Merawat Ingatan Kampung Lewat Instagram, Kisah di Balik Homeless Media @cipicungbergerak

4 menit baca
Nisrina Nuraini
Ditulis oleh Nisrina Nuraini diterbitkan
Kawasan Cipicung Girang atau yang akrab disebut sebagai daerah Punclut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Kawasan Cipicung Girang atau yang akrab disebut sebagai daerah Punclut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

AYOBANDUNG.ID - CPG merupakan akronim dari Cipicung Girang, kawasan yang kerap dikenal sebagai wilayah Punclut. Kini, kawasan ini menjadi basis lahirnya sebuah homeless media yang bergerak dalam mendistribusikan informasi dari warga untuk warga. Kehadiran media ini menjadi wadah aspirasi masyarakat tanpa berorientasi pada target dan angka, tetapi memiliki pijakan yang jelas: terikat pada satu wilayah dan tumbuh bersama kehidupan warga Cipicung.

Identitas media ini diwujudkan melalui dua akun Instagram, yakni @folkcpg dan @cipicungbergerak. Keduanya dikelola oleh satu orang yang juga menjadi pemilik akun, Fajar Surya Gumilang (24). Bagi Fajar, media sosial bukan hanya ruang konsumsi personal, tetapi juga sarana untuk memberi dampak dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Secara fungsi, @folkcpg difokuskan pada dokumentasi peristiwa yang memiliki nilai bagi warga sekitar, disajikan dalam bentuk video dan visual. Sementara itu, @cipicungbergerak berfungsi sebagai arsip memori kehidupan warga, mulai dari kisah personal hingga berbagai peristiwa sosial di lingkungan Cipicung Girang.

Baca Juga: Pagi Mengurus Ternak, Siang Mengurus Viewers, Cerita Homeless Media @infolembang_update

Pemisahan dua akun ini menunjukkan komitmen Fajar untuk mengelola segmentasi informasi secara lebih rapi dan terarah, sesuai dengan kebutuhan publik yang berbeda.

Sebagai alumni Ilmu Komunikasi, Fajar merasa memiliki bekal untuk membangun ruang media sendiri dengan menjadikan kehidupan di sekitarnya sebagai objek sekaligus subjek pemberitaan. Lingkungan Cipicung Girang menjadi sumber gagasan kreatif yang terus ia olah seiring waktu.

“Kalau enggak ada orang yang mau menulis tentang kita, maka mulailah menulis sejarah tentang diri kita sendiri,” ungkap Fajar, mengutip pernyataan seorang tokoh teater Indonesia yang menginspirasinya mendirikan kedua akun tersebut.

Dalam praktiknya, kedua akun ini berkembang dengan karakter masing-masing. Kehadiran fitur collaboration di Instagram memudahkan Fajar menggandakan unggahan di dua akun sekaligus.

Strategi yang ia terapkan tidak hanya berfokus pada branding, tetapi juga memastikan alur informasi tetap berjalan dengan baik sebelum dipublikasikan.

“Kadang @cipicungbergerak saja yang lebih aktif dijalankan. Tapi sekarang, karena ada fitur collab, dua-duanya bisa berjalan beriringan,” jelasnya.

Baca Juga: Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

Perjalanan membangun media ini juga tidak lepas dari dukungan komunitas homeless media lain di Bandung. Salah satunya datang dari akun @info.ciumbuleuit, yang memberi dukungan teknis dan moral sejak awal.

Dari jejaring tersebut, Fajar banyak belajar mengelola arus informasi, terutama ketika berhadapan dengan isu-isu sensitif. Menurutnya, kolaborasi antarwilayah dapat saling memperkuat, selama proses relevansi dan verifikasi berjalan dengan baik.

“Kalau sudah di-tag atau diajak collab oleh @info.ciumbuleuit, saya lebih mudah memposting ulang, karena ada unsur kepercayaan. Mereka juga cek faktanya, bahkan sering langsung ke lokasi,” ujarnya.

Bagi Fajar, jaringan homeless media bukan sekadar ruang bertukar informasi, tetapi juga wadah belajar tentang etika, risiko, dan tanggung jawab dalam kerja-kerja media warga.

Meski demikian, tidak semua laporan warga bisa langsung diunggah. Setiap informasi tetap melalui pertimbangan matang, terutama jika bersinggungan dengan kepentingan sosial.

Salah satunya terkait persoalan limbah pedagang di sekitar Punclut yang berdampak pada kebun warga. Meski data dan dokumentasi telah diperoleh, Fajar tetap mempertimbangkan perasaan masyarakat.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Info Coblong, Media Akar Rumput yang Menjadi Jembatan Aspirasi dan Etalase UMKM Warga

“Kalau kasusnya sensitif, harus ada laporan dan komunikasi dulu ke RT/RW. Kalau disetujui, baru diunggah. Kalau enggak, bisa diturunkan atau enggak jadi diposting,” jelasnya.

Baginya, menjadi homeless media yang tumbuh secara organik bukan hanya soal mengejar topik, tetapi menjaga harmoni sosial di lingkungan.

Dari sisi pengikut, @cipicungbergerak saat ini memiliki sekitar 294 pengikut sejak berdiri pada Maret 2025. Sementara @folkcpg, yang berdiri sejak November 2024, telah mencapai 1.374 pengikut.

Fajar mengakui jumlah tersebut masih tergolong kecil. Namun, melalui fitur kolaborasi, jangkauan informasi bisa menembus ratusan ribu penonton. Meski demikian, ia menegaskan bahwa engagement bukan tujuan utamanya.

“Bukan soal engagement. Yang penting saya bisa membantu menyebarkan informasi ke warga dan mengenalkan Cipicung Girang ke lebih banyak orang,” tuturnya.

Komitmen itu tercermin dalam berbagai unggahan, mulai dari penggalangan dana bencana, informasi kehilangan barang, hingga promosi UMKM warga yang dibagikan secara sukarela.

Selain itu, akun @cipicungbergerak juga merekam berbagai aksi nyata, seperti kerja bakti membersihkan Mata Air Cai Gede. Kegiatan tersebut kerap melibatkan pemerintah setempat dan menjadi ruang silaturahmi antara media warga dan masyarakat.

Bagi Fajar, nilai utama dari aktivitas ini bukan terletak pada keuntungan materi, melainkan pada keberlanjutan pembelajaran. Ia terus belajar memahami dunia media sekaligus menjadi pendengar bagi warganya.

“Dengan menulis, saya jadi semakin tahu kondisi warga di Cipicung Girang. Harapannya, akun ini bisa jadi bekal saya untuk masa depan,” pungkasnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)