilin Astana Anyar Tetap Ada

Suasana terasa hangat. Antar pedagang saling menyapa, berbagi cerita, dan sesekali diselingi gelak tawa di sela menunggu pembeli.
Pasar Lilin kini lebih terang setelah menggunakan cahaya dari lampu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 21:30 WIB

Menggenggam Harapan Bandung Lewat Wajib Belajar Pra Sekolah

PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter.
Ilustrasi. PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter. (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:43 WIB

Hikayat Kelam Kasus Herry Wirawan, Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bandung

Perkara Herry Wirawan, pemilk salahsatu peantren di Bandung, menjadi salah satu kasus kekerasan seksual anak terberat dalam sejarah hukum Indonesia.
Herry Wirawan.
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:26 WIB

Sejarah Longsor Cigembong Garut Zaman Kolonial, Warga Satu Kampung Lenyap Tanpa Jejak

Longsor besar Juni 1924 menghapus Kampung Cigembong di selatan Garut. Arsip kolonial mencatat retakan gunung, pergerakan tanah, ratusan korban jiwa, serta sawah dan rumah yang lenyap dalam sekejap.
Ilustrasi longsor Cigembong Garut 1924.
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 19:35 WIB

Menelaah Kaitan Penerangan Jalan dan Potensi Aksi Kejahatan

Warga Margahayu Raya berharap Walikota M. Farhan segera mengatasi masalah lampu jalan yang minim.
Kondisi jalan di Komplek Margahayu Raya yang hanya diterangi oleh rumah warga akibat minimnya lampu penerangan jalan umum pada malam hari, 1 Desember 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 19:25 WIB

Mimpi Swasembada Energi: Jalan Terjal Transisi di Era Prabowo

Keberhasilan PP Nomor 40/2025 sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menggeser dominasi sistem energi dari energi fosil menuju energi bersih melalui instrumen kebijakan yang tepat sasaran.
Analis kebijakan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata saat diskusi Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) di Bandung, Selasa (20/1/2026). (Sumber: Dok IWEB)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 18:37 WIB

Antara Warga, Amanah, dan Ketenangan

Sebuah potret tentang tokoh yang menjadi pusat diskusi warga dan organisasi lokal.
Firman adalah putra asli Bandung yang tumbuh di Kiara Condong, sebuah lingkungan yang menurutnya menjadi “sekolah kehidupan” pertama. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:35 WIB

Susahnya Memberantas Parkir Liar yang Merajalela di Kota Bandung

Di Kota Bandung, parkir liar sangat mudah ditemukan di berbagai macam tempat.
Potret juru parkir liar di salah satu titik Kota Bandung (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:00 WIB

Belajar dari Artis, Seni Mengelola Circle Pertemanan Menjadi Aset Masa Depan

Nggak cuma lucu-lucuan, Prediksi dan Bedain jadi bukti kalau tongkrongan bisa menghasilkan cuan.
Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:17 WIB

Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

Efisiensi fiskal menuntut inovasi pemerintah. Bandung perlu cara baru untuk tetap bisa meningkatkan sumber PAD melalui promosi wisata dengan jangkauan luas, tanpa membebani anggaran.
Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:00 WIB

Antara Janji Meritokrasi atau Realitas Politik Koalisi: Pembentukan Kabinet Merah Putih

Mengapa idealisme meritokrasi Prabowo luntur demi mengakomodasi kepentingan koalisi, melahirkan 'Kabinet Gemuk' yang lebih mengutamakan stabilitas politik daripada kompetensi ahli.
Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 15:00 WIB

Ini Sosok John Herdman Pelatih Baru Timnas: Adakah Pemain Persib yang Dipanggil?

John Herdman akan didampingi Cesar Meylan, yang akan bertugas sebagai pelatih fisik Tim Garuda.
John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 12:21 WIB

Merawat Imajinasi

Aktivitas mendongeng (membacakan) cerita bukan semata soal hiburan, melainkan ikhtiar bersama dalam menanamkan benih pengetahuan, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus mengikat cinta.
Seseorang sedang asyik membaca. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 11:25 WIB

CSR di Bandung: Dari Kegiatan Simbolik Menuju Dampak Sosial Nyata

CSR di Bandung sering dipandang hanya sebagai agenda formal yang belum sepenuhnya menangani kebutuhan sosial secara mendalam.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Aditya Enggar Perdana)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 10:03 WIB

Nestapa Gaza, Akankah Dunia Islam Bisa Baik-Baik Saja?

Warga Gaza masih berduka, di tengah hujan musim dingin dan camp darurat.
Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis di tengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanul Haque Z)
Beranda 20 Jan 2026, 08:33 WIB

Tidak Dipilah Pasti Tidak Diangkut: Gaya Hidup Kampung Takakura dalam Mengatasi Krisis Sampah Bandung

Selama hidup, manusia pasti memproduksi sampah. Sampai kapan pun itu tidak akan hilang. Karena itu kita harus berteman dengan sampah dengan menjadikannya sesuatu yang bernilai.
Hasil dari pengolahan sampah organik salah satunya dijadikan eco enzyme yang kaya enzim ramah lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 19 Jan 2026, 20:24 WIB

Sejarah Universitas Islam Bandung, Kampus Biru di Tamansari

Unisba lahir dari kegelisahan tokoh Islam Jawa Barat tentang pendidikan iman dan ilmu hingga tumbuh di Tamansari Bandung.
Kampus Unisba di tamansari. (Sumber: unisba.ac.id)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 18:26 WIB

Walau Lebih Mahal, Ada Alasan Gen-Z Lebih Suka Bus AKAP Fasilitas Lengkap

Ada nih Bus AKAP Luxury yang bisa dilirik oleh kalangan Anak Muda di Bandung cuy
Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)
Ayo Biz 19 Jan 2026, 18:21 WIB

Kontroversi Susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis Menguji Kualitas Gizi Anak Sekolah

Kontroversi susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik perdebatan publik.
Ilustrasi. Susu adalah simbol asupan protein, kalsium, dan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan ana. (Sumber: Freepik)