Merawat Ingatan Kampung Lewat Instagram, Kisah di Balik Homeless Media @cipicungbergerak

Nisrina Nuraini
Ditulis oleh Nisrina Nuraini diterbitkan Selasa 10 Feb 2026, 07:15 WIB
Kawasan Cipicung Girang atau yang akrab disebut sebagai daerah Punclut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

Kawasan Cipicung Girang atau yang akrab disebut sebagai daerah Punclut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

AYOBANDUNG.ID - CPG merupakan akronim dari Cipicung Girang, kawasan yang kerap dikenal sebagai wilayah Punclut. Kini, kawasan ini menjadi basis lahirnya sebuah homeless media yang bergerak dalam mendistribusikan informasi dari warga untuk warga. Kehadiran media ini menjadi wadah aspirasi masyarakat tanpa berorientasi pada target dan angka, tetapi memiliki pijakan yang jelas: terikat pada satu wilayah dan tumbuh bersama kehidupan warga Cipicung.

Identitas media ini diwujudkan melalui dua akun Instagram, yakni @folkcpg dan @cipicungbergerak. Keduanya dikelola oleh satu orang yang juga menjadi pemilik akun, Fajar Surya Gumilang (24). Bagi Fajar, media sosial bukan hanya ruang konsumsi personal, tetapi juga sarana untuk memberi dampak dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Secara fungsi, @folkcpg difokuskan pada dokumentasi peristiwa yang memiliki nilai bagi warga sekitar, disajikan dalam bentuk video dan visual. Sementara itu, @cipicungbergerak berfungsi sebagai arsip memori kehidupan warga, mulai dari kisah personal hingga berbagai peristiwa sosial di lingkungan Cipicung Girang.

Baca Juga: Pagi Mengurus Ternak, Siang Mengurus Viewers, Cerita Homeless Media @infolembang_update

Pemisahan dua akun ini menunjukkan komitmen Fajar untuk mengelola segmentasi informasi secara lebih rapi dan terarah, sesuai dengan kebutuhan publik yang berbeda.

Sebagai alumni Ilmu Komunikasi, Fajar merasa memiliki bekal untuk membangun ruang media sendiri dengan menjadikan kehidupan di sekitarnya sebagai objek sekaligus subjek pemberitaan. Lingkungan Cipicung Girang menjadi sumber gagasan kreatif yang terus ia olah seiring waktu.

“Kalau enggak ada orang yang mau menulis tentang kita, maka mulailah menulis sejarah tentang diri kita sendiri,” ungkap Fajar, mengutip pernyataan seorang tokoh teater Indonesia yang menginspirasinya mendirikan kedua akun tersebut.

Dalam praktiknya, kedua akun ini berkembang dengan karakter masing-masing. Kehadiran fitur collaboration di Instagram memudahkan Fajar menggandakan unggahan di dua akun sekaligus.

Strategi yang ia terapkan tidak hanya berfokus pada branding, tetapi juga memastikan alur informasi tetap berjalan dengan baik sebelum dipublikasikan.

“Kadang @cipicungbergerak saja yang lebih aktif dijalankan. Tapi sekarang, karena ada fitur collab, dua-duanya bisa berjalan beriringan,” jelasnya.

Baca Juga: Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

Perjalanan membangun media ini juga tidak lepas dari dukungan komunitas homeless media lain di Bandung. Salah satunya datang dari akun @info.ciumbuleuit, yang memberi dukungan teknis dan moral sejak awal.

Dari jejaring tersebut, Fajar banyak belajar mengelola arus informasi, terutama ketika berhadapan dengan isu-isu sensitif. Menurutnya, kolaborasi antarwilayah dapat saling memperkuat, selama proses relevansi dan verifikasi berjalan dengan baik.

“Kalau sudah di-tag atau diajak collab oleh @info.ciumbuleuit, saya lebih mudah memposting ulang, karena ada unsur kepercayaan. Mereka juga cek faktanya, bahkan sering langsung ke lokasi,” ujarnya.

Bagi Fajar, jaringan homeless media bukan sekadar ruang bertukar informasi, tetapi juga wadah belajar tentang etika, risiko, dan tanggung jawab dalam kerja-kerja media warga.

Meski demikian, tidak semua laporan warga bisa langsung diunggah. Setiap informasi tetap melalui pertimbangan matang, terutama jika bersinggungan dengan kepentingan sosial.

Salah satunya terkait persoalan limbah pedagang di sekitar Punclut yang berdampak pada kebun warga. Meski data dan dokumentasi telah diperoleh, Fajar tetap mempertimbangkan perasaan masyarakat.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Info Coblong, Media Akar Rumput yang Menjadi Jembatan Aspirasi dan Etalase UMKM Warga

“Kalau kasusnya sensitif, harus ada laporan dan komunikasi dulu ke RT/RW. Kalau disetujui, baru diunggah. Kalau enggak, bisa diturunkan atau enggak jadi diposting,” jelasnya.

Baginya, menjadi homeless media yang tumbuh secara organik bukan hanya soal mengejar topik, tetapi menjaga harmoni sosial di lingkungan.

Dari sisi pengikut, @cipicungbergerak saat ini memiliki sekitar 294 pengikut sejak berdiri pada Maret 2025. Sementara @folkcpg, yang berdiri sejak November 2024, telah mencapai 1.374 pengikut.

Fajar mengakui jumlah tersebut masih tergolong kecil. Namun, melalui fitur kolaborasi, jangkauan informasi bisa menembus ratusan ribu penonton. Meski demikian, ia menegaskan bahwa engagement bukan tujuan utamanya.

“Bukan soal engagement. Yang penting saya bisa membantu menyebarkan informasi ke warga dan mengenalkan Cipicung Girang ke lebih banyak orang,” tuturnya.

Komitmen itu tercermin dalam berbagai unggahan, mulai dari penggalangan dana bencana, informasi kehilangan barang, hingga promosi UMKM warga yang dibagikan secara sukarela.

Selain itu, akun @cipicungbergerak juga merekam berbagai aksi nyata, seperti kerja bakti membersihkan Mata Air Cai Gede. Kegiatan tersebut kerap melibatkan pemerintah setempat dan menjadi ruang silaturahmi antara media warga dan masyarakat.

Bagi Fajar, nilai utama dari aktivitas ini bukan terletak pada keuntungan materi, melainkan pada keberlanjutan pembelajaran. Ia terus belajar memahami dunia media sekaligus menjadi pendengar bagi warganya.

“Dengan menulis, saya jadi semakin tahu kondisi warga di Cipicung Girang. Harapannya, akun ini bisa jadi bekal saya untuk masa depan,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 10 Feb 2026, 20:05 WIB

Romantika Siaran Radio Bandung di Bulan Ramadhan Era 1990-an

Ketika gelombang udara menjadi teman ibadah dan penjaga waktu.
Kin Sanubary, saat mengisi acara bincang ringan Radio Bandung jaman dulu di sebuah stasiun radio. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Bandung 10 Feb 2026, 18:32 WIB

Transformasi Senyap Industri Otomotif Bandung dalam Mengejar Ambisi Kendaraan Berkelanjutan

Industri otomotif di Jawa Barat tengah mengalami pergeseran transformasi fundamental dari mesin pembakaran internal menuju ekosistem elektrifikasi yang lebih matang.
Industri otomotif di Jawa Barat tengah mengalami pergeseran transformasi fundamental dari mesin pembakaran internal menuju ekosistem elektrifikasi yang lebih matang. (Sumber: Chery Indonesia)
Ayo Netizen 10 Feb 2026, 14:50 WIB

Dari Bolendrang, Kolek, hingga Bala-bala: 7 Makanan 'Wajib' Ramadan di Tanah Pasundan

Berikut ini adalah 7 makanan khas Ramadan yang biasa terhidang di Tanah Pasundan dan bisa menjadi pilihan untuk berbuka puasa.
Kolak pisang. (Sumber: Ayobandung.com)
Beranda 10 Feb 2026, 14:26 WIB

Pangan CENTILS: Merajut Tradisi, Rasa, dan Kebersamaan di Langit Ciburial

Di tengah lingkaran, seorang penari tradisional bergerak anggun mengikuti irama buhun khas Rawabogo, Ciwidey.
Partisipan Pangan Centil bermain babalunan sarung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Feb 2026, 12:26 WIB

Menumbuhkan Kreativitas Anak di Masa Golden Age

Setiap anak terlahir unik dan membawa potensi kecerdasannya masing-masing.
Hasil mewarnai kaos pada acara Gebyar Himpaudi Kabupaten Bandung. (Sumber: Paud Arifah)
Ayo Netizen 10 Feb 2026, 09:35 WIB

Kerja Sama Desain Industri Menciptakan Nilai Tambah dan Lapangan Kerja

Desain industri dan manufaktur di Kota Bandung perlu bersinergi agar bisa berkembang pesat.
Hendro Wangsanegara, industrialis dan pendiri PT Pudak sedang menunjukkan komponen machining pesanan PT Kapal Api (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 10 Feb 2026, 07:15 WIB

Merawat Ingatan Kampung Lewat Instagram, Kisah di Balik Homeless Media @cipicungbergerak

Bagi Fajar, nilai utama dari aktivitas ini bukan terletak pada keuntungan materi, melainkan pada keberlanjutan pembelajaran
Kawasan Cipicung Girang atau yang akrab disebut sebagai daerah Punclut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 09 Feb 2026, 21:43 WIB

Laporan Toxic 20 Ungkap Bahaya PLTU di Jawa Barat bagi Lingkungan dan Warga

Tiga PLTU yang masuk dalam daftar tersebut adalah PLTU Cirebon, PLTU Indramayu, dan PLTU Pelabuhan Ratu.
Diskusi publik yang digelar AJI, WALHI dan Trend Asia di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung, pada 9 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 19:02 WIB

Meniru Strategi Gua Hira: Mengapa 'Escape' Harus Menjadi Jalan Pulang, Bukan Sekadar Pelarian

Sambut Ramadan bukan sekadar ritual, tapi momen repurpose jiwa dari penjara pikiran.
Diskusi Ustaz Felix Siauw pada kanal Youtube Raymond Chin. (Sumber: Youtube Raymond Chin)
Bandung 09 Feb 2026, 18:04 WIB

Elegansi Syar’i dan Komitmen Bumi, Menilik Ambisi Alia Karenina Membangun "Green Syari" di Bandung

Di tengah hiruk-pikuk industri tekstil Jawa Barat, masih sedikit pemain lokal yang berani bermain di ranah natural fabric untuk busana muslimah yang tertutup rapat.
Founder dari brand Haadiya Syari, Alia Karenina. (Sumber: dok Haadiya Syari)
Bandung 09 Feb 2026, 17:05 WIB

Saat Slankers dan Begundal Bersaudara: Narasi Kesetaraan dalam Perayaan 15 Tahun Simfoni Distorsi di Bandung

Bandung sering kali dijuluki sebagai laboratorium kreativitas yang tak pernah tidur, tempat di mana distorsi dan harmoni berkelindan menciptakan identitas kota yang unik
Penampilan Slank dalam festival musik Hellprint Supermusic United Day 9 di Tritan Point Bandung pada Minggu, 8 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 16:43 WIB

Pelestarian Lingkungan, HIMKAS Bandung Raya Gelar Penanaman Bibit Pohon di Desa Buniara

HIMKAS Bandung Raya menggelar penanaman sekitar 150 bibit pohon.
Mahasiswa HIMKAS Bandung Raya bersama warga setempat melakukan penanaman bibit pohon di kawasan Curug Janari, Kampung Campaka, Desa Buniara, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. (Sumber: Dok. HIMKAS Bandung Raya | Foto: Jajang Shofar Khoerudin)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 14:07 WIB

Negara Hadir Memihak Guru Honorer

Selama bertahun-tahun, guru honorer memikul beban kerja yang setara dengan guru ASN, namun berada dalam keterbatasan status dan penghasilan.
Potret acara Hari Guru Nasional (Sumber: kemendikdasmen.go.id | Foto: kemendikdasmen)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 11:49 WIB

Momentum Ramadan sebagai Pembentukan Mentalitas Produktif

Bulan Ramadan merupakan momentum untuk menggenjot produktivitas nasional, daerah hingga produktivitas pribadi.
Ilustrasi mentalitas produktif industri kue kering saat bulan Ramadan (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 10:29 WIB

Ketika Iklan Sirup Jadi Penanda Ramadan Sudah Dekat

Bagi banyak orang Indonesia, itulah pertanda paling jujur bahwa Ramadan sudah dekat.
Iklan sirup Marjan di bulan puasa (Sumber: YouTube.com/Marjan Boudoin)
Ayo Netizen 09 Feb 2026, 08:41 WIB

Menjeritnya Pendidikan Indonesia

Pendidikan adalah hak segala bangsa yang harus diterima oleh semua Warga Negara Indonesia sebagai konsekuensi atas regulasi yang telah ditetapkan.
Tulisan terakhir anak SD di NTT. (Sumber: Istimewa)
Beranda 09 Feb 2026, 07:38 WIB

Pagi Mengurus Ternak, Siang Mengurus Viewers, Cerita Homeless Media @infolembang_update

Selain intimidasi, statusnya sebagai pengelola media tanpa badan hukum resmi sering membuatnya dipandang sebelah mata di lapangan.
Pengelola akun homeless media @infolembang_update, Yadi Mulyadi.
Ayo Netizen 08 Feb 2026, 18:22 WIB

Romantisme Mendengarkan Radio 'Sempal Guyon Parahyangan'

Syahdunya mendengar dongeng Sunda legendaris pada era 1990-an.
Radio transistor jadul milik Kin Sanubary, yang dipakai mendengarkan Dongeng Sunda sejak era tahun 90-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 08 Feb 2026, 15:44 WIB

Pohon Itu Bukan Sekedar Tiang Pancang Penghalang Longsor

Manfaat pohon sangat nyata bagi alam dan bagi kehidupan manusia.
Butir-butir embun yang dijaring daun cemara gunung di lereng Gunung Rinjadi dari arah Aikberik. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Bandung 08 Feb 2026, 12:48 WIB

Kisah di Balik Haadiya Syari: Menemukan Cahaya dalam Kehilangan dan Makna Baru di Modest Fashion

Haadiya Syari hadir di tengah hiruk-pikuk industri busana Muslimah dengan membawa pesan yang lebih tenang, lebih dalam, dan penuh ketakwaan.
Haadiya Syari hadir di tengah hiruk-pikuk industri busana Muslimah dengan membawa pesan yang lebih tenang, lebih dalam, dan penuh ketakwaan. (Sumber: Haadiya Syari)